Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Permainan di Klinik


__ADS_3

Seperti biasa, Lin Chen masih menyibukkan diri di klinik. Usahanya mengklasifikasikan warisannya telah selesai, begitu juga dengan persiapannya menuju alkemis tingkat empat. Yang kurang hanya sarana untuk melatih mental dan jiwanya saja.


Bukan tidak mau tapi sarana untuk melatihnya sangat sulit, bukan hanya butuh sesuatu untuk merangsang kondisi kejiwaan nya agar lebih peak tapi tingkat kultivasi nya pun paling tidak harus berada di tingkat Guru Besar.


Memang, saat ini Lin Chen telah membangun jiwanya berkat pil jiwa yang dulu berhasil dibuatnya berkat bantuan dari keluarga Zhang. Tapi itu hanyalah langkah awal dan pil itu hanya berfungsi untuk membangun jiwanya saja.


"Kakak Chen! halo. Bagaimana kabarmu?"


Lin Chen berhenti sejenak lalu memandangi pria di depannya. "Yun Shui." ucap pria itu buru-buru.


"Oh itu kamu! aku baik, terima kasih. Bagaimana kabar mu dan yang lain?"


"Anda terlalu sopan dokter Lin. Kami semua baik-baik saja." sahut Yun Shui yang merasa sedikit canggung karena kesopanan Lin Chen.


"Haha baik, baik, masuk dulu dan ambil sendiri keperluanmu. Sebentar aku selesaikan pekerjaanku terlebih dahulu."


Yun Shui mengangguk lalu berjalan melihat-lihat klinik. "Dokter Lin memang hebat." gumamnya ketika berada di klinik. Ini baru pertama kalinya dia berada di sini dan kaget saat merasakan aura spiritual yang sangat baik.


Udaranya jauh lebih bersih dari udara di luar sana, bahkan udara bersih di dalam pegunungan bukan apa-apa dibandingkan dengan klinik Lin Chen.


"Jadi, apa yang membawamu ke sini?"


Lin Chen yang telah selesai duduk dan bertanya tujuan Yun Shui. Yun Shui sendiri merasa tak nyaman dengan pertanyaan ini. Jujur saja dia saat ini sedang menjalankan tugas dan meskipun Lin Chen bisa dibilang anggota Pasukan Naga tapi atasan mengatakan tidak boleh memberi tahu siapa pun, dan itu termasuk Lin Chen.


"O-oh, itu... sebenarnya, aku... aku hanya ingin datang saja, ya itu dia, hanya berkunjung. Mungkin aku bisa belajar sesuatu di sini."

__ADS_1


Yun Shui yang tidak nyaman menjawab dengan terbata-bata. "Oh begitu, ya sudah. Pergi dan lihat kamarmu sendiri di belakang."


Lin Chen juga tahu ada sesuatu yang tidak boleh dia dengar dan tidak memaksa Yun Shui lebih jauh.


Hari berikutnya, saat selesai membuat resep, Lin Chen kedatangan tamu yang sekali pandang saja bisa diketahui kalau orang ini adalah seniman beladiri. Ketika Lin Chen bertanya sekaligus menyelidiki auranya, dia cukup kaget, bukan karena auranya kultivasinya yang masih kalah dengan Jiang Fangyou maupun Lu Yiming tapi karena ada sesuatu yang membuatnya merasa sedikit tertekan.


Orang ini memiliki sesuatu yang lebih kuat dibandingkan dengan semua seniman beladiri yang pernah Ia temui selama ini. Aura ini berasal dari orang-orang yang melatih jiwanya sampai ke tingkat tertentu. Lin Chen bisa merasakannya karena jiwanya sendiri sudah terbangun, meskipun belum sepenuhnya.


Tapi ada perbedaan dengan yang orang yang murni membangunkan jiwanya. Orang di depannya ini memiliki aura kegelapan yang samar.


Dan biasanya ini terlihat pada orang menggunakan kekuatan jiwa untuk tujuan yang tidak baik, mau tidak mau Lin Chen menghubungkannya dengan Jimat Kutukan.


"Aku harus berhati-hati.' ucap Lin Chen dalam hati.


Lin Chen lalu menyapanya dan bertanya apa keluhannya.


"Apa ada keluhan lainnya tuan... "


"Oh namaku Tan Shen."


"Ok, jadi tuan Tan, aku aku akan memeriksa nadi anda."


Tan Shen lalu mengulurkan tangannya untuk diperiksa. Sementara Lin Chen, untuk berjaga-jaga, menutup semua pintu energinya. Dia tidak mau kecolongan pihak lain akan mengambil keuntungan tanpa dia sadari.


Metode ini benar-benar membuat Lin Chen murni mengandalkan pemahamannya dalam pengobatan. Seperti praktisi pengobatan tradisional biasa.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian, Lin Chen menarik jarinya dan berkata akan menulis resep untuk Tan Shen.


"Oh ya dokter Lin, jujur saja aku ini termasuk orang tua yang masih percaya hal-hal yang berbau klenik. Beberapa hari yang lalu aku mengundang seorang ahli dan ahli ini menemukan sebuah kertas di rumahku."


"Ini kertasnya."


Tan Shen berkata sambil meletakkan sebuah kertas jimat di atas meja. Matanya berkilat dingin sesaat namun, Lin Chen tentu saja tahu karena dari awal perhatiannya tidak pernah lepas sedetik pun. Jika ada perubahan pada sikap Yan Shen maka dia pasti bisa langsung mengetahuinya.


"Coba aku lihat, kebetulan aku juga pernah belajar sedikit tentang ini."


Lin Chen mengambil kertas jimat begitu saja, membuat senyum Tan Shen tersenyum bahagia.


"Ah sayang sekali aku tidak tahu ini tujuan benda ini, aku hanya bisa menduganya saja. Menurutku, seseorang bisa terkena penyakit kalau berhubungan dengannya terlalu lama."


"Ini, aku berikan, mungkin bisa sedikit mambantu anda."


Tan Shen tersenyum puas, jimat itu adalah jimat kutukan. Jika targetnya menyentuhnya maka jimat itu akan aktif dan mulai menggerogoti jiwa target, persis seperti yang akan Lin Chen alami.


Tapi anehnya, tidak ada sesuatu yang terjadi pada Lin Chen. "Mungkin sebentar lagi." Tan Shen mencoba menghibur dirinya.


"Kalau begitu, tuan boleh menunggu di sana, sementara aku akan menyiapkan obatnya."


Tempat yang Lin pilih adalah kursi yang berada tepat di bawah jimat yang terpasang di sana.


Kali ini Lin Chen yang tersenyum. Lin Chen yakin, jimat di ruang tunggu bisa menetralkan aura jahat karena ada unsur kehidupan di dalamnya.

__ADS_1


"Dokter Lin, tunggu sebentar. Aku lupa kalau benda itu tidak hanya satu."


Tan Shen berseru, dia memberikan beberapa jimat kutukan lagi. Khawatir Lin Chen akan baik-baik saja. Lin Chen pun berbalik dan mengambil jimat-jimat itu tanpa ragu, membuat Tan Shen sekali lagi merasa aneh.


__ADS_2