Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Perubahan dan Aturan Baru


__ADS_3

Yang pertama adalah mengganti nama Harimau Terbang, Lin Chen tidak mau menggunakan nama itu lagi lalu yang kedua adalah meninggalkan kebiasaan lama para anggota yang sering berbuat kejam dan yang ketiga memutuskan hubungan dengan pihak lain yang mengarah kepada kejahatan, seperti menjual dan mengedarkan oba-obatan terlarang.


Pada intinya, Lin Chen mau wajah baru pada grup yang dipimpinnya, meskipun pada kenyataannya tidak bisa menghindari hal-hal yang ditetapkan nya tapi paling tidak dia sudah membuat aturannya sendiri dan berharap apa yang sebelumnya sering dilakukan anggotanya bisa berkurang.


Lin Chen juga mengangkat Mao Dong sebagai wakilnya dan mengurus semuanya.


"Putuskan sendiri siapa yang akan membantumu nanti, tidak usah bertanya padaku lagi." kata Lin Chen pada Mao Dong. "Apa kamu pegiat beladiri?"


"Pimpinan, aku hanya bisa sedikit saja. Tugasku sebelumnya hanya mengatur manajemen saja."


Saat semua telah beres, Mao Dong pun kemudian pergi, begitu juga dengan Tong Dji dan Jun Xing.


Sementara Lin Chen masih duduk di sana sambil merenungkan keterangan Mao Dong tentang Harimau Terbang.


Harimau Terbang bukan hanya sekedar menguasai wilayah bawah tapi juga sering berhubungan dengan kelompok misterius, salah satunya adalah kelompok yang akhirnya membuat mereka bertemu Lin Chen.


Dari kelompok inilah Harimau Terbang mendapat pesanan sejumlah tanaman herbal dalam jumlah banyak.


"Tuan Lin, pemimpin sebelumnya mempunyai seorang guru. Harap tuan berhati-hati, aku akan mengabari tuan jika ada pergerakan darinya."


Lin Chen mengingat ucapan Mao Dong sebelum pergi. "Paviliun Lin. Dasar, tiga orang itu setuju begitu saja dengan nama baru ini." gumam Lin Chen tak berdaya.


Dia menimang kartu hitam di tangannya, sambil tersenyum Lin Chen bangkit dari duduknya. Ia memutuskan untuk menyelesaikan pembelian lahan hari itu juga, yang lainnya ia tangguhkan dulu, akan merepotkan kalau banyak yang bertanya darimana sumber keuangannya nanti.


Hanya satu yang sedikit mengganggu pikiran Lin Chen, itu adalah kekuatan nya sendiri terutama teknik beladiri, meskipun fisiknya sangat kuat dan dia sendiri telah bisa menggunakan energi sejati tapi itu belum cukup. Dari pertarungan terakhirnya saja dia cukup kewalahan, gerakannya tubuhnya kadang tidak selaras dengan perubahan energinya.


Awalnya memang dia sangat tertarik tapi kemudian mengendur karena ingin fokus ke bidang kedokteran namun dengan pengalaman baru ini, dia seolah dipecut untuk lebih tekun lagi.


"Hais jika saja aku sudah mencapai alam itu, mungkin semuanya akan jadi lebih mudah." gumam Lin Chen.


Sebenarnya, sejak memasuki wilayah pemurnian energi, Lin Chen tidak perlu repot-repot lagi mempelajari segala macam teknik beladiri, pukulannya sendiri sudah sanggup menghancurkan tembok. Hanya saja dia memang belum terbiasa, latihan fisik yang dilakukannya tidak lebih dari latihan ekstra kurikuler saat masih sekolah dan seiring bertambah usianya, dia tidak pernah lagi menyentuh latihan ini.


...


Urusan lahan telah selesai, Lin Chen sudah kembali ke klinik dan bersiap pergi ke perpustakaan untuk membaca-baca buku beladiri, niatnya untuk belajar lagi sudah bulat.


Namun, ketika dia sudah kembali ke klinik dan meletakkan buku-buku itu, seorang wanita melangkah mendekat lalu tertawa keras.

__ADS_1


"Hahaha Chen, untuk apa kamu membaca semua sampah-sampah ini? kalau ingin berlatih beladiri, sini biar aku yang menjadi pelatihmu saja."


"Wanting?"


Lin Chen tak pernah mengira, Song Wanting, kapten polisi itu datang lagi ke klinik. "Untuk apa kamu kesini?" tanyanya sambil menyingkirkan buku-buku yang baru dibawanya.


"Kenapa? apa kamu tak senang melihatku lagi? tadi malam aku bermimpi, ada seseorang yang butuh bantuanku, jadi aku datang. Benar saja, ternyata kamu butuh bantuanku."


"Tidak usah repot-repot, aku bisa sendiri."


"Dari buku-buku sampah itu? jangan terlalu berharap, lebih kamu ikut denganku saja. Ayo."


Song Wanting tanpa ragu menarik Lin Chen pergi. "Paman Tong, aku pergi dulu, dokter Lin aku bawa." serunya pada Tong Dji. Sementara Tong Dji hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Song Wanting.


"Sial, memangnya aku ini barang? pake dibawa segala."


"Sudah, ikut saja. Aku lapar, temani aku makan dulu."


Lin Chen pun hanya bisa pasrah, sampai tiba di sebuah restoran menengah biasa.


"Katakan, apa tujuanmu."


Song Wanting berhenti sebentar sambil mengamati reaksi Lin Chen, namun karena tidak melihat perubahan yang berarti, dia melanjutkan lagi.


"Hari sebelumnya, gedung pusat markas mereka di datangi seorang pemuda dan tidak berselang lama, hal itu pun terjadi. Meskipun tempat itu sangat bersih tapi aku yakin banyak yang tewas di sana."


"Lalu, apa yang akan kau lakukan?"


"Tentu saja aku akan menangkap orang ini, mencari bukti bahwa dia telah membunuh."


"Dan hubungan nya dengan ku? apa karena menggunakan Lin jadi kamu datang padaku?"


"Menurutmu?"


"Menurutku kamu sakit. Wanting, aku ini hanya dokter biasa, lihat, bahkan aku baru saja tertarik belajar beladiri. Itu pun untuk menjaga kebugaran saja."


Sepanjang percakapan ini, Song Wanting tidak pernah melepaskan pandangan matanya pada Lin Chen.

__ADS_1


"Tapi aku merasa ini ada hubungannya denganmu."


Degg..


Lin Chen terpaku, dia merasa Song Wanting benar-benar telah menebaknya. "Hehe reaksimu juga mengatakannya." ucap Song Wanting puas tapi ketukan jari Lin Chen di keningnya membuatnya melongo.


"Kalau semua penjahat bisa kamu tangkap hanya menggunakan firasat saja maka penjara pasti penuh. Sudah jangan banyak berkhayal."


"Aduh." Song Wanting menggosok-gosok keningnya walaupun tidak sakit, saat itu juga kecurigaannya telah lenyap.


Tak lama kemudian Song Wanting mengajak Lin Chen ke pusat pelatihan polisi kota Liang, untuk melihat-lihat kegiatan beladiri khusus kepolisian.


"Dokter Lin, apa kabar?"


"Dokter Lin, wah sungguh tidak menyangka anda akan berkunjung."


Beberapa anggota kepolisian yang memang mengenal Lin Chen menyapanya.


"Apa anda datang untuk memeriksa kesehatan di sini." tanya salah satu anggota.


"Dia datang untuk latihan beladiri." Song Wanting yang sudah berganti pakaian dengan pakaian latihan berkata.


"Kapten Song!"


Semua aktifitas langsung berhenti begitu Song Wanting masuk, baju olahraga ketat ditambah celana pendek yang menampilkan kaki jenjangnya yang putih mulus membuat nya tampak berbeda. Dia adalah primadona kepolisian kota Liang.


"Nona Song memang tak ada lawan." Lin Chen pun bergumam tanpa sadar.


Song Wanting mengacuhkan semua tatapan ini, dia berseru, "Ayo siapa yang akan menjadi lawan latih tandingku."


Tak ada saru suara yang terdengar, Song Wanting tiba-tiba melirik Lin Chen dan memintanya menjadi lawan nya.


"Dokter Lin, aku doakan anda selamat."


"Dokter Lin, anda harus hati-hati."


Lin Chen bingung, bukankah ini hanya latih tanding biasa saja? kenapa orang-orang ini sepertinya mengkhawatirkan sesuatu? Ah masa bodoh, bisa berlatih dengan Song Wanting yang mantap ini pasti tidak akan rugi, pikir Lin Chen.

__ADS_1


Pikirannya jauh melayang.


__ADS_2