Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit
Menjadi Pimpinan


__ADS_3

Bayangan itu menunjukkan taringnya dan mengayunkan cakarnya yang panjang pada Lin Chen.


"Hahaha tak ada yang pernah bisa lolos dari cengkraman ku."


"Benarkah?" Lin Chen mencibir, dengan gerakan perlahan menggerakkan belatinya untuk menahan cakar itu lalu sebelah tangannya menunjuk dada pemimpin Harimau Terbang.


Selembar kertas kuning tua melesat cepat dan menempel pada simbol di tubuh pemimpin itu.


"Apa yang kau lakukan! tidak, tidak... akhh...."


Pemimpin itu menjerit keras, simbol itu adalah inti mantra yang menarik energi yin ke dalam tubuhnya. Kini, simbol itu tersegel, otomatis dia kehilangan pasokan energi sehingga bayangan merah darah menghisap energi kehidupan nya sendiri untuk bertahan.


Namun, itu saja tidak cukup. Saat energi kehidupan pemimpin Harimau Terbang habis, bayangan merah darah itu pun perlahan menyusut dan tak lama kemudian lenyap disertai lolongan yang menyayat hati.


Pemimpin Harimau Terbang terkulai tak berdaya, tubuhnya mengering.


Di luar gedung.


Baik itu orang-orang Harimau Terbang maupun kedua kelompok bawah tanah lain yang mengawasi gedung lari berhamburan tatkala pemimpin Harimau Terbang mengaktifkan mantra rohnya.


Gedung itu diselimuti aura dingin yang mencekam, ada ketakutan yang tak kasat mata sampai sejauh lima meter dari sana.


Itu menekan semuanya.


Namun itu hanya berlangsung tidak lebih dari semenit sebelum aura itu menghilang dan keadaan kembali normal.


"Apa yang terjadi?"


"Entahlah, sepertinya pemimpin melakukan sesuatu."


Lalu beberapa orang tampak menghubungi yang lain.


"Rumor itu sepertinya benar, Harimau Terbang mempunyai teknik yang kuat."


"Ketua, apa tindakan kita sekarang?"


"Tarik anak buahmu. Tempat itu sangat berbahaya."


"Tapi, bagaimana kalau mereka mendahului kita?"


"Kau terlalu meremehkan pemimpin Harimau Terbang. Aku yakin mereka juga akan menarik diri.


Di markas kepolisian.


"Ketua, sesuatu terjadi di sana."

__ADS_1


"Terus awasi perkembangan nya, aku rasa jalur bawah tanah kota Liang akan berubah."


Tampak seorang pria paruh baya memandang jauh keluar jendela kantornya. Dia adalah ketua kepolisan kota Liang, orang yang bertanggung jawab penuh.


"Dimana kapten Song? apa dia sudah kembali?" tanyanya kemudian.


"Kapten Song dalam perjalan."


"Panggil dia menghadap jika sudah tiba."


"Baik ketua."


Gedung itu kembali sepi setelah kedua kelompok menarik semua anggota nya dari sana. Lin Chen yang kembali menelan sebuah pil mengambil tempat duduk pemimpin sebelumnya untuk menenangkan diri.


Di depannya, sisa-sisa dari anggota Harimau Terbang yang masih selamat berlutut.


"Apa yang kalian inginkan? jangan berpikir macam-macam, aku tak segan menambah jumlah mayat kalau kalian berani."


Aura Lin Chen sangat mendominasi, lebih dari seratus orang tewas di tangannya hari itu membuat nya tampak lain.


"Dokter Lin, kami... kami tidak berani." seorang pria memberanikan diri maju.


"Oh jadi kalian juga tau siapa aku? bagus! jadi aku tidak perlu repot lagi mencari kalian satu persatu."


Dalam pikiran Lin Chen, Harimau Terbang telah melanggar daerahnya dan menganggap semua anggota nya terlibat, terlepas dari siapa pun itu. Bukankah lebih baik mencabut akar daripada hanya menebang saja?


"Sudahlah, kalian boleh pergi." Lin Chen berpikir ulang dan dia juga masih punya hati nurani, tak mungkin melenyapkan semua orang di depannya ini.


"Tapi tuan..."


"Apa lagi?" ucap Lin Chen tak sabar.


"Pemimpin sudah tewas, begitu juga dengan ketua dan semua kepala. Kami semua tidak tau harus kemana dan berbuat apa."


Lalu, pria itu sedikit menceritakan keadaan mereka setelah semua pimpinan tewas. Sebagai salah satu penguasa jalur bawah tanah, Harimau Terbang mempunyai wilayah yang tidak sedikit dan anggota yang banyak. Banyak yang hidupnya bergantung pada kelompok itu dan jika kelompok itu bubar begitu saja maka sudah pasti kota Liang akan terguncang karena banyak orang yang akan saling berebut kue yang Harimau Terbang tinggalkan.


Belum lagi anggota nya sendiri yang pasti akan dikejar dan dimusnahkan kelompok lain.


"Itu hanya alasanmu saja, lagipula semua yang kalian peroleh juga memang bukan hak kalian, jadi wajar saja kalau itu hilang." Lin Chen mencibir.


Memang benar, aku tak menampiknya tapi tetap saja, siapa pun yang nantinya yang mengambil alih hasilnya akan tetap sama. Lin Chen juga tau itu.


Kejahatan pasti akan selalu ada, cara-cara kejam untuk menggapai hasil sudah menjadi hal yang biasa dalam masyarakat.


"Kamu mohon dokter Lin memimpin kami semua."

__ADS_1


kata pria itu lagi, kali ini dua bersujud diikuti semua anggota yang tersisa di belakangnya. Mereka menjadi saksi kekuatan Lin Chen, kalau bukan Lin Chen, tak ada lagi yang pantas menjadi pemimpin mereka.


"Kami bersumpah setia pada anda, kami juga akan mendengarkan semua pengaturan anda tuan."


Lin Chen masih duduk termangu, ini di luar rencananya. Tadinya, dia hanya akan melenyapkan potensi yang akan mengganggunya.


"Tuan, kami juga akan membereskan semua kekacauan yang ada untuk anda."


"Tuan, kami mohon!"


Tiba-tiba semua berteriak bersama. Lin Chen sampai tak bisa berkata apa-apa.


"Baiklah, tapi ingat, aku tak suka kalian berbuat semena-mena. Bereskan semua ini."


"Hidup pemimpin Lin!"


"Hidup...!"


Sorakan serempak itu bergema di seluruh gedung. Gedung itu masih terkunci rapat dari dalam. Anggota biasa yang berada di lantai satu maupun jalan menuju lantai dua sudah Lin Chen habisi saat masuk. Lalu, anggota tersisa yang masih hidup bersorak gembira saat Lin Chen bersedia memimpin mereka.


Bayang-bayang kehancuran yang sedari tadi terlintas dalam benak mereka kini menghilang.


Sudah terbayang bagaimana nasib mereka yang kini tanpa pemimpin, dua kelompok lain sudah pasti tak akan membiarkan mereka hidup tenang.


"Sudah, sudah. Siapa namamu?"


"Mao Dong tuan."


"Nah Mao Dong, bereskan semuanya. Aku ingin pulang."


Lin Chen pun bangkit dari duduknya, ini juga bagus. Kalau tidak, dia juga bingung bagaimana mengurus semua mayat-mayat itu.


"Silahkan tuan, mobil sudah siap."


Mao Dong mempersilahkan Lin Chen setelah memberi perintah untuk membersihkan seluruh gedung. Lin Chen juga tak lupa membawa pria yang sebelumnya menjadi boneka dari pemimpin Harimau Terbang.


Mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di depan klinik, Mao Dong sendiri yang menyupiri Lin Chen.


"Pimpinan, aku akan kembali untuk mengurus semuanya."


"Ya, pergilah. Ingat, aku tak mau menonjolkan diri apalagi mengurus hal-hal yang tidak penting."


"Baik pimpinan, tenang saja. Aku akan menjaga nama anda."


Lin Chen masih termangu di depan klinik sebelum masuk, dia tak pernah membayangkan akan menjadi pimpinan salah satu kekuatan bawah tanah. Dia tidak tau hal ini benar atau salah.

__ADS_1


"Hm, sudahlah, paling tidak satu masalah sudah beres." ucap Lin Chen sambil melangkah ke dalam klinik.


Tidak ada salahnya juga menjadi pimpinan sebuah kelompok, banyak hal positif bisa dilakukan.


__ADS_2