
Mendengar perkataan Lais yang terang-terangan kepada keluarganya. Membuat mereka tak kaget tentang ini. Karena sudah lama Lais dan Am telah dekat. Ibu Lais lebih khawatir jika Lais tak berucap demikian.
"Kamu sudah siap Lais?" tanya Ibu Lais menegaskan.
"Saya siap ibu" jawab Lais dengan tegas.
Ibu Lais tersenyum, lalu dia menoleh kepada suaminya. Pandangan mereka bahagia. Sama-sama menganggap bahwa putra mereka telah dewasa sekarang.
"Baiklah, besok bawa calon Istrimu kemari Lais" kata Ayah Lais.
"Baik Ayah" jawab Lais.
"Prok, prok, prok" tepukan tangan itu tiba-tiba terdengar memecahkan ketenangan.
"Wah,,, hore,,, bentar lagi aku punya kakak perempuan" kata Andira senang.
Semuanya terlihat tersenyum bahagia saat itu.
...****************...
Pagi hari selanjutnya. Segera Lais pergi dan mengabarkan hal ini kepada Am. Bahwa Am diundang datang ke rumah Lais untuk makan malam bersama.
Am menyetujuinya. Tapi ada sesuatu yang Lais masih penasaran. Selama ini Malaikat tak makan. Lalu bagimana dengan Am?
"Am, setahuku malaikat tak makan. Lalu bagaimana denganmu?" tanya Lais.
"Malaikat tak makan, karena mereka tidak memiliki rasa lapar. Dan jika malaikat menyakiti makhluk lain untuk dimakan, hati malaikat terasa teriris sedih dan tak tega. Karena mereka diciptakan tanpa memiliki hawa nafsu" kata Am.
"Dan aku, aku adalah malaikat yang gagal. Tanpa makan aku tak masalah. Makan pun aku juga tak masalah. Asal itu bukan hasil hewan buruan yang pernah kamu lakukan dulu" kata Am.
"Baiklah! Aku akan menjemputmu nanti. Sekarang aku harus kembali dulu.,,,,"
"Istriku! " kata Lais.
Lais mengecup kening Am lalu meninggalkannya.
"Dia benar-benar semakin berani" gumam Am dengan tersenyum.
...****************...
Hidangan makanan itu terlihat bermacam-macam. Di meja sana telah tertata Ikan, nasi, sayur, cumi, telur, dan lain-lain.
Dapat dilihat, Ibu Lais benar-benar mempersiapkan semuanya dengan matang.
Dengan gaunnya yang anggun Am turun dari mobil Lais.
Am mulai melangkahkan kakinya menuju pintu yang sedang terbuka lebar itu. Seperti memang mengharapkan kedatangan seseorang.
Am masuk, dan Ibu Lais dengan wajah serinya sedang menyambutnya.
"Silahkan duduk nak!" kata Ibu Lais.
Lais yang berada di belakang Am cepat-cepat menyusul dan menarikkan tempat duduk Am. Agar Am tempati.
Lalu Lais duduk di sebelah Am.
"Terimakasih" ucap Am.
"You're Welcome" jawab Lais.
Setelah semua sudah duduk lengkap di meja oval dengan ukuran sedang itu, segera acara makan malam dimulai.
Bersama dengan itu, Ibu Lais membuka percakapan dan kembali membicarakan tentang niat Lais untuk menikahi Am.
__ADS_1
Ibu Lais menanyakan tentang keluarga Am. Bagi Am keluarganya adalah ibu dan ayah Furqon dahulu. Dan mereka telah meninggal semua. Melihat keadaan ini, Ibu Lais tak menyangka jika selama ini ternyata Am hidup seorang diri. Ibu Lais merasakan betapa beratnya hidup seorang diri di dunia ini.
Akhirnya mereka memutuskan tanggal pernikahan.
"Kapan waktu yang kamu inginkan Lais?" tanya Ayah Lais.
"Secepatnya Ayah. Besok tidak masalah" jawab Lais tegas.
"Uhuk, uhuk, uhuk!"
"Ha, ha, ha," Ibu mendadak tersedak dan tertawa melihat expresi dan jawaban dari anaknya. Seumur hidupnya dia tak pernah tahu, jika anaknya bisa menjadi orang seperti demikian.
Melihat Ibunya batuk Andira segera memberikan air padanya.
"Ibu minum ini dulu!" kata Andira.
Ibu Lais menerima gelas air yang disodorkan oleh Andira. Kemudian meneguknya.
"Lais, persiapan pernikahan tak sesederhana itu hingga kamu dengan mudahnya menjawab besok" kata Ibu Lais.
"Lalu berapa tanggal yang paling cepat setelah persiapan semua selesai?" tanya Lais.
"Setidaknya 1 bulan. Karena kamu perlu mencari tempat resepsi, gaun pernikahan, penyebaran undangan, dan pastinya penghulu. Itu membutuhkan waktu" kata Ibu Lais.
"Baiklah, kalau begitu bulan depan tanggal 5" jawab Lais singkat.
"Am bagaimana? Kamu siap?" tanya Ibu Lais.
"Saya mengikuti keputusan Lais" jawab Am.
Ibu Lais tersenyum dan mendapat jawaban. Bahwa Mereka memang sudah saling berkomitmen untuk menikah.
"Baiklah, tanggal 5 kita akan memgadakan pesta pernikahan" kata Ibu Lais.
...****************...
Keesokan harinya, Lais dan Am sering berpergian bersama. Mereka saat ini disibukkan untuk persiapan pernikahan mereka. Dan mereka meliburkan jadwal mereka penuh dalam 1 bulan. Hal ini membuat para fans dan wartawan bertanya-tanya. Ada apa gerangan?
Dari banyak wartawan, hanya ada 1 wartawan yang berhasil menggali informasi tentang tempat boking resepsi pernikahan Lais dan Am. Namanya adalah wartawan Jothan.
Selama ini memang aktifitas Am dan Lais sangat dirahasiakan. Bukannya ini membuat semua tentram. Tapi justru membuat semua wartawan berambisi ingin mendapatkan informasi mereka. Meski itu hanya 1 cuil.
Akhirnya wartawan Jothan ini mempublikasikan artikle tentang rencana pernikahan Lais dan Am.
Dan artikle ini sukses besar membuat para fans booming. Banyak yang berkomentar di sana.
"Benarkah berita itu? Wah, aku sudah curiga mereka memang ada hubungan"
"Selamat kak Am, kalian memang serasi"
"Astaga, manager ganteng kak Am juga sangat cantik. Kalian memang sebuah takdir"
"Aduh kak Am, aku sakit hati banget"
Banyak komentar dari para Netizen kepada mereka. Dan bertanya-tanya apakah ini kebenaran?
Akhirnya diadakan sebuah acara Jumpa Fans. Dan kali ini pihak stasiun TV sangat memohon untuk kehadiran Lais dan Am. Agar mereka dapat menjawab semua pertanyaan yang melonjak dengan sangat pesat.
Awalnya Lais menolak, tapi hati Am sangat lembut. Tak tega menolak suatu permohonan. Membuat Am menyetujuinya dan membujuk Lais agar dia mau menghadiri acara itu.
Akhirnya Lais menyetujuinya dengan syarat hanya durasi 30 menit.
Pihak stasiun TV sangat senang dengan persetujuan ini.
...****************...
__ADS_1
Setelah itu, acara TV sedang berlangsung. Dengan perkumpulan fans kak Am. Bertanya langsung kepada kak Am. Tiket masuknya berhasil terjual habis dengan total 1500 tiket.
Stadiun itu terisi penuh dengan fans kak Am.
Dengan mimbar yang berjajar rapi di panggung. Lais dan Am dipersilahkan masuk saat itu.
Mendadak suara di sana gaduh dan bersorak ria saat Am dan Lais memasuki mimbar. Banyak yang memanggil nama kak Am. Dan ada juga yang ternyata kepo kepada Lais karena ketampanan Lais sebagai manager Am.
"Kita panggil saja bintang tamu special kita yaitu Amfitrite bersama managernya Lais" kata pria yang berkenakan jaz hitam putih. Yang merupakan hos di acara itu.
Am dan Lais masuk bersama mengenakan gaun serba putih saat itu.
Mereka langsung menuju mimbar yang telah disediakan.
Am menyapa para fansnya dengan sangat ramah dan tersenyum lebar.
"Halo, selamat malam semua,,," sapa Am.
"Halo kak Am" jawaban para fans serentak.
"Alasan saya di sini adalah,, saya ingin lebih mengenal kepada kalian."
"Karena kalian adalah pendukung utama saya hingga dapat mencapai seperti ini" kata Am.
"Wahh prok, prok, prok"
Serentak tepukan tangan itu terdengar.
"Karena saya telah di sini untuk kalian. Kalian berhak menanyakan apapun kepada saya dengan mengangkat salah satu tangan kalian" kata Am.
2 menit kemudian, ada 5 tangan yang sedang mengacungkan tangannya.
Dan Am mempersilahkan mereka satu persatu untuk bertanya.
Pertanyaan yang pertama.
"Apakah benar berita tentang pernikahan kak Am dengan manager kak Am?"
"Iya, itu benar. Kami akan segera menikah" jawab Am.
Pertanyaan kedua.
"Mulai sejak kapan kalian berhubungan?"
"Sudah lama kami saling mengenal. Untuk ke tahap perasaan itu,,, semua secara tiba-tiba muncul" jawab Am.
Pertanyaan ketiga.
"Kapan ciuman kalian yang pertama dilakukan?"
Mendengar pertanyaan ini Am diam sejenak dan memandang Lais. Melihat Am bingung ingin menjawabnya atau tidak. Akhirnya Lais menjawab. Dan tak disangka Am juga menjawab. Membuat jawaban mereka dikatakan secara bersamaan.
"Di pesisir" kata Am.
"Di kamar" kata Lais.
Mereka langsung diam dan saling memandang. Sedangkan para penonton mereka sedang bersorak ria dangan brutal.
"Seharusnya tidak aku jawab" bisik Am.
Lais tersenyum mendengar bisikan Am dan melihat reaksi penonton saat itu. Sedangkan Am pipinya memerah dan malu.
Dan tanya-jawab itu terus berlanjut hingga 30 menit berlalu.
...----------------...
__ADS_1