Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 35: Mencari lagi


__ADS_3


Selama ini Am tetap berada di kelompok merpati wilayah Pandakona. Yang merupakan wilayah paling barat daerah pegunungan. Disana jarang sekali pemukiman. Alamnya pun terlihat masih sangat natural. Am menyukai pemandangan Alam yang masih terjaga.


Sekarang Am sedang hinggap di atas pohon yang berada di puncak ancala.


"Ratu, apa yang engkau lakukan disini?" tanya salah satu merpati.


"aku hanya sedang menghirup udara segar. Kamu tahu, saat aku berada di pemukiman manusia dulu. Udara disana tidak sesegar ini. Di sekitar sana terasa panas dan terbakar. Hanya saat datangnya embun saja udaranya dapat sesegar ini." kata Am.


"itu pasti karena banyak polusi dari kendaraan dan pabrik buatan manusia. Terkadang juga dampak dari globalisasi rumah kaca." kata merpati itu.


"kamu benar. Sudah delapan puluh persen aktivitas manusia sangat berpengaruh dengan kesehatan bumi ini. Entah sampai kapan bumi kita ini akan bertahan." kata Am.


"maksud ratu, tentang kapan bumi akan bertahan?" tanya merpati itu.


"bayangkan saja. Setiap hari aktivitas manusia menghasilkan polusi. Dari asap kendaraan, pabrik seperti yang kamu katakan tadi. Sedangkan untuk pencegahannya belum cukup memadai. Polusi itu lama kelamaan akan tertumpuk dan sebenarnya bumi ini sedang menangis." kata Am.


"benar juga. Jika mereka menghasilkan demikian, seharusnya mereka juga mengimbangi penghijauan." kata merpati itu.


"iya, itu satu-satunya cara untuk meminim polusinya." kata Am.


Saat mereka berbincang, tiba-tiba ada sosok merpati lain yang terbang dengan tergesa-gesa.


Am melihat demikian, membuat dia bertanya kepada merpati yang ada di sebelahnya.


"kenapa dia terlihat tergesa-gesa?" tanya Am.


"oh iya ratu, merpati itu baru saja bertelur. Dan sekarang anaknya mulai bisa makan sesuatu. Dia tergesa-gesa mungkin kepikiran dengan anaknya." kata merpati itu.


"oh begitu, aku akan menghampirinya." kata Am.


Am menghampiri merpati yang tergesa-gesa tadi.


"kamu sudah bertelur?" tanya Am.


"ah,,, ratu iya, mereka telah menetas dua minggu yang lalu." jawab merpati itu.


Am melihat anak yang mungil-mungil itu sedang di sangkar.


"mereka lucu sekali." kata Am.


"iya, lucu sekali."


"emh... ratu, tolong jaga mereka sebentar boleh? mereka terlihat masih lapar. Jadi aku harus mencari makanan lagi." kata merpati itu.


"iya tentu, aku akan menjaga mereka sampai kamu kembali." kata Am.


"terima kasih ratu." kata merpati itu.


Am menjaga anak dari merpati itu.


"kkkkkkkk"


bunyi anak merpati itu.


"sebentar lagi ibu kalian akan kembali. Sabar ya nak." kata Am.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian,,,,


Induk merpati itu kembali dengan membawa makanan. Kemudian dia menyuapkan kepada anak-anaknya. Anak tersebut saling berebut makanan yang dibawa oleh ibunya.


...****************...


Dua tahun kemudian.....


.


.


Perempuan paruh baya itu terlihat semakin kurus dan lemah. Dia berjalan dengan sangat pelan menghampiri anaknya yang sedang mencuci mobil di depan.


"Furqon, sampai kapan kamu sibuk mencari uang tanpa menafkahi seseorang?" tanya ibu paruh baya itu.


Mendengar ibunya menghampirinya dan bertanya padanya. Membuat Furqon menghentikan aktivitasnya saat itu.


Dia menghampiri ibunya lalu menuntunnya untuk duduk di kursi yang berada di teras.


"duduklah ibu." kata Furqon.


Ibu Furqon duduk seperti perintah Furqon.


Lagi-lagi ibu Furqon menanyakan hal yang sama.


"kapan kamu akan menikah nak? lihatlah... ibu semakin menua sekarang." kata ibu Furqon.


"ibu... saya tahu ibu. Tapi Furqon hanya ingin merawat ibu dan bapak saja." jawab Furqon.


"kamu menunggu ibu wafat baru menikah nak?" tanya ibu Furqon.


"jika memang Am adalah pilihanmu nak, silahkan kamu mencarinya. Tapi... kamu harus berhati-hati." kata ibu Furqon.


"baik ibu. Furqon akan mengusahakan untuk bertemu Am secepatnya." kata Furqon.


...****************...


Keesokan harinya...


Furqon bersiap-siap untuk menjelajah Alam. Ya... tujuannya adalah menemukan Am. Dia telah bertekad untuk menemukannya. Itu pun karena kerinduannya yang tak tertahankan.


"apapun yang terjadi,,, aku harus menemukanmu Am. Dan aku berharap saat itu kita akan menikah. Aku tidak peduli apa yang akan terjadi setelahnya." batin Furqon.


Furqon membawa seluruh tabungan dan keperluan yang paling dia butuhkan untuk sehari-hari. Seperti pakaian, makanan, dan uang.


Kemudian dia berangkat akan mencari Am.


"ibu Furqon berangkat dulu. Assallamu'alaikum." pamit Furqon.


"wa'allaikumussalam nak. Hati-hati." kata ibu Furqon.


"nanti Furqon telepon ibu. Gunakan ponsel yang Furqon belikan pada ibu ya?" kata Furqon.


"iya nak. Semoga kamu dipermudah." kata Ibu Furqon.


Furqon berangkat dengan kedua kakinya. Hal ini karena jika menaiki kendaraan dia pasti tak akan bertemu dengan Am. Mengetahui Am sebenarnya bukanlah manusia.

__ADS_1


Furqon menjelajahi samudra, hutan belantara, kota bahkan pelosok desa juga.


Setiap ada malaikat yang Furqon lihat. Furqon selalu menanyakan keberadaan Am. Namun belum ada yang mengetahuinya. Furqon berjalan terus menuju Barat. Tanpa berfikir itu kemana dan ada apa disana.


Hari mulai gelap.


Furqon dengan segera mengumpulkan kayu bakar dari hutan.


Ranting-ranting itu terkumpul lalu diangkat oleh Furqon ke tanah yang jauh dari pepohonan.


Ada sebuah tempat yang tinggi di pinggir tepatnya tebing gunung. Furqon menyalakan api unggun dengan kayu ranting yang terkumpul itu.


"kret kret"


Bunyi dari korek api yang berasal dari tasnya Furqon.


Digunakan untuk membakar ranting-ranting itu.


Melihat api unggun tersebut, membuat Furqon teringat saat bersama Am di masa lalu. Kemudian dia tersenyum.


Setelah itu, Furqon menggelar terpal yang telah dia bawa. Kemudian dia tertidur dengan tangan yang mendekap tubuhnya sendiri. Menandakan suhu malam disana terasa dingin.


...****************...


Teedengar dari burung liar sedang berkicau sangat merdu.


"cit cit cuit"


"cit cit cuit"


Furqon terbangun dari tidurnya. Tulang dan sendinya serasa nyeri dan kaku. Waktu itu dia kesiangan karena semua sendi di tubuhnya terasa sangat lelah.


walau kesiangan, dia tetap bergegas bertayamum untuk menunaikan sholat subuh.


Setelah itu Furqon membereskan semua peralatannya. Dan melanjutkan perjalanannya.


......................


Sudah sejak 6 bulan Furqon menjelajah alam. Mendaki, berenang, berburu, melewati hutan belantara telah dilaluinya. Hingga tubuh nya terlihat tak seperti manusia lagi. Tak terurus dan tak terpelihara. Kotor dan rambut yang agak memanjang.


Disaat itulah Furqon mulai lelah dalam pencariannya.


Karena tak kunjung temu dengan sosok Am.


Beberapa menit perjalanan. Ada sebuah suara ombak bergemuruh. Menandakan ada sebuah laut disana. Furqon mendekati suara ombak laut itu. Kemudian dia membersihkan dirinya dengan air laut itu.


Furqon meletakkan peralatan yang dia bawa di pasir-pasir bawahnya pohon panda.


Kemudian dia menyelamkan tubuhnya bersama air laut yang ombaknya tak seberapa.


"ah.. segarnya..." gumam Furqon.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.

__ADS_1


Terimakasih... 🤗🤗🤗


__ADS_2