
Mentari sedang tersenyum dari ufuk timur menyambut makhluk bumi dan seisinya.
Pagi itu Am berjalan di pinggir laut. Dia terus memikirkan tentang kejadian tadi malam.
"Manusia yang mempunyai kekuatan?" gumam Am.
"Sebenarnya apa yang telah terjadi?" gumam Am.
"Bagaimana mungkin manusia kejam dapat memiliki kekuatan?" gumam Am.
Lalu Am teringat dengan Lais.
"Dan manusia itu,,, dapat melihatku saat wujudku sebagai dewi?" gumam Am.
"Kenapa manusia sekarang banyak yang aneh? " gumam Am.
Dengan segala pertanyaan dibenaknya. Am mengerti tak akan ada jawaban jika tidak ada tindakan.
Akhirnya Am memutuskan untuk tidak memikirkannya terlalu dalam.
Sekarang Am kembali dengan tujuannya, yaitu ingin belajar dan membaur tentang kehidupan manusia.
Yang Am lakukan sekarang adalah dia harus mencari uang untuk hidup sebagai manusia.
Dengan pengalamannya saat Am berwujud merpati dulu, yaitu melihat Furqon menjual ikan di pasar.
Am mengikuti jejak langkah Furqon untuk menjual ikan dari laut ke pasar.
Berbeda dengan cara Furqon, kali ini Am meminta izin langsung kepada ikan untuk menjual mereka di pasar.
Am masuk ke dalam laut. Dan berubah menjadi air laut pula. Dia menjadi satu dengan laut.
Am mulai bercakap kepada seluruh ikan untuk meminta izin mereka.
"Wahai ikan yang sama-sama makhluk Tuhan, bersediakah kalian mengkurbankan nyawa kalian untukku? Aku tidak ingin memaksa siapapun, tapi aku memang sedang membutuhkan kalian, untuk ku jual di pasar dijadikan sebagai makanan manusia" kata Am.
"Sebuah kehormatan bagi kami wahai utusan Tuhan mengkurbankan nyawa kami untukmu" kata salah satu ikan disana.
"Kami percaya jika nyawa kami engkau gunakan, pasti tidak akan sia-sia. Karena itulah takdir kami sebagai bahan pangan manusia" kata salah satu ikan di sana.
"Kematian membuat urusan kami di dunia telah selesai dengan senang" kata ikan lainnya.
"Sungguh mulia hati kalian, bukankah seharusnya manusia bersyukur telah tersedia atas kalian di bumi ini" kata Am.
"Baiklah, jika kalian hendak berkurban meloncatlah ke permukaan. Aku akan berdoa agar kalian tak merasakan sakitnya sakaratul maut saat itu" kata Am
__ADS_1
"Kecuali kalian yang masih kecil, aku tak menerima ikan yang masih kecil" tambah Am.
Am menuju ke atas permukaan air. Kemudian dia pergi menuju pesisir. Am berubah menjadi manusia setelah sampai di tepi pantai.
Beberapa kemudian banyak ikan dari laut yang loncat dengan sendirinya ke permukaan.
"Pluuuk"
"Pluuuk"
"Pluuuk"
Tak lama kemudian, ikan dari laut itu berjejeran di atas pasir dengan sangat banyak.
Am merasa telah cukup atas itu.
"Cukup, ini sudah cukup untukku" kata Am.
"Terimakasi kalian yang telah berkurban untukku, jika tuhan menghendaki aku pastikan naza' atas kalian tak akan merasakan apapun" kata Am dengan tersenyum.
Tak lama kemudian, ada ikan yang terlihat berada di permukaan dan melontarkan pernyataan.
"Kami juga ingin mendapat kesempatan tersebut wahai Dewi" kata ikan itu.
"Baiklah, tapi bukan sekarang ya? Tak baik jika aku mendapati kalian lebih dari kebutuhanku hari ini" kata Am.
"Panggillah kami jika engkau membutuhkan kami" kata ikan itu.
Antara Am sebenarnya tak tega dengan ikan yang berkurban itu. Namun di sisi lain dia memang sedang membutuhkan.
Am membawa ikan yang telah tergeletak di pasir dengan sangat hati-hati.
Dengan kekuatannya dia menciptakan wadah box sterofoam lalu meletakkan ikan yang telah bersih di sana. Am masih sangat mengingat bagaimana cara Furqon dahulu melakukannya saat dia masih dihukum sebagai merpati.
Setelah semua selesai, Am membawanya ke pasar, dengan sepeda yang dia ciptakan dari kekuatannya pula.
Persis seperti bagaimana cara Furqon melakukannya dahulu.
Am mulai menggayuhkan sepedanya menuju pasar jual beli dekat ibu kota.
Betapa terkejutnya orang-orang di sekitar pasar. Melihat seorang gadis yang cantik mau menggayuh sepeda dan berjualan ikan. Gadis yang sangat berbeda dari gadis sekitarnya.
Saat Am melewati pasarnya, penjual yang sedang berjualan di setiap pinggir jalan itu semua pandangannya tertuju kepada Am tanpa berkedip. Mereka sangat terpesona dengan kecantikan Am yang luar biasa.
"Siapa dia?"
"Cantik sekali"
__ADS_1
"Aku baru tahu ada gadis secantik itu di sekitar sini"
Begitulah kehebohan orang-orang di sana. Sebenarnya Am mendengar semua perkataaan mereka, namun Am memilih untuk diam. Am juga melihat banyak setan walhan yang sedang berada di samping penjual di mana-mana. Serta ada beberapa malaikat rakib, atit, serta malaikat lainnya yang sedang bertugas menjaga manusia.
Namun Am berlagak tak melihat dan mendengar apapun.
Melihat ada tempat yang kosong di pinggir jalan itu. Am memarkirkan sepedanya. Kemudian dia membawa box sterofoam yang berisi ikan ke sana.
Di tengah perjalanan banyak laki-laki yang menawarkan bantuan untuk membantu membawa box milik Am. Melihat hal ini, Am memperbolehkannya. Karena selama Am membawanya tak menggunakan kekuatan box itu terasa berat baginya.
Am mulai berjualan di sana. Parasnya yang cantik membuat beberapa orang tertarik untuk membeli ikan dari Am. Namun disisi lain hal ini membuat penjual lama yang berada di sana menjadi iri.
Saat hati itu mulai iri. Setan memiliki celah untuk menggoda manusia agar semakin emosional, sehingga mereka melakukan hal-hal yang buruk.
Melihat hal ini, Am mencoba menyapa mereka dan mendekati mereka dengan sangat ramah. Bahkan Am memberikan sebagian ikan Am kepada mereka. Tujuan Am semata-mata agar mereka tak masuk dengan kelabuhan setan yang mempunyai berbagai cara untuk menyimpangkan manusia ke dalam kesesatan.
...****************...
Sudah sejak 2 jam Am berjualan, tak terasa ikan yang di bawa oleh Am telah habis. Am sangat senang, akhirnya dia mendapatkan uang dari hasil jualan tersebut.
Setelah selesai Am segera pulang. Dia mengambil sepedanya lalu menggayuh sepedanya menuju pulang.
Di tengah perjalanan, tak disangka Amaltheia melihat sahabatnya yang sedang menggayuh sepeda di jalan sana. Saat itu Amaltheia sedang berada di samping laki-laki yang sedang berpacaran.
Melihat sahabatnya yang lama tak bertemu, Amaltheia memutuskan untuk mengejar dan menghadang perjalanan sahabatnya itu.
Amaltheia yang berupa kupu-kupu kecil itu terbang kepada Am.
"Am" panggil Amaltheia.
Melihat sahabatnya yang memanggil Am langsung menghentikan perjalanannya. Kemudian mereka saling berbincang satu sama lain di tempat yang sepi.
...****************...
"Am, kamu benar-benar sudah menjadi manusia sekarang?" kata Amaltheia melihat gaya yang di kenakan sahabatnya.
"Menurutmu bagaimana?" tanya Am balik.
"Sepertinya kamu benar-benar ingin menjadi manusia" kata Amaltheia.
"Iya, kamu tahu sendiri aku tak suka dengan peraturan Nabastala, dan salah satu alasanku kenapa aku memilih menjadi manusia karena,,, namanya masih sangat melekat Amal" kata Am.
"Dia? Maksudmu Furqon?" tanya Amaltheia.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
__ADS_1
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih... 🤗🤗🤗