
“jadi… aku sudah memutuskan.” Kata Am.
“memutuskan apa?” Tanya Furqon.
“aku memutuskan untuk.. ah sepertinya aku ada urusan jadi aku harus berangkat.” Kata Am.
“berangkat kemana? Urusan apa yang perlu kamu selesaikan. Disini yang mengenalmu hanya aku. Siapa lagi yang berurusan denganmu?” kata Furqon.
“walau manusia yang kukenal hanya kamu dan ibumu. Tapi aku masih punya teman dan sahabat dari kaumku. Jadi jangan menganggap kamu mengenalku sangat dalam. Karena kamu belum sepenuhnya mengenalku.” Kata Am.
“Am, oke-oke ayo aku temani.” Kata Furqon.
“tidak, ini urusanku dengan kaumku kamu tidak boleh ikut campur.” Kata Am.
“walau hanya mengantar diperjalanan saja?.” Kata Furqon.
“tidak. Jika tidak tetap tidak.” Kata Am.
Am berjalan menuju pesisir, namun dibelakang Furqon mengendap-endap mengikuti Am diam-diam.
Karena kekuatan Am telah kembali lebih dari lima puluh persennya, Am menyadari keberadaan Furqon di tengah perjalanan.
Lalu Am berbalik arah dan menghampiri Furqon. Melihat Am yang menuju kearahnya membuat Furqon kebingungan dan bersembunyi agar tak terlihat semaksimal mungkin. Am melihat Furqon sedang tertelungkup disalah satu pohon hutan itu.
“apa yang kamu lakukan disini Furqon?” Tanya Am.
Mendengar suara Am yang jelas-jelas melihat keberadaanya. Furqon berdiri dan menoleh padanya.
“ah, aku sedang… mencari jamur. Iya aku mencari jamur disini. Untuk makan malam nanti.” Kata Furqon.
“kamu mengikutiku kan?” Tanya Am.
“tidak, sudah kubilang aku sedang mencari Jamur disini.” Kata Furqon.
“baiklah jika kamu benar-benar mencari jamur disini. Jangan mengikutiku lagi.” Kata Am.
Namun Furqon terus mengikuti Am dengan beralasan sedang mencari jamur.
Melihat kelakuan Furqon yang demikian, membuat Am jengkel dengan sikapnya.
“Furqon, kenapa kamu mengikutiku? Jangan berdalih. Aku tak akan percaya.” Kata Am.
“siapa yang berdalih. Sudah kubilang aku sedang mencari jamur disini.” Kata Furqon.
“kamu bilang mencari jamur. Tapi kenapa kamu mencarinya searah dengan jejak kaki ku melangkah?” kata Am.
“itu.. karena aku belum menemukannya. Dan sepertinya memang kea rah pesisirlah jamur itu tumbuh lebih banyak.” Kata Furqon.
“kau terus saja berdalih. Baiklah apa maumu sebenarnya?” kata Am.
“aku hanya ingin memastikan kamu selamat Am.” Kata Furqon.
Mendengar kata Furqon yang terlontar barusan. Membuat perasaan jengkel Am meleleh seketika.
“tidak perlu. Aku sudah memiliki kekuatan. Jadi jangan khawatir. Kembalilah! Aku ingin sendiri.” Kata Am
“Am” kata Furqon.
“Furqon kumohon. Kembalilah.” Kata Am.
“kamu berjanji akan kembali lagi kan?” kata Furqon.
__ADS_1
“iya aku berjanji.” Kata Am.
Wajah Furqon mendekat ke telinga Am yang sedang di hadapannya itu. Lalu dia berbisik padanya.
“aku akan kembali. Jadi tepatilah janjimu.” Kata Furqon.
Mendengar bisikan Furqon membuat hati Am terguncang. Antara dia harus pergi namun hatinya tetap ingin bersamanya. Am mengalami dilema.
Am menyendiri dan memikirkan jalan pintas. Lalu dia terlintas jika Furqon pernah berbicara bahwa apa yang terjadi antara dia dan Furqon ini juga ada dicerita drama dan cerita dongeng. Am penasaran dengan itu. Akhirnya dia mencari buku di ibu kota dan membacanya. Dia berharap akan menemukan jawaban penyelesaian dari kisah-kisah dongeng yang pernah terjadi sebelumnya.
Lalu, dia pergi ke perpustakaan ibukota. Disana Am bertemu dengan sahabatnya Amaltheia yang saat itu berbentuk kupu-kupu.
“Amaltheia.” Kata Am.
“Am, hei kamu sendiri kesini?” kata Amal.
“iya, aku kesini ingin mengetahui tentang cerita dongeng yang pernah dibentuk oleh manusia. Kamu tahu ada dimana perpustakaan ibukota?” kata Am.
“iya aku tahu. Tapi kenapa kamu tiba-tiba Am?” Tanya Amal.
“aku mendengar Furqon pernah tahu tentang kejadian antara aku dan Furqon itu ada dibuku cerita atau seperti drama. Jadi aku berfikir jika aku membacanya mungkin ada jalan keluar.” Kata Am.
“Am, bukankah karangan manusia itu hanya fiktif belaka dan tak kenyataan?” kata Amal.
“entahlah. Kenyataan atau tidak. Tapi aku sudah tidak punya waktu lagi Amal. Tinggal tiga hari lagi aku akan berubah menjadi merpati lagi.” Kata Am.
“kearah sini Am.” Kata Amal.
Mereka perjalanan menuju perpustakaan ibu kota. Am yang saat itu berwujud wanita yang cantik. Membuat pandangan para pejalan kaki disepanjang jalan Am lewati terpesona dengan kecantikannya.
“wah siapa dia?”
“benar-benar cantik.”
“aku tidak pernah melihat wanita secantik itu.”
“aku tak percaya memang ada bidadari yang turun ke bumi.”
Begitulah kata para pejalan kaki yang melihat sang bidadari itu. Sedangkan mata telanjang manusia tidak dapat melihat Amalthiea yang sedang berwujud kupu-kupu.
“Amal, seharusnya aku menghilang saja.” Kata Am melihat semua mata memandangnya.
“sudah sampai sini. Kamu akan dikira hantu siang bolong jika tiba-tiba menghilang.” Kata Amal.
“sepertinya kamu benar.” Kata Am.
Setelah beberapa menit perjalanan. Akhirnya mereka sampai di perpustakaan.
“aku hanya dapat mengantarmu Am. Aku harus pergi sekarang karena panggilan tugasku.” Kata Amal.
“baiklah terimakasih Amal.” Kata Am.
Ditempat perpustakaan itu terdapat komputer menyala dan seorang pustakawan. Karena Am tidak mengerti peraturan disana, Am menerobos masuk tanpa melakukan absen yang seharusnya wajib dilakukan oleh pengunjung perpustakaan. Karena Am terlihat sangat cantik sehingga dia mencolok disana petugas itu melihat Am lewat dan menegurnya dengan lembut.
“permisi kak! sebelum masuk, mari isi absen terlebih dahulu disana.” Kata petugas.
“ah iya.” Kata Am.
Karena absennya memakai komputer disana Am hanya melihatnya.
(bagaimana cara menggunakannya? Apa bisa menggunakan kekuatanku)
“bagaimana kak sudah?” Tanya petugas.
__ADS_1
“maaf kak, sebenarnya saya tidak tahu bagaimana caranya.” Kata Am.
Terlihat petugas itu menahan tawanya. Karena melihat Am secantik itu namun ternyata kudet sekali.
“begini kak. Tinggal log in aja ketik nama, alamat, dan nomer hp.” Kata petugas.
“nomer hp itu apa?” Tanya Am.
“astaga kakak tidak tahu juga? Padahal itu adalah hal yang wajib punya untuk zaman sekarang. Jika tidak memiliki nomer hp, bisa dikosongkan saja kak.” Kata petugas.
“baiklah. Seperti ini?” kata Am.
“iya. Silahkan masuk lewat sana.” Kata petugas dengan menunjukkan arah pintu.
“baik kak.” Kata Am.
Am masuk ke perpustakaan dan terbelalak karena buku yang berada disana sangat banyak. Karena Am malaikat dia di anugerahi dapat mengetahui semua Bahasa dan bacaan sedunia. Namun semenjak disana Am kesulitan menemukan buku yang Am cari.
Pandangan Am menengok kesana kesini. Tak sadar di depan Am ada seorang lelaki yang sedang mengambil buku diatas. Lelaki itu namanya Pheron. Karena tidak melihatnya, Am menabraknya sehingga buku yang diatas itu berjatuhan. Melihat yang terjadi lelaki itu langsung spontan melindungi Am dari jatuhnya buku itu.
“awas… !” kata pheron.
Am dibawah badan Pheron. Badan Pheron menengadah di atas kepala Am. Secara spontan Pheron menundukkan kepala Am.
‘buk, buk, buk,!
“maaf, anda tidak apa-apa?.” Kata Am.
“iya tak masalah.” Kata Pheron.
“terimakasih.” Ucap Am.
Saat Am mandongakkan wajahnya. Pheron sangat terkejut dengan kecantikan yang Am miliki. Sehingga membuat dia tak bisa berkata apapun lagi.
Am langsung membereskan buku yang sedang berantakan dibawah. Kemudian Pheron menyusul yang dilakukan Am. Setelah menumpuk buku itu Am bertanya pada lelaki itu.
“ini tempatnya dimana?” Tanya Am.
“ah, disana. Karena tinggi biar aku saja yang meletakkannya.” Kata Pheron.
“sebenarnya.. saya kesini ingin mencari buku dongeng. Saya sudah berkeliling tapi tak kunjung menemukannya. Apakah anda tahu dimana tempatnya?” kata Am.
“oh, buku dongeng ada dipojok sebelah sana. Mari aku antar.” Kata Pheron.
Saat berjalan menuju tempat buku dongeng. Suasananya canggung, jadi Pheron membuka pembicaraan.
“kalau boleh tahu siapa nama nona?” kata Pheron.
“namaku… panggil saja Am.” Kata Am.
“ehem, Am, kamu tidak penasaran dengan namaku?” kata Pheron dengan malu.
“oh ya siapa nama kakak?” Tanya Am dengan polos.
“panggil saja aku Pheron.” Kata Pheron.
“baiklah kak Pheron.” Kata Am.
Mendengar Am memanggil namanya membuat Pheron tersenyum. Sepertinya Pheron telah tertarik dengan kencantikan Am saat itu.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
__ADS_1
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih... 🤗🤗🤗