
Saat Furqon dan teman-temannya sibuk berlayar menjala ikan di laut. Tak sengaja Furqon melihat banyak binatang yang terbang ke atas langit. Tetapi teman berlayarnya tidak dapat melihatnnya.
“Binatang apa mereka? Kenapa saat malam hari mereka terbang?.” Gumam Furqon.
“apa? Kamu bicara apa tadi?” teman Furqon bertanya karena suara Furqon tidak jelas.
“lihatlah keatas, banyak sekali hewan yang berterbangan dilangit.” Kata Furqon.
“dimana? Aku tidak melihat apa-apa.” Kata temannya.
“sepertinya mereka sudah pergi.” Kata Furqon.
“Fur, ini pertama kalinya kita menjala ikan saat bulan purnama. Hasilnya sekarang sangat memuaskan. Bagaimana jika saat bulan purnama selanjutnya kita selalu menjala ikan?.” Kata temannya.
“tentu harus melihat keadaan. Jika memang kita dapat banyak ikan. Tapi jika pasar tidak melampaui. Nanti akan berdampak busuk. Daripada busuk, aku lebih suka mendapatkan yang cukup.” Kata Furqon.
“ah.. iya iya benar. Kamu memang orang yang tidak pernah murka Furqon. Salut aku padamu.” Kata temannya.
*****
Am berubah menjadi wanita yang cantik di malam itu. Karena kakinya masih sakit. Dia memutuskan untuk tetap di kamar Furqon. Setelah berubah menjadi manusia, dengan menyeret salah satu kakinya. Am tidur di Kasur sampingnya.
“ah…. Enak sekali, akhirnya aku dapat meletakkan punggungku dengan benar. Rasanya menyiksa sekali menjadi merpati selama 1 bulan. Apalagi kakiku tidak sembuh-sembuh.” Kata Am.
Akhirnya Am, tertidur di kamar Furqon hingga pagi.
🐬🐬🐬🐬🐬
Setelah fajar menyingsing. Furqon dan temannya telah pulang dari menjaring ikan. Kali ini mereka mendapat 2 kali lipat dari tangkapan hari biasanya.
“Alhamdulillah… tangkapan hari ini benar-benar memuaskan.” Kata teman Furqon.
“iya, mari kita bagi hasil jala kita dengan rata.” kata Furqon.
Furqon pulang seperti biasa. Membawa box dan sepedanya. Setelah sampai dirumah nya, dia langsung mandi kemudian membaringkan badannya sebentar di kamarnya.
Saat masuk kamar, terlihat Am yang telah menjadi merpati itu tergeletak di tempat tidurnya.
“kenapa Am, tidur dengan kaki diatas badannya? Apa jangan-jangan dia?” kata Furqon.
Dia khawatir jika Am telah meninggal. Karena merpati tidak pernah tidur dengan dada yang menghadap atas.
Dia merangkul Am. Dan memanggil namanya.
“malaikat Am? Tidak mungkin.”
“maafkan aku malaikat Am, ini semua gara-gara aku yang tidak bisa mengembalikan kekuatanmu.” Kata Furqon.
“apa yang kamu katakan manusia?” jawab Am.
Mendengar kata-kata Furqon yang menyangka Am telah meninggal. Membuat Am terbangun dan tertawa.
“kenapa kamu minta maaf?” ejek Am.
“hei, aku kira kamu meninggal gara-gara kekuatanmu telah habis.” Jawab Furqon.
“kata siapa kekuatanku akan habis dan aku meninggal?” Tanya Am.
“kan jika di drama-drama seperti itu biasanya.” Jawab Furqon.
“hahahaha ternyata kau juga dapat tertular apa yang ada didrama yang sebenarnya tidak pernah terjadi di kehidupan itu?”
“lucu sekali, aku kira kamu itu manusia yang pintar tapi ternyata polos sekali. Hahahahha…” ejek Am.
“hei jika memang di drama tidak pernah terjadi di kehidupan nyata. Lalu kita ini apa? Bukankah hal yang tidak mungkin aku bisa berbicara dan melihat sebuah bangsa malaikat?” kata Furqon membela diri.
“baiklah. Aku anggap kamu benar.” Jawab Am.
Setelah mereka berbincang. Furqon duduk di tempat tidurnya. Dengan memangku Am yang menjadi seekor merpati.
“bagaimana keadaan kakimu?” Tanya Furqon.
“Setelah 3 hari pergi ke dokter hewan. Kakiku terasa mulai membaik. Dan tidak bengkak lagi.” Jawa Am.
“Syukurlah, kalau begitu istirahatlah dengan baik agar cepat sembuh.” Kata Furqon.
Dia meletakkan Am ke tempatnya. Dan Furqon berbaring di tempat tidurnya.
🌝🌝🌝🌝🌝
Setelah pergi dari Nabastala dan mengumpulkan laporan. Althaia mencari Amaltheia di sekitar para malaikat. Setelah terbang kesana kemari, akhirnya Althaia menemukan Amal yang sedang berbincang dengan malaikat lainnya. Dia langsung menghampiri Amal dan mengatakan tentang kerinduan sahabatnya yaitu Amfitrite.
“Amal, sebenarnya aku ingin menyampaikan sesuatu padamu.” Kata Al.
“iya ada apa Al?” tanya Amal.
__ADS_1
“dua minggu yang lalu aku bertemu dengan Am. Dia bersama dengan manusia yang dapat berbicara dengan kaum kita. Dan dia ingin bertemu denganmu. Tapi karena kakinya sakit dia tidak dapat terbang jauh sekarang.” Kata Al.
“apa? Kakinya sakit? Kenapa kamu baru memberitahuku sekarang?” kata Amal.
“iya kakinya tertembak oleh peluru manusia. Maaf Amal aku baru mengabarimu sekarang, karena saat aku bertemu dengamu di tengah kota kamu masih bingung dengan tugasmu. Jadi aku mengatakannya sekarang.” Kata Al.
“baiklah Al. terimakasih atas pesanmu. Aku akan langsung menemui Am besok pagi. Karena sekarang dia pasti berubah menjadi manusia dan sembunyi.” Kata Amal.
“iya Amal, berhati-hatilah. Rumahnya dekat dengan pesisir laut.” Kata Al.
“iya kau tenang saja. Manusia itu sangat popular di kaum malaikat. Jadi akan mudah aku menemukannya.” Kata Amal.
“baiklah.” Kata Al.
Dorit yang berada di samping Amal mendengar pembicaraan mereka berdua.
"kena kamu Am, ini baru yang namanya hukuman" batinnya.
Mendengar Amal akan mengunjungi Am besok pagi. Dorit ingin mengikuti Amal untuk memastikan keadaan Am.
🦅🦅🦅🦅🦅
Keesokan paginya. Amal langsung mencari Am di rumah Furqon. Sedangkan Dorit mengendap-endap mengikuti Amal agar tidak ketahuan di belakang nya. Setelah menemukan rumah Furqon, dia langsung masuk berbentuk angin sepoi-sepoi. Dan Am langsung merasakan kedatangan sahabatnya.
“amal, bagaimana kabarmu?” Tanya Am.
Mereka saling mendekat dan saling bertatap. Terlihat mata Amal sangat rindu kepada sahabatnya.
“Alhamdulillah baik Am, aku dengar kakimu sakit karena peluru manusia? Benarkah itu?” Tanya Amal.
“iya benar, rasanya kakiku tak bisa aku gunakan sebagaimana dia sebagai kaki. Ini sangat sakit Amal.” Kata Am.
“akan aku sembuhkan.” Kata Amal.
“eh tunggu… tunggu.. apa maksudmu? Bagaimana jika tuan marah?.” Tanya Am.
“tak apa, aku akan menanggung hukumannya. Aku lebih peduli kesembuhan untuk sahabatku daripada hukumanku.” Kata Amal.
“wush….. “
Sembuhlah kaki Am dengan kekuatan Amaltheia.
“amal, terimakasih banyak. Kakiku sudah tidak sakit lagi sekarang. Tapi bagaimana dengan tindakanmu ini? Pasti tuan tidak senang karena tidak ada perintah darinya.” kata Am mengkhawatirkan sahabatnya.
“tak apa Am, kamu tenang saja. Asal itu kesalahan yang tidak fatal. Tuan pasti mengampuni.” Kata Amal.
“Apa yang dilakukan Amal? Benar-benar tidak tahu aturan. Mereka berdua sama saja. Awas saja akan aku laporkan pada tuan.” Gumamnya.
Setelah kaki Am sembuh dari lukanya. Akhirnya dia dapat terbang seperti sedia kala. Kemudian mereka keluar untuk bercakap-cakap layaknya seorang sahabat. Terlihat Am dan Amal sangat bahagia saat itu.
Saat Furqon terbangun. Melihat Am yang tidak ada di tempat. Membuat dia khawatir. Dia mencari Am keseluruh rumah tidak ada. Kemudian dia mencari di halaman rumah juga tidak ada. Melihat Am dimana-mana tidak ada. Membuat Furqon berfikir yang tidak-tidak.
"jangan-jangan dia menghilang seperti cerita gumiho. Yang karena habis kekuatannya lalu dia menghilang tanpa jejak. Atau bisa jadi bapak menyembelihnya. Tidak-tidak. Aku harus menanyakannya terlebih dahulu" pikir Fuqon.
Melihat anaknya yang gelisah. Ibu Furqon menghampirinya dan menanyainya.
“ada apa nak? kamu kelihatan sangat gelisah daritadi?.” Tanya ibu Furqon.
“bapak dimana buk?” Tanya Furqon.
“dia sedang ada urusan bersama teman nelayannya. Kenapa nak?” Tanya ibu Furqon.
“apakah ibu melihat burung merpatiku?” Tanya Furqon.
“ibu tidak melihatnya. Bukankah dia selalu di kamarmu nak karena kakinya sakit?” Tanya ibu.
“iya tapi… tiba-tiba dia menghilang. Bapak tidak menyembelihnya kan?” Tanya Furqon.
“daritadi bapak tidak ada di rumah tidak mungkin menyembelih merpati. Apalagi merpati itu hewan kesayanganmu nak.” Jawab ibu.
“baiklah kalau begitu ibu. Aku akan siap-siap ke pasar dulu. Nanti aku mencarinya lagi.” Kata Furqon.
“iya, nanti jika ibu melihatnya pasti ibu akan menangkapnya.” kata ibu.
“iya terimakasih bu… “ kata Furqon.
Furqon pergi ke pasar untuk menjual ikan hasil tangkapannya tadi malam. Sedangkan Am dan Amal berterbangan kesana kemari. Bersama sayap mereka menikmati alam yang luas dan indah.
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
Beberapa jam kemudian. Setelah kedua sahabat itu telah mengisi kerinduannya. Amal pun pamit kepada Am untuk melaksanakan tugasnya sebagaimana tugas malaikat.
“Am, pertemuan ini sungguh hal yang menyenangkan bagiku. Tetapi ada banyak hal yang belum aku selesaikan. Aku pamit dulu ya? Kapan-kapan kita akan bertemu lagi. Assallamu’alaikum.” Pamit Amal.
“baiklah. Aku juga senang sekali hari ini. Kakiku juga sudah sembuh. Kamu telah berkorban untukku. Terimakasih Amal. Kita pasti akan bertemu lagi lain waktu. Wa’alaikumussalam.” Jawab Am.
Diatas hutan mereka berpisah. Amal kearah tengah kota. Sedangkan Am kembali ke rumah Furqon.
__ADS_1
Setelah Furqon berdagang di pasar, dia hendak mencari Am di hutan. Tetapi dia pulang ke rumah terlebih dahulu.
Saat Furqon masuk ke kamar. Dia melihat Am yang sedang ada di tempatnya.
“kamu dari mana? Kenapa tidak pamit? kamu tahu, kamu sudah bikin orang bingung!” kata Furqon.
“maaf tadi aku keluar sebentar manusia. Kenapa kamu semarah itu?” kata Am.
“bagaimana tidak marah? Tiba-tiba bangun tidur kamu tidak ada. Sedangkan keadaan kakimu sakit. Dan aku mencarimu kemana-mana tidak ada. Kamu tahu aku sampai berfikir kamu hilang atau disembelih bapak.” Jawab Furqon.
“ah, maaf. Tapi kamu tenang saja kakiku sudah tidak apa-apa sekarang.” Jawab Am.
“maksudmu?” Tanya Furqon.
Furqon melihat kaki Am dan tidak percaya.
“Bagaimana mungkin?” Tanya Furqon.
“ah.. iya aku lupa kalau kamu malaikat.” Kata Furqon.
“sepertinya kau sudah tidak perlu jawaban.” Kata Am.
Karena kaki Am yang telah sembuh. Akhirnya dia selalu mengikuti Furqon dimanapun. Dan membantu Furqon saat dia dapat melakukannya. Seperti berlayar, menjual ikan di pasar dan berburu hewan di hutan.
🌕🌕🌕🌕🌕
Empat belas hari kemudian.....
Malam ini adalah bulan purnama. Am terbang untuk mencari tempat sembunyi. Namun Furqon melihat Am keluar dari jendela. Dia penasaran dengan kepergian Am. Dia khawatir Am tidak kembali lagi ke rumahnya. Dia pun pergi keluar untuk mengikutinya. Sebelum dia hendak berangkat. Teman nelayannya menjemputnya untuk mengajaknya menjala ikan.
“Furqon kebetulan sekali kamu keluar. Ayo kita berangkat. Aku yakin nanti kita akan mendapat ikan yang banyak seperti bulan purnama yang kemarin.” Kata temannya.
“tapi, aku harus…” kata Furqon.
“harus apa? Ayo cepat aku sudah tidak sabar kita dapat ikan yang banyak.” Kata temannya.
"mungkin aku hanya khawatir padanya. Mana mungkin dia pergi begitu saja. Tanpa pamitan denganku." batin Furqon.
Akhirnya Furqon pergi berlayar dengan temannya.
🌌🌌🌌🌌🌌
Para malaikat telah berkumpul di padang Nabastala. Terlihat semua mengantri untuk mengumpulkan laporan mereka. Setelah pengumpulan laporan selesai. Dorit menghampiri Ajudan dan ingin bertemu dengan Tuannya. Ajudan mengantarkan Dorit ke tempat Tuan berada.
“Tuan, malaikat Dorit ingin bertemu dengan Tuan.” Kata Ajudan.
Dorit menghampiri Tuan. Dan melaporkan tentang apa yang telah dilakukan Amal kepada Am.
“Tuan… Amal telah melanggar peraturan. Dia menyembuhkan kaki Am yang telah tertembak peluru manusia. Bukankah ini telah menyalahi hukum alam?” kata Dorit.
“baiklah Dorit. Sesuai UU malaikat Amaltheia pasti mendapatkan hukuman. Silahkan kamu kembali.” Kata Tuan.
“baik Tuan. Saya mohon undur diri.” Kata Dorit.
Melihat malaikat Dorit telah keluar dari persinggahan Tuan. Ajudan langsung masuk kedalam. Sebagaimana tugasnya dia selalu menemani Tuannnya.
“Ajudan…..”
“iya Tuan…”
“sepertinya aku telah melakukan kesalahan besar Ajudan.” Kata Tuan.
“Maksud Tuan?.” Tanya Ajudan.
“saat aku menciptakan malaikat masa ini, sebenarnya aku telah melakukan kesalahan. Dan tidak pernah terfikir olehku jika efeknya akan seperti ini.” kata Tuan.
"maksud Tuan?" tanya Ajudan.
“saat aku menciptakan malaikat, aku butuh meditasi dan konsentrasi penuh untuk mengumpulkan kekuatan. Setelah itu aku berikan kepada mereka. Namun saat aku menciptakan malaikat masa ini, saat aku bersemedi, konsentrasiku pernah terhenti ditengah jalan karena petir besar saat hujan badai menyerang bumi. Gemuruhnya mengganggu konsentrasiku. Sehingga menyebabkan energy lain masuk. Inilah penyebab kenapa malaikatku masa ini memiliki keinginan sendiri dan ego. Kita harus memusnahkan mereka.” Kata Tuan.
“tapi Tuan. Kita dapat menciptakan malaikat satu kali dalam waktu 100 tahun. Sedangkan setan dapat bereproduksi setiap hari. Populasi kita sudah tidak seimbang sebanyak-banyaknya Tuan. Mana mungkin kita membinasakan malaikat yang telah kita ciptakan. Bagaimana dengan manusia jika mereka lebih memilih keburukan dari pada kebaikannya?." Kata Ajudan.
“iya kamu benar Ajudan. Tapi hanya satu yang mengganjal dipikiranku sekarang. Sifat kedengkian. Aku hanya khawatir.” Kata Tuan.
“asalkan semua masih baik-baik saja. Tuan tidak perlu khawatir.” Kata Ajudan.
“Ajudan, malaikat Amaltheia telah melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan.
panggil malaikat Amaltheia dan hukum dia!.” Perintah Tuan.
“baik Tuan.” Kata Ajudan.
Ajudan langsung memanggil malaikat Amal dan menghukumnya sesuai UU Nabastala. Yaitu ditariknya kekuatan penyembuhannya selama 3 bulan. Sehingga jika Amaltheia terluka ditengah perjalanan, dia tidak dapat menyembuhkan dan tubuhnya tidak akan segera cepat sembuh seperti sedia kala.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
__ADS_1
Terimakasih... 🤗🤗🤗