
“apa yang kamu cari nak?” Tanya ibu.
(tidak mungkin aku bicara pergi untuk bertemu malaikat Amaltheia. Aku menjawab apa ya?) batin Am.
“Aku mencari… pakaian bu. Iya selama ini aku selalu meminjam pakaiannya kak Furqon jadi aku ingin mencari pakaian untukku agar tidak pinjam terus menerus dari kak Furqon.” Kata Am.
“ya ampun nak, kenapa selama ini kamu tidak bilang pada ibu? Ibu punya beberapa baju yang sudah tidak muat dibadan ibu. Kamu mau memakainya? Daripada tidak terpakai dan mubadzir.” Kata ibu.
“aku mau ibu. Aku akan memakainya.” Kata Am.
“baiklah nanti akan ibu ambilkan setelah makan ya?” kata ibu.
“baik.” Jawab Am.
Diantara empat orang yang sedang makan dimeja makan. Am sangat senang mendapat baju dari ibu. Dia merasa jika ibu sudah seperti keluarganya sendiri.
(jadi seperti ini rasanya memiliki keluarga, seperti ada yang selalu melindungi dan peduli) batin Am.
Setelah mereka selesai makan dan selesai merapikan, ibu melakukan seperti apa yang telah dia katakan tadi. Ibu mencari disetiap sudut almarinya. Mencari para baju yang tidak dapat dipakai olehnya. Ibu menumpuknya di ranjang.
Terlihat baju itu tertumpuk sedang berjumlah delapan baju. Warna merah, hijau, biru, kuning, putih, hitam. Lalu ibu mengangkatnya dan memberikannya kepada Am.
“Fi,, ini adalah baju ibu yang tidak terpakai. Walau sudah pernah ibu pakai tapi sepertinya ini masih layak pakai.” Kata ibu.
“wah.. terimakasih ibu. Aku akan mencobanya.” Kata Am.
Am menerima baju yang dibawa ibu Furqon. Kemudian dia membawanya masuk kedalam kamar Furqon. Lalu Am mencoba salah satunya yaitu baju yang berwarna putih.
Terlihat sosok yang sangat cantik sedang tergambar dicermin almari Furqon. Itu adalah pantulan wajah Am yang sedang memakai baju putih itu.
Kemudian dia keluar dari kamar Furqon untuk memberitahukan ibu. Bahwa pakaian yang diberi sangat bagus.
“ibu baju ibu sangat bagus terimakasih.” Kata Am.
Melihat Am yang sangat mempesona itu membuat pandangan Furqon membeku kepadanya. Dan membuatnya terpesona melihatnya.
Kemudian Furqon teringat saat Am pertama kali meminjam bajunya. Furqon menyadari walaupun Am memakai baju laki-laki saja tampak sangat cantik. Apalagi dia memakai baju berupa gaun wanita itu seperti seorang putri yang turun dari surga.
“wah… kamu terlihat sangat cantik sekali nak, ibu pasti sangat bahagia jika punya anak sepertimu nak.” Kata ibu.
“selama ini ibu sudah saya anggap ibu saya sendiri. Terimkasih ibu.” Kata Am.
“iya sama-sama. Ibu sangat senang mendengarnya.” Kata ibu.
“Tinggal…” kata ibu.
Dengan melirik Furqon dan memandang Am ibu terlihat sangat setuju.
“sudahlah aku akan pergi mencari Am.” Kata Furqon.
“malam-malam seperti ini kenapa kamu masih mencari merpatimu Fur?.” Tanya ibu.
“ibu tidak tahu betapa pentingnya dia untuk hidupku.” Jawab Furqon.
“kakak, boleh aku ikut?” Tanya Am.
“tidak perlu, ini perjalanan sangat melelahkan.” Kata Furqon.
(bagaimana dia akan ketemu jika Am itu aku) batin Am.
Furqon pergi mencari Am seperti biasa. Kali ini dia bertanya kesemua malaikat yang dia temui diperjalanannya. Namun, tak ada jawaban yang dia ingin dengar. Dia berharap Am mau datang padanya jika Am mengetahui bahwa dia mencarinya.
Tanpa sadar, Am mengikuti Furqon dari belakang. Dia melihat Furqon saat itu bertanya kepada malaikat Dorit yang saat itu dia menjadi kunang-kunang.
“Malaikat, apakah kamu melihat temanmu yang telah dihukum menjadi merpati karena telah menyelamatkan nyawaku?” Tanya Furqon.
“ah, bukankah dia telah menjadi…” jawab Dorit.
Melihat Dorit yang akan menceritakan semuanya pada Furqon. Tiba-tiba Am langsung muncul dan mematahkan perbincangan mereka.
“kak Furqon, apa yang dilakukan kak Furqon disini?” Tanya Am.
“Am?” kata Furqon.
__ADS_1
“manusia sebenarnya.. dia adalah…” kata Dorit.
“kak Furqon disini sangat sepi. Kak Furqon berbicara dengan siapa disini?” Tanya Am berlagak tidak tahu.
Karena Furqon juga merahasiakan bahwa dia dapat berbincang dengan malaikat ke semua orang. Furqon langsung khawatir dan salah tingkah. Sehingga Dorit tidak dapat meneruskan jawabannya.
“Memang seperti ini kakak selalu berbicara kepada binatang. Karena sebenarnya mereka seperti mengerti apa yang kita bicarakan. Begitu juga kakak dengan merpati kakak.” Kata Furqon.
Saat Furqon menjawab pertanyaan Am. Mata Am melirik pada kunang-kunang yang merupakan malaikat Dorit dia berbicara kepada Dorit secara batin.
(Malaikat Dorit, tolong rahasiakan identitasku. Karena jika semua terbongkar aku akan menjadi abu. Mohon pengertiannya.) batin Am.
Mendengar kata-kata yang dilontarkan Am untuknya. Dan melihat Furqon yang berpura-pura tidak dapat berbicara dengannya. Dorit pergi dari mereka berdua.
(cih, siapa juga yang peduli) batin Dorit.
Furqon dan Am sedang dipinggir sungai malam itu. Disana tidak ada orang kecuali mereka berdua.
“kak Furqon, Fi menyarankan jangan mencarinya lagi.” Kata Am.
“kamu tidak tahu Fi, merpati itu bukan merpati biasa. Jadi…” kata Furqon.
Wajah Furqon memerah. Kata Furqon terhenti karena Am mencium pipi Furqon. Dengan suasana yang sepi itu Am berfikir itu adalah waktu yang tepat. Dengan tujuan agar mendapatkan hatinya Furqon.
“maaf kak, aku harus segera pergi.” Kata Am.
“tunggu nona, apa yang nona lakukan tadi? Nona… tidak menyesalinya?” Tanya Furqon.
“tidak,” jawab Am.
Setelah melakukannya, Am berlari menuju rumah. Dan dia merasa tidak percaya bahwa dia dapat melakukan hal seperti itu kepada manusia.
Rumah itu terlihat sepi. Ditemani dengan satu lampu diterasnya. Am masuk dari pintu depan lalu langsung menuju kamar Furqon.
Sedangkan Furqon sangat bingung dengan sikap Am kepadanya. Selama ini Furqon tidak pernah mendekat atau tertarik dengan seorang gadis manapun. Walaupun banyak yang menyukainya karena sikapnya yang bijak dan sempurna. Untuk pertama kalinya Furqon didekati gadis yang misterius ini. Membuat Furqon bingung harus bagaimana.
“katanya tidak? Apa dia menyukaiku? Ah.. tidak, aku tidak boleh baper. Mungkin dia hanya bercanda.” Gumam Furqon.
Dengan berjalan kaki Furqon memikirkan hal yang baru saja terjadi.
Almari itu dibuka oleh Furqon. Terlihat baju yang terlipat rapi didalamnya. Dia mengambil bagian paling bawah. Tempat yang khusus untuk baju pasarnya. Saat Am ke dapur Furqon masuk ke kamar untuk mengambil baju ganti.
Tak merasakan apapun Am tiba-tiba berada didepan pintu kamar.
“kak.” Panggil Am.
“iya apa? ya ampun nona maaf saya kaget ta..tadi tidak ada siapapun disini.” Kata Furqon.
“oh iya tidak apa-apa kak. Saya hanya menyampaikan pesan dari ibu jika makanannya telah matang.” Kata Am.
“kakak akan ke pasar kan hari ini? Makanlah dulu sebelum pergi.” Kata Am.
Mendengar kata-kata Am yang begitu lembut dan perhatian. Furqon merasa senang. Dan tersirat dipikirannya tentang yang terjadi tadi malam.
“ah.. apa sih aku.” Kata Furqon.
“maksud kak Furqon apa?” Tanya Am keheranan.
“tidak nona, iya aku akan sarapan terimakasih.” Kata Furqon.
(benarkah dia menyukaiku? Tapi dia sangat sempurna. Bagaimana mungkin dia menyukaiku dengan orang yang seperti ini.) batin Furqon.
Furqon berjalan dibelakang Am yang saat ini menuju meja makan.
“aku akan mandi sebentar, setelah itu aku akan makan.” Kata Furqon.
“iya kak.” Jawab Am.
Setelah sarapan bersama. Furqon pergi berlayar bersama teman-temannya.
Sedangkan Am membantu ibu membersihkan rumah. Melihat Am yang begitu rajin. Ibu tertarik menanyakan tentang keinginannya untuk menikah.
“nak, apa kamu tidak ingin segera menikah?” Tanya ibu.
“menikah, seperti Ando sahabatnya Furqon ibu?.” Tanya Am.
__ADS_1
“iya, loh kamu kenal dengannya?” Tanya ibu.
“oh iya beberapa hari lalu saya pernah bertemu dengannya ibu jadi kenal.” Jawab Am.
“bagaimana nak? Tentang pertanyaan ibu tadi.” Tanya ibu.
“saya masih belum memikirkannya ibu.” Jawab Am.
“apa kamu sudah memiliki pasangan?” Tanya ibu.
“pasangan sahabat?’ Tanya Am polos.
“bukan, pasangan seperti laki-laki dan perempuan seperti itu.” Jawab ibu.
“tidak bu” jawab Am.
“baiklah, kalau begitu bagaimana dengan Furqon? Kamu menyukainya tidak?” Tanya ibu.
“kak Furqon baik, dia juga lembut, aku menyukainya.” Jawab Am.
“bagus” kata ibu.
“maksudnya ibu?” Tanya Am.
“tidak kok, tidak apa nak. Jika kamu lelah istirahatlah. Ibu mau mencuci pakaian dulu.” Kata ibu.
“baik ibu. Ibu setelah ini boleh saya pamit keluar?” Kata Am.
“iya nak. Asalkan jangan jauh-jauh.” Kata ibu.
Am keluar untuk menemui Amalteia sahabatnya. Seperti biasa mereka saling berbincang. Dan Am menceritakan semua yang dia alami kepada sahabatnya.
“apa? Menikah? Ibu Furqon sudah menanyakan hal itu?” Tanya Amal.
“iya.” Jawab Am.
“tidak Am. Tidak boleh. Kamu malaikat Am. Jika kamu menikah aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Itu tidak pernah terjadi di bumi.” Kata Amal.
“menikah hal yang saklar. Jangan main-main Am. Memang kebanyakan orang saling mencintai mereka lalu ketahap menikah. Tapi kamu beda Am. Cukup Furqon yang mencintaimu. Am jangan-jangan kamu…” kata Amal.
“iya Amal aku jujur padamu terkadang aku berfikir sangat nyaman dengan kehidupanku saat ini. Saat aku menjadi manusia, aku memiliki ibu, kakak, dan ayah. Mereka saling peduli satu sama lain. Rasanya.. hatiku tersentuh dan senang.” Kata Am.
“ingat Am. Waktumu hanya tiga bulan. Kamu akan menjadi merpati kembali setelah itu. Fokus sama tujuan awalmu Am. Jangan terlengah ditengah perjalanan. Itu akan membuat dirimu tenggelam dan gagal.” Kata Amal.
“iya Amal aku mengerti maksudmu. Baiklah aku akan focus.” Kata Am.
Bulan purnama telah datang. Am telah kembali dirumah mulai sore hari.
Dorit masih mengingat tentang Am yang memperingatinya agar tidak mengatakan apapun pada Furqon. Dia selalu bertanya-tanya kenapa harus dirahasiakan. Akhirnya saat setelah mengumpulkan laporan Dorit bertanya kepada Amalteia.
“malaikat Amalteia, bagaimana kabarmu?” Tanya Dorit.
“iya baik,” jawab Amal
“lalu Am bagaimana?” Tanya Dorit.
“dia juga baik. Ada apa?” Tanya Amal.
“kemarin manusia yang dapat melihat kita itu,,, bertanya padaku.” Kata Dorit.
“maksudmu Furqon? Tanya apa dia” Tanya Amal.
“dia mencari merpatinya. Dan aku akan menjawab hanya saja masih ada kendala.” Kata Dorit.
“jangan kamu katakan apapun malaikat Dorit.” Kata Amal.
“kenapa?” Tanya Dorit.
“karena….” Jawab Amal.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
__ADS_1
Terimakasih... 🤗🤗🤗