Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 63: Mencari Mbh. Rogo


__ADS_3


Am menemui Amaltheia di kota Permadani. Dimana kota masa lalunya Am bersama Furqon.


Amaltheia merasakan kedatangan sahabatnya. Mereka saling memberikan signal satu sama lain. Mereka langsung bertemu di bawah pohon yang sepi yang jarang didatangi oleh manusia.


"Am" panggil Amaltheia saat menuju arah kepada pohon pertemuan mereka itu.


"Amal, kamu masih sama seperti dulu ya? Tak berwujud" kata Am.


"Haz... Kau ini meledekku apa menghina?" canda Amal.


"Yah, dua-duanya mungkin ha, ha," canda Am.


"Ada apa?" tanya Amal.


"Akhir-akhir ini aku sering berinteraksi dengan pemuda yang memiliki aura sama seperti Furqon. Dia bernama Lais" kata Am.


"Benarkah? Lalu dia tahu kamu siapa? " tanya Amal.


"Dia tahu jika aku bukan manusia biasa katanya, dia juga tahu tentang kekuatanku" kata Am.


"Bagaimana mungkin kamu bisa ketahuan?" tanya Amal.


"Dia dapat melihatku dalam wujud Dewi, dia bilang padaku sejak lahir dia memiliki indra keenam" kata Am.


"Indra keenam? Aku baru mendengarnya tentang ini" kata Amal.


"Amal, aku minta tolong padamu tanyakan pada Tuan, siapakah Lais sebenarnya? Dan bagaimama dia memiliki aura seperti Furqon, padahal dia adalah manusia" kata Am.


"Pada bulan purnama berikutnya nanti akan saya tanyakan Am" kata Amal.


"Terimakasih Amal, sekarang tugasku adalah mencari mbh. Rogo" kata Am.


"Kenapa kamu mencarinya?" kata Amal.


"Dia masih saja menyuruh tuyul itu mencuri uang manusia" kata Am.


"Maksudmu, kedua tuyul kemarin berulah lagi?" tanya Amal.


"Iya kali ini mereka mencuri di wilayah rumah Andira" kata Am.


"Sekarang aku jadi yakin, bahwa alasan kamu diberi anugrah adalah ini Am" kata Amal.


"Entahlah, aku hanya melakukan apa yang menurutku benar itu saja!" kata Am.


Setelah mereka berbincang satu sama lain, Am berpamitan untuk pulang.


...****************...


Pada malam hari, tepatnya waktu tengah malam. Am berjaga di sekitar rumah Lais. Bertujuan untuk menemui 2 tuyul bersaudara itu.

__ADS_1


Kali ini Am berwujud merpati dan bertengger di salah satu pohon pinggir jalan.


Tak lama kedua Tuyul itu berjalan hendak memasuki salah satu rumah di kompleks itu.


"Kali ini yang mana kak?" tanya adik tuyul itu.


"Emz,,, gimana kalo rumah ini?" kata kakaknya menunjuk rumah Lais.


Melihat hal ini, Am langsung turun dan menemui mereka. Saat hendak mendarat, Am mengubah wujudnya sebagai Dewi.


"Jadi kalian tak mau berhenti?" tanya Am menghadang jalan mereka.


"Suara ini, seperti,,," kata kakak tuyul itu.


"Maaf kami benar-benar disiksa saat kami gagal melakukan tugas. Seperti anda yang memberikan uang palsu itu, Tuan kami mengolok-olok kami bodoh dan menyiksa kami mati-matian" kata adik tuyul itu.


"Jika kamu ingin kami berhenti bunuh saja kami, itu akan membebaskan kami dari belenggu ini" kata kakak tuyul itu.


"Kakak, apa yang kakak katakan?" kata adik takut jika Am benar-benar melakukannya.


"Antar aku menemui Tuanmu!!" kata Am.


"Kamu ingin kami disiksa lagi, kumohon enyahlah dan jangan ikut campur lagi" kata adik tuyul itu.


"Bukankah kalian ingin bebas?" tanya Am.


"Apa maksudmu?" tanya kakak tuyul itu.


Adik Tuyul itu semakin gemetar, antara mereka percaya atau tidak.


"Apa jaminanmu?" tanya kakak tuyul itu.


"Pertama jangan mengambil hak orang lain lagi, tapi ambillah uang asli ini, ini adalah barang yang sangat berharga bagiku, karena aku mendapatkannya dari hasil keringatku sendiri" kata Am dengan menyodorkan uang itu.


"Nanti jika aku tak dapat membebaskan kalian, berikan uang ini pada Tuanmu. Dan katakan kalian telah melakukan tugas" kata Am.


"Tapi jika aku berhasil, kembalikan uang itu padaku" kata Am.


"Baiklah, aku berharap kamu tak mengelabuhi kami" kata kakak tuyul itu.


Mereka berjalan menuju ke rumah mbh. Rogo. Sedangkan Am mengikuti mereka dengan berwujud merpati.


Karena kemampuan mbh. Rogo tingkat tinggi, dia dapat merasakan aura dari kedatangan Am.


Kedua Tuyul itu bersembunyi di semak-semak dekat rumah. Mereka menonton apa yang dilakukan Am.


"Aku mencium aroma dari khayangan, siapa yang datang?" gumam mbh. Rogo.


"Sepertinya makanan lezat telah datang, ha, ha, ha, ha," kata mbh. Rogo.


Mbah Rogo pun keluar dari rumahnya. Dia melihat kesana kemari tapi tak menemukan yang memiliki aura khayangan itu.

__ADS_1


"Tunjukan dirimu makhluk khayangan, aku tak sabar melihat betapa cantiknya wajahmu" kata mbh. Rogo.


Am mendarat dan berubah menjadi Dewi.


"Sudah kuduga wajahmu cantik bagaikan bidadari, bagaimana jika kita melakukannya di kamar rumahku bidadari khayangan? Sebuah kehormatan besar jika kamu mau melakukannya" kata mbh. Rogo.


"Jaga mulutmu kakek tua, kau sudah semakin menua tapi dosamu malah bertambah hingga punggungmu pun tak kuat menopangnya" kata Am.


"Apa? Dosa? Ha, ha, ha, ha, saat aku dulu memikirkannya, tapi orang-orang di sekitarku mereka justru merendahkanku, mencaciku, mereka menginjak-injak harga diriku karena aku tak memiliki apa-apa. Tapi saat aku kaya seperti sekarang, mereka mengemis-ngemis padaku meminta pertolongan. Bahkan aku sekarang telah memiliki istri yang banyak, apakah kamu mau jadi bagian dari istriku?" kata mbh. Rogo.


" Tutup mulutmu! " kata Am.


" Aku sudah tak peduli dengan dosa. Hidupku sekarang sudah segala-galanya ha, ha, ha, ha," kata mbh. Rogo.


" Kamu telah terjebak oleh syaitan, sadarlah! Dan hentikan ini semua" kata Am.


"Apa katamu? Berhenti? Aku sudah berusaha berpuluh-puluh tahun hingga seperti ini, mengorbankan anak-anakku sebagai tumbal dan kau dengan seenaknya menyuruhku berhenti?" kata mbh. Rogo.


"Tapi yang kamu lakukan ini bukanlah hal yang benar" kata Am.


"Benar atau salah aku tak peduli, yang terpenting hidupku tak sepedih dulu" kata mbh. Rogo.


"Jika kamu tak mau berhenti sekarang, aku bisa membunuhmu sekarang" kata Am.


"Ha, ha, ha, ha, aku tak tahu kenapa makhluk khayangan sepertimu boleh ikut campur dengan hidup manusia. Tapi,,, coba saja jika itu yang akan kamu lakukan" kata mbh. Rogo.


Am menjentikkan jarinya untuk mewujudkan ledakan api di sebelahnya sebagai peringatan.


"Ctaaakkk"


"Daazzzzhhhh"


"Prok, prok, prok, prok," tepuk tangan mbh. Rogo.


"Waw, ini benar-benar sangat luar biasa, tapi akan lebih luar biasa jika kamu melihat ini" kata mbh. Rogo.


Mbh. Rogo memanggil jin yang memiliki kekuatan tinggi untuk melawan Am. Jin ini memiliki kekuatan dari tumbal-tumbal yang selama ini dia makan.


"Kau memanggilku untuk apa?" tanya jin itu.


"Lenyapkan dia" perintah mbh. Rogo.


"Ha, ha, ha, gadis kecil yang cantik, pasti lezat sekali jika aku makan sebagai tumbal" kata jin itu.


Akhirnya pertarungan antara Am dan jin itu pun dimulai.


"Yaaaakkk,,,, zrazzzh, crazzzz"


"Drazzzh, zeeerrrrr"


"Sruuuuuuk, sreeet"

__ADS_1


"Darrrrr"


__ADS_2