
Setelah selesai menyelam dan mandi di laut.
.
Furqon duduk termenung mengistirahatkan tubuhnya.
Lagi-lagi rindu itu menghampiri perasaan Furqon.
"Am, sebenarnya kamu dimana?" gumam Furqon.
"hari-hari ku rasanya kosong, dan rindu ini serasa sedang menyerangku." gumam Furqon.
Akhirnya Furqon melampiaskan perasaannya dengan puisi.
Rindu yang menggerogoti jiwaku. Rasanya bagaikan di Neraka.
Kepadamu sang indurasmi.
Bagaimana caraku untuk berhenti?
Sedangkan hatiku menginginkan pertemuan. Namun otakku mengatakan tidak?.
Puisi yang ditulis Furqon di sebuah batu hitam disana. Menggunakan batu kapur yang ada di sekitar pantai.
Setelah itu,,, dia tersenyum dan menengadahkan wajahnya kelangit.
"argh..... !!" pekiknya.
"uhuk... uhuk..." batuknya.
"jantungku.. rasanya..."
Tiba-tiba Furqon batuk. Sedangkan tangannya memegangi jantungnya. Yang saat ini terasa sakit.
Badannya pun menjadi lemas tanpa tenaga saat itu. Rasanya seperti akan pingsan. Dan tak berdaya.
...****************...
Saat Am membantu induk merpati lain menyuapi anaknya, Tiba-tiba saat itu kuku Am bercahaya lagi.
"ting....!"
Melihat yang terjadi, Am langsung teringat nama satu yaitu Furqon.
"Furqon." batin Am.
"Ratu, cahaya apa itu tadi?" tanya induk merpati yang berada di sebelah Am.
"entahlah, mungkin pantulan dari matahari." jawab Am mengelak.
"kkkkkkk"
Bunyi anak dari merpati itu.
"jika ada cahaya yang muncul di kuku ku. Berarti saat ini Furqon...
sedang lemah tak berdaya. Aku harus melihatnya." batin Am.
"maafkan aku merpati, aku harus pergi sekarang." kata Am pamit.
"baiklah ratu." kata induk merpati itu.
Am yang berbentuk Merpati saat itu, bergegas mengepakkan sayapnya menuju arah timur.
Dengan kecepatan penuh Am ingin segera datang di rumah Furqon.
"aku harus cepat, ayolah sayap aku harus cepat sampai." gumam Am dengan mengerahkan seluruh energinya.
Di sepertiga perjalanan menuju rumah Furqon. Saat itu sayap Am merasa mulai lelah. Namun Am tetap kokoh dengan pendiriannya. Sehingga tekatnya lah yang membuat Am tiba di rumah Furqon tanpa istirahat.
.
__ADS_1
Am terbang menempuh jarak 1000 km. Dari tempat persembunyiannya
.
"hozh, hozh, hozh, hozh"
Nafasnya terdengar sedang terengah-engah.
Dalam waktu 25 menit, Am telah tiba di rumah Furqon.
Kemudian Am masuk ke dalam rumah Furqon melewati jendela. Am menelusuri semua ruangan disana. Namun tak ada satu orang pun yang berada di tempat.
"tep, tep, tep, tep,"
Suara langkah kaki itu mendekat di pintu depan rumah. Menandakan ada seseorang yang akan masuk rumah.
Melihat keadaan demikian, Am bersembunyi. Takut jika dia bukanlah Furqon.
"cekreeeek!"
Pintu depan itu terbuka.
Terlihat seorang perempuan paruh baya yang masuk ke dalam rumah.
"ternyata ibuk, aku rindu sekali ibu. Tapi ini bukan waktunya." batin Am.
Am melihat ibu berjalan dari atas lemari rak piring dan bersembunyi disana. Seperti halnya cctv.
"rambut ibu juga sudah mulai ada yang memutih. Manusia cepat sekali menua. Padahal hanya beberapa tahun saja sepertinya aku pergi." batin Am.
Ibu masuk ke kamar lalu membaringkan badannya. Lalu dia bersiap untuk tidur.
Sedangkan di samping kanan ibu Furqon terdapat malaikat Amara yang mendampinginya.
Am memanggil dan berbincang dengannya dengan kekuatan batin. Agar ibu Furqon tak mendengar apapun.
"*malaikat Amara, ini saya Am. Bolehkah aku mengganggu tugasmu sebentar?" batin Am.
"Aku di sini sedang mencari keberadaan Furqon. Apakah kamu mengetahuinya kemana dia pergi?" batin Am.
"sudah lama Furqon tak pernah pulang ke rumah. Dia pergi pamit untuk mencarimu." batin Amara.
"benarkah? lalu kemana dia pergi?" batin Am.
"aku tak tahu pasti. Yang jelas dia pergi ke arah Barat." batin Amara.
"terimakasih malaikat Amara. Saya mohon undur diri." batin Am.
"iya, sama-sama." batin Amara*.
Mendengar kabar demikian, Am langsung mengepakkan sayapnya dan menuju ke arah Barat. Untuk mencari keberadaan Furqon.
"astaga... kenapa kamu mencariku Furqon. Bagaimana jika terjadi apa-apa padamu." gumam Am dengan mengeoakkan sayapnya kuat-kuat.
Saat di tengah perjalanan, Am menggunakan kekuatannya untuk mencari Furqon. Am mencoba beberapa kali menggunakan kekuatannya namun gagal untuk ditemukan tentang keberadaanya. Menandakan keberadaan Furqon masih jauh.
"hoz... hoz.. hoz..."
Dengan nafas yang terengah-engah dan keadaan yang telah letih. Am mengukuhkan dirinya untuk tetap bertahan dalam perjalanan pencariannya ke arah barat.
"Furqon... sebenarnya kamu dimana sekarang?" batin Am.
"aku harus kuat. Aku harus menemukannya." batin Am.
Tepat di atas hutan dekat pegunungan. Lagi-lagi Am menggunakan kekuatannya untuk mencari keberadaan Furqon.
Kali ini, Am mendapatkan penglihatannya tentang keberadaan Furqon.
"itu dia." batin Am.
Am langsung meluncur ke bawah.
Dengan cara bersembunyi, Am mengamati Furqon dari kejahuan.
__ADS_1
"Furqon, apa yang kamu lakukan disini?" batin Am.
"dia terlihat sangat lemah." batin Am.
Melihat keadaan Furqon yang melemah saat itu, Am ingin sekali menghampirinya dan menolongnya. Namun Am menge-sampingkan rasa keinginannya itu. Am tidak ingin gegabah. Takut jika perjalanannya selama 5 tahun itu percuma.
Hanya memberikan kekuatannya untuk melindungi Furqon dari bahaya. Itulah yang dapat Am lakukan saat itu.
"wuuuuuush....!!"
Tanpa Furqon sadari, Furqon telah dilindungi oleh kekuatan Am yang tak kasat mata.
Saat Am merasa iba, tanpa dia sadari dia dapat berubah wujud menjadi manusia seketika.
"sriiing..."
Berubahlah wujud Am menjadi perempuan yang cantik.
"astaga? kenapa aku tiba-tiba dapat berubah" guman Am tak percaya dengan apa yang terjadi dalam dirinya.
Saat Furqon merasa sakit. Dia remang-remang mendengar perkataan Am yang bersembunyi di belakang pohon.
"seperti ada seseorang." batin Furqon.
"si.. siapa disana? tolong aku!" kata Furqon.
Am terdiam. Am hanya dapat mengepalkan tangannya. Pertanda apa yang diinginkan hatinya benar-benar tak sejalan dengan kenyataan.
Melihat Am yang tak sengaja berubah wujud menjadi manusia, membuat Am mencoba berubah lagi menjadi seekor merpati dengan kekuatannya.
"sriiing."
.
.
"aku sudah bisa berubah. Mungkin ini dampak atas kembalinya kekuatanku. Tapi keadaan Furqon... " batin Am dengan melihat keadaan Furqon sekali lagi.
Akhirnya, Am mencari malaikat Amaltheia untuk mencari solusi atas masalahnya ini.
"sriiiing ...."
Berubahlah kembali Am menjadi seekor merpati. Kemudian dia bergegas mengepakkan sayapnya.
Am pergi ke arah kota. Seperti di tempat biasa mereka bertemu. Bisa disebut itu adalah tempat pertemuan. Setelah Am memanggil malaikat Amaltheia dengan kekuatannya, Am menunggu malaikat Amaltheia datang.
Mendengar sahabatnya memberikan signal panggilan, malaikat Amaltheia segera menyelesaikan tugasnya. Kemudian dia memenuhi panggilan Am.
*Beberapa menit kemudian....
🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️*
Datanglah seekor angin yang menggumpal dari arah kota. Ya... dia adalah malaikat Amaltheia.
"Am, bagaimana keadaanmu? kenapa lama sekali kamu tak memanggilku?" kata Amal dengan memeluk sahabatnya.
"aku baik-baik Amal. Kenapa? apa kamu merindukanku?" ledek Am.
"iyalah Am. Kamu sudah lama sejak waktu itu menghilang." kata Amal.
"Amal, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu." kata Am.
"bicaralah Am. Jika aku dapat menjawab, tentu akan aku jawab." kata malaikat Amal.
"sebenarnya...." kata Am.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih... 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1