Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 47: Hadiah


__ADS_3


Walau Am telah merasa kecewa dengan semua aturan malaikat. Apalagi dengan adanya kematian Furqon. Yang membuat dia merasa marah. Disisi lain Am tak lupa jika dia diciptakan Tuhan untuk menjadi kaum malaikat. Bagaimana pun Nabastala adalah asalnya.


Akhirnya Am memutuskan untuk memenuhi panggilan tersebut.


Dengan hati yang tak karuan dan tak dapat menebak apa yang akan terjadi, Am membulatkn tekad untuk kembali. Untuk menghapus rasa penasarannya.


Am berubah menjadi merpati dan terbang ke langit malam itu.


Di tengah perjalanan dia memberikan signal batinnya kepada Rei.


Rei yang sedang bersama Tuannya di ruangan. Dia memberitahukan kepada Tuannya.


"Tuan, Amfitrite akan datang memenuhi panggilan Tuan." kata Rei.


"persilahkan dia masuk Rei." kata Tuan.


"baik Tuan." kata Rei.


Rei membukakan gerbang Nabastala.


Am masuk ke Nabastala bersama kedua sayapnya.


"Tuan telah menunggumu." kata Rei.


"Dimana dia menunggu?" tanya Am.


"mari saya antar." kata Rei mengantar Am menuju ke ruangan Tuan.


Am masuk ke dalam ruangan tersebut.


"saya datang memenuhi panggilan Tuan." kata Am.


"duduklah Am." kata Tuan.


"tidak perlu, saya tidak ingin lebih lama berada di sini." kata Am.


"baiklah. Langsung saja."


"saya ingin menyampaikan pesan Tuhan kepadamu." kata Tuan.


"Dia tahu apa yang ada di hatimu. Kehilangan cinta, merasa marah dan menyalahkan peraturan kaum malaikat yang ada. Tetapi walau kamu merasa demikian kamu tetap melakukan kebaikan di dunia." kata Tuan.


"bisakah langsung ke intinya saja Tuan? saya merasa gerah di sini." kata Am.


"hah, dulu sebelum kamu mencintai manusia itu kamu sangat ingin kembali kesini. Tapi saat kamu telah kehilangannya...." kata pemimpin.


"cukup, jika hanya itu yang Tuan sampaikan. Saya mohon undur diri sekarang." kata Am.


"tunggu, Tuhan telah memberimu anugrah." kata Pemimpin.


"apa maksud Tuan?" tanya Am.


"dia memberimu ini." kata Tuan dengan menunjukkan sebuah kotak kecil. Lalu mengarahkannya kepada Am.


"zzzzrrrrh"


"apa ini?" tanya Am.

__ADS_1


"itu adalah hadiah dari Tuhan untukmu karena kebaikan yang kamu lakukan selama di bumi." kata pemimpin.


Am membuka kotak kecil itu. Saat dia membukanya, isi dari kotak itu bersinar hingga menyilaukan mata yang memandangnya.


Setelah silauan itu selesai, Terlihat sebuah benda yang berbentuk bulan sabit di dalamnya.


Am mengambil benda kecil tersebut. Saat Am mengambilnya, benda kecil itu meledak dan berubahlah Am menjadi seorang dewi yang sangat bersinar saat itu.


"zwwwiwiiiiish cringggg"


"apa maksud dari ini Tuan?" tanya Am.


"Tuhan memberikan anugrah kekuatan sepertiga dari malam. Kamu dapat mengubah rotasi matahari dan bulan bahkan kamu dapat menghentikan waktu dengan kekuatan itu. Hal ini diberikan padamu untuk menolong mereka yang meminta pertolongan. Asalkan itu tak mengubah takdir yang telah ditetapkan-Nya." kata pemimpin.


"lalu jika aku menggunakannya untuk mengubah takdir yang telah ditetapkan bagaimana?" tanya Am.


"kekuatan itu tak akan dapat digunakan. Jadi tak ada alasan kamu akan melanggar peraturan." kata Tuan.


Tuan mengayunkan jarinya.


"ctaaaar"


Berubahlah benda itu menjadi kalung yang melilit leher Am. Dan pemimpin mengajari Am untuk menggunakannya dengan cara menjentikkan jari.


"kenapa?" tanya Am.


"karena kamu adalah makhluk yang terpilih." kata Tuan.


"walau aku masih merasa kecewa, tapi hadiah adalah hadiah. Sebuah kejutan untuk ku tentang ini. Tolong sampaikan terimakasihku pada-Nya." kata Am.


"Tuhan maha pengasih dan penyayang. Gerbang Nabastala telah dibuka oleh Rei. Pergilah dan lanjutkan tugasmu." kata pemimpin.


Am pulang bersama kedua sayapnya.


Tanpa terikat peraturan, dan terpenting adalah sesuai dengan tujuannya.


Am memulai hidupnya seperti biasanya. Menolong dan belajar kehidupan manusia. Hanya satu yang berbeda dari Am sekarang. Kekuatannya semakin besar dengan adanya benda bulan sabit yang berada di atas dadanya tersebut.


Suatu hari, ada seorang anak yang mengalami sakit keras. Dia tak kunjung sembuh dari sakitnya. Sudah berobat kemanapun tapi tak ada kesembuhan padanya. Karena telah berusaha keras dan dana yang menipis. Ibu itu terasa sesak dan berdo'a kepada Tuhan.


"Tuhan, tolong berilah kesembuhan untuk putriku." seorang ibu sedang menangis atas kesembuhan putrinya.


Mendengar rintihan tersebut, Am datang kepadanya. Memang Am bukanlah Tuhan. Tapi Tuhan telah memberikan tugas kepadanya tentang penolongan ini. Jadi Am menolongnya juga karena Tuhan. Hanya saja dia salah satu Tangan Tuhan. Am mengurus semua orang yang sedang meminta pertolongan.


Am menampakkan wujudnya bukan ke sembarang orang. Dia menampakkan wujudnya kepada manusia yang benar-benar dekat dengan Tuhan. Sebagai dewi yang memiliki wewenang untuk mengurus di bumi.


Setelah datang kepada ibu tersebut, kemudian Am menyembuhkan sakit anak tersebut 10% hari itu. Kemudian esoknya 20%. Dan seperti itu seterusnya. Am menyembuhkannya mengikuti tahapan.


Melihat perubahan pada anaknya, ibu itu merasa senang dan merasa ada sebuah harapan di matanya. Yaitu mulainya kesembuhan kepada anaknya.


Melihat ibu yang senang demikian, membuat Am merasa senang dan tersenyum.


Saat siang hari, Am menjalani kehidupannya seperti manusia lainnya.


Hari ini dia akan pergi ke Perpustakaan untuk menanyakan tentang syarat kerja kepada Pheron.


Am berharap dapat bertemu dengan Pheron di sana.


...****************...

__ADS_1


Sudah bertahun-tahun Am telah mempelajari kehidupan manusia. Sekarang, hal yang ingin dia cari sekarang adalah bagaimana caranya membuat ktp dan kk.


Keesokkan harinya. Am pergi ke Perpustakaan. Dia berharap bertemu dengan Pheron teman lamanya itu.


Perpustakaan saat ini masih sepi. Tak seperti waktu itu, kali ini Am dapat didengar oleh pustakawan bahkan dibimbing cara menggunakan sidik jari.


Terlihat Pustakawan disana telah berganti semua.


Setelah itu Am masuk, dan bertanya kepada Pustakawan.


"apakah ada pengunjung yang bernama Pheron?" tanya Am.


"sebentar saya chek dulu, sepertinya dia tidak ada hari ini." kata Pustakawan itu.


"baiklah." kata Am.


Am memang hebat dalam hal kekuatan ghaib. Tapi dia sangat payah dalam hal tentang kehidupan manusia.


"bagaimana ini? kenapa dia tak berkunjung kesini? aku harus mencari dia kemana?" gumam Am.


Dengan terpaksa Am tanya kepada Pustakawan perpustakaan itu.


"kak, maaf boleh tanya?" kata Am.


"iya, ada apa?" kata pustakawan itu.


"bagaimana cara untuk membuat ktp dan kk?" tanya Am.


"apa anda belum punya?" tanya pustakawan balik.


"belum." jawab Am.


"umur berapa anda?" tanya pustakawan itu.


"umurku sekitar 100 tahun kak." jawab Am polos.


"ah, padahal saya serius, jangan bercanda jawabnya kak hahahaa." kata pustakawan itu.


Mendengar jawaban Am tentang umurnya pustakawan itu menganggap hanya candaan.


"aku tidak bercanda kak. Memang umur saya sudah 100 tahun." kata Am.


Dengan postur wajah Am yang masih muda belia. Dan mendengar jawaban Am. Pustakawan itu tetap tidak percaya.


"sepertinya anda sedang sakit kak. Jika memang umur kakak 100 tahun tentu sudah mendapat ktp dari dulu. Dan... pastinya anda sudah tidak memiliki gigi. Kecuali anda bukan manusia. hahahaahah." kata pustakawan itu dengan pergi pelan-pelan karena merasa jika Am orang yang aneh.


"eh, tapi bagaimana cara membuat ktp nya?" tanya Am.


"maaf kak, saya banyak pekerjaan." kata Pustakawan itu.


"hah, kenapa ruwet sekali sih. Peraturan sama manusianya sama saja ternyata. Sama-sama ruwet kayak rotasi bintang yang berhamburan tak jelas." gumam Am.


Terlintas Am memikirkan tentang umur yang dipertanyakan oleh Pustakawan. Tentang tak ada nya sosok Pheron yang tidak pernah ke Perpustakaan lagi.


"tunggu,, mungkin Pheron tak pernah ke perpus lagi. Apakah dia telah meninggal seperti Furqon? batas umur manusia kan pendek sekali. Tapi apakah benar?" pikir Am.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.

__ADS_1


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗


__ADS_2