Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 10: FURQON BERTEMU DIA LAGI


__ADS_3


Paginya Furqon bersiap-siap untuk pergi ke pesta pernikahan sahabatnya yaitu Ando. Melihat hal itu Am ingin ikut dan merasakan pestanya bersama Furqon.


“Furqon, boleh aku ikut?” Tanya Am.


“tidak Am, pesta ini banyak sekali manusia. Dan jika ada merpati bersamaku. Aku akan menjadi sorotan disana. Kali ini kamu di rumah saja ya?. Ingat! Jangan kemana-mana. Aku takut kamu kena tembak seperti halnya bapak pernah menembakmu.” Kata Furqon.


“sebenarnya aku penasaran seperti apa pesta. Tapi yang kamu bicarakan tadi memang benar. Baiklah kalau begitu.” Kata Am.


“aku berangkat dulu.” Kata Furqon.


“iya, hati-hati.” Jawab Am.


Matahari telah berada di timur Bumi. Am, merasa jenuh menunggu Furqon. Karena Furqon tak kunjung pulang hingga sore. Kemudian Am pergi ke pesisir untuk mencari angin segar. Saat Am pergi, ibu Furqon melihatnya terbang keluar dari jendela. Ibu Furqon sangat sayang kepada Am. Karena Am merpati yang berbeda dari merpati lainnya. Hal itu berdampak ibu Furqon sangat takut kehilangan Am. Melihat Am dapat keluar kesana kemari membuat Dorit tidak terima jika Am bisa merasakan kebebasan dalam hukumannya. Karena ibu Furqon telah dikuasai oleh rasa khawatir akan kehilangan Am. Akhirnya Dorit membisikinya. Bahwa akan lebih baik jika Am dikurung saja dalam sangkar. Seperti halnya burung lainnya. Akhirnya ibu terpengaruh dan bersikeras untuk menyuruh Furqon anaknya untuk mengurungnya.


.


.


Furqon pulang dari pesta pernikahan Ando. Sudut matanya mengarah ke berbagai arah. Ya.. tak salah lagi dia mencari Am merpatinya. Namun merpati tidak ada dimanapun. Akhirnya Furqon bertanya kepada ibunya.


“ibu dimana Am, maksud saya dimana merpatiku?” Tanya Furqon.


“tadi ibu melihatnya keluar dari jendela nak. Makanya kalau punya burung itu dikurung saja. Agar tidak pergi kemana-mana. Kalau seandainya seperti ini, apa kamu yakin dia pasti pulang?.” Tanya ibu.


“dia pasti pulang ibu.” Kata Furqon.


“iya kalau dia selamat. Kalau ada apa-apa saat dia terbang bagaimana?. Ibu hanya khawatir Furqon. Ibu rasa… merpatimu itu beda dari merpati biasanya. Dia seperti yang mengerti perkataan kita. Dan dia setia denganmu. Jika seandainya dia hilang, adakah merpati yang seperti dia? Pemburu juga ada dimana-mana. Kamu harus mengurungnya Furqon.” Kata Ibu.


“ibu memang benar, Am memang merpati yang berbeda dari yang lainnya. Tapi Furqon masih tidak bisa mengurungnya ibu.” Kata Furqon.


“Furqon, kita tidak tau apa yang akan terjadi besok. Sebelum apa yang tidak diinginkan terjadi. Seharusnya kamu berjaga-jaga.” Kata ibu.


Mendengar perkataan ibunya yang bersikeras untuk mengurung Am. Furqon menjadi bimbang. Apalagi kondisi sekarang Am yang belum kunjung pulang hingga malam.


Am sedang terbang kesana kemari. Dia sedang menikmati keindahan alam bersama kedua sayapnya. Dia terbang keberbagai arah. Terbang di atas laut, hutan, perumahan, dan pegunungan. Am sangat berbahagia saat itu. Untuk mengisi kejenuhannya yang menunggu Furqon yang tak kunjung datang.


Karena senangnya Am. Tak terasa hari sudah gelap. Akhirnya Am memutuskan untuk pulang.


Am masuk atau keluar dari rumah Furqon biasanya melewati jendela. Namun karena sekarang telah gelap dia tidak mendapatkan pintu untuk masuk. Melihat Am yang tak kunjung pulang. Akhirnya furqon keluar untuk mencarinya. Ternyata Am telah sampai di rumahnya.


“darimana saja kamu?.” Tanya Furqon.


“aku tadi mencari angin segar, wah… rasanya sangat menyenangkan Furqon.” Jawab Am.


“sudah aku bilang jangan kemana-mana kenapa masih tetap saja pergi?” Tanya Furqon.


“aku tadi me…” jawab Am.


“sudah-sudah. Kamu tidak tahu betapa banyaknya pemburu di sekitar sini. Am, ini demi keselamatanmu mulai hari ini aku akan mengurungmu.” Kata Furqon.


“apa? Hei kenapa kamu berfikir seperti itu. Kamu pikir aku merpati sungguhan. Tidak aku tidak mau.”


Dengan mendekap Am Furqon memasukkannya dalam sangkar. Seperti halnya burung lainnya.


“apa kamu sudah lupa aku siapa? Furqon, tidak pantas kamu melakukan hal ini padaku.” Kata Am.


“maaf malaikat Am. Aku tahu kamu siapa. Tapi kamu tidak memiliki kekuatan sekarang. Jika terjadi apa-apa padamu, aku pasti tidak dapat memaafkan diriku sendiri.” Kata Furqon.


"bagaimana jika aku dikurung seperti ini. Nanti jika saat bulan purnama bagaimana aku dapat berubah wujud?" batin Am.


Am sangat khawatir dengan keadaanya saat ini. Dia hanya khawatir jika ada manusia yang melihatnya berubah menjadi perempuan.


Furqon pergi ke pasar untuk menjual ikannya seperti biasanya. Karena waktu bulan purnama hasil tangkapannya banyak. Jadi hingga empat hari dia tidak berlayar. Sedangkan Am tetap didalam sangkarnya.


Hari telah menjelang sore. Furqon pulang dari pasar. Kali ini ikannya telah terjual habis. Setelah Furqon membersihkan dirinya. Dia mengambilkan makanan untuk Am.


“makanlah.” Kata Furqon.


“sampai kapan kamu akan mengurungku seperti ini? Aku benar-benar bosan jika setiap hari disini. Begini, bagaimana jika kita buat kesepakatan?” kata Am.


“apa?.” Kata Furqon.

__ADS_1


“aku akan selalu pamit padamu jika aku akan keluar. Atau aku keluar harus denganmu? Tidak, tidak, oh iya, tapi kecuali waktu bulan purnama. Bagaimana?.” Kata Am.


“baiklah jika kamu keluar syaratnya kamu harus denganku. Dan akan kembali ke sangkar jika sudah pulang.” Jawab Furqon.


“lalu bagaimana jika bulan purnama?.” Tanya Am.


“tetap harus denganku.” Kata Furqon.


“tapi, “ kata Am.


“sudah, sudah makanlah dulu. Aku melakukan ini demi kebaikanmu juga.” Kata Furqon.


Setelah adanya kesepakatan. Am selalu keluar bersama Furqon. Seperti halnya Furqon berlayar, menjual ikan dan berburu, Am selalu ikut dengannya.


Malam ini adalah bulan purnama. Furqon akan berlayar bersama teman-temannya. Sedangkan Am bingung harus tetap di dalam sangkarnya atau ikut dengan Furqon.


"jika tetap di dalam sangkar, bagaimana aku akan berubah? Sepertinya aku harus ikut dengannya tapi menghilang saat ditengah perjalanan nanti. Iya benar, itu adalah rencana yang bagus." batin Am.


Akhirnya Am berangkat bersama Furqon sore hari. Saat langit mulai kemerahan, tiba-tiba Am menghilang. Furqon yang sedang berlayar kali ini tidak dapat mengejarnya.


Waktu menunjukkan pukul 04.00 WIB. Furqon telah selesai menjala ikan. Setelah pembagian hasil seperti biasanya, Furqon langsung mencari Am. Tak disangka yang Furqon temukan adalah nona yang pernah kesasar waktu lalu di tengah hutan.


"kemana saja sih Am, dia benar-benar tidak tahu orang khawatir. Kenapa dia tidak kembali dari tadi? Apa jangan-jangan terjadi sesuatu padanya. Aku harus mencarinya terlebih dulu." Pikir Furqon.


“Furqon, kamu itu kenapa hari ini tidak konsentrasi sama sekali?.” Kata temannya.


“tidak apa-apa. Merpatiku hilang jadi aku khawatir.” Kata Furqon.


“merpatimu kan sangat lengket denganmu. Kalau setahuku merpati itu sangat setia sama pasangannya. Walau dia pergi ke manca negarapun dia akan kembali. Apa dia pacarmu? Haha… “ kata Temannya.


“kamu itu qon, cepet cari istri sana loh!, tapi malah merpati mulu yang kamu cari. Ya sudahlah, aku pulang dulu ya” Kata temannya.


“iya, hati-hati dijalan.” Jawab Furqon.


Setelah semua teman-temannya pergi. Akhirnya Furqon mencari Am di sekitar dia berada.


“Am… Am.. dimana kamu?” panggil Furqon.


“apa dia sudah pulang ya? Atau telah terjadi apa-apa padanya?” gumam Furqon.


“aku coba cari di hutan dulu saja. Lalu pulang ke rumah.” Gumam Furqon.


Furqon mencari Am di hutan. Namun Furqon tak menyangka bertemu nona cantik yang kesasar dulu.


'bukankah dia gadis yang waktu itu? benar-benar gadis yang misterius" batin Furqon.


“nona? Kenapa nona berada ditengah hutan belantara ini sendiri?” Tanya Furqon.


“aku, aku hanya sembunyi dari keramaian.” Jawab Am.


“maksud nona?.” Tanya Furqon.


“maksudnya, aku suka sekali dengan bulan purnama. Jadi aku sering keluar malam saat bulan purnama. Dan aku hanya takut saat aku melihat purnama orang-orang berpikir aku orang yang aneh. Jadi aku lebih suka sembunyi. Tapi memang itulah aku apa adanya. Aku aneh kan?.” jawab Am.


“hahaha.. kamu lucu sekali. Bagiku nona tidak aneh. Tapi hanya sedikit berbeda saja dari yang lainnya.” Kata Furqon.


“apa bedanya hal seperti itu.” Kata Am.


Mereka duduk di tepi hutan bersama. Wajah Am yang bersinar mendapat pantulan cahaya rembulan, membuat jantung Furqon berdegup kencang.


"apa ini? Kenapa jantungku cepat sekali" batin Furqon.


“bagaimana dengan ikanmu? Kamu tidak akan pulang dan beristirahat?.” Tanya Am.


“iya, aku akan pulang setelah mengantar nona.” Jawab Furqon.


"sebentar lagi fajar mulai tampak, sepertinya tidak akan sampai waktunya jika Furqon mengantarku" batin Am.


“tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri. Aku pergi dulu ya?.” Kata Am.


“nona,, tunggu,,,!.” Kata Furqon.


Dengan tergesa-gesa Am lari dan berusaha agar tak tampak lagi dimata Furqon. Sedangkan Furqon mengejar Am yang telah lari jauh. Kali ini Furqon tak sampai menyusul Am.

__ADS_1


Am bersembunyi di balik pohon besar. Dan berubah menjadi merpati lagi. Akhirnya dia keluar sebagai merpati dihadapan Furqon.


“Am, kamu darimana saja? Menghilang dari mana kamu? Kenapa baru muncul?.” Tanya Furqon.


“aku tadi masih ada urusan jadi aku menghilang.” Jawab Am.


“kenapa tidak pamit? kamu tahu aku khawatir, satu malam kamu tak kunjung kembali.” Jawab Furqon.


“maaf, aku tidak sempat pamit padamu. Aku sangat terburu-buru.” Jawab Am.


“baiklah, kali ini aku memaafkanmu. Ayo pulang.” Kata Furqon.


Mereka pulang bersama saat matahari telah mulai tampak. Furqon yang menggayuh sepeda dengan kotak sterofoam di belakang nya. Sedangkan Am terbang di atas nya. Mereka saling berbincang tentang pertemuan Furqon dan Am yang berwujud manusia. Am tidak terkejut, justru Am bingung karena Furqon berencana akan memperkenalkan Fi dengan merpati yang sebenarnya adalah dia.


*****


Satu bulan kemudian….


Terlihat banyak binatang yang terbang keatas langit di mata Furqon. Namun teman lainnya tidak dapat melihatnya.


Bulan Purnama yang berikutnya. Furqon berlayar dengan temannya seperti biasanya. Kali ini Am ikut dengan Furqon lagi. Namun lagi-lagi Am menghilang saat matahari mulai terbenam. Melihat sikap Am yang belum berubah. Membuat Furqon merasa jengkel.


Setelah menjala ikan selesai, Furqon menengok kesana kemari untuk mencari Am. Dan berharap bertemu dengan wanita yang ditemuinya setiap bulan purnama.


Waktu itu Am duduk diantara batu yang berada di pinggir laut. Melihat Furqon sedang bingung dari kejauhan, Am langsung menghampirinya.


“Apa yang kamu cari?.” Tanya Am.


“nona? Aku sedang mencari merpatiku apakah nona melihatnya?.” Tanya Furqon.


“merpati? Tidak, aku tidak melihatnya. Dia hilang lagi?.” Tanya Am.


“dia selalu menghilang tiba-tiba saat malam purnama. Padahal aku sangat khawatir padanya” Jawab Furqon.


“kenapa kamu mengkhawatirkannya?”. Tanya Am.


“karena dia berbeda dari merpati yang lain.” Jawab Furqon.


“mungkin ada sesuatu yang harus dia selesaikan saat dia menghilang. Kamu jangan terlalu khawatir. Kadang hewan itu akan pergi jika pemiliknya terlalu mengekangnya.” Kata Am.


“melihat caramu berbicara sepertinya kamu memahami mereka ya?.” Kata Furqon.


“benarkah?.” Tanya Am.


“iya, tapi… kalau yang merpati ini. Dia benar-benar special. Jadi aku dan ibuku sangat takut kehilangannya.”


“em… kita telah bertemu beberapa kali nona. Kalau boleh tau siapa nama nona?.” Tanya Furqon.


“namaku.. panggil saja Fi. Iya itu namaku.” Jawab Am.


“baiklah nona Fi, kita coba duduk disana saja. Sudah sepanjang jalan kita berjalan.” Kata Furqon.


Karena setiap bulan purnama mereka selalu bertemu. Akhirnya mereka semakin akrab satu sama lain.


*****


Matahari mulai menampakkan diri. Seperti halnya waktu itu. Saat matahari mulai terbit. Am harus pergi untuk berubah jadi merpati. Kali ini Am berpamitan kepada Furqon.


“Furqon, matahari akan terbit. Aku harus segera pergi.” Kata Am.


“kalau begitu… “ kata Furqon,


Belum selesai berbicara. Mulut Furqon ditutupi jari telunjuknya Am.


“ssttttt, tidak perlu kakak antar. Kakak sudah menemaniku itu saja sudah cukup. Terimakasih ya.. ?” Kata Am.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2