Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 32: MENCARI


__ADS_3


Saat itu ayam telah membunyikan suaranya.


"kukuruyuk....."


Menandakan waktu subuh telah tiba.


Furqon terbangun dari tidurnya. Seperti biasa hal pertama yang dia lakukan saat bangun adalah sholat subuh.


Saat Furqon melangkahkan kakinya menuju arah kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Mata jalangnya melihat ke segala arah. Mencari sosok keberadaan Am dimana.


Namun tak terlihat sosok Am dimana pun.


Namun Furqon tetap melanjutkan niatnya untuk sholat subuh.


Setelah selesai sholat, Furqon mencari Am ke semua sudut. Kebetulan ibu Furqon sedang berada di dapur.


"ibu kemana Am?" tanya Furqon.


"Loh, bukankah Am masih di kamar menemanimu Furqon?" tanya ibu.


"saat Furqon bangun dia sudah tidak ada ibu." kata Furqon.


Lalu Furqon kembali ke kamar. Matanya langsung tertuju di sebuah kertas yang tergeletak di meja. Ya... itu adalah surat yang ditulis oleh Am.


Karena penasaran, Furqon membuka kertas itu.


Setelah membaca isinya, Furqon langsung berlari keluar untuk mencari Am.


Melihat Furqon yang sedang berlari ibu Furqon memanggilnya.


"Fur, mau kemana kamu nak?" tanya ibu.


Kaki yang melangkah cepat itu tiba-tiba melambat.


"Furqon harus mencari Amfitrite ibu." jawab Furqon menoleh kesamping. Lalu dia melanjutkan langkahnya.


"tapi Fur... kondisimu nak!" kata ibu.


"sudahlah bu, namanya juga remaja. Biarkan saja. Furqon juga tidak biasanya seperti itu." kata bapak Furqon yang sedang sarapan di meja makan.


"iyya, iyya, tapi ya namanya ibuk, itu khawatir sama anaknya." kata ibu Furqon.


"khawatir boleh. Tapi jika berlebihan ya ndak baik." kata bapak.


...****************...


Furqon berlari ke pesisir. Kemudian dia memanggil-manggil Am. Namun tak kunjung juga ada jawaban.


Furqon bertanya kepada warga sekitar, namun tidak ada yang melihatnya.


"apa dia pergi ke perpustakaan? aku harus kesana." batin Furqon.


Furqon pergi ke rumah Ando untuk meminjam mobilnya. Saat ini kebetulan Ando tidak ada acara bersama keluarganya. Akhirnya Furqon dapat meminjam mobil Ando dengan cepat.


...****************...


Lima belas menit kemudian....


Furqon telah sampai di perpustakaan ibukota.


Furqon bertanya kepada pustakawan.


"apakah ada yang bernama Amfitrite berkunjung disini?" tanya Furqon.


"tidak." jawab Pustakawan itu.

__ADS_1


Namun Furqon tetap ingin memastikan.


"bisa saja dia bersembunyi dengan nama lain." batin Furqon.


Kemudian dia mengisi absen seperti kunjungan biasanya.


Furqon menengok kesana kemari. Tak ada sosok Am disana.


Yang Furqon temukan adalah Pheron.


Tadinya Furqon tidak ingin bertanya kepada Pheron karena jeales. Tapi dipikir-pikir, dia harus bertanya untuk memastikan.


"kamu bertemu dengan Am tidak hari ini?" tanya Furqon.


"kamu bertanya padaku?" tanya Pheron balik.


"siapa lagi? apa ada orang selain dirimu di dekatku?" tanya Furqon.


"baiklah aku akan menjawab. Jawabannya adalah tidak." jawab Pheron.


"baiklah. Terimakasih." kata Furqon.


"hei, apa yang terjadi? kalian bertengkar?" tanya Pheron.


"ini bukan urusanmu lagi." jawab Furqon.


"memang ini bukan urusanku, tapi Am adalah temanku. Jika ada sesuatu yang terjadi padanya. Tentu aku tidak bisa diam." kata Pheron.


"kenapa teman bisa sampai seperti itu?" tanya Furqon.


"dia pergi? apa yang sudah kamu lakukan pada istrimu?" tanya Pheron.


"jika tidak dapat menjaga istrimu dengan baik. Lebih baik jangan mengusik hidupnya." tambah Pheron.


Mendengar perkataan Pheron. Tangan Furqon mengepal, tapi karena Furqon bijaksana. Dia melepaskan kepalan tangannya.


"Am memang pergi, tapi ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Jadi, , tolong lebih menjaga perkataanmu. Karena perkataanmu yang buruk, dapat mengiris hati seseorang." kata Furqon.


"tidak ada yang terjadi. Dia hanya pergi untuk menjauhiku. Sepertinya aku salah tempat untuk bertanya. Permisi!" kata Furqon.


"tunggu, aku akan membantumu mencarinya dengan semua orangku." kata Pheron.


"tidak perlu. Kamu masih belum mengenal siapa Am. Jadi jangan lakukan apapun." kata Furqon.


"benar juga. Kenapa aku terlalu ikut campur? bagaimanapun mereka sudah menikah." batin Pheron.


"baiklah. Aku akan mengantarnya kepadamu jika dia datang kesini." kata Pheron.


"terimakasih atas bantuannya." kata Furqon.


Furqon keluar dari Perpustakaan. Kemudian dia masuk ke dalam mobil.


"dimana kamu Am?" gumam Furqon.


"ah... sial kenapa aku harus tertidur sih tadi malam." gumam Furqon dengan memukul ringan stir mobil. Sebagai pelampiasan penyesalan.


Tiba-tiba Furqon teringat dengan sahabat Am yaitu Amaltheia.


"malaikat."


"ya... aku harus mencari malaikat sahabat Amfitrite." kata Furqon.


"tapi dimana aku harus mencarinya?" gumam Furqon.


Furqon berkeliling mengendarai mobilnya tanpa tahu tujuannya kemana.


Setiap dia melewati jalan pandangannya melihat ke berbagai arah.

__ADS_1


Entah kenapa kemudian hatinya tergerak kesalah satu gedung di pinggir jalan dekat kafe.


Setelah memarkirkan mobilnya, dia berjalan kearah gedung itu.


Dilihatnya ternyata gedung itu adalah sebuah perusahaan industri. Lebih tepatnya adalah sebuah Kantor.


Saat dia berjalan, tiba-tiba ada seorang satpam menghadangnya.


"ada keperluan apa anda kemari?" tanya satpam itu.


"aku... ada urusan dengan orang yang berada di dalamnya saat ini." jawab Furqon.


"siapa?" tanya satpam.


"itu,,, admin chasirnya, siapa itu ya namanya? lupa saya pak." lagak Furqon yang sebenarnya tidak mengenal siapapun di situ.


"mbak Arumi kah?" tanya satpam.


"iya itu." jawab Furqon.


"Baiklah silahkan masuk." kata satpam itu.


Furqon masuk melewati pintu depan.


"kenapa aku bersih keras untuk masuk kesini ya?" batin Furqon.


Furqon juga heran dengan dirinya sendiri. Kenapa hatinya ingin masuk ke perusahaan itu.


Terkadang memang hati yang dapat membantu kita untuk mencari apa yang ingin kita cari.


Furqon memasuki lantai satu persatu menggunakan lift. Awalnya dia hanya mondar mandir tanpa tujuan. Kemudian lewat seorang perempuan yang diikuti oleh salah satu kaum malaikat. Melihat demikian, Furqon mengikutinya.


Perempuan itu menuju lift. Yang berada di dekat perempuan itu adalah malaikat Althaia. Furqon berbisik padanya.


"hei... malaikat. Aku ingin menanyakan sesuatu padamu." bisik Furqon.


Karena di dalam lift itu hanya Furqon dengan perempuan itu. Perempuan itu merasa risih dengan sikap Furqon saat itu. Berbisik dan mendekat seperti sedang menggodanya.


Ya... namanya perempuan itu tidak melihat wujud malaikat.


"dasar mesum!" kata perempuan itu.


Mendengar perkataan perempuan itu, Furqon menyadari bahwa dia salah paham.


Setelah lift terbuka, perempuan itu langsung keluar dengan cepat. Ada seorang temannya yang akan masuk lift, perempuan itu melarangnya.


"hei, jangan masuk. Ada lelaki mesum di dalam. Bahaya!" kata perempuan itu dengan melirik Furqon.


"apa? mesum? astaga...." batin Furqon.


Althaia canggung dengan Furqon karena mereka tidak terlalu akrab.


Sempat Althaia tidak ingin menghiraukan bisikan Furqon. Tapi Furqon bersih keras memanggilnya.


Hingga temannya perempuan itu berpikir bahwa Furqon itu gila.


"sepertinya memang sedang gila. Lihat dia berbicara sendiri." kata teman perempuan itu.


Tapi Furqon tak menghiraukan perkataan mereka.


"ada apa manusia? beraninya kamu telah mengganggu tugasku." tanya Althaia.


"maaf, apakah kamu tahu keberadaan Am dimana?" tanya Furqon.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.

__ADS_1


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗


__ADS_2