
“dia mencari merpatinya. Dan aku akan menjawab hanya saja masih ada kendala.” Kata Dorit.
“jangan kamu katakan apapun malaikat Dorit.” Kata Amal.
“kenapa?” Tanya Dorit.
“karena Am akan berubah menjadi debu dan menghilang selamanya jika identitas dia diketahui manusia. Jadi aku mohon jangan mangatakan apapun pada Furqon. Makanya Am tidak pernah muncul kepada malaikat lain. Untuk menghindari hal ini terjadi. Dia lebih suka dianggap telah tiada.” Jawab Amal.
“oh begitu. Ya sudah aku kembali duluan ya?” kata Dorit.
Mendengar jawaban rasa penasarannyya. Dorit telah merasa puas. Kemudian dia langsung pamit pergi. Tanpa menjawab apa yang dikatakan Amalthaia.
“tunggu malaikat Dorit. Kamu belum berjanji padaku. Malaikat Dorit.” Kata Amal.
Malaikat Dorit segera pergi dari pandangan Amaltheia.
“kenapa dia terlihat terburu-buru?” kata Amal.
🐬🐬🐬🐬🐬
Waktu telah menjelang sore. Terlihat air putih itu menetes dari rambutnya. Mengalir kebagian wajahnya. Furqon telah selesai dengan dagangannya. Kali ini dagangannya sisa sedikit. Dan sisanya cukup untuk lauk makan malam.
Furqon membereskan ikan yang masih tersisa di meja. Dia tersenyum dan mensyukuri pendapatannya hari ini. Setelah itu dia membawa box dibelakang sepedanya, dan mengayuh sepeda menuju rumah. Seperti biasa, semenjak Furqon kehilangan Am. Dia selalu tengok kesana kemari berharap dapat melihat Am merpatinya.
Sampai didepan rumah, Furqon melihat Am yang sedang menyirami tanaman depan rumahnya. Am saat itu terlihat sangat cantik dengan pantulan sinar matahari sore yang menembus kulitnya. Melihat apa yang ada di depan mata. Hati Furqon gemetar, jantungnya mulai berdegup kencang. Namun Furqon tidak ingin memperlihatkan perasaannya kepada Am.
“kakak sudah pulang?” Tanya Am.
“iya” jawab Furqon.
“setelah mandi langsung ke meja makan ya kak, disana sudah saya siapkan hidangan.” Kata Am.
Furqon langsung menuju kamar untuk mengambil bajunya di Almari. Kemudian dia membersihkan badannya. Lalu dia ke meja makan seperti apa yang dikatakan oleh Am.
Kali ini Furqon selalu menundukkan pandangannya. Hal yang dia hindari adalah agar tidak melihat Am yang lama laun mulai mengisi hatinya. Furqon hanya takut akan terhanyut lebih dalam. Maka dari itu dia mulai menghindari Am dan cuek padanya.
Di depan meja makan mereka berempat sedang menyantap hidangannya.
“padahal ikanku masih sisa. Aku kira dipakai lauk sekarang. Tapi ternyata sudah matang.” Kata Furqon.
“iya Fur, tadi Fi yang memasak ini semua. Tadinya ibu juga mau masak menunggumu kembali dulu. Ikannya bisa dipakai lauk besok pagi saja” Jawab ibu.
“nona Fi, kapan nona Fi akan mendapat tempat tinggal?” Tanya Furqon.
“apa? Oh iya itu…” jawab Am.
“Furqon kenapa bertanya seperti itu? Jika dia suka tinggal disini biar saja dia tinggal disini. Ibu tidak keberatan.” Kata ibu.
“ibu, tidak baik juga dia lama-lama tinggal disini serumah denganku yang belum mukhrimnya ditambah lagi.. kita tidak tahu nona Fi ini berasal darimana, dan dari keluarga siapa. Jadi dia harus segera mendapatkan tempat tinggal minggu ini.” Kata Furqon.
(ada apa dengannya? Kenapa dia seperti itu? ) batin Am.
Setelah Am makan. Am kembali masuk ke kamar Furqon. Tiba-tiba salah satu jari tangan kanannya ada cahaya yang muncul sekilas. Seperti cahaya bintang yang mungil berada dikukunya.
Tuan yang berada diatas merasakan apa yang telah terjadi pada diri Am. Ada sebuah perubahan kecil yang telah diperoleh Am.
“cahaya apa tadi?” Tanya Am.
Dengan membolak-balikkan tangan kanannya. Am belum menyadari bahwa percikan kekuatannya telah kembali sedikit padanya.
Hal ini terjadi karena Furqon mulai menyukai Am. Yang selalu berada disekitarnya. Tanpa menyadari cinta itu mulai tumbuh dalam hati Furqon.
“ah.. sepertinya aku sudah salah lihat.” Kata Am.
*****
‘bruk…!’
__ADS_1
Terdengar suara Kasur yang ditindih oleh badan Am. Am menjulurkan badannya lurus. Berteman dengan dua bantal dan satu guling yang dia peluk sekarang. Dengan merebahkan badan dan melihat langit-langit rumah, Am berfikir tentang sikap Furqon akhir-akhir ini padanya. Dia berbicara kepada dirinya sendiri.
“kenapa dia mendadak berubah? Sepertinya semenjak… aku cium waktu itu.” Gumam Am.
“apa aku salah melakukan itu?” gumam Am.
“bukankah manusia jika saling suka melakukannya?” gumam Am.
“tunggu… kenapa dia mengatakan kamu tidak menyesal?” gumam Am.
“aneh… “ gumam Am.
‘tok! Tok! Tok!’
Suara ketukan pintu itu terdengar di pintu kamar. Am segera berdiri dan membuka pintunya.
“kak Furqon” kata Am.
“permisi, aku mau mengambil baju ganti.” Kata Furqon.
Furqon masuk kekamar dan Am menghadangnya. Sehingga posisi mereka berhadapan dekat dan menatap satu sama lain.
“nona Fi, apa yang kamu lakukan?” Tanya Furqon.
“kenapa? Kakak akhir-akhir ini sangat dingin padaku? Bahkan tidak mau menatapku sama sekali.” Tanya Am.
“tidak apa-apa.” Jawab Furqon.
Furqon menghindari tatapan Am dan focus dengan tujuannya. Yaitu mengambil pakaian. Furqon sedang menghadap Almari. Dan Am tepat di belakang punggung Furqon. Am memelukna dari belakang. Hal ini membuat Furqon kaget dan takut. Furqon yang selama ini yang selalu menjaga martabat seorang wanita. Dia hanya takut dia akan berbuat lebih kepada Am. Yang tidak sepatutnya terjadi. Maka dari itu dia langsung memberi ketegasan pada Am.
“apa yang kamu lakukan nona Fi?. Nona, sepertinya nona harus mengetahui bahwa tidak baik jika seorang perempuan melakukan hal seperti ini.” Kata Furqon.
“bukankah hal seperti ini yang dilakukan manusia saat jatuh cinta?” Tanya Am.
Mendengar Am yang menyatakan perasaannya tepat didepan wajahnya dan didalam kamarnya. Membuat hati Furqon meleleh. Jantungnya berdebar sangat kencang. Dan salah tingkah.
Am mendesak Furqon hingga merapat pada Almari yang ada dibelakang Furqon.
“apa kakak tidak menyukaiku?” Tanya Am.
“nona Fi, bukan begitu tapi hanya saja.. kita belum halal satu sama lain jadi. Hal seperti ini jika dilakukan sebelum itu saya kurang setuju. Tentu ini demi kebaikan nona Fi pula. Bagaimana jika aku berubah menjadi harimau yang ganas. Yang akan menerkam mangsanya tanpa berfikir apapun?. Saya hanya tidak ingin menjadi laki-laki yang seperti itu.” Kata Furqon.
Mendengar jawaban Furqon, Am langsung melangkahkan kakinya ke belakang. Dan sadar bahwa dia memang tergesa-gesa.
“maaf kak, aku hanya… tidak suka kakak ingin aku segera pergi dari sini. Apa aku salah jika tinggal disini?” Kata Am.
“tidak nona, nona tidak salah sama sekali. Hanya saja ini pertama bagi saya. Selama ini saya tidak pernah dekat atau bahkan memegang perempuan. Jadi saya hanya kaget saja. Dan untuk tempat tinggal itu, bukannya saya ingin mengusir nona. Hanya saja alangkah lebih baik nona memiliki tempat tinggal sendiri.” Kata Furqon.
Setelah mengatakannya Furqon langsung keluar dari kamar itu. Berharap Am tidak mendengar detak jantungnya yang rasanya hampir mau copot.
Setelah makan dan sholat Furqon berganti pakaian akan tidur. Seperti biasa dia tidur di kursi ruang tamu.
Setelah Furqon keluar dari kamar. Am memikirkan dan mencerna tentang apa yang telah Furqon katakan tadi.
Dengan kembali rebahan di ranjang. Am merasa bingung. Karena kebanyakan laki-laki pasti suka jika melakukannya.tapi tidak dengan Furqon. Dia malah menghindar dan menundukkan pandangannya.
“Benar-benar lelaki yang berbeda. Dia juga berbudi luhur, sopan, rajin pula. Apa ada kekurangan padanya? Kurasa selama ini tidak ada celah aku melihat kekurangannya. Apa ini karena kekuatanku telah menguasai dirinya? Sehingga dia terpancar menjadi seorang malaikat pula.yang tak punya dosa dan hawa nafsu?.” Begitulah pikir Am terhadap Furqon.
Keesokan harinya.. Furqon bangun saat subuh. Seperti biasa Furqon langsung mengganti pakainnya untuk beribadah sholat. Namun untuk hari ini Am kesiangan. Dengan terpaksa Furqon harus mengetuk pintu dan membangunkan Am yang sedang tertidur di dalam kamar.
‘Tok! Tok! Tok!’
Ketukan pintu itu terdengar berasal dari luar. Namun Am tidak kunjung bangun.
‘tok! Tok! Tok!’
Lagi-lagi Furqon mengetuk pintunya.
“permisi nona, aku harus mengambil pakaian didalam.” Kata Furqon.
__ADS_1
Sudah berkali-kali Furqon mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari dalam. Membuat Furqon ragu akan masuk atau tidak. Namun jika tidak, dia tidak memiliki pakaian yang tertutup untuk beribadah.
Jam terus berjalan, waktu subuh mulai menpis. Dengan terpaksa Furqon membuka pintu kamarnya secara paksa. Kebetulan Am juga tidak menguncinya.
‘ceklek!’
Terlihat Am sedang tidur dengan pulas di ranjang. Namun Furqon fokus pada tujuannya. Yaitu mengambil pakaian ibadahnya.
Saat itu tak sengaja pakaian Am terbuka sedikit. Furqon tak sengaja melihatnya. Dia langsung menundukkan pandangan dan menutupinya dengan selimut.
Am tak sadar dengan apa yang dilakukan oleh Furqon.
“dasar… tidurpun dia terlihat sangat cantik. Ah! Sepertinya lama-lama aku bisa gila.” Gumam Furqon.
Kemudian Furqon segera berganti pakaian dan melakukan ibadah.
“astaga.. aku kesiangan.. !!!” teriak Am saat terbangun.
“haduh… bagaimana ini?”
Dengan kebingungan Am segera menuju belakang. Terlihat semua telah siap di meja makan dan tidak ada siapa-siapa dirumah kecuali ibu. Ibu sedang membereskan dapur.
“maaf bu saya kesiangan.” Kata Am.
“tak apa nak!, kamu pasti kecapean. Makanlah selagi hangat.” Kata ibu.
“baik bu terimakasih. Kak Furqon dimana bu?” Kata Am.
“dia sudah berangkat tadi pagi.” Kata ibu.
“bukankah sekarang bukan jadwalnya ke pasar bu?” kata Am.
“kak Furqon memang tidak ke pasar, tadi katanya dia harus mengantar sahabatnya di suatu tempat.” Kata ibu.
“owh iya bu.” Kata Am.
(ke suatu tempat? Kemana? Kenapa pagi sekali) batin Am.
Dengan memakan makanan di meja seperti perintah ibu. Jari Am bergesek dengan piring di meja.
‘cetak’
Tanpa sadar Am melihat keberadaan Furqon dalam fikirannya. Dan Am juga mendengar apa yang dibincangkan Furqon dengan sahabatnya. Furqon dan Ando berbincang mengendarai sebuah mobil.
“Ando bagaimana menurutmu? Cinta itu sebenarnya seperti apa?” Tanya Furqon.
“cinta itu.. indah.” jawab Ando.
“indah seperti apa?” Tanya Furqon.
Tiba-tiba penglihatan Am telah terhenti disitu.
(apa tadi? Kenapa aku bisa melihatnya?) batin Am.
(apa kekuatanku mulai kembali?) batin Am.
Am bingung dengan apa yang telah terjadi pada dirinya tadi.
“indah seperti apa?” Tanya Furqon.
“seperti halnya kamu ingin membahagiakan seseorang tanpa syarat. Disitu kamu akan di ajarkan arti sebuah ketulusan.” Jawab Ando.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih... 🤗🤗🤗
__ADS_1