Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 12: AM INGIN LARI DARI FURQON


__ADS_3


Am, terbang sejauh-jauhnya dari rumah Furqon. Melihat Furqon yang tidak mengerti keadaanya. Sedangkan Am juga tidak dapat membuka rahasianya. Karena jika Am membuka rahasianya. Dia akan berubah menjadi abu. Hal ini membuat Am bingung harus bagaimana dia berbuat. Saat ini, Dia hanya tidak ingin ditemukan oleh Furqon.


Di puncak Gunung Am berada. Dia bertengger disalah satu pohon besar disana. Disana dia menetap hingga bulan purnama berikutnya.


“Tuan? Kenapa hidupku seperti ini? Kapan berakhirnya hukuman ini?. Jauh dari teman-temanku. Dan menanggung semua beban sendirian." gumam Am sedikit lelah.


*****


🌕🌕🌕🌕🌕


Furqon mencari Am di hutan belantara, pesisir bahkan hingga ke kota. Namun Am tidak terlihat sama sekali. Karena telah lelah mencari Am yang tak kunjung temu, Furqon memutuskan untuk pulang. Dengan wajahnya yang lesu Furqon masuk ke kamarnya dan berbaring.


“urusan yang tak diketahui manusia? Ya, sepertinya selama ini aku egois terhadapnya. Bagaimanapun dia yang menyelamatkan nyawaku. Tapi kenapa dia tak terus terang saja selama ini?. Ah… sudahlah, dia pasti kembali. Karena kekuatannya masih ada padaku.” Kata Furqon.


Sudah sejak satu bulan Am belum pernah kembali kerumah Furqon. Melihat keadaan ini Furqon sangat merindukannya. Hari-harinya terasa sepi. Seperti kehilangan seorang teman yang setiap hari selalu dengannya. Furqon telah menyadari kesalahannya. Dan berharap Am kembali kerumahnya.


Malam ini adalah bulan Purnama. Kali ini Furqon tidak berlayar dengan temannya. Namun Furqon pergi kepesisir dan melihat bulan purnama. Lagi-lagi Furqon merlihat banyak sekali yang terbang ke atas langit saat itu. Dia menengok kesana kemari berharap Am kembali. Dan berharap bertemu dengan nona Fi untuk menemaninya. Namun ternyata tak ada yang datang dari keduanya. Furqon merasa sangat bersalah. Dan menyadari betapa pentingnya peran Am pada kehidupannya.


🦅🕊️🦉🐦🌕


Seperti biasa semua malaikat pergi ke Nabastala setiap bulan purnama. Amaltheia menyampaikan pesan tentang sahabatnya kepada Tuan. Dan Tuan menyetujuinya. Bahwa Am akan menjadi manusia selama tiga bulan. Hal ini bertujuan agar Am dapat menyelesaikan misinya. Yaitu mengambil kekuatan yang tidak seharusnya berada dalam tubuh manusia. Mendengar persetujuan dari Tuannya Amal langsung kembali dan tidak sabar ingin segera menyampaikan pesannya.


Amaltheia yang sedang berbentuk kunang-kunang itu mencari Am di hutan, di rumah Furqon. Namun tidak bertemu dengannya. Dengan terpaksa Amal harus menanyakan keberadaan Am kepada Furqon yang sedang ada di pesisir saat itu. Karena ini adalah perckapan pertama Amal dengan manusia, dia sedikit menjaga jarak dengan Furqon.


“permisi, manusia. Dimana teman merpatimu pergi?.” Tanya Amal.


“aku tidak tahu. Dia tidak pulang sudah sejak satu bulan yang lalu. Aku disini juga mencarinya. Kamu pasti kaum malaikat juga ya? Seperti Am” Kata Furqon.


“kalau begitu. Aku permisi.” Kata Amal.


“tunggu… kamu adalah kaumnya, pasti akan lebih mudah bagimu untuk menemukannya. Jika kamu sudah menemukannya, tolong sampaikan maafku padanya dan jika dia berkenan kembalilah Am ke rumah Furqon.” Kata Furqon.


“aku permisi.” Kata Amal.


Karena Am tidak ditemukan dimana-mana. Amal terpaksa menggunakan kekuatan malaikat. Kaum malaikat memang terdidik saat keadaan terdesak saja mereka baru menggunakan kekuatan mereka.


🌕🌕🌕🌕🌕


Terlihatlah Am sedang dipuncak gunung seorang diri. Kemudian Amal langsung menghampiri Am.


“Am kenapa kamu berada disini?. Aku mencarimu ditempat biasa kamu berada tapi aku tidak menemukanmu. Jadi aku.. tadi bertanya kepada Furqon.” Kata Amal.


“aku sudah satu bulan tidak bertemu dengannya. Aku sangat lelah Amal. Kapan semua ini berakhir?.” Kata Am.


“sebentar lagi berakhir Am. Am aku kesini untuk mengabarkan berita yang bagus untukmu.” Kata Amal.


“apa?.” Tanya Am.


“Tuan telah menghendaki Am. Kamu mulai sekarang menjadi manusia. Dan Kamu dapat mengambil kekuatanmu kembali.” Kata Amal.


“benarkah?.” Kata Am.


“iya, tapi,,, Tuan memberimu waktu sampai tiga bulan Am. Dan kamu harus berhasil dalam waktu itu.” Kata Amal.


“apa? Kenapa harus ada batas waktu sih.” Kata Am.


“eh.. tapi Am, waktu aku bertemu dengan Furqon. Dia seperti sangat kehilangan atas keberadaanmu. Tadi dia menitipkan maaf dan kembalilah untuk disampaikan padamu. Aku lihat dia sangat tulus Am.” Kata Amal.


“lalu dia bilang apalagi?.” Tanya Am penasaran.


“dia berkata, jika kamu kembali dia tidak akan menyia-nyiakanmu lagi.” Kata Amal.


“benarkah dia berkata seperti itu?.” Tanya Am.


“iya Am, sepertinya ini adalah gerbang cinta Furqon dimulai Am.” Kata Amal.


“tapi kan yang dia khawatirkan aku saat wujud merpati bukan nona Fi.?” Kata Am.


“yang terpenting aku melihat hatinya sangat lembut kepada semua makhluk. Jadi ini akan sangat mudah kamu melunakkan hatinya Am.” Kata Amal.

__ADS_1


“iya kamu benar Amal. Terimakasih atas suportnya ya Amal. Aku akan kembali. Tapi… jika aku tidak memiliki sayap bagaimana aku dapat turun dari puncak gunung ini?.” Kata Am.


“itu… aku tidak tahu Am.” Kata Amal.


“Amal bukankah kamu sahabatku yang baik?.” Kata Am.


“sudah berkali-kali aku memakai kekuatanku Am, tanpa titah dari Tuan. Sekarang…” kata Amal.


Melihat ekspresi wajah am sahabatnya yang menggoda Amal. Membuat Amal akan membantu Am untuk turun dari puncak gunung.


“oke, oke, aku akan bantu. Tapi kali ini tidak dengan kekuatan.” Kata Amal.


Amal mempunyai ide bagaimana cara Am untuk turun dari gunung. Yaitu Amal berubah menjadi seekor naga dan Am menungganginya.


“wah… idemu benar-benar yang terbaik Amal…” kata Am.


Mereka terbang kebawah bersama menyusuri laut yang luas dengan melewati awan putih dan menerjangnya.


“wah… ini sangat menyenangkan Amal….” Kata Am.


“hei, bukankah kamu selalu terbang Am.” Kata Amal.


“bedalah terbang sendiri dengan menunggang sesuatu. Lebih menyenangkan seperti ini.” Kata Am.


“baiklah… asal kamu senang, aku juga ikut senang Am. Akan aku buat senangmu lebih lama ya Am.” Kata Amal.


Amal yang menjadi naga dan sedang ditunggangi Am itu, terbang mengelilingi dunia. Mereka sangat menikmati perjalanan tersebut.


Furqon telah pulang dari pesisir. Besoknya Dia menjalankan hari-harinya seperti biasanya. Kali ini Furqon pergi berburu dengan bapaknya. Furqon berharap saat dia berburu dapat menemukan Am di hutan.


Menjelang pagi mereka berangkat bersama. Bapak memegang pistol pemburu. Dan Furqon memegang panah. Mereka menyusuri hutan belantara yang dekat dengan rumah.


“Dor… “


Senjata bapak meluncur ke seekor burung yang kebetulan lewat di atas pohon. Saat berburu, bapak tidak melihat apapun yang dia tembak. Asal dia dapat dimakan bapak langsung memburunya. Melihat bapaknya yang saat berburu tidak melihat apapun membuat Furqon merasa takut. Takut jika yang ditembak bapaknya adalah Am.


“bapak, kenapa bapak langsung menembaknya? Bagaimana jika itu adalah merpatiku?.” Kata Furqon.


“tapi merpati itu sangat istimewa pak, jadi aku tidak ingin kehilangannya.” Kata Furqon.


“kamu ini Qon, sepertinya kurang melihat dunia luar. Banyak pilihan merpati lainnya yang lebih bagus diluar sana.” Kata Bapak.


“baiklah pak.” Kata Fuqon.


Furqon saat ini hanya dapat berdo’a agar Am selalu dilindungi.


Hari mulai sore, Bapak telah mendapatkan 6 macam buruan. Karena telah merasa mendapatkan banyak buruan, Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang. Kemudian mereka masak hasil buruannya untuk hidangan makan malam.


Saat Amal dan Am berkeliling dunia. Mereka bertemu Dorit ditengah perjalanan.


“Dorit, kamu bertugas disini?.” Tanya Am.


“ah.. iya Am. Apa yang kalian lakukan?.” Tanya Dorit.


“kami berkeliling untuk melihat dunia Dorit, ini sungguh menyenangkan.” Kata Amal.


“Amal bukankah tugasmu masih belum selesai. Bagaimana mungkin kamu lebih mementingkan hal yang kekanak-kanakan seperti ini?.” Kata Dorit.


“apa? Oh, iya aku pasti menyelesaikan tugasku setelah ini.” Kata Amal.


“kamu jangan ikutan menjadi kekanak-kanakan. Yang sukanya bermain dan bercanda. Sedangkan temannya dihukum akibat ulahnya dia tidak merasa bersalah sama sekali.” Kata Dorit.


“Apa yang kamu bicarakan Dorit?.” Kata Amal.


“iya sudah aku pamit pergi. Banyak urusan yang harus aku kerjakan. Assallamu’alaikum.” Kata Dorit.


“Am, aku harap jangan kamu masukkan dalam hati ya?.” Kata Amal.


“tidak, tidak. Lagian yang dikatakan Dorit itu semua benar kok. Aku hanya perlu menerimanya.” Kata Am.


“kita mau kemana lagi ini?.” Tanya Amal.

__ADS_1


“kita turun saja ya Amal, kamu banyak tugas sedangkan aku tidak memiliki tugas. Bukankah aku egois jika ingin kamu menemaniku setiap saat.” Kata Am.


“tidak, kamu tidak pernah egois Am.” kata Amal.


Am menunjuk ke pesisir dimana tempat Am yang selalu berada.


“mari kita turun kesana!”. kata Am.


“baiklah.” Kata Amal.


Bersama langit yang sedang berwarna biru. Mereka akhirnya turun ditempat Am yang selalu melihat bulan Purnama. Amal langsung berpamitan kepada Am karena ada tugas yang harus Amal lakukan sebagaimana dia adalah malaikat.


“Am, mungkin sampai disini dulu kita bertemu ya Am. Aku pergi dulu.” Kata Amal.


Sedangkan Am bingung apa yang harus dia lakukan. Sedangkan dia sekarang menjadi manusia. Tentang dimana dia harus pulang dan singgah. Am ingin meluapkan keganjalan dipikirannya kepada Amal. Namun melihat temannya yang masih memiliki tugas Am memilih mencari jalan keluar sendiri.


“iya Amal. Hati-hati dijalan ya?. Terimakasih untuk semua Amal.” Kata Am.


“iya sama-sama. Dadah…” kata Amal.


Semuanya sepi. Am hanya ditemani dengan angin sepoi-sepoi.


“hah… dulu aku dapat membentuk seperti mereka. Tapi sekarang, rasanya hidupku terasing. Hanya Amaltheia yang masih peduli padaku.” Gumam Amaltheia.


Hari ini Furqon pergi ke pasar untuk menjual ikan hasil tangkapannya yang kemarin lusa. Tak sadar Furqon telah membawa ikan yang agak basi. Saat dia menata ikan diatas meja dagangnya. Dia baru tersadar jika ikan yang dia bawa telah agak basi.


“Astaga… apa yang aku bawa ini?. Ini sudah tidak layak jual. Lebih baik aku buang saja daripada membuat orang sakit perut.” Kata Furqon.


Biasanya Furqon tidak pernah mengalami hal ini. Furqon membuang ikan basinya ke hutan. Dari kejauhan dia melihat nona Fi dipesisir. Kemudian langsung menghampirinya.


“bukankah itu nona Fi?.” Kata Furqon.


“nona Fi, anda… kesini siang hari?.” Tanya Furqon.


“ah iya, aku penasaran dengan pemandangannya saat siang. Jadi aku ingin melihatnya.” Kata Am.


“bulan purnama kemarin nona Fi tidak datang kemari.” Kata Furqon.


“ah iya, aku kemarin ada masalah kak.” Kata Am.


“aku juga ada masalah nona.” Kata Furqon.


“benarkah? Apa masalahnya?.” Tanya Am.


“merpatiku hilang, aku telah mencarinya dimana-mana namun belum aku temukan hingga sekarang.” Kata Furqon.


“merpati, mungkin dia pergi karena ingin kebebasan.” Kata Am.


“tidak mungkin, dia, dia, berbeda dengan merpati lain. Dan kami saling berhubungan.” Kata Furqon.


“sudah lupakan saja merpatimu. Cari merpati yang lain saja.” Kata Am.


“semua orang berkata seperti itu, tapi bagiku dia sangat istimewa. Yang aku sadari saat ini, saat dia ada, terkadang aku tidak mengetahui betapa berharganya dia. Namun saat dia tidak ada, baru aku akan mengetahui betapa pentingnya dia untukku. Jadi bagiku Am sangat berarti, untuk itu aku tidak akan menyia-nyiakannya saat dia kembali agar aku tidak menyesal dibelakangnya.” Kata Furqon.


“sepertinya kamu sayang sekali dengan merpatimu ya?.” Kata Am.


“sangat. Dia juga telah sangat berjasa atas hidupku.” Jawab Furqon.


“dia pasti kembali suatu saat. Untuk itu, kamu jangan khawatir padanya.” Kata Am.


“kenapa aku merasa kamu telah mengenalnya nona Fi?.” Kata Furqon.


“apa maksud kakak?.” Tanya Am.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2