
"kring... kring..."
bunyi bel sepeda itu berbunyi. Menandakan Am telah sampai di rumah Furqon.
"Am." panggil Furqon.
Cepat-cepat Furqon menghampiri Am yang baru datang itu.
Melihat banyak sekali barang yang Am bawa. Furqon menjadi penasaran. Karena baru kali ini Am melakukan hal demikian.
"Am, apa semua ini? Kenapa kamu membawa barang banyak sekali?" tanya Furqon.
"oh.. ini hanya sedikit hadiah untukmu agar kamu cepat membaik." kata Am.
"astaga... tidak perlu sampai seperti ini." gumam Furqon.
"kamu uang darimana Am?" tanya Furqon dengan membantu membawakan belanjaan Am.
"dari pemberianmu yang pernah kamu berikan saat kita ke pasar. Itu aku kumpulkan dan jadi semua ini." jawab Am dengan sumringah.
"wah... jadi selama ini kamu menabung? aku tidak habis pikir malaikat juga dapat seperti itu." kata Furqon.
"eh syuuuuuut!!!"
Tiba-tiba Am menutup mulut Furqon dengan jari telunjuknya.
"jangan kencang-kencang nanti ibu dengar tau!" kata Am.
"ah iya, maafkan." kata Furqon.
...****************...
Furqon meletakkan belanjanya Am ke dalam kamar. Kemudian Am memilah belanjanya antara makanan dan baju.
Melihat tindakan Am yang demikian, Furqon memikirkan sesuatu tentang Am.
"Semakin lama... dia terlihat seperti manusia sungguhan" batin Furqon.
"Am, bolehkah aku bertanya?" kata Furqon.
"apa?" tanya Am.
"apakah ada cara untuk malaikat berubah menjadi manusia?" tanya Furqon.
"jika itu... aku tidak tahu Furqon. Hanya Tuankulah yang mengetahuinya." jawab Am.
"jika memang Tuanmu yang mengetahuinya. Coba tanyakanlah Am. Mungkin saja.... Kita tidak tahu juga kan?" kata Furqon.
Mendengar ucapan Furqon, Am hanya melirik Furqon dengan mata dan terdiam.
Kemudian Am membawa makanan hasil dari belanjanya tadi ke meja makan.
__ADS_1
"Am, kenapa banyak sekali?" tanya Furqon lagi karena tak yakin dengan jawaban Am yang tadi.
"sudah ku bilangkan agar kamu cepat membaik." kata Am dengan menunduk.
Mendengar jawaban Am yang demikian, lagi-lagi Furqon tidak percaya.
Karena Furqon tahu bahwa Am tahu yang dialami Furqon sekarang tidak ada sangkut pautnya dengan kesehatan.
"Makanan telah tertata. Sekarang... " batin Am.
Kemudian Am melihat wajah Furqon sepuas mungkin.
"kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Furqon.
Am memegang tangan Furqon. Lalu dia menyeret Furqon dan menyuruhnya untuk beristirahat.
" kamu itu masih belum membaik. Jadi istirahatlah. Aku akan mengambilkan makanan untukmu. Setelah itu minum obat." kata Am.
"Sebenarnya ada apa dengannya? kenapa sikapnya tidak seperti biasanya?" batin Furqon.
Setelah Am membawa beberapa makanan, dia menyuapkan makanan itu ke Furqon. Seperti halnya seorang istri yang merawat suaminya.
"Am, berjanjilah kamu tinggal disini selamanya." kata Furqon dengan menggenggam tangan Am yang sedang duduk di sampingnya.
Am hanya membalas senyuman kepada Furqon. Lalu dia juga menggenggam tangan Furqon.
"kenapa tidak dijawab?" tanya Furqon.
"bagaimana aku harus menjawab. Jika tengah malam nanti aku harus pergi..." batin Am.
"tapi.... " kata Furqon terhenti tertutup dengan satu jari telunjuknya Am.
"istirahatlah." perintah Am.
"aku tidak dapat tidur." jawab Furqon.
"kalau begitu bagaimana jika aku ceritakan salah satu Novel yang pernah aku baca dari Perpustakaan?" kata Am.
"kamu bisa?" tanya Furqon.
"wah, kamu meremehkanku? tentu saja bisa." kata Am.
"seperti ini, ada seorang manusia. Dia memasuki gedung yang angker. Lalu tak sengaja dia melihat hantu yang cantik sedang duduk dan memainkan piano di gedung tersebut. Hantu yang cantik itu bernama Bella. Terlihat dari musiknya dia memainkan lagu kesedihan. Yang sangat menyentuh jiwa. Manusia yang melihatnya merasakan betapa kelamnya hidup yang dia alami. Entah kenapa hati manusia itu tergerak untuk mendekatinya. Lalu mereka sering bergurau dan bertemu. Lama-kelamaan mereka jatuh cinta. Karena..." cerita Am.
Mendengar cerita dari Am. Furqon telah tertidur saat itu. Lalu Am, meneruskan ceritanya dengan lirih.
"karena mereka dari alam yang berbeda. Akhirnya mereka tidak dapat bersatu. Kemudian Manusia itu berakhir mati dengan rasa yang sunyi." cerita Am lirih.
Tiba-tiba Am menangis setelahnya. Karena cerita itu mirip sekali dengan apa yang Am rasakan saat itu.
...****************...
Jam terus berputar. Melihat Furqon telah tidur nyenyak, Am mencari selembar kertas dan satu bolpoin. Am mulai menulis di kertas itu.
__ADS_1
"Furqon, terimakasih untuk semuanya. Hari-hariku sangat berwarna saat berada di sini. Ternyata menjadi manusia itu.... anugrah. Kamu harus bersyukur atas hidupmu. Karena hidupmu adalah tanggung jawabmu. Dan bahagialah!. Karena bahagia adalah tugasmu. Bukalah Almarimu paling atas. Disana akan ada baju untukmu, ibu dan bapak. Aku harus pergi Furqon...
Jangan mencintaiku lagi."
Itulah yang ditulis Am kepada Furqon. Lalu Am meletakkan surat itu di meja sebelah Furqon tertidur.
Dengan mengendap-endap Am pergi diam-diam waktu menjelang dini hari. Am pergi ke pesisir mencari tempat yang sepi.
Tepat jam 12 malam,
Partikel-partikel senyawa angin itu berkumpul dari arah barat. Kemudian mereka menghampiri Am bagaikan angin topan. Beberapa puluh detik, Am berubah menjadi merpati saat itu.
"wuuuuuuush"
Berubahlah Am menjadi merpati. Kemudian hal yang akan dia lakukan sekarang adalah menemui Amaltheia.
...****************...
Am terbang kearah ibukota. Seperti biasa, dia menunggu kedatangan Amal di bawah pohon besar di pinggir kota.
Am memberi signal kebatinan kepada Amal. Karena kali ini Amal telah menyelesaikan tugasnya, Amal yang sedang berwujud kupu-kupu itu langsung menuju tempat dimana Am berada.
"Am, kamu telah berubah?"
Amal menanyakan tentang apa yang dilihatnya saat itu.
"iya Amal. Aku kesini ingin memberikan pesan padamu. Jika Furqon mencariku tolong jangan katakan tentang keberadaanku." kata Am.
"Am, kamu yakin dengan tindakanmu ini? " Tanya Amal memastikan.
"tentu. Aku yakin. Aku tidak akan menjadi orang yang arogan. Mengambil nyawa seorang anak yang sangat disayangi oleh ibunya." jawab Am.
"tapi Am,,,, " kata Amal terhenti. Karena dia tahu posisi Am seperti apa. Tetapi itu semua tidak sesuai dengan UU Nabastala.
"Amal, kamu tenang saja. Walau aku tidak patuh. Tapi ini yang terbaik untuk semuanya. Kadang ada waktunya kita melanggar aturan demi kebaikan yang lebih banyak." kata Am dengan tersenyum.
Amal hanya dapat terdiam mendengar keputusan sahabatnya. Antara setuju dan tidak setuju.
"setelah ini, aku berencana akan pergi ke...." kata Am terpotong oleh Amal.
"cukup Am, jangan kamu lanjutkan. Jangan membuatku untuk berbohong. Lebih baik aku benar-benar tidak tahu atas keberadaanmu. Apapun keputusanmu. Aku akan mendukungmu. Jika suatu saat kamu membutuhkan bantuanku. Datanglah kemari. Insya Allah aku dapat membantumu." kata Amal.
"baiklah. Amal terimakasih banyak atas bantuanmu selama ini. Kalau begitu... aku pamit dulu ya? Assallamu'alaikum." kata Am.
"wa'alaikumussalam." jawab Amal.
"jaga dirimu baik-baik Am." kata Amal.
"iya... tentu." jawab Am dengan tersenyum dengan mengkibaskan sayapnya.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
__ADS_1
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih...