
"Zrrrrrraaaaakkkkk"
"Duar, blazzzzz"
Kemarahan raja setan semakin menjadi-jadi setelah mendengar jin Ifrit telah lenyap.
Karena selama ini memang setan sengaja menjadikannya alat sebagai perusak sistem manusia. Tapi tak lama kabar itu menyebar ke semua setan dan jin.
"Kurang ajar! Aku telah susah-susah memberdayanya agar dia menjadi pengikutku. Tapi hanya karena makhluk bodoh itu dia dengan gampangnya membunuhnya" kata raja setan.
Di perkumpulan tersebut semua para setan menunduk dan terdiam. Melihat raja mereka sangat marah.
"Hei kau! Bagaimana tugasmu untuk mengelabui para koruptor?" tanya raja setan menunjuk setan zalanbur.
"Saya telah menggoda mereka agar boros berbelanja dan membuat mereka mengambil yang bukan haknya Tuan" jawab setan Zalanbur.
"Kau!" raja setan itu menunjuk setan A'war.
"Saya telah menggoda manusia agar manusia berbuat zina Tuan" jawab A'war.
"Siapa saja yang kau goda?" tanya raja setan.
"Manusia yang berada di umur remaja dan juga yang memiliki suami dan istri" jawab setan A'war.
"Kau!" raja setan menunjuk setan masuth mathun.
"Saya telah menggoda manusia agar saling mencaci, menggibah, mengadu domba mereka" jawab setan Masuth.
"Bagus, kerjakan tugas kalian dan jangan sampai lengah. Kita buktikan siapa yang lebih pantas untuk bersujud kepada siapa. Manusia itu hanya makhluk yang kotor. Tak akan kubiarkan mereka menikmati surga Tuhan. Ha, ha, ha, ha," kata raja setan.
Semenjak itu setan semakin menjadi-jadi. Mereka semakin brutal, mereka tak lengah untuk mencari celah menggoda manusia, karena kesombongan mereka, mereka berambisi menyeret manusia ke neraka bersama mereka.
...****************...
Di pinggir teras rumahnya, Am duduk dengan santai menghadap laut yang berada di depan rumahnya.
" Hmmmm, semenjak aku memiliki kekuatan ini, aku jadi tak memiliki rasa lelah seperti dulu. Kenapa aku jadi merindukan istirahat ya?" gumam Am.
Akhirnya Am melepaskan kalung bulan sabit itu. Karena dia merindukan rasanya tidur sejenak.
"Ctaakkk"
Kalung itu menghilang berada di penyimpanan yang aman.
Am membaringkan tubuhnya ke ranjang lalu dia memejamkan matanya.
Beberapa menit kemudian, ada sebuah signal panggilan dari sahabatnya yaitu Amaltheia.
__ADS_1
Am yang telah memejamkan mata namun belum tertidur itu merasakan signal dari sahabatnya.
"Ting!"
Mata yang tadinya tertutup itu langsung terbuka merasakan panggilan dari sahabatnya.
Am langsung terbangun memenuhi panggilan tersebut tanpa kekuatan bulan sabitnya.
Amaltheia yang sedang berbentuk angin itu sedang menunggu kedatangan Am di pinggir pesisir.
"Amaltheia kamu datang?" kata Am.
"Iya Am, aku kemari ingin menyampaikan kabar sesuatu kepadamu" kata Amaltheia.
"Iya Amal, silahkan sampaikan apa yang ingin engkau sampaikan" kata Am.
Melihat sahabatnya sekarang berbicara secara formal, membuat Am mengerti bahwa sesuatu yang disampaikannya pasti kabar yang penting.
"Am, aku ingin memberitahumu tentang jawaban" kata Amaltheia.
"Jawaban tentang Lais?" tanya Am.
"Iya" kata Amaltheia.
"Katakan Amaltheia,,, aku tak sabar ingin mendengarnya" kata Am.
"Sebenarnya alasan kenapa aura Lais sama dengan Furqon adalah,,," kata Amaltheia.
"Karena Lais adalah Re-inkernasi dari Furqon. Itulah alasan mengapa mereka memiliki aura yang sama" kata Amal.
"Apa? Apa ini artinya... " tanya Am.
"Iya Am, Lais adalah Furqon. Namun dia dilahirkan di masa yang berbeda" kata Amal.
"Tapi Amal, bukankah setiap yang mati dia akan dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya? Lalu apa maksud dengan re-inkernasi ini?" kata Am.
"Am, kau benar,,,, yang bernyawa pasti dimintai pertanggung jawaban atas perbuatannya. Tapi memang ada beberapa makhluk yang memang dihidupkan kembali. Dan alasan mengapa demikian, hanya Tuhan yang tahu alasannya. Seperti halnya ada mati suri, hal seperti re-inkernasi pun pasti Tuhan juga bisa melakukannya" kata Amal.
"Bagaimana dengan indra keenamnya?" tanya Am.
"Itu adalah anugrah yang diberikan padanya sehingga dia dapat melihat dunia jin" kata Amal.
"Anugrah? Apa maksud dari anugrah ini" kata Am.
"Entah Am, kita tidak tahu sebenarnya apa yang akan terjadi" kata Amal.
"Aku ingin menemui Tuan Amal, dan menjelaskan ini semua" kata Am.
"Jika itu keinginanmu silahkan Am, 24 hari lagi bulan purnama akan datang" kata Amaltheia.
__ADS_1
"Aku tidak bisa menunggu selama itu Amal" kata Am.
"Tunggu,,, jangan-jangan kamu akan mengetuk gerbang Nabastala?" kata Amal.
"Iya" jawab Am.
"Am, bagaimana jika Tuan marah?" kata Amal.
"Aku tak peduli" kata Am.
"Am, jangan melampaui batas" kata Amal memperingatkan sahabatnya.
Karena saat ini, saat gerbang Nabastala ditutup, Tuan para malaikat melakukan pertapaan yang tidak boleh diganggu oleh siapapun. Dia bersiap-siap untuk melahirkan malaikat yang berikutnya.
"Apa maksud ucapanmu Amal? Kenapa kamu membantahku?" kata Am.
"Bu, bukan membantah Am, tapi... Sebenarnya Tuan sekarang sedang bertapa. Dia harus melahirkan malaikat generasi baru. Dan Tuan tak ingin siapapun mengganggunya saat gerbang ditutup. Dia juga bilang padaku... Termasuk kamu. Dia hanya tidak ingin melakukan kesalahan lagi seperti generasi kita" kata Amal.
"Begitu rupanya... Baiklah, aku akan menunggu" kata Am.
"Dia mendengar pertarunganmu Am" kata Amal.
"Lalu? Apakah Dia marah?" tanya Am.
"Tidak, hanya saja.. Dia berpesan padaku untuk menyampaikan surat ini padamu" kata Amal.
Amal menyerahkan kotak kecil yang berisi surat dari Tuan kepada Am.
Surat itu berisi tentang bagaimana Tuan meminta agar Am berhenti dulu untuk bertarung. Karena Tuan membutuhkan konsentrasi penuh dalam bulan ini. Dia berharap tak ada hujan, petir, angin ****** beliung dan semacamnya yang dapat mengganggu konsentrasi pertapaannya.
"Baiklah, kali ini aku akan mendengarkannya" kata Am.
"Bagus Am" kata Amal dengan tersenyum.
"Bagaimana dengan raja setan?" tanya Am.
"Beberapa malaikat telah ditugaskan untuk menjaga Tuan saat bertapa, jadi kamu jangan khawatir" kata Amal.
"Baiklah, terimakasih Amal atas semua pertolonganmu" kata Am.
"Aku juga berterimakasih Am kamu masih mendengarkan Tuan, meski kamu sudah pernah kecewa padanya karena ketidak adilan atas takdir Furqon" kata Amal.
"Ya, tapi dia ada di sini sekarang. Itu sudah membuatku senang Amal" kata Am.
"Jika kamu senang, aku juga ikut senang" kata Amal.
Dulu saat Am masih dalam hukuman dan berubah menjadi wanita saat bulan purnama, Am pernah berada di pucuk gunung dan bingung bagaimana caranya untuk turun. Amal lah yang menolongnya dengan berubah menjadi seekor Naga. Mengingat hal itu, membuat Am ingin kembali terbang bersama sahabatnya untuk mengenangnya.
"Apakah kamu mau terbang bersamaku Amal?" tanya Am.
__ADS_1
"Apa? Azzzhhh,,, Sebenarnya tugasku masih banyak, tapi tidak apa sebentar saja kita terbang" jawab Amal.
Akhirnya mereka terbang bersama, Am berubah menjadi seekor merpati, dan Amal menjadi seekor elang. Mereka berkeliling kota dengan sangat senang.