
Tiba-tiba Pheron membanting setir ke kiri jalan. Mobil Pheron berparkir tepat di depan tempat makan yang ada di pinggir jalan itu. Pheron menyadari jika Am kesana berjalan kaki. Lalu dia langsung ke perpustakaan, pasti Am belum makan.
“ayo turun terlebih dahulu!” perintah Pheron.
“kenapa turun disini?” Tanya Am.
“sudah, nanti kamu akan tahu setelah ini. Masuklah!” Kata Pheron.
Am melakukan semua yang diperintahkan oleh Pheron. Pheron menyuruhnya untuk duduk disalah satu tempat duduk disana. Tepat di sebelah jendela rumah makan.
Setelah mereka duduk, ada seorang pelayan yang menghampiri mereka dengan membawa buku menu makanan.
“silahkan tulis pesanannya disini!” dengan menunjukkan sepucuk kertas putih dan satu bolpoin kepada Pheron.
“iya.” Ucap Pheron.
Dengan membolak-balik buku menu itu, Pheron bertanya kepada Am.
“makanan apa yang kamu sukai Am?” Tanya Pheron.
Am mengingat makanan yang pernah dimasak oleh ibu Furqon di rumah.
“aku suka oseng-oseng tempe, atau lauk ikan dan sambal.” Kata Am.
“hahaha kamu suka makanan rumahan ya..? aku kira kamu tipe cewek yang suka spagethi, pizza atau hamburger.” Kata Pheron.
“ha? Makanan apa itu?” Tanya Am penasaran.
“itu makanan orang barat. Baiklah kita pesan lalapan ayam saja. Minumannya kamu apa?” Tanya Pheron.
“minuman,,, Teh menurutku enak.” Kata Am.
“baiklah. Kalau begitu aku juga akan pesan minuman teh.” Kata Pheron dengan tersenyum.
Pheron memberikan request menu ke pelayan.
Setelah beberapa menit, makanan yang mereka pesan itu telah datang.
“wah.. sepertinya enak sekali.” Kata Am.
Melihat Am yang sangat bahagia melihat makanannya datang, membuat Pheron juga ikut senang. Selama ini Am selalu bahagia walau itu adalah hal sekecil apapun.
(semakin aku mengenalnya, sepertinya aku semakin menyukainya) batin Pheron.
Setelah selesai makan. Hari semakin larut. Jam telah menunjukkan jam 09.00 WIB. Am khawatir jika Furqon nanti mencarinya kemana-mana.
“terimakasih untuk makanannya Pheron. Tapi sepertinya aku harus segera pulang.” Kata Am.
“ah, maaf! aku tidak terasa ternyata hari sudah larut ya. Yah,, maklum rasanya aku ingin lebih lama denganmu. Ayo mari kita lanjutkan perjalanan.” Kata Pheron.
“apa?” Tanya Am.
Setelah Pheron mengatakan tentang perasaannya. Pheron langsung memalingkan wajah dan segera menuju ke tempat parkir mobil.
Lalu Am mengikuti langkah Pheron dibelakangnya.
Dengan sedikit gerogi dan diam. Pheron menjalankan mobilnya mendekat ke Am. Lalu membukakan pintu mobil untuknya.
__ADS_1
(baik sekali dia) pikir Am yang polos saat itu.
🚗🚗🚗🚗🚗
Am menunjukkan jalannya ke Pheron. Namun, ada sebuah jalan masuk yang tidak dapat dijangkau oleh mobil Pheron. Dengan terpaksa mereka harus berjalan kaki.
Saat berjalan kaki Pheron menceritakan sedikit tentang cerita cinta dari dunia berbeda. Seperti cinta manusia dari kayangan dan seorang manusia biasa yang memiliki sifat adil dan bijaksana. Am mendengarkan segala ceritanya. Dan mereka terlihat semakin akrab.
Setelah beberapa menit Am dan Pheron berjalan. Nampak sebuah rumah yang sederhana dengan cahaya lampu di depan teras.
“kamu tinggal disini?” Tanya Pheron.
“iya, aku bernaung disini.” Jawab Am.
Pheron yang merupakan anak yang terlahir kaya. Melihat keadaan rumah Am. Merasa jika selama ini ternyata hidupnya adalah hidup yang patut disyukuri. Dengan segala kemewahannya.
*****
Am mengetuk pintu rumah Furqon. Mendengar ada yang mengetuk pintu, Furqon langsung membuka pintu rumahnya.
“Am darimana saja kamu hingga malam seperti in…ni” celoteh Furqon terhenti saat melihat Pheron berdiri disamping Am.
“ah maaf Fur, ada sesuatu hal yang harus aku selesaikan hari ini. Sehingga… aku sampai larut.” Kata Am.
“oh ya, perkenalkan dia namanya Pheron. Dia sudah banyak membantuku hari ini. Dia juga mengantarku hingga sampai sini.” Kata Am.
Melihat Am dekat dengan seorang pemuda membuat Furqon naik darah. Terlihat jika Furqon tak menyukai Pheron dan juga sebaliknya. Sedangkan Pheron hanya membeku melihat apa yang dilihatnya saat itu.
“ah baiklah terimakasih sudah mengantarnya. Sekarang sudah malam jadi kamu bisa langsung pergi!.” Kata Furqon cetus.
“Am, lain kali aku saja yang mengantarmu. Ayo cepat masuk udara malam rasanya dingin” Kata Furqon.
Am masuk sesuai dengan perintah Furqon.
Setelah Am menerimanya. Furqon langsung menutup pintu rumahnya dengan sedikit marah. Melihat Am dan Furqon tinggal serumah, Pheron menyadari jika ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. Namun Pheron tidak dapat membohongi perasaannya bahwa dia telah jatuh cinta kepada Am sejak pandangan pertama. Dengan rasa kecewa Pheron pulang.
Furqon yang telah menunggu lama kepulangan Am. Sekarang terlihat cemburu kepada Am.
“kenapa? Saat kamu berangkat aku ingin mengantarmu kamu menolak. Tapi kamu tiba-tiba datang dengan seorang pria yang baru saja kamu kenal. Dan mengantarmu Kamu tidak menolaknya.” Kata Furqon.
“kenapa? Apa aku harus selalu bersamamu? Sudah kubilangkan aku memiliki teman. Jika temanku itu Pheron, lalu kenapa?” kata Am.
“aku cemburu.” Kata Furqon.
“apa?” Tanya Am.
Furqon langsung merebahkan badannya ke kursi dan menutup wajahnya. Untuk tidur. Sedangkan Am masih berdiri dan menatap Furqon yang sudah terbaring itu.
“cepat tidur. Sudah malam.” Kata Furqon.
Am masuk ke kamar. Setelah meletakkan buku dia merebahkan badannya ke ranjang.
“cemburu? Apa itu cemburu? Besok aku tanyakn ke Amal saja.” gumam Am.
“yang terpenting aku harus menyelesaikan buku ini dalam satu malam ini.” Gumam Am.
Am membaca buku yang telah dipinjamnya. Dia telah bertekad untuk tidur setelah selesai membacanya.
Waktu telah menunjukkan pukul 02.15 WIB. Am berhasil menyelesaikan tugasnya. Namun, Am belum menemukan jawaban atas permasalahannya.
__ADS_1
Namun Am memikirkan tentang cerita yang ada di buku You’re My Angel.
‘Manusia yang tak punya dosa saat dia meninggal akan menjadi malaikat. Dia diturunkan kebumi untuk menyelesaikan tugasnya sebagai manusia dahulu. Namun saat dia bertugas, dia mulai jatuh cinta kepada manusia biasa. Namun karena dia malaikat tetap, dia harus kembali saat tugasnya telah selesai. Namun karena tuhan tahu betapa besar cinta mereka berdua. Akhirnya malaikat itu dikembalikan ke dunia sebagai manusia biasa.’
“jika melihat cerita ini. Malaikat itu dapat kembali karena cinta mereka yang besar dan karena kasih sayang tuhan.” Gumam Am.
“apa aku harus meminta ampunan kepada Tuan?” gumam Am.
Pukul 03.00 WIB Am merebahkan badannya.
“astaga ini sungguh pilihan yang sulit.” Gumamnya.
Beberapa menit Am akhirnya tertidur.
Dalam tidurnya dia bermimpi. Furqon memakai surban putih. Disana adalah tempat yang penuh cahaya. Lalu Am kembali kerumah dan menanyakan kepada ibunya.
“dimana Furqon?” Tanya Am.
Dengan menangis ibunya merangkul Am. Kemudian berkata bahwa Furqon telah meninggal. Mendengar hal itu Am berkata “tidak.. tidak mungkin.”
“tidak……!!” Am terbangun dengan berteriak.
Saat membuka matanya, terlihat Furqon sedang mengamatinya.
“ada apa?” Tanya Furqon.
“ah Furqon, mulai sejak kapan kamu disini?” Tanya Am.
“sejak kamu mengigau tadi. Kenapa kamu bilang tidak?” kata Furqon.
“aku… lalu kenapa kamu tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu?.” Tanya Am.
“hey tadi aku sudah mengetuk pintu tapi kamu tidak ada jawaban. Malah jawaban teriakan itu yang aku dengar. Jadi aku langsung masuk. Aku kira kamu sedang sekarat tahu.” Kata Furqon.
Mendengar Furqon bilang sekarat. Am langsung menjauhi Furqon lagi. Karena Am takut apa yang dia mimpikan akan menjadi kenyataan nantinya.
“cepat pergi dan jangan masuk jika tidak aku bukakan pintu.” Cetus Am.
“kamu ini kenapa sih? Ini kan kamarku.”
“Aku mau mengambil bajuku di Almari.” Kata Furqon.
“iya ini memang kamarmu, sebentar lagi ini akan kembali padamu kok.” Kata Am.
“apa maksudmu?” Tanya Furqon.
“bukan apa-apa. Aku harus pergi ke kota sekarang.” Kata Am.
“jangan-jangan kamu telah mencintai pria itu.” Kata Furqon.
“cepat ambil bajumu dan segera pergi.” Tegas Am.
"maaf, ini demi kebaikanmu Furqon" batin Am.
Am melakukan hal ini karena dia sangat peduli pada Furqon. Dan diam-diam mencari cara jalan keluar untuk menyelesaikan masalahnya.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
__ADS_1
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih... 🤗🤗🤗