Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 5: TERTEMBAK


__ADS_3


Setelah Amaltheia bertemu Amfitrite dan kembali ke Nabastala. Amaltheia langsung menemui pemimpin di ruangannya bersama dengan Ajudan. Dan menyampaikan apa yang telah dikatakan oleh Am, sahabatnya.


“Permisi Tuan, saya kembali ingin menanyakan sesuatu kepada Tuan.” Kata Amaltheia.


“Katakan malaikat Amaltheia.” Jawab pemimpin.


“Saya telah bertemu dengan sahabat saya, Amfitrite. Dia ingin menanyakan beberapa hal tentang hukumannya. Berhubung dia tidak mempunyai sayap saat bulan purnama, saya menunjuk diri sebagai perwakilan dari sahabat saya. Untuk menyampaikan pertanyaannya.” Kata Amaltheia.


Amaltheia terlihat gugup karena ini hal pertama kali. Dia menghadap langsung dengan pemimpin. Meski gugup, dia melakukannya demi sahabatnya. Agar secepat mungkin sahabatnya, terlepas dari hukumannya.


“Iya silahkan Malaikat Amaltheia.” Kata pemimpin.


“Amfitrite telah melakukan ketulusan Tuan. Dia selalu melindungi kelompok merpati di bumi. Tapi mengapa hukuman yang dia jalani masih belum berakhir? Itulah pertanyaan yang diajukan oleh Amfitrite Tuan.” Kata Amaltheia.


“Malaikat Amaltheia, sampaikan pesan ini kepada Amfitrite. Jika dia ingin benar-benar kembali, dia harus mengambil yang seharusnya miliknya. Yaitu kekuatannya. Hanya ada satu cara agar dia dapat mendapatkan kekuatannya kembali. Yaitu ketulusan. Itu bukan berarti dia yang melakukan ketulusan. Tapi, dia harus membuat ketulusan pada seorang yang mendapat kekuatannya. Dia harus menumbuhkan ketulusan pada manusia itu. Karena saat jiwa manusia mencapai ketulusan, saat itu jiwanya akan melepaskan semua yang dia miliki untuk orang yang dia cintai.” Kata pemimpin.


“Artinya Am, harus membuat manusia itu cinta kepada Amfitrite. Setelah itu baru kekuatannya dapat kembali Tuan?” Tanya Amaltheia.


“Benar.” Jawab pemimpin.


Setelah Amaltheia mendapatkan jawaban dari pemimpin. Dia segera turun dan langsung mengabarkan semua kepada Amfitrite.


Mendengar kabar itu, Am telah mengerti kenapa dia selama ini tidak kunjung dapat kekuatannya kembali. Ternyata ketulusan yang dimaksud oleh Tuan adalah cinta yang suci. Cinta suci dari orang yang telah dia berikan. Orang itu adalah Furqon.


Fajar telah mulai terlihat, hilangnya sinar bulan purnama, membuat Am berubah menjadi seekor merpati kembali.


Seperti biasa, dia harus mencari tempat persembunyian sebelum dia berubah wujud. Setelah dia berubah wujud secara sembunyi-sembunyi, dia langsung terbang dan bergegas mencari Furqon.


Am mengepakkan sayapnya ke arah timur, barat, tenggara hingga menemukan keberadaan Furqon berada. Sudah 50 Km dia terbang. Akhirnya dia dapat menemukan rumah yang pernah dia kunjungi 10 tahun yang lalu.


“Akhirnya ketemu!”


Am, menghinggapi ranting pohon yang ada di sebelah rumah Furqon. Am, melihat keadaan di sekelilingnya dan merasa was-was. Takut jika ada seorang pemburu karena dia sedang berada di pemukiman saat ini. Pandangannya saat ini melihat kesana kemari mencari sosok yang dulu dia tolong. Dia menunggu di ranting pohon bersama harapan dapat bertemu dengannya.


5 jam kemudian…


“Kenapa masih tidak terlihat?” kata Am.


Melihat tidak ada kemajuan. Am nekad masuk ke rumah Furqon. Ternyata di dalam rumah itu hanya ada seorang wanita paruh baya. Yang merupakan ibu Furqon.


Melihat keadaan itu Am, pergi dan mencoba mencari di sekitar hutan. Karena kebetulan rumah Furqon dekat dengan hutan.


“Dorrr... !”


Suara pistol itu terdengar. Tepat pada kaki sebelah kanan Am terkena peluru. Rasa sakit itu menusuk tulang dan berlari di sekujur tubuh. Membuat badan merpati itu tak kuat terbang lagi.


“Ah…Tuhan, ini sakit sekali. Aduh!” kata Am.


Am, terjungkal dan jatuh ke tanah. Tak lama kemudian ada seseorang yang berjalan mendekati Am terjatuh.


“Merpati? Wah.. rumayan buat hidangan nanti sore.”


Suara itu menyeru dan mengangkat Am, yang sedang kesakitan. Seseorang itu membawa Am ke rumah yang didatangi Am tadi.

__ADS_1


Tak lama kemudian ada seorang lelaki tampan yang datang dari pintu depan.


“Assallamu’alaikum, ibuk, bapak, saya pulang.”


Suara itu terdengar sangat lembut dan merdu.


“Furqon, jangan mandi dulu. Tolong sembelihlah merpati ini untuk kita makan nanti sore!” perintah ayah Furqon.


“Baik. Ayah.” Jawab Furqon.


Furqon menyiapkan segala hal yang digunakan untuk menyembelih. Setelah semua sudah siap. Dia mengangkat merpati itu. Saat pisau itu berada di dekat leher merpati. Am sangat ketakutan dan akhirnya dia bersuara.


“Tolong jangan bunuh aku!.” Kata Am.


Mendengar merpati yang bisa bicara membuat Furqon terkejut. Dan secara tak sadar dia melempar merpati itu.


“Kamu dapat bicara merpati?.”


Furqon teringat jika dia dapat berbicara dengan malaikat setelah kejadian 10 tahun lalu.


“Apakah kamu juga malaikat?” tanya Furqon.


...****************...


"Iya aku Malaikat, akulah yang menyelamatkanmu di Laut. Dan itu membuatmu dapat mendengar dan melihat wujud kami. Aduh, ini sangat sakit." kata Amfitrite yang merasakan sakit karena telah dilempar oleh Furqon.


"Lalu kenapa ayahku dapat melihatmu dan menembakmu? Bukankah Ayahku seperti manusia lainnya?" Tanya Furqon.


"Itu karena kekuatanku telah aku berikan padamu, itu berdampak aku berubah seperti merpati biasa." Jawab Am.


"Pertama-tama tolong letakkan pisau itu. Dan jangan bunuh aku. Yang kedua rahasiakan identitasku, karena jika ada orang lain yang tau, aku akan mati menjadi abu. Tetapi tidak untuk kamu, karena kamu telah tercampur atas kekuatanku. Dan yang ketiga cintai aku." kata Am.


"Ha? Apa? apa maksudnya dengan cintai aku? Bagaimana?"


Mendengar Am mengatakan keinginan ketiga Furqon langsung melongo dan tak paham atas maksud Am.


"Cintai aku setulus-tulusnya dari hatimu. Itu akan membuat hukumanku berakhir." Kata Am.


"Hukuman apa yang kamu maksud?" Tanya Furqon.


"Furqon….."


Tiba-tiba ada suara dari rumah memanggil.


"Furqon, dimana kamu nak. Astaga kenapa masih dibelakang? Cepat mandi dan ganti bajumu. Ayo makan." Kata ibu Furqon.


Mendengar Ibunya telah berdakwah, dia langsung bergegas merapikan semuanya dan mengobati kaki Am, yang terluka karena tertembak.


Dengan hati-hati dia mengangkat Am, meletakkannya di pangkuannya dan mengobatinya dengan obat merah.


Setelah selesai dia membawa Am ke kamar dan menyediakan tempat khusus untuk Am.


Furqon meletakkan Am. Kemudian dia langsung bergegas mandi.


"Ternyata dia baik sekali, aku tidak menyangka dia melakukan seperti ini padaku!" Gumam Am, setelah melihat perlakuan Furqon padanya.

__ADS_1


Setelah selesai mandi kemudian Furqon Sholat. Saat dia melipat sarung yang baru dipakainya itu ayah Furqon memanggilnya.


"Furqon… kesini!"


Furqon bergegas menghampiri Bapaknya yang sedang ada di meja makan.


"Iya, Pak." jawab Furqon.


"Kemana yang Bapak suruh sembelih tadi? Bapak Tanya ibuk dia tidak tahu." Kata Bapak Furqon.


Dengan kebingungan Furqon mencari alasan.


"Em.. Saya kasian dengan merpati itu Pak, jadi tidak saya sembelih Pak. Maafkan saya." Jawab Furqon.


"Apa? Bukankah kita sudah biasa menyembelih hewan buruan untuk dijadikan hidangan kita? Kenapa tiba-tiba?" Tanya Bapak Furqon.


"Iya Pak. Entah kenapa merpati yang ini untukku sangat special. Jadi tolong izinkan aku memeliharanya." Jawab Furqon.


"Fur,,,," kata bapak Furqon dipenggal dengan ibunya.


"iya Sudah nak. Peliharalah merpati itu, lagi pula kita tidak pernah memelihara merpati. Jika dicarikan pasangan kan rumayan bisa kita coba berternak breading. Nanti jika anaknya banyak bisa dijadikan hidangan kita setiap hari. Iya kan Pak?" kata Ibu Furqon Menyela perkataan Bapak.


"Iya sudah." Jawab Bapak Pasrah mendengar alasan Ibu Furqon.


"Mari sini makan Nak! Kata Ibu Furqon mempersilahkan Furqon untuk makan.


.


"Apa? Ternak Breading? Yang benar saja! Hah dasar manusia!"


Am, tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka dan merasa jengkel.


Setelah selesai makan Furqon, Membawa Am dengan hati-hati ke meja makan.


“Hei apa yang kamu lakukan manusia? Kamu tau sendiri kakiku sedang sakit. Aduh duh duh sakit.”


“Diamlah! Bukankah kamu lapar?”


“makanlah!”


Furqon dengan menyiapkan makanan di meja dia lalu menghidangkan makanan di depan Amfit.


“terimakasih!” Kata Am ke Furqon.


“Iya” Jawab Furqon.


Terlihat Am hanya memandang makanannya dan menelan ludah.


Melihat gerak geriknya Am, Furqon peka jika Am terlihat malu.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.

__ADS_1


Terimakasih.... 🤗🤗🤗


__ADS_2