
"maaf, apakah kamu tahu keberadaan Am dimana?" tanya Furqon kepada malaikat Altheia.
"aku tidak tahu manusia. Tapi cobalah tanya kepada malaikat Amaltheia. Karena dia yang jauh lebih mengenal Amfitrite." jawab malaikat Altheia.
"dimana dia berada? aku mohon bantulah aku." kata Furqon.
Malaikat Altheia memberikan signal kebatinan kepada malaikat Amaltheia.
"dia akan datang ke lantai ini. Jadi tunggullah." kata Altheia.
"terimakasih banyak malaikat." kata Furqon sumringah. Berharap dia mendapatkan jawaban.
"saya permisi. Assallamu'alaikum." kata malaikat Altheia.
"wa'allaikumussalam." jawab Furqon.
Furqon menunggu di salah satu bangku duduk ruangan itu.
Tak sampai dua menit, tiba-tiba telah datang sosok Amaltheia sebagai wujud nyamuk.
"sepertinya aku tahu tujuanmu mencariku." kata Amal.
"malaikat Amal, kamu sudah datang? iya, aku ingin bertemu denganmu untuk menanyakan keberadaan Amfitrite. Apakah kamu tahu dimana dia berada?" tanya Furqon.
"maafkan aku Furqon, kali ini aku tidak mengetahuinya." jawab Amal.
"tidak mungkin, kamu pasti berbohong. Dimana dia malaikat Amal. Tolong beritahu aku." kata Furqon.
"maaf aku benar-benar tidak tahu. Kaum kami tidak pernah berbohong. Hanya saja... Am memberikan pesan padaku sebelum dia pergi." kata Amal.
"apa?" tanya Furqon.
"tolong kamu jangan mencintainya lagi. Berhentilah. Dia tidak tega bukan denganmu saja. Tapi juga dengan ibumu." kata Amal.
"kenapa kamu tidak mencegahnya saat dia pergi?" tanya Furqon kecewa.
"itu adalah keputusannya. Jadi tolong hargai keputusannya Furqon. Sebagai kaumku tentu aku telah mencegahnya. Karena dari awal memang ini adalah misinya. Am hanya butuh seperlimanya lagi untuk menyelesaikan misinya. Tapi dia memutuskan untuk berhenti." tegas Amal.
.
"Jadi tolong... hargai keputusan nya Am Furqon." tambah Amal.
Mendengar perkataan yang terdengar dari Amal badan Furqon terasa semakin lemas dan tak bertenaga lagi.
Setelah menjawab pertanyaan Furqon, Amal langsung pamit pergi. Lalu dia melanjutkan tugasnya.
"rasanya sungguh sulit Am." batin Furqon.
Dengan hasil yang tak seperti diinginkan Furqon. Akhirnya Furqon pulang dengan tangan kosong.
...****************...
Lima belas menit kemudian...
Furqon sampai di desanya. Hal pertama yang dia lakukan adalah mengembalikan mobil Ando. Sebelum itu, tak lupa Furqon membeli sesuatu untuk diberikan kepada Ando. Sebagai ucapan terimakasih.
Setelah menyelesaikan semuanya, Furqon langsung menuju rumahnya.
"brukkk.... !"
Terdengar suara ranjang yang tertindih oleh badan yang sispek dan tinggi itu.
"Kenapa kamu pergi dengan cara seperti ini Am?" gumam Furqon.
Tiba-tiba Furqon teringat tentang isi pesan surat yang ditulis oleh Am.
Furqon bangkit dari ranjangnya. Kemudian dia melangkah pelan ke arah Almari.
"kriiiiit...."
__ADS_1
Suara pintu Almari itu.
Dia melihat ada sebuah kantong plastik di bagian rak atas.
Kemudian Furqon mengambil dan membukanya.
"astaga... bagaimana mungkin aku tidak bisa mencintaimu Am?" gumam Furqon dengan tersenyum tipis.
Ada tiga buah baju baru di kantong itu. Dan tertulis untuk ibu, bapak dan Furqon.
Melihat ketulusan Am yang demikian, membuat Furqon semakin kagum padanya.
...****************...
Keesokan harinya...
Furqon memulai untuk berlayar lagi seperti biasa. Sudah sejak tiga hari dia vacum dari aktivitas rutinnya.
Sebelum berangkat, Furqon memberikan hadiah yang dibeli oleh Am kepada ibu.
"ibu, ini... dari Amfitrite. Untuk ibu dan bapak." kata Furqon sebelum berangkat.
"Terimakasih. Kemana dia Furqon? dari kemarin ibu tidak melihatnya." kata ibu Furqon.
"Am,,, sudah pulang ke kampung halamannya ibu." kata Furqon.
"apa? kenapa tiba-tiba? kenapa tidak pamit dulu kepada ibu?" tanya ibu.
"Am, sedang dalam keadaan darurat. Ada yang membutuhkan bantuannya disana. Jadi dia sangat tergesa-gesa." jawab Furqon.
"kapan dia kembali lagi kesini nak?" tanya ibu Furqon. Berharap Am kembali tinggal disana.
"entahlah ibu,, Furqon tidak tahu. Furqon berangkat dulu ibu. Sudah ditunggu dengan teman Furqon di depan. Assallamu'alaikum." kata Furqon.
"wa'allaikumussalam." jawab ibu Furqon.
"kenapa naluriku ada sesuatu yang telah terjadi antara mereka. Ada apa sebenarnya?" batin ibu Furqon.
...****************...
"Furqon, apa ada masalah?" tanya teman Furqon.
"tidak, kenapa?" tanya Furqon balik.
"wajahmu terlihat lesu dan menyedihkan. Pasti ada masalahkan?" kata temannya.
"apa kamu dukun? bisa tahu masalah orang." canda teman satunya.
"kau ini." kata temannya.
"hahahaha" teman Furqon tertawa bersama.
Melihat temannya bahagia, tentu Furqon juga ikut bahagia.
Sesampainya di laut. Berlayarlah mereka bertiga untuk menjala ikan di Laut.
...****************...
Sudah sejak dua bulan Am tidak pernah kembali.
Seperti biasa Furqon berlayar untuk menjala ikan. Mereka berangkat bersama saat menuju laut.
"Oh ya, bagaimana kabar perempuan yang tinggal di rumahmu Furqon?" tanya salah satu temannya saat menuju ke laut.
"dia telah pergi." jawab Furqon.
"apa?" teman Furqon terkejut.
"kamu sih Qon, kenapa tidak segera menikahinya. Jadinya dia pergi kan?" sahut teman nelayannya yang lain.
"ya.. inginnya seperti itu. Tapi takdir yang tidak mengizinkan." jawab Furqon.
__ADS_1
"hei, ada yang berkata jika tidak kamu nikahi dia bukan jodohmu. Tapi jika kamu nikahi dia berarti jodohmu. Jadi semua tergantung dengan keputusanmu." kata temannya.
"ah sudahlah! aku tidak ingin membahasnya lagi. Fokus saja sama perkerjaan kalian." jawab Furqon.
Kali ini mereka memakai perahu yang berbeda. Karena perahu yang ukurannya sedang telah habis disewakan. Tersisa perahu kecil memanjang yang cukup berisi satu orang.
Akhirnya mereka berlayar perorangan. Satu perahu berisi satu orang.
Saat Furqon berlayar di tengah laut, ada beberapa burung yang terbang di atasnya. Membuat Furqon teringat sosok Am yang telah menjadi merpati.
Melihat dirinya yang sedang merindu. Membuat Furqon melontarkan kata puisi untuknya.
"Kepada Shyam....
Kusalamkan sedendang harapan...
Akara-akara Daksa yang telah hirap.
Melahirkan sebuah rindu nian gelabah.
Kusalamkan Sumarah padamu
Untuk membancang kerinduan damaku." Kata Furqon yang sedang merindu.
Selama ini, Furqon hanya menjalani hidupnya yang bersaku rindu.
...****************...
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
Am kembali ke kelompok merpatinya dahulu.
Saat dia datang, semua merpati itu memandangnya.
Dari kejahuan, seekor merpati melihat kedatangannya.
"sepertinya wajahnya sudah familiar." kata salah satu merpati itu.
"tunggu-tunggu... bukankah itu Ratu merpati? yang selalu menyelamatkan kaum kita dari bahaya satu tahun yang lalu." tambah merpati itu.
"sepertinya iya." kata merpati lainnya
🔊🔊🔊🔊🔊
"hei... ratu kita telah kembali." lantang salah satu merpati disana.
"benarkah?"
"dimana?"
"dimana dia?"
"itu dia."
"dia disana."
Begitulah suasana yang tadinya damai menjadi ricuh seketika.
"Selamat datang kembali Ratuku." sapaan salah satu merpati di sana.
"terimakasih merpati, tak kusangka kamu masih mengenalku." jawab Am.
"tentu saja aku masih mengenalmu. Kamu adalah ratu kami yang bersejarah." jawab merpati itu.
"hahaha kamu bisa saja." kata merpati itu.
"hei semua... karena kedatangan ratu. Mari kita mencari makanan yang banyak dan makan bersama." kata salah satu merpati tersebut.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
__ADS_1
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih... 🤗🤗🤗