
“indah seperti apa?” Tanya Furqon.
“seperti halnya kamu ingin membahagiakan seseorang tanpa syarat. Disitu kamu akan di ajarkan arti sebuah ketulusan.” Jawab Ando.
“apa kamu seperti itu pada istrimu?” Tanya Furqon.
“tentu saja belum, Furqon cinta yang murni adalah cinta yang tidak menginginkan balasan sekecilpun. Hanya orang-orang sufi yang sudah tidak terikat dengan dunialah yang dapat memilikinya.” Jawab Ando.
“lalu kamu menikah dengan istrimu alasannya apa? Jika itu bukan cinta.” Tanya Furqon.
“bisa jadi ego bisa jadi.. jodoh.” Jawab Ando.
“jika dipandang dari sudut ego, aku benar-benar ingin menjadikannya milikku seorang. Tapi jika dipandang dari segi jodoh dia kupilih karena hatiku yang menginginkannya. Jadi.. aku masih belum ketahap mencintai yang murni kawan. Tetapi pernikahan adalah jalan untuk mempelajarinya. Agar aku dapat melepaskan semua tanpa ego dan tanpa mengharapkan suatu imbalan.” Jawab Ando.
“aku benar-benar tidak paham.” Kata Furqon.
“ya… intinya semua akan indah jika kamu mengetahui arti cinta yang murni.” Jawab Ando.
“baiklah.” Jawab Furqon.
“kenapa tiba-tiba? Apa… jangan-jangan kamu..” kata Ando.
“ah kau ini, aku hanya bertanya.” Kata Furqon.
“ayolah kita sudah saling kenal satu sama lain sudah berpuluh-puluh tahun, tentu kamu pasti punya alasan menanyakannya. Siapapun dia pasti dia sangat beruntung mendapatkan seseorang sepertimu Furqon.” Kata Ando.
“kenapa kamu berkata seperti itu?” Tanya Furqon.
“iya kamu tidak pernah main cewek, jujur, bijaksana, menghargai orang. Apa yang tidak ada padamu Furqon.” Kata Ando.
“kamu bilang seperti itu karena kamu menyukaiku. Coba jika kamu membenciku? Tak akan seperti itu yang kudengar dari mulutmu. Jangan menilai orang menurut pandanganmu sendiri.” Kata Furqon.
“tuhkan, di pujipun kamu seperti itu. Bijaksana banget sih.” Kata Ando.
“hah… terserah kau saja.” Kata Furqon.
Mereka berbincang di tempat duduk terdepan. Furqon di sebelah kiri Ando, Ando yang menyetir mobil.
Setelah Am selesai makan, dia langsung bergegas untuk mencari sahabatnya yaitu Amaltheia. Am benar-benar penasaran dengan apa yang telah terjadi padanya barusan. Am mencari penyebab kenapa tanpa sadar Am dapat melihat Furqon dari kejahuan.
“ibu, Fi keluar dulu ya…” pamit Am.
“kemana nak?” Tanya ibu.
“Fi ada urusan mendesak di kota Permadani bu. Disana ada sahabatnya Fi. Fi ingin menemuinya.” Kata Am.
“baiklah hati-hati ya nak.” Kata ibu.
“iya ibu. Terimakasih. Assallamu’alaikum” kata Am.
__ADS_1
Am berangkat dengan berjalan kaki. Terlihat keringat itu muncul didaerah dahinya. Di setengah perjalanan Am berhenti sejenak. Dia duduk dikayu pinggir jalan.
Karena jalan itu jalan transportasi penghubung desa dan kota, banyak orang yang melewatinya. Setiap orang yang melewati jalan itu pandangannya selalu tertuju kepada Am. Yang saat itu duduk. Kulitnya yang putih memantulkan cahaya matahari. Hal ini membuat para pengguna jalan terpana dengan keindahannya.
“hei lihat disana, gadis itu cantik sekali” kata orang yang lewat dijalan.
“siapa dia? Cantik sekali.” kata orang yang lewat.
Kemudian ada beberapa pemuda yang mendekati Am. Mereka ingin berkenalan dengan Am. Dengan polosnya Am menjawab mereka dengan ramah. Am tidak tahu tujuan mereka apa. Kemudian tiga orang pemuda itu merayu Am. Lalu memegang tangannya. Mereka menarik Am agar mau naik sepeda mereka. Melihat sikap mereka yang kurang sopan. Am mulai merasa tidak nyaman.
“tidak terimakasih, saya bisa jalan sendiri” kata Am.
“nggak apa-apa nona naiklah bersama kami, nanti kami akan antar nona.” Kata salah satu pemuda itu.
Kemudian Am memberontak lalu dia berlari sekencang-kencangnya. Tiga pemuda itu ikut mengejar Am. Am lari ke arah hutan. Dan tidak ada seorang pun yang dapat di minta tolong oleh Am. Jalan satu-satunya Am harus terus berlari. Namun karena Am tidak terbiasa lari dengan kakinya, Am memutuskan untuk bersembunyi. Di semak- semak dia sembunyi dengan jantung yang berdetak sangat cepat. Dia takut, ini pertama kalinya dia seperti itu.
Tiga pemuda itu mencari-cari Am. Namun tidak kunjung ketemu. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
“ah sial, ini gara-gara kamu tidak memegangnya dengan benar tau. Jadi kehilangan makanan enak.” Kata salah satu pemuda itu.
“hei jangan menyalahkanku saja. Kau sendiri? Kenapa tidak menghadangnya?” kata salah satunya.
“hah benar-benar sial.” Kata salah satunya.
Melihat apa yang barusan terjadi, Am memutuskan kembali. Dan tidak melanjutkan perjalanannya.
(ternyata tidak semua manusia bisa sebaik Furqon.) batin Am.
Am kembali tidak bercerita apa-apa kepada ibu. Dia hanya takut jika ibu nanti khawatir dan kepikiran.
“sudah pulang nak?” Tanya ibu.
“iya ibu, Fi tidak jadi meneruskan perjalanan. Tadi ditengah perjalanan FI merasa lelah. Jadi Fi memutuskan kembali.” Kata Am.
“jika berjalan lelah, kenapa kamu tidak pakai sepedanya kak Furqon saja nak?” kata ibu.
“boleh bu?” Tanya Am.
“tentu.” Jawab ibu.
“tapi Fi belum tahu cara menaikinya.” Kata Am.
“ya udah kapan-kapan kamu bisa minta ajari kak Furqon. Gampang kok.” Kata ibu.
“iya ibu terimakasih.” Kata Am.
*****
Urusan Ando telah selesai. Saat di perjalanan pulang, Furqon didatangi oleh malaikat Dorit.
“hei manusia, aku mengetahui keberadaan Am dimana.” Kata Dorit.
__ADS_1
Mendengar Dorit mengatakan hal itu membuat Furqon menoleh. Dan mencari alasan agar Ando tidak melihat perbincangan mereka.
“Ando bisa berhenti sebentar?” Tanya Furqon.
“ada apa?” Tanya Ando.
“aku… harus ke toilet.” Kata Furqon.
“oh baiklah di jalan depan nanti ada sebuah POM bensin. Kita berhenti disana.” Kata Ando.
Setelah itu, mereka berhenti. Kemudian Furqon keluar di mushola kecil yang ada disebelah toilet umum POM.
Melihat tak ada orang disana, Furqon menanyakan hal yang telah dilontarkan oleh malaikat Dorit.
“kamu bertemu dengannya? Dimana?” Tanya Furqon.
“dia tidak jauh denganmu Furqon.” Kata Dorit.
“maksudmu apa malaikat?” Tanya Furqon.
“ada seorang gadis yang tiba-tiba masuk kerumahmu. Kamu pikir dia siapa?” kata Dorit.
“tunggu.. tunggu.. maksudmu Am itu nona Fi?” Tanya Furqon.
“iya,” kata Dorit.
“kenapa dia menjadi manusia? Dan kenapa dia tidak bilang padaku?” kata Furqon.
“mungkin… dia ingin mempermainkanmu. Dia pergi tiba-tiba tanpa ucapan pergi. Dan membuatmu merasa bersalah. Tapi mendekatimu diam-diam agar kamu mencintainya demi kekuatannya kembali.” Jelas Dorit.
“aku harus menanyakannya.”
“Terimakasih malaikat. Kamu telah membantuku.” Kata Furqon.
Dari kejauhan terdengar suara yang memanggil Furqon.
“Furqon.. “
“sudah selesai? Bisa kita lanjut?” kata Ando.
“ah iya, mari mari ayo berangkat.” Kata Furqon.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih... 🤗🤗🤗
__ADS_1