Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 49: Teman Baru


__ADS_3


"Bukankah tas ini adalah milikmu nona?" kata Am.


Melihat Am membawa tasnya. Gadis itu ternganga seketika melihat kecantikan Am.


"Cantik sekali dia." batin gadis itu.


"Iya benar. Alhamdulillah syukurlah setidaknya ktp dan atm ku tidak hilang. Terimakasih banyak kak." kata gadis itu terlihat sangat sumringah.


"Iya, nona punya ktp?" tanya Am.


Gadis itu mencari tempat kecil dan membukanya. Di benda kecil itu terisi beberapa lembar kertas mata uang. Lalu gadis itu mengambil beberapa lembar dan memberikannya kepada Am.


"Iya tentu saya punya ktp. Kak maaf sebelumnya saya memberi ini untuk rasa terimakasih saya. Mungkin ini sedikit tapi mohon diterima ya kak." kata gadis itu dengan menyodorkan beberapa kertas kepada Am.


"Tidak, tidak perlu nona. Jika memang nona ingin membalas jasaku, ajari aku bagaimana cara membuat ktp dan kk." jawab Am.


"KTP dan KK? jadi kakak masih belum punya? umur berapa kakak?" tanya gadis itu.


"Jika aku bilang padanya umurku sudah 100 tahun, pasti dia akan kaget seperti pustakawan waktu itu." batin Am.


"Emang umur nona berapa?" tanya Am balik.


"Umur saya sekarang 20 tahun." jawab gadis itu.


"Wah, sepertinya kita seumuran." kata Am dengan lagaknya yang bercanda.


"Owh iya sudah ku duga. Tapi dalam umur segitu seharusnya kakak sudah memilikinya." kata gadis itu.


"Iya, sebenarnya... itu karena selama ini aku hidup di pengasingan. Jadi tak terlalu paham untuk hal itu." kata Am.


"Kalau begitu, boleh minta no. hp kak? saya akan bantu tapi tidak bisa untuk hari ini. Jadi sewaktu-waktu ada luang waktu bisa saya bantu kakak." kata gadis itu.


"Ah, sepertinya saya juga tidak memiliki hp nona. Bagaimana jika nona berkunjung saja ke rumah saya saat siang hari?" kata Am.


"Boleh juga. Dimana rumah kakak?" tanya gadis itu.


"Sebelah pantai richu dekat hutan." Jawab Am.


"Astaga, bukankah di sana banyak binatang buas kak? karena setahu ku di sana tak ada pemukiman sama sekali." kata gadis itu.


"Memang iya. Tapi meski banyak binatang buas, mereka semua patuh dan baik kepada ku kok." Kata Am.


"Benarkah? Bagaimana mungkin?" tanya gadis itu tak percaya.


"Kemarilah jika tak percaya." Kata Am.

__ADS_1


Mereka berjalan bersama menuju rumah Am yang jauh dari pemukiman itu. Rumah yang merupakan ciptaan dari kekuatan Am. Dan bersifat sementara.


Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada ular yang besar lewat. Gadis itu melihatnya dan merasa berkudik.


"Awas kak, di, di, sana ada ular." kata gadis itu dengan berlari.


Mendengar gadis itu berlari ketakutan. Am malah memegang ular itu. Nampak ular itu sangat tunduk kepada Am.


Gadis yang berlari itu baru menyadari bahwa tak ada langkah kaki yang mengikutinya. Membuat dia menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya dia. Ular yang besar itu tampak patuh kepada Am selayaknya teman akrab.


"Bagaimana mungkin?" gumam gadis itu.


"Lihat dia tak berbahaya kan. Jadi jangan takut ya?" kata Am.


Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai. Betapa terkejutnya gadis itu melihat rumah yang nampak di tengah hutan dan pinggir pesisir itu. Nampak sangat indah dan bersih.


"Wah, tak ku sangka kakak hidup benar-benar di pengasingan seperti ini." kata gadis itu.


"Iya, karena di sinilah orang yang sangat aku cintai dia meninggal." kata Am


"Astaga, tak ku sangka kakak mengalami hal seperti ini. Bukankah itu menyiksa." kata gadis itu.


"Kamu benar. Di luar diriku tampak baik- baik saja. Tapi kamu tak pernah tahu apa yang sebenarnya ada di dalam hati. Karena mereka sendiri lah yang tahu bagaimana rasanya." Jawab Am.


"Baiklah, mulai sekarang kakak adalah temanku. Jadi kakak tidak perlu merasa sendiri lagi ya?" kata gadis itu.


Am tersenyum menahan rasa senangnya.


"Kak, sepertinya aku harus pulang. Karena ada jadwal extra di sekolah. Saya izin pulang dulu ya?" Kata gadis itu.


"Sekolah? Apa itu?" tanya Am.


"Ya ampun kak, masak kakak nggak tahu sih! itu loh tempat nya untuk pendidikan para murid." kata gadis itu.


"Ya sudah kak saya pulang dulu. Tapi,,, sebelum itu, boleh kakak anter saya untuk melewati hutan yang seram ini?" tanya gadis itu.


"Iya tentu, mari." kata Am.


Am mengantar gadis itu hingga ke pinggir jalan.


"Nanti aku akan berkunjung lagi ya kak. Bye bye... " kata gadis itu.


"Dia imut sekali." gumam Am dengan tersenyum.


Am kembali ke rumahnya.


...****************...

__ADS_1


Kabar tentang benda bulan sabit yang diberikan oleh Am telah terdengar oleh seorang raja Setan.


"Hah! Padahal dari dulu aku yang paling rajin beribadah pada-Nya. Tapi Dia tidak pernah menoleh padaku. Bahkan Dia menyuruhku sujud kepada manusia yang lemah itu. Dan sekarang,,, dia memberikan kekuatan kepada malaikat yang melanggar aturan." kata Raja Setan.


"Seharusnya baginda Raja lah yang pantas mendapatkan nya dulu. Tapi kenapa Dia malah memilih makhluk yang lemah-lemah itu Raja." Kata Ajudan Raja.


"Hah! lihat saja. Akan aku buat apa semua hamba-Nya di bumi. Akan aku pastikan mereka ikut denganku di Neraka. Ha, ha, ha, ha, ha," kata Raja Setan.


"Iya Baginda. Kita akan membuktikan pada-Nya bahwa manusia yang lemah itu tak patut untuk menerima sujud dari kita." Kata Ajudan Raja.


"Kumpulkan semua kaum kita. Aku ingin melihat betapa kaum ku akan menikmati kemenangan." Titah Raja Setan.


"Maksud dari menikmati kemenangan Raja bagaimana?" tanya Ajudan Raja Setan.


"Aku punya rencana yang akan menyeret manusia, dan mereka akan lebih suka mengikuti bisikan kaum kita dari pada bisikan kaum malaikat yang lemah itu." kata Raja Setan.


"Baik Raja." Kata Ajudan Setan.


Dan malam itu juga para Setan berkumpul. Ini adalah perkumpulan pertama bagi kaum setan.


"Ada apa ini? kenapa mendadak ya?" Kata Setan Walhan.


"Entahlah, kita akan tahu setelah ini." kata Setan Dasim.


...****************...


"Dengar kaum ku...! Dia telah menyuruh ku bersujud kepada manusia yang lemah itu yaitu Adam. Setelah itu Dia memberikan sepertiga kekuatannya kepada malaikat yang tak tahu aturan. Bukankah ini sebuah penghinaan bagi kaum kita?" kata Raja Setan.


"Iya benar, ini namanya penghinaan Raja."


"Iya Raja, kita yang lebih unggul dari mereka. Kita diciptakan dari api. Sedangkan mereka diciptakan dari cahaya dan tanah. Bahkan mereka tak bisa melenyapkan apapun sama sekali. Kita yang seharusnya mendapatkan penghargaan ini. Ini penghinaan yang besar Raja. Penghinaan bagi kaum kita." Kata rakyat Raja Setan.


"iya, iya benar." kata rakyat lainnya.


"Baiklah. Mari kita buktikan pada-Nya bahwa mereka bukanlah apa-apa. Mereka tak lebih hanya sekelompok semut yang diinjak dan mati." kata Raja Setan.


"Aku akan memberikan sebuah rencana kepada kalian. Maukah kalian mengikuti ku? Bagi kalian yang ikut dengan ku adalah kaum ku. Tapi jika diantara kalian ada yang tak mengikuti ku. Kalian bukan kaum ku."


"Kami mengikuti mu Raja..." Teriak rakyat Raja Setan.


"Baiklah. Seperti ini rencananya. Agar manusia dan para malaikat kalah dengan kita." kata Raja Setan.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.

__ADS_1


Terimakasih... 🤗🤗🤗


__ADS_2