Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 34: Bertanya-tanya


__ADS_3


Semerbak aroma wangi bunga kenari di pinggir sungai sembari melahap makanan yang tertumpuk bagaikan gunung itu.


Sekelompok merpati terlihat sedang menyantap makanan itu dengan senang.


"bagaimana kalian mendapatkan makanan sebanyak ini dengan cepat?" tanya Am kepada para merpati.


"sebenarnya para petani sekarang berada di musim panen. Jadi kami mengambil darinya sedikit." kata salah satu merpati.


"bukankah petani juga membutuhkan? seharusnya kalian jangan melakukan ini." kata Am.


"anggap saja ini adalah sedekah dari mereka. Lagi pula kita tidak pernah mengambilnya dalam bentuk banyak. Hanya saja ini didapatkan dari beberapa kotak sawah menjadi satu. Sehingga menjadi banyak." kata salah satu merpati itu.


"Asal jangan merugikan mereka yang berlebihan." kata Am.


"iya ratu tenang saja. Kita tidak pernah ambil sesuatu yang banyak." kata salah satu merpati disana.


Mereka sedang makan bersama-sama. Dan senang atas kedatangan Am kembali.


...****************...


Malam ini adalah malam purnama.


Tentu.... ini adalah waktu gerbang Nabastala terbuka.


Para malaikat sedang berterbangan di langit.


Sedangkan Am, bersembunyi ke pelosok hutan. Menghindari makhluk lain melihat perubahannya.


Untuk Furqon, dia melakukan pekerjaannya. Yaitu berlayar di laut.


Seperti halnya kemarin. Perahu yang berukuran besar lagi-lagi telah habis tersewa. Akhirnya Furqon berlayar sendiri untuk menjala ikan.


Waktu telah menunjukkan pukul 02.30 WIB. Furqon melihat banyak sekali hewan yang terbang ke atas.


"mereka pasti malaikat, apakah... Am ada diantara mereka?" gumam Furqon.


"dimana dia sebenarnya?" gumam Furqon.


Furqon tidak bisa membohongi hatinya yang terus merindukan Am berada.


...****************...


Setelah beberapa jam kemudian...


Para malaikat telah kembali dari langit. Dari kejauhan, Malaikat Dorit melihat Furqon yang sedang berlayar.


"bukankah dia manusia itu. Aku penasaran apakah Am telah melakukan saranku? aku harus memastikannya." batin malaikat Dorit.


Dorit terjun ke bawah laut dengan keras. Membuat laut itu bergelombang dan sedikit menghempas perahu yang Furqon tumpangi.


Lalu malaikat Dorit terbang dari arah belakangnya sebagai burung Pelikan.


"hei manusia, kenapa kamu sendirian? dimana Am?" tanya malaikat Dorit.


"jika Am telah menggunakan kekuatan pelupa ingatannya. Dia pasti bingung saat aku menanyakan namanya." batin Dorit.


"bukankah Am adalah kaummu? seharusnya aku yang bertanya padamu?" kata Furqon.


"apa maksudmu?" tanya malaikat Dorit.


"sudah sejak 3 bulan kami tidak pernah bertemu." jawab Furqon.


"baiklah. Kalau begitu saya permisi." kata malaikat Dorit.


"tunggu... jika kamu bertemu dengannya. Tolong beritahukan kepadaku." kata Furqon.


Tanpa menjawabnya malaikat Dorit pergi meninggalkan Furqon yang sedang berada di perahu.


"jadi Am tidak melakukannya, tapi... kenapa Am menjauhi Furqon. Lalu dimana dia sekarang" batin Dorit.


Dorit penasaran dengan rencana Am selanjutnya. Dorit mulai menggunakan kekuatan nya untuk melihat keberadaan Am. Namun Am tidak terlihat. Menandakan bahwa posisi Am jauh dari sana.

__ADS_1


Karena malaikat Dorit belum menemukan keberadaan Am. Akhirnya Dorit bertanya kepada Amal karena penasaran.


Dorit bertemu Amal di atas hutan belantara saat dia akan menuju kota Permadani.


"Amal" panggil malaikat Dorit.


"Dorit, ada apa?" tanya Amal.


"dimana teman kesayanganmu?" tanya Dorit.


"maksudmu Am?" tanya Amal.


"siapa lagi?" tanya Dorit.


"aku tidak tahu." kata Amal.


"tidak mungkin, dia tidak bilang apapun padamu?" desak Dorit.


"dia hanya bilang ingin menjauhi Furqon. Sekarang kamu puas?" kata Amal.


Setelah menjawab demikian, Amal mengepakkan sayapnya kuat-kuat. Dia terbang dengan kecepatan penuh. Sehingga Dorit tertinggal.


"astaga... tidak seperti itu juga kali." kata Dorit.


...****************...


Matahari telah menampakkan cahayanya.


Furqon kembali dari berlayar.


Dia menjalani kehidupannya seperti biasa.


Am yang telah berubah menjadi merpati lagi. Dia langsung menuju ke tempat Amaltheia.


Mereka bertemu di tempat yang biasanya.


"Amal bagaimana jawabannya?" tanya Am.


"Tuan bilang, jika kamu menggunakan kekuatan pelupa ingatan. Kekuatanmu akan terlepas dan tak tentu arah. Furqon akan meninggal, begitu juga kamu akan lenyap. Dan kekuatanmu... akan menjadi bencana kepada makhluk bumi." kata Amal.


"iya Am, aku sarankan mulai sekarang kamu jangan bertindak gegabah lagi. Kekuatanmu berasal dari hal yang gaib. Jadi cara mengembalikannya juga dengan cara yang gaib dan itu tidak dengan paksaan. Yaitu cinta yang murni." kata Amal.


"iya Amal kamu benar." kata Am.


Kemudian Amal menceritakan semuanya tentang Furqon dan Dorit menanyakan keberadaan Am. Am sudah tidak terkejut dengan hal itu.


Setelah mereka puas saling berbincang, Am pamit untuk kembali. Sedangkan Amal juga meneruskan tugasnya.


...****************...


Furqon menjalani hari-harinya seperti biasanya.


Tapi dalam hati Furqon merasa rindu kepada Am. Semakin bertambahnya hari, rindu itu semakin membesar.


.


.


Rindu....


.


.


Rindu...


.


.


Dan Rindu...


.

__ADS_1


.


Sudah sejak 3 tahun Am telah menghilang.


Ibu Furqon semakin menua. Di suatu hari mereka duduk dan saling berbincang.


"Fur... kapan kamu akan menikah nak?" tanya ibu Furqon.


"kenapa ibu menanyakan hal itu?" kata Furqon.


"kamu telah dewasa sekarang. Sudah saatnya kamu menikah." kata ibu Furqon.


Setelah mendengar ucapan ibunya...


Furqon memandangnya wajah ibunya.


"bagaimana Furqon akan menikah ibu... sedangkan hati ini telah terlilit kepada satu nama." batin Furqon.


"ibu... bukannya Furqon tidak ingin patuh kepada ibu sebagai orang tua Furqon. Tapi pernikahan tidak sesederhana itu ibu." kata Furqon.


"apa maksudmu nak?" tanya ibu Furqon tak mengerti maksud dari perkataan Furqon.


"pernikahan itu,,, berarti Furqon meminta seorang anak gadis dari orang tuanya. Untuk memindahkan tanggung jawab kepada Furqon. Furqon takut, bagaimana jika Furqon tidak dapat memenuhi tanggung jawab Furqon secara penuh? Furqon akan menjadi suami yang zalim ibu." kata Furqon.


"bukan gengsi, atau pengakuan dari orang lain yang Furqon pikirkan ibu. Tapi tentang bagaimana tanggung jawab Furqon setelahnya. Dan tanggung jawab itu berlanjut hingga akhir hayat." tambah Furqon.


"apakah Am adalah salah satu alasanmu?" tanya ibu.


Mendengar perkataan yang terlontar dari ibunya. Furqon langsung terdiam.


Melihat ekspresi anaknya. Ibu langsung mengetahui tentang perasaan anaknya.


"sudah sejak 3 tahun lebih dia menghilang Furqon. Seharusnya kamu dapat melupakannya." ucap ibu Furqon.


"ini bukan cinta seperti manusia lainnya ibu. Tapi ini tentang cinta yang murni. Cinta tanpa balasan, tanpa pengakuan dan bersih dari rasa-rasa saling menuntut satu sama lain." batin Furqon.


Furqon mematung di bangku itu. Bersama para burung yang sedang berkicau di pepohonan samping rumahnya.


Sedangkan ibu Furqon telah beranjak pergi dari duduknya.


"Am, bagaimana kabarmu sekarang?" batin Furqon.


.


dimana?


.


dengan siapa?


.


kabarnya bagaimana?


.


sedang apa?


.


apakah masih hidup?


.


ataukah sudah tiada?


.


Pertanyaan-pertanyaan itu tak hentinya berada di benak Furqon.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.

__ADS_1


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗


__ADS_2