
"Sebentar, sebelum berangkat. Kak Am harus mempersiapkan sesuatu" ungkap Andira.
"Apa itu?" tanya Am penasaran.
"Kak Am harus membawa surat-surat penting untuk mendaftarkannya" kata Andira.
"Baiklah, sebentar aku ambil dulu" kata Am dengan bergegas ke belakang.
"Surat penting? Ini adalah surat terpentingku. Saat aku diundang oleh Tuan dan mendapatkan hadiah" batin Am dengan tersenyum.
Am tak mengerti dengan surat penting yang dimaksudkan Andira. Jadi dia mengambil surat yang baginya terasa penting.
Kemudian Am keluar dari kamarnya menuju ke Andira dan Rita.
"Bagaimana sudah disiapkan kak?" tanya Andira.
"Iya sudah" Jawab Am.
Mereka pun berjalan bersama-sama untuk menuju ibu kota.
Terlihat di hutan itu banyak binatang buas yang lewat.
"Kak Am, aku benar-benar takut melewati hutan ini, Hutan ini menyeramkan" kata Rita.
"Kalian tenang saja, mereka tidak akan berani menyakiti kalian. Karena aku telah memerintahkan mereka untuk bersikap baik terhadap kalian berdua" Kata Am.
"Benarkah? Bagaimana bisa kak? Mana buktinya?" Kata Rita tak percaya.
"Hewan apa yang paling kamu takuti Rita?" tanya Am kembali.
"Singa" Jawab Rita.
"Baiklah akan kupanggilkan raja hutan itu dan dia akan tunduk padamu" Kata Am.
Am terdiam sejenak dan memejamkan matanya. Tanpa diketahui lainnya dia menjentikkan jarinya di bawah.
Beberapa menit kemudian, seekor Singa datang kepada Am.
Melihat hal itu Rita sangat ketakutan. Kemudian dia bersembunyi di belakang Andira.
"Astaga kak Am, besar sekali Singa itu?" spontan Andira.
"Tentu saja, karena dia adalah raja hutan paling buas di sini" kata Am.
"Lihatlah, dia akan tunduk padaku dan kepada kalian" kata Am dengan menoleh bersama senyum tipisnya.
"hrr, hrr, hr,"
Singa itu mendekat kepada Am lalu dia duduk dengan kaki depan melipat. Am mengelus- elus kepalanya seperti hewan kesayangannya.
Melihat hal itu Andira dan Rita tak percaya.
"Bagaimana mungkin?" kata Andira.
"Tentu saja, jika kalian menyayangi mereka, mereka akan menyayangi kalian juga" kata Am.
"Kemarilah!" perintah Am.
"Ayo Rit" ajak Andira.
__ADS_1
"Nggak, aku enggak mau An" jawab Rita dengan menggelengkan wajahnya dengan mata yang tertutup.
"Hei lihatlah! Bukala matamu. Coba lihat sekarang" kata Andira.
Dengan terpaksa Rita membuka matanya pelan-pelan.
Rita melihat yang disaksikan sekarang. Melihat Am tidur di atas punggung Singa itu. Layaknya Singa itu boneka.
"Astaga" kata Rita.
Andira menarik tangan Rita untuk mendekat. Dengan agak ketakutan, Rita akhirnya memberanikan diri untuk mendekat.
Andira mengarahkan tangan Rita ke kepala Singa itu. Rita memejamkan matanya kembali karena ketakutan.
Terasa tangannya telah mendarat, Rita terkejut. Bulu Singa ternyata seperti Kuda.
Rita membuka matanya pelan-pelan.
"Astaga, bagaimana mungkin Singa ini diam seperti halnya seekor kucing?" kata Rita.
"Apakah kak Am dapat berbicara dengan mereka?" tanya Rita penasaran.
"Ha, ha, ha, ha, tentu saja tidak" jawab Am.
"Walau sebenarnya memang bisa. Tapi aku tak boleh memperlihatkannya" batin Am.
"Ada nasihat, sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu! Jika kalian sayang kepada mereka, mereka pasti akan menyayangi kalian juga. Percayalah! Jadi, mereka dapat tunduk karena dia adalah temanku sehingga kami bisa dekat" jawab Am dengan tersenyum.
Akhirnya Rita tak ketakutan lagi dengan Singa.
"Semua hewan buas di sini akan tunduk kepada kalian, jadi jangan takut jika kalian pergi ke rumahku. Berkunjunglah saat pagi dan siang. Jangan sore dan malam ya?" kata Am.
"Aku harus berbicara sesuatu agar mereka tak mencurigaiku" batin Am.
"Aku akrab dengan mereka karena selama ini hidupku adalah mereka, jadi tanggapanmu itu,,, terlalu berlebihan Andira he he he he" kata Am.
...****************...
Setelah mereka bermain-main dengan binatang buas, mereka melanjutkan perjalanan ke kota.
Saat di tengah perjalanan, mereka melewati beberapa perempatan jalan.
Dalam waktu 15 menit, mereka telah melewati 2 perempatan. Andira saat itu ingat bahwa perempatan yang selanjutnya sedang viral dengan adanya kabar banyak uang hilang dari rumah sekomplek itu.
"Hei Rit, kamu denger kabarnya nggk?" tanya Andira.
"Kabar apa?" tanya Rita balik.
"Itu di blok depan yang sebelah kanan banyak berita jika di rumah warga sering kehilangan uang mereka secara tiba-tiba" kata Andira.
"Benarkah? Bagaimana mungkin?" tanya Rita.
"Ada yang bilang ada perampok di sekitar sini!" kata Andira.
"Wah, berarti kita harus waspada jalan sini!" kata Rita.
"Hei, sekarang kan siang Rit, mana ada pencuri datang saat siang bolong" kata Andira.
"Ada lah, lah kadang ada copet juga kan?" jawab Rita.
"Apakah masih belum tertangkap pencurinya?" tanya Am penasaran.
__ADS_1
"Sesuai isus dari media sosial sih... belum kak" jawab Andira.
"Katanya pencuri yang mengambil uang mereka tak ada jejak sama sekali. Termasuk pintu atau jendela tidak ada yang rusak jadi tidak ada bukti" kata Andira.
"Wah, sepertinya pencurinya Profesional sekali ya?" ungkap Rita.
"Sepertinya seperti itu" kata Andira.
Beberapa menit melangkah,,,
Akhirnya mereka sampai ke tempat yang mereka tuju.
"DISPENDUK" kata Andira.
"DISPENDUK" kata Am yang mengikuti perkataan Andira.
"Iya benar kak, apakah kak Am sekarang adalah pertama kali datang ke sini?" tanya Andira.
"Iya, Wah... Gedungnya besar sekali" ungkap Am dengan melihat-lihat sekeliling depan gedung itu.
Am kagum karena Am lama tak pernah datang ke kehidupan manusia. Am hanya sering datang ke perumahan rumah tangga itu pun saat dia terpanggil karena konflik yang menyakiti hati salah satu pihak.
"Mari kak, kita masuk" kata Andira.
Karena banyak sekali pengunjung, mereka duduk di bangku antrian. Dengan menunggu antrian, Andira meminta Am untuk mempersiapkan surat-surat pentingnya.
Am melakukan perintah sesuai Andira. Am memberikan surat undangan dari Tuan yang menurutnya itu adalah surat terpenting dalam hidupnya.
Surat itu tertulis dengan bahasa yang tak dimengerti manusia.
Tentu saja melihat hal itu Andira tidak mengerti surat apa yang di sodorkan oleh Am.
"Kak Am ini apa? Yang kumaksudkan surat itu adalah KK dari keluarga orang tua kak Am, buku nikah orang tua kak Am, dan akte kelahiran kak Am" kata Andira.
"Seperti ini!" tambah Rita dengan menyodorkan gambar dari internet yang memunculkan buku nikah dan Akte kelahiran.
"Astaga, bagaimana mungkin aku dapat mempunyai itu, aku sendiri saja tidak memiliki keluarga, sepertinya satu-satunya cara adalah..." batin Am.
Am memasukkan tangannya ke dalam tas yang di kenakannya hari ini.
"ctak"
Am menjentikkan jarinya di dalam membuat surat yang persis seperti gambar dari internet itu. Dengan tulisan atas nama keluarga Furqon dan namanya.
Lalu dia menyodorkan ke Andira.
Berhubung Andira adalah anak yang teliti, dia melihat yang tertulis di KK.
Andira ternganga melihat tahun yang tertera di KK tersebut.
"Kak Am yakin lahir di tahun 1900?" kata Andira.
"Ah.. itu..!" jawab Am kaget dan tak terpikirkan sama sekali.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih... 🤗🤗🤗
__ADS_1