Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 54: KETAHUAN


__ADS_3


"Berani sekali dia berkata seperti itu dasar manusia sombong ha, ha, ha!" Kata Tuyul satunya.


Tuyul itu masih menganggap Am sebagai manusia biasa.


" Astaga kenapa kalian tak mau mendengarkan?" gumam Am.


"Satu kali lagi aku katakan, apakah kalian dapat bercakap denganku secara damai?" kata Am.


"Lihatlah, dia semakin sombong sekarang Ha, ha, ha,"


Kedua tuyul itu semakin terkekeh bersama.


"Tentu saja aku tak akan mengatakan apapun padamu! " jawab tuyul satunya.


"Hei, ayo kita pergi!" kata tuyul lainnya.


Kedua Tuyul lagi-lagi tak dapat menembus dinding rumah itu.


Namun mereka tetap berusaha untuk dapat pergi dari sana dengan keras.


Am tak tahan dengan usaha mereka yang selalu gagal. Karena rumah ini memang sengaja Am lindungi agar tak ada satu makhluk pun yang dapat menembusnya.


"Melihat selama ini kalian mengambil hak orang lain. Dan merasa paling tinggi dari makhluk lainnya. Sepertinya aku terpaksa harus melakukannya" kata Am dengan tersenyum tipis.


"Wuuuzzzzzhhhh!!!"


Tiba-tiba angin kencang itu memutari badan Am.


Energi Am terasa sangat kuat di mata Tuyul itu.


"Ap, apa yang terjadi?" kata tuyul satunya tergagap merinding melihat kekuatan Am yang sangat besar bagi mereka.


"Siapa dia?" kata tuyul lainnya.


Am mecampakkan petirnya ke dinding tepat samping belakang salah satu tuyul. Hingga membuat dinding rumah itu runtuh.


"Ccctarrrrrrr"


Bunyi sambaran petir itu membuat suasana semakin tegang.


"Apakah kalian masih belum mengerti tentang peringatan ini?" tegas Am.


Kedua tuyul itu merasa sangat takut. Mereka sadar jika yang berada di depan mereka sekarang bukanlah manusia biasa. Bahkan kekuatannya melebihi orang yang memelihara mereka.


Akhirnya salah satu tuyul itu bersedia menjawab pertanyaan dari Am.


" Aku akan menjawab" kata tuyul satunya.


"Hei, apa yang kamu lakukan?" bisik tuyul satunya.


"Kamu tak lihat begitu besarnya kekuatannya. Hingga dapat merobohkan dinding yang tak bisa kita tembus" jawab tuyul satunya.


"Tapi bagaimana dengan kemarahan tuan kita?" kata tuyul satunya.


"Sebenarnya kami melakukan semua ini karena perintah dari Tuan kami" jawab Tuyul satunya.

__ADS_1


"Siapa Tuan kalian?" tanya Am.


"Kami tak dapat menjawabnya" jawab tuyul itu.


"Apakah perlu aku melakukan hal yang lebih keras?" tegas Am.


"Ampun,,, tolong jangan sakiti kami" kata tuyul satunya.


"Selama ini kami hanya sebuah peliharaan dari Tuan kami, jika kami mengikuti perintahnya kami akan diberi makan bahkan akan diberi hadiah, tapi jika menolak Tuan dia akan menyiksa kami" kata tuyul satunya.


"Kenapa kalian memilih menjadi peliharaan?" tanya Am.


"Karena kami,,, dijual oleh ibu kami kepada manusia yang memiliki kekuatan" jawab tuyul.


"Apa maksudmu dengan manusia yang memiliki kekuatan?" tanya Am.


"Tuan kami manusia, tapi dia dapat melihat bangsa kami, dia juga bisa menawarkan kontrak dengan kami, dia juga memiliki kekuatan yang membuat kami takut" kata tuyul.


"Siapa Tuan kalian?" tanya Am lagi.


Terlihat kedua tuyul itu saling menunduk dan terdiam tanpa ada jawaban.


"Aku tak akan mengatakan kepada siapapun, dan aku akan melindungi kalian jika disiksa, tapi untuk melindungi kalian aku harus tahu identitas Tuan yang kejam kepada kalian" kata Am.


"Katakanlah siapa Tuan kalian?" tanya Am lagi.


"Jika kalian menjawab, aku akan melepaskan kalian" kata Am lagi.


Akhirnya dengan keberanian yang cukup salah satu tuyul itu menjawab.


Tuyul satunya langsung kaget dan tak menyangka jika kakaknya akan menjawab.


"Baiklah, pulanglah kalian. Jangan ambil apapun dari manusia. Bawalah uang ini!" kata Am.


Am menciptakan uang dengan kekuatannya. Lalu diberikan kepada kedua tuyul itu.


"Uang itu akan lenyap malam besok. Katakanlah kalian tak tahu apapun padanya!" kata Am.


"Baik"


Tuyul itu patuh dengan segala ucapan Am.


Kemudian mereka pergi pulang. Saat di perjalanan, tuyul satunya bertanya kepada tuyul lainnya.


"Kenapa kamu dengan mudah mengatakannya?" kata tuyul satunya.


"Adikku, kamu tidak merasa jika dia adalah orang baik. Mungkin dia dapat menyelamatkan kita dari belenggu manusia yang kejam ini" kata tuyul lainnya.


Kemudian Adik tuyul mengingat bahwa Am melepaskan petirnya tidak mengenai mereka. Dan memberikan uang palsu ini agar mereka tak disiksa. Adik tuyul baru menyadari jika yang dikatakan kakaknya memang benar.


Mereka adalah tuyul bersaudara seorang Kakak beradik.


...****************...


Sedangkan Am keluar dari rumah yang diciptakan dari kekuatannya itu. Kemudian dia menjentikkan jarinya untuk menghilangkan rumah itu. Tanpa disadari ada seseorang yang sedang berdiri tepat di perempatan jalan. Pandangannya tepat kepada Am.


Am menoleh dan baru menyadari jika ada yang melihatnya.

__ADS_1


"Dia,,, apakah dia dapat melihatku? Aku harus memastikannya" batin Am.


Am berjalan seperti manusia. Lalu dia bersalipan dengan Lais. Saat bersalipan, Am lega karena tak ada reaksi saat itu.


Namun tak menyangka, tiba-tiba Lais bersuara.


"Sebenarnya makhluk apa kamu?" tanya Lais.


Am langsung menghentikkan langkahnya. Dia tak berbalik, bisa jadi yang Lais maksud bukan dirinya.


Tapi tak menyangka Lais menyusul langkahnya dan menghadangnya dari depan.


"Apakah kamu malaikat yang sedang berwujud manusia?" tanya Lais lagi.


"Tentu saja aku manusia biasa" jawab Am.


"Tidak mungkin manusia bisa tak nampak di depan manusia lain" kata Lais.


"Kenapa kamu bilang seperti itu? Padahal kamu dapat melihatku?" kata Am.


"Saat suami istri itu kecelakaan, kamu ada di sana dalam wujud seperti ini" kata Lais.


"Apa yang kamu bicarakan" kata Am dengan berjalan pulang.


"Aura mu bukanlah setan, iblis atau jin. Lalu sebenarnya mahkluk apa kamu jika bukan malaikat? " kata Lais.


"Kamu juga dapat menghilangkan rumah sebesar itu dengan sekejab, aku yakin kamu bukan manusia" kata Lais.


Am tak menjawab apapun dia terus berjalan menuju rumah.


Lais mengikutinya. Tapi saat Am memasuki hutan, Lais kehilangan jejak Am.


"Dimana dia? Benar-benar membuat penasaran" gumam Lais.


Am berubah menjadi pohon saat itu agar tak kelihatan Lais.


"Tak salah lagi Dia,,, dapat melihatku dalam wujud ini, ini bahaya" kata Am.


Setelah itu Am kembali ke rumahnya.


Sedangkan Lais pulang karena telah kehilangan jejak Am.


Dia terus berfikir, bahwa Am itu makhluk apa. Namun dia belum menemukan jawabannya. Karena selama Lais memiliki indra keenam dan baru kali ini dia menemuinya.


Lais sangat penasaran sekali, dia rela kembali ke komplek yang menurutnya aneh saat itu. setelah dia membelikan obat untuk ibunya. Setelah dia menunggu hingga ibunya tidur, baru Lais bergegas kembali ke komplek itu.


Lais pergi untuk pulang dan beristirahat. Tak menyangka, istirahatnya tak dapat nyenyak karena pertanyaan yang belum ada jawabannya. Dia sangat penasaran dengan Am. Lais berbaring menghadap kanan dan kiri menandakan dia gelisah karena penasaran.


"Siapa sebenarnya gadis yang cantik itu?" gumamnya.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2