Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 9: PERTEMUAN FURQON DAN AM SAAT BERWUJUD MANUSIA


__ADS_3


Furqon berlayar bersama teman-temannya di malam purnama itu. Di tengah laut, ikan yang terjala sangatlah banyak. Hingga sampai 5 kali lipat dari biasanya. Sehingga menyebabkan mereka pulang lebih cepat dari biasanya.


“sudah sebanyak ini, mari kita pulang.” Kata Furqon.


“iya kamu benar Furqon. Ikan yang kita tangkap malam ini sudah banyak sekali. Akhirnya kita dapat pulang lebih awal. Hahha” kata temannya.


Mereka memutar balik arah perahu mereka untuk menuju pesisir laut. Saat itu waktu telah menunjukkan pukul 02.00 WIB. Akhirnya mereka sampai di pesisir.


“Alhamdulillah… akhirnya kita sampai. Mari kita bagi. Dan segera pulang. Lalu…” kata Furqon.


“tidur. Iya kan hahaha….” kata temannya.


“ya iyalah… ayo ayo, cepat bagi agar segera tidur.” Kata Furqon.


Setelah membagi hasil mereka dengan rata. Kali ini teman-teman Furqon pulang duluan. Karena banyaknya ikan yang didapat, jadi Furqon tidak ada tempat untuk duduk berboncengan dengan temannya seperti dia akan berangkat sebelumnya. Akhirnya Furqon berjalan kaki untuk mengambil sepedanya. Sementara ikan hasilnya dia tinggalkan di pesisir.


Dari kejauhan, dia melihat sosok perempuan yang sedang di pinggir pantai.


“siapa itu? Sepertinya perempuan. Tapi kenapa perempuan malam-malam seperti ini ada di pinggir pantai yang sepi ini?. Eh jangan-jangan dia hantu. Tapi tunggu… kakinya menginjak pasir. Berarti bukan hantu.” Gumam Furqon.


“permisi.. nona, nona yang disana.” Teriak Furqon.


Mendengar suara Furqon Am, kaget dan dia langsung berlari. Mencari tempat sejauh-jauhnya agar tidak dilihat oleh Furqon. Tapi apa daya, karena kaki Am lebih lemah dari Furqon, akhirnya Furqon lebih mendahului langkah kaki Am.


“hai nona, jangan takut saya bukan orang jahat. Nona, permisi kenapa nona sendirian disini? Ini masih jam malam nona. Apakah nona tersesat?.” Tanya Furqon.


“ah iy... iya aku tersesat.” Jawab Am.


“dimana rumah nona? Mari saya antar, berbahaya jika perempuan malam-malam jalan sendirian.” Kata Furqon.


Am bingung menjawabnya tidak mungkin dia mengatakan jika dia adalah merpati yang selama ini di rumahnya. Kemudian Am teringat nama kota yang pernah dikatakan oleh Althaia dimana Amaltheia sahabatnya berada.


“rumahku.. ada di kota permadani.” Jawab Am.


“apa? Bukankah kota itu jauh dari sini butuh satu jam perjalanan dari sini.” Kata Furqon.


“maksud saya di kota permadani yang paling pinggir kak.” Jawab Am.


“oh baiklah aku akan mengantar nona. Tapi kendaraan saya ada di rumah. Bagaimana jika kita ke rumah saya dulu lalu mengantar nona kesana.” Kata Furqon.


“tidak sepertinya itu akan memakan waktu yang lebih lama. Tidak apa-apa saya akan berjalan sendiri kesana.” Jawab Am.


“baiklah kalau begitu saya akan menemani nona berjalan.” Kata Furqon.


“tidak perlu.” Kata Am.


“nona…. Sangat berbahaya jika ada wanita cantik malam-malam berjalan sendirian. Maksud saya,,, bukankah nona sedang tersesat, dan… wanita itu perlu dilindungi itu saja sih.” Kata Furqon.


“butuh berapa jam jika berjalan ke pinggir kota? Tanya Am.


“jika di pinggir cukup 50 menit.” Jawab Furqon.


"sepertinya matahari terbit butuh waktu 3 jam lagi. Jadi sepertinya aman jika hanya 50 menit" batin Am.


30 menit kemudian, mereka berjalan bersama sepanjang jalan. Am yang tidak pernah berjalan sejauh itu dengan kaki. Dia merasa kakinya sangat lelah. Beberapa kali dia menengok Furqon. Ingin berbicara tetapi enggan. Beda dengan Furqon. Dia memang seorang nelayan dan pemburu. Jadi berjalan jauhpun tidak masalah baginya. Setelah 10 menit berjalan. Lelah Am telah sampai pada puncaknya.


“tunggu-tunggu, aku sudah tidak tahan. Kakiku rasanya sudah sangat lelah.” kata Am spontan.


Mendengar Am berbicara seperti itu. Dengan menengok kanan kiri Furqon mencari tempat peristirahatan.


Mata Furqon tertuju disebuah kayu yang tergeletak pinggir jalan depan perempatan jalan.


“baiklah, kita beristirahat dulu disana.” Kata Furqon.


Am duduk di kayu itu dan berfikir.


'ternyata jadi manusia itu bisa merasakan hal seperti ini ya, kakiku benar-benar merasa lelah dan tidak kuat berjalan lagi. Hah, kenapa harus bertemu dengannya sih!" batin Am.


Melihat kaki Am terdapat bekas peluru dikakinya. Menyebabkan Furqon memberi pertanyaan padanya.

__ADS_1


“apa kaki nona bengkak?.” Tanya Furqon.


“ya? Sepertinya kakiku terasa kaku dan belum kuat berjalan lagi.” Kata Am.


“tinggal 10 menit lagi kita sampai di pinggir kota. Jika nona mengizinkan boleh saya menggendong nona agar cepat sampai?” Jawab Furqon.


“iya tentu silahkan.” Kata Am.


Am sudah terbiasa digendong oleh Furqon saat jadi merpati jadi bukan hal canggung bagi Am jika Furqon menggendongnya saat itu.


Namun ada yang beda sekarang. Saat menjadi manusia Furqon menggendong Am dibelakang punggungnya. Hingga sampai di pinggir kota.


“Alhamdulillah.. kita sampai. rumah nona yang mana?.” Tanya Furqon.


Dengan menoleh kesana kemari. Am menunjuk rumah warna merah yang sebenarnya bukan rumahnya.


“apa? Oh, yang warna merah itu kak.” Jawab Am.


“ya.. baiklah. Sepertinya sudah tak apa saya mengantar nona disini. Maafkan saya karena saya juga masih ada kepentingan.” Kata Furqon.


“baiklah terimakasih banyak.” Kata Am.


Karena ikan hasil tangkapan Furqon belum dikemas oleh Furqon. Membuat Furqon harus cepat-cepat pulang.


Setelah membereskan ikan dan pulang ke rumah. Furqon membaringkan badannya seperti biasanya. Dengan mengingat gadis cantik yang telah ditemuinya tadi malam.


“hah.. capek sekali hari ini. Tapi tak apa, hari ini aku bertemu dengan seseorang yang sangat cantik.” Kata Furqon dengan tersenyum.


“dimana Am, sepertinya dia keluar lagi. Yah.. mungkin dia butuh refreshing juga.” Kata Furqon.


Furqon tertidur dengan pulas di kamarnya. Sedangkan Am, mencari tempat persembunyian untuk berubah menjadi merpati lagi. Karena kaki Am yang sudah lelah dan fajar akan segera terbit. Dia mencari tempat persembunyian yang terdekat.


Setelah berubah menjadi merpati lagi, Am langsung terbang pulang ke rumah Furqon.


15 menit kemudian,,,,,


Terlihat atap rumah Furqon dari ketinggian Am terbang. Karena Am sudah sangat kelelahan, Dia langsung meluncur menuju jendela kamar Furqon dan beristirahat di tempatnya.


Furqon terbangun dari tidurnya. Dia langsung ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Saat Furqon masuk ke kamar dia melihat Am yang masih tidur.


"tidurnya terlihat sangat pulas. Aku langsung berangkat saja." batinnya.


Sore harinya Furqon ke pasar untuk menjual ikan hasil tangkapannya seperti biasa. Namun kali ini Am tidak ikut dengannya.


Setelah selesai berjualan Furqon langsung pulang menuju rumah. Dia ingat bahwa besok adalah pernikahan sahabatnya. Jadi Furqon ingin beristirahat agar dapat optimal saat menemani sahabatnya menikah besok.


Saat Furqon masuk ke kamarnya, dia melihat Am yang sedang berterbangan di kamarnya hingga beberapa bulunya jatuh.


“Am, apa yang kamu lakukan?.” Tanya Furqon.


“ah.. kamu sudah pulang, tadi ibumu ke kamar dan dia akan menangkapku. Kamu tahu apa yang dia katakan?.” Kata Am.


“apa?” Tanya Furqon.


“katanya aku burung yang manis dan penurut. Katanya aku sangat setia denganmu. Jadi ibu takut jika aku pergi. Melihat kamu tidak mengurungku jadi ibu ingin menangkapku dan memasukkanku dalam sangkar.” Kata Am.


“lalu bagaimana denganmu? Kamu nyaman seperti ini atau di sangkar?” Tanya Furqon.


“tentu aku lebih suka kebebasan.” Jawab Am.


“baiklah,”


“Am aku ingin bercerita denganmu. Tadi malam aku bertemu dengan seorang gadis. Dia sangat cantik. Aku tidak pernah melihat gadis secantik dia selama hidupku. Aku benar-benar penasaran dengannya. Kapan-kapan aku meminta bantuanmu boleh Am?.” Kata Furqon.


“minta… ban.. tuan apa?” Tanya Am.


“kirimkan suratku padanya ya? Rumahnya di pinggir kota permadani warna merah.” Kata Furqon.


Furqon masih tidak tahu jika gadis yang dimaksudnya adalah Am itu sendiri.


“apa? Hei manusia, apa gunanya dia cantik jika hatinya tidak baik. Kamu belum mengenalnya. Jangan menyukainya. Karena belum tentu hatinya baik tau.” Kata Am.

__ADS_1


“tadi malam aku berjalan dengannya, dan aku rasa dia wanita yang baik. Kamu bilang seperti itu karena kamu masih belum bertemu dengannya. Ah.. sudahlah aku mau istirahat dulu. Besok pernikahan Ando jadi aku harus istirahat lebih awal.” Kata Furqon.


"kirim surat? Yang benar saja. Toh itu aku. Tapi sayangnya aku tidak bisa bicara apa-apa. Tuan,,,, bagaimana ini? Rasanya hidupku semakin rumit." batin Am.


Saat Furqon tertidur, Am terbang keluar menemui Amaltheia. Saat keluar dari jendela ibu Furqon mengetahuinya. Dan Ibu langsung memanggil dan mengetuk kamar Furqon.


“nak, Furqon. Merpati mu lepas nak.” Kata ibu.


Mendengar suara ibunya Furqon terbangun dan membuka pintu kamarnya.


“ada apa ibu?.” Tanya Furqon.


“itu merpatimu lepas. Kenapa tidak kamu masukkan kedalam sangkar?.” Kata ibu.


“tenang saja ibu, dia mungkin mencari makanan diluar. Dia pasti kembali percaya padaku!.” Kata Furqon.


“melihat dia selalu bersamamu ibu percaya nak. Tapi ibu khawatir jika dia tertembak lagi seperti awal dia datang kesini. Bagaimana?” Kata ibu.


"dipikir-pikir ibu benar juga. Meskipun Am malaikat, tapi dia tidak punya kekuatan jadi dia seperti merpati biasa." batin Furqon.


“iya ibu nanti jika dia pulang. Furqon akan langsung memasukkannya ke dalam sangkar.” Kata Furqon.


Am bertemu dengan Amaltheia di kota Permadani. Mereka bercakap dan menanyakan bagaimana kabarnya masing-masing.


“Amal bagaimana keadaanmu? Apakah Tuan menghukummu? Apa yang telah beliau perbuat?” Tanya Am.


“Am saya tidak apa-apa. Tuan memang menghukumku tapi itu tidak berat kok. Kamu tenang saja.” Jawab Amal.


“hukuman apa yang Tuan berikan padamu Amal?.” Tanya Am.


“Tuan hanya mengambil kekuatan penyembuhku selama 3 bulan saja. Selama 3 bulan itu, aku akan berhati-hati diperjalananku jadi aku tidak masalah. Dan kamu jangan khawatir.” Jawab Amal.


“kamu harus berhati-hati, apalagi jika ada petir dilangit. Kamu harus waspada Amal.” Kata Am.


“iya Am, aku pasti waspada.”


“bagaimana dengan kakimu?.” Tanya Amal.


“Alhamdulillah kakiku sangat sehat. Tapi Amal aku ingin bercerita padamu.” Kata Am.


Am menceritakan semua kejadian yang telah terjadi saat bulan purnama kemarin. Tentang pertemuannya dengan Furqon. Dan Furqon berencana akan mengirimkan surat melewati dirinya. Mendengar cerita yang dilontarkan Am. Amal tertawa terbahak-bahak.


“hahahah… Am, aku benar-benar. Tidak percaya baru kali ini kaum kita terjebak dengan manusia. Yaitu kamu Am.” Jawab Amal.


“iya aku juga tidak tahu jika Furqon melihatku saat itu.” Jawab Am.


“jika sudah terlanjur bertemu. Ya.. bagaimana lagi. Am. Kamu harus menjalaninya.” Kata Amal.


“tapi ini terlalu rumit Amal.” Kata Am.


“Am, kalau dipikir-pikir. Bukankah kekuatanmu bisa kembali jika Furqon mencintaimu setulus hati? Mungkin ini adalah jalan untukmu Am. Sebagai manusia kamu membuat Furqon jatuh hati padamu.” Kata Amal.


“bagaimana mungkin? Sedangkan aku menjadi manusia hanya satu bulan sekali Amal.” Kata Am.


“benar juga. Sepertinya hukumanmu berat ya Am. Sabar ya Am. Meski aku tidak bisa mengembalikan kekuatanmu. Tapi aku akan selalu siap jika kamu meminta bantuan padaku Am.” Kata Amal.


“terimakasih Amal. Kamu memang sahabat terbaik.” Jawab Am.


“mari kita fikirkan jalan keluarnya pelan-pelan.” Kata Amal.


“iya Am. Baiklah hari mulai larut. Aku harus segera pulang.” Kata Am.


“iya hati-hati ya Am.” Kata Amal.


“kamu juga hati-hati.” Kata Am.


“siap!.” Kata Amal.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.

__ADS_1


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗


__ADS_2