
Saat ibu sedang memanggil dokter, Am dan Furqon saling bercakap satu sama lain.
"Am, bukankah penyakitku tidak ada sangkut pautnya dengan kesehatan?" tanya Furqon.
"benar, tapi ibumu sangat khawatir Furqon. Biarkan saja."
"ibumu sangat menyayangimu, inilah salah satu alasanku kenapa kamu harus tetap hidup." kata Am.
"Sekarang aku tahu Furqon. Manusia pernah bilang jika keluarga adalah harta yang paling berharga. Itu karena saat kamu jatuh, merekalah orang pertama yang menghampirimu. Tolong pahamilah Furqon. Jika bukan untukku.... setidaknya untuk ibumu. Jangan mencintaiku lagi. Berhenti. Cukuplah di sini." kata Am.
Mendengar kata yang terlontar dari Am, Furqon hanya bisa terdiam. Karena yang dikatakan Am memang benar. Namun,,, dalam hati Furqon berbicara tidak untuk menyetujuinya.
Beberapa menit kemudian, Doker yang dipanggil ibu telah datang.
"silahkan masuk kesini dok!" kata ibu Furqon.
Dokter memeriksa Furqon yang masih terbaring.
Setelah beberapa saat, Dokter selesai memeriksa Furqon.
Dokter menghampiri ibu Furqon.
"apakah selama ini anak ibu memiliki jantung yang lemah?" tanya Dokter.
"tidak dok." jawab Ibu Furqon.
"anak ibuk sekarang mengalami jantung lemah, tekanan darahnya juga rendah. Jadi ini yang menyebabkan badan anak ibu lemas." kata Dokter.
"saya akan memberikan resep obat. Obatnya diminum 3X sehari setelah makan." kata Dokter dengan menyodorkan 3 macam obat.
"terimakasih Dok." kata ibu.
"iya sama-sama. Saya do'akan cepat sembuh ya. Saya permisi dulu." kata Dokter
"iya Dok." kata ibu Furqon.
(ini pasti karena kekuatanku sudah tersisa sedikit di tubuh Furqon. Sehingga membuat tekanan jantungnya lemah juga.) batin Am.
"Am tolong kamu temani Furqon terlebih dahulu ya? ibu harus keluar dulu karena ada urusan." kata ibu dengan memberikan obat yang diberikan dokter tadi.
"baik bu." jawab Am.
"assallamu'alaikum wr. wb." pamit ibu.
"wa'alaikumussalam wr. wb." jawab Furqon dan Am.
Sementara saat Furqon masih lemas, Am merawat dan selalu menemaninya.
Hari semakin sore. Furqon yang tak terbiasa dengan aktifitas yang vacum. Dia segera turun dari ranjang dan memasak ikan di dapur. Kebetulan Am sedang membersihkan halaman rumah.
Bau ikan itu menghampiri indra penciuman Am di halaman.
"hem... baunya enak sekali? siapa yang memasak? ibu kan belum pulang?" kata Am.
Kemudian Am berjalan ke belakang karena penasaran.
"Furqon, apa yang kamu lakukan? kamu seharusnya istirahat." kata Am.
"Aku tidak apa-apa. Energiku sudah kembali. Jadi tidak masalah." kata Furqon dengan menggoseng ikan di wajan.
"sini biar aku yang melanjutkan." kata Am dengan meraih spatula yang digenggam oleh Furqon.
__ADS_1
Namun Furqon tetap mempertahankan pegangannya.
"sudah tidak usah Am. Kamu pasti kelelahan. Sekarang duduklah dan tunggu masakanku jadi ya?" kata Furqon.
"baiklah, tapi jika terjadi apa-apa jangan menyalahkanku ya?" kata Am.
"emang terjadi apa? sudah sana duduklah! " kata Furqon.
Am kembali kedepan untuk menyelesaikan pekerjaannya tadi. Kemudian dia kembali untuk mandi lalu duduk seperti apa yang diperintahkan Furqon.
Furqon saat itu memasak ikan dan sambal. Lalu mempersilahkan Am untuk makan.
"wah.. sepertinya enak." kata Am dengan mata yang berbinar-binar.
Kemudian mereka makan bersama-sama.
"Furqon, bolehkah aku tidur di sampingmu malam ini?" tanya Am.
Bagaimanapun, malam ini adalah malam terakhir aku sebagai manusia. Batin Am.
"tentu saja boleh, tapi jika aku... melakukan sesuatu yang lebih. jangan salahkan aku ya?" kata Furqon.
"maksutnya?" tanya Am polos.
"nanti kamu akan tahu." kata Furqon dengan tersenyum melihat Am yang begitu polos.
Hari semakin gelap. Seperti yang dikatakan Am. Am akan tidur di samping Furqon.
Namun kali ini Am tidur di sampingnya dengan posisi duduk.
"sini naiklah!" perintah Furqon.
Dengan menepuk-nepuk bantal di sampingnya.
"tidak. Disini menurutku cukup kok." kata Am.
"kamu pernah bilang jika perempuan dan laki-laki tidak boleh seranjang. Jadi seperti ini saja cukup. Tidurlah yang nyenyak. Aku akan menjagamu." kata Am.
"hei, mana mungkin aku bisa tidur jika di depanku melihat wanita tidur tertelungkup dengan posisi tidur seperti itu?" tanya Furqon.
"ingatlah, jika ibu pulang tentu tidak enak dipandang jika kita seranjang." kata Am.
" tapi aku ti...."
Am menggunakan kekuatannya untuk menidurkan Furqon.
Secara mendadak Furqon tertidur pulas. Seperti halnya orang yang mendadak pingsan.
"kamu memang cerewet dan selalu keras kepala" kata Am dengan menidurkan Furqon.
"mungkin malam ini aku akan berjaga. Karena malam ini adalah yang terakhir Furqon." gumam Am.
...****************...
Terlihat Furqon sedang tertidur pulas.
..."tok tok tok..."...
Pintu itu berbunyi ketukan.
Am membukakan pintu itu. Ternyata ibu Furqon yang sudah pulang dari urusannya.
"assallamu'alaikum, bagaimana keadaan Furqon nak? tadi sepanjang jalan ibu mememikirkannya." kata ibu Furqon.
__ADS_1
"keadaanya membaik ibu, sekarang dia sudah tertidur." jawab Am.
"Alhamdulillah... terimakasih ya Am. Selama ini kamu sudah banyak membantu." kata ibu Furqon.
"Am juga terimakasih bu, karena telah mengizinkan Am tinggal disini." kata Am.
"iya, tapi jika Am berkenan. Am bisa tinggal disini selamanya. Menemani anak ibu Furqon." kata ibu Furqon.
"tapi..." kata Am terhenti.
"jika kamu sudah siap saja ya nak. Ibu tidak ingin memaksamu untuk terburu-buru." kata ibu Furqon.
"apa yang dimaksud ibu adalah pernikahan? tentu saja ini tidak dibolehkan. Ibu tidak tahu sebenarnya siapa aku sejatinya." batin Am.
Kemudian Am duduk di samping Furqon hingga pagi. Saat Furqon membuka matanya. Am telah tidak ada di tempat.
"Am." panggil Furqon.
Tapi tak ada jawaban dari sudut manapun.
Furqon ke belakang menanyakan keberadaan Am kepada ibunya yang sedang memasak di dapur.
"dimana Am ibu?" tanya Furqon.
"dia tadi pamit pergi ke ibukota nak." kata ibu.
Mendengar ibu berkata demikian, Furqon mengecek tempat parkir sepedanya. Ternyata sepeda Furqon sudah tidak ada. Menandakan jika Am pergi membawa sepeda.
Furqon bergegas ingin menjemput Am. Namun ibu Furqon melarangnya karena keadaan Furqon yang masih lemas.
Dengan terpaksa Furqon harus berdiam diri dan menunggu Am pulang di rumah.
...****************...
Am pergi ke ibukota. Bersama alat gayuhnya itu, Am menikmati perjalanannya, yang merupakan hari terakhirnya menjadi wujud manusia.
Setelah sampai di ibukota, Am berparkir depan toko yang berada di persimpangan jalan tengah kota.
Am, berjalan ke arah toko tersebut. Dia mendorong pintu kaca itu yang bertulis open di depannya.
Am masuk kedalamnya. Semua penghuninya menyambut kedatangan Am.
"selamat pagi nona,,, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu karyawati toko tersebut.
"saya ingin melihat baju yang paling laris waktu ini. Untuk seorang remaja laki-laki, ibu, dan bapak." kata Am.
"baiklah, mari sebelah sini kak!" kata karyawati tersebut.
Am ingin membelikan baju untuk Furqon dan keluarganya. Kali ini Am mempunyai uang karena selama Am menemani Furqon ke pasar, Furqon selalu memberikan sepertiga hasilnya kepada Am. Uang yang diberikan oleh Furqon itulah yang dikumpulkan oleh Am. Dan dia berencana membelanjakannya hingga habis hari ini.
"disini silahkan memilih nona." kata karyawati tersebut.
Am memilih baju yang terbaik. Setelah itu dia membayar ke kasir. Lalu dia membelanjakan uang sisanya untuk membeli makanan. Kemudian dia pulang dengan membawa belanjaan yang memenuhi keranjang sepedanya.
"kring... kring..."
bunyi bel sepeda itu berbunyi. Menandakan Am telah sampai di rumah Furqon.
"Am." panggil Furqon.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
__ADS_1
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih...