Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 99: Melahirkan Anak


__ADS_3


Dengan segala ujian dan penantian yang cukup lama, akhirnya Mereka berdua dapat menikah dengan bahagia.


Sudah 4 tahun sejak pernikahan mereka berlangsung. Bersama karirnya yang melonjak pesat. Am memutuskan untuk memiliki keturunan.


Di depan komperensi Jumpa Fans itu. Am mengumumkan keputusannya tentang ini. Dan saat itu juga, Am juga mengumumkan bahwa jadwal aktifitas Am akan dihentikan selama 6 tahun.


Mendengar berita ini tentu para fans kak Am sempat merasa kecewa. Ini mengartikan bahwa tak akan ada lagi yang dapat melihat kak Am muncul di panggung atau di layar TV secara live.


Namun bagaimana pun ini adalah keputusan Am sendiri. Mereka harus menunggu kemunculan Am dalam waktu beberapa tahun lagi.


...****************...


Malam itu adalah malam penuh cinta yang sangat membara antara mereka berdua.


Mereka yang memutuskan untuk memiliki anak membuat tarian itu semakin panas dan meneteskan keringat deras.


4 bulan kemudian, ada yang aneh dengan perubahan perut Am. Dirabanya pada bagian perutnya itu, seperti ada tonjolan sedikit di dalamnya.


Selama ini Am tak pernah menemukan tonjolan demikian. Dia mulai membuka perutnya dan berkaca.


Dibolak balikkan tubuhnya sendiri. Hadap ke samping kanan, ke belakang, ke depan, dan ke samping kiri. Am sedang melihat dirinya sendiri.


"Kenapa aku semakin gendut?" gumam Am.


Awalnya Am masih belum sadar jika telah mengandung seorang janin. Namun bertambah bulan berikutnya, perut Am semakin terlihat besar.


Am memastikan perutnya sekali lagi di depan cermin persegi panjang itu. Apa yang sedang ada di dalam perutnya itu? Benak Am bertanya-tanya kesana kemari.


Lalu tiba-tiba saja ada yang menendangnya dari dalam perut. Tendangan itu awalnya tidak keras, tapi Am merasakannya. Lalu ada tendangan yang kedua, dan tendangan yang ini terasa sangat keras.


"Astaga? Apakah ada makhluk hidup yang masuk di dalam perutku?" gumam Am.


Maklum Am tak pernah merasakan rasanya mengandung.


Lalu Am menceritakan tentang ini kepada Lais. Mendengar kabar ini, Lais segera memeriksa perut Am.


Lais mencoba meraba perut Am dan mendekatkan telinganya ke perut itu.Dia memeriksa dan memoles-moles perut yang sedikit buncit itu.


Saat Lais mendekatkan telinganya di perut Am. Tiba-tiba tendangan keras itu terjadi dan berhasil menyepak pipi Lais.


Lais sadar jika perut buncit milik Am ini telah terisi oleh nyawa yang suci.


Melihat hal ini Lais tertawa senang. Mengartikan bahwa dia mengerti hal ini.


"Ini adalah anak kita Am" kata Lais.


"Benarkah?" tanya Am.


"Iya benar" kata Lais.

__ADS_1


Karena senangnya berita ini, Mereka saling memeluk satu sama lain. Dan tersenyum bahagia.


Pada akhirnya penantian itu telah tiba.


Setelah Am mengetahui bahwa dia telah mengandung anak dari Lais. Am sering melakukan jalan tanpa alas kaki di pesisir setiap pagi saat hamil. Hingga 5 bulan penantian. Selama ini Lais tetap memperhatikan istrinya dengan penuh cinta.


...****************...


5 bulan kemudian, Mereka duduk di teras rumah dengan wajah yang menghadap lautan. Pantulan sinar matahari pagi itu membuat tubuh mereka hangat.


Terlihat tangan Lais sedang mengelus-elus perut Am.


Selama Am mengandung, dia tak pernah makan seperti manusia. Dia juga tak nyidam. Inilah alasan kenapa kehamilan Am terlambat diketahui.


Hanya saja saat ini gerakan tubuh Am lebih terlihat seperti manusia yang sedang hamil.


"Astaga tendangannya sangat kuat. Tapi kenapa dia tak meminta apapun?" tanya Lais.


"Sepertinya dia seperti ibunya" jawab Am teesenyum.


"Hah, itu mungkin" kata Lais.


...****************...


Besoknya tak disangka Am merasakan mulas di perut dengan sangat luar biasa.


"Sepertinya dia ingin keluar" kata Am.


"Tidak, aku akan memanggil Amaltheia" kata Am.


Dengan menahan kontraksi itu Am melemparkan signal panggilan pada Amaltheia.


Namun tak ada reaksi. Akhirnya Lais menunjuk diri untuk memanggil Amaltheia.


Dorit selaku Dewa air di samping rumah itu. Mengetahui hal ini. Karena Lais masih memiliki keterbatasan. Dorit lah yang akhirnya memanggil Amaltheia. Serta ke-4 Dewa lainnya.


Alexandra sebagai Dewa Api


Althaia sebagai Dewa awan


Amaltheia sebagai Dewa Bulan


Amara sebagai Dewa Surya


Anastasia sebagai Dewa angin


Semua berkumpul di sana menyaksikan kelahiran itu. Dan mereka menyambut kelahiran dari populasi mereka.


Dorit selaku Dewa air, dia yang lebih banyak membantu Am saat proses persalinan. Karena air adalah kuasanya. Dia menggerakkan air ketuban itu untuk mendorong sang Bayi.


Dan beberapa menit kemudian bayi itu segera keluar.

__ADS_1


"Oek, oek, oek" tangisan bayi itu.


Am sangat bahagia dan lega mendengar tangisan dari anaknya. Tangisan itu terdengar dan seketika mengurangi rasa sakit yang dirasakannya.


Ke-6 Dewa yang menyaksikannya itu mereka juga ikut bahagia. Lalu dengan segera Mereka menyatukan kekuatan mereka untuk mengobati rasa sakit yang masih tersisa dan dirasakan oleh Am.


Kekuatan itu adalah kekuatan penyembuh. Terlihat seperti embun yang menggumpal. Lalu diarahkan kepada Am hingga Am tak merasakan sakit lagi. Dalam sekejab Am telah sehat sediakala.


Seperti halnya Malaikat. Dewa-dewa ini juga melakukan sapa'an kepada kaum mereka yang baru lahir. Diikuti dengan Lais selaku ayahnya.


Sapa'an ini membuat bayi itu mendadak berubah besar.


Dengan sekejab dia menjadi anak yang berusia 6 tahun.


Setelah melakukan sapa'an, para Dewa kembali kepada tugas mereka masing-masing. Dengan sayapnya mereka terbang.


Sesekali Am dan keluarganya berkunjung ke rumah Lais. Untuk bertemu neneknya.


Tentu melihat anak Am yang mendadak tumbuh besar ini membuat Ibu Lais sedikit merasa aneh. Tapi dia tetap mempercayai jika itu adalah cucunya.


Kemunculan anak kecil yang berumur 6 tahun ini diketahui oleh wartawan Jothan. Beredarnya kabar ini membuat para fans kak Am penasaran dan bertanya-tanya.


"Wah, dia manis sekali"


"Tiba-tiba dia sangat besar dan tampan"


"Dia sangat lucu dan menggemaskan"


"Aku jadi rindu dengan suara kak Am yang merdu"


Tak disangka, dengan berhentinya Am menyanyi. Si kecil yang tampan ini tertular juga dengan kepopuleran Am. Namanya adalah Zeus.


Bahkan Zeus juga sangat digemari, dan terkenal sebagai anak yang lucu dan menggemaskan.


Dan saat anak Am menginjak usia yang ke 10 tahun. Tak disangka kejadian-kejadian yang tak normal sering terjadi dengannya.


Anak dari Am memiliki kekuatan juga seperti kedua orang tuanya.


Dan ini sesuai dengan yang telah diucapkan oleh Tuan. Bahwa Lais dan Am adalah jalan bagi keturunan para Dewa di muka bumi ini.


Melihat adanya kekuatan dari anaknya. Am sengaja melatihnya dan sering menasihatinya.


"Jangan sampai orang lain tahu tentang hal ini. Karena mereka tidak sama dengan dirimu!" kata Am pada anaknya.


Anak kecil itu mengangguk dan dia sangat penurut.


Am sangat khawatir dengan identitas anaknya jika terungkap. Ditambah dengan popularitasnya sekarang yang dikenali banyak manusia.


Zeus adalah anak Dewa.


Dan Mereka hidup bahagia.

__ADS_1


__ADS_2