Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 39: Pulang


__ADS_3


Ikan yang dibakar itu telah tersisa hanya tulang belulang dan kepalanya.


Terlihat Furqon membereskan semuanya. Memasukkan nya ke dalam api unggun itu agar tidak menjadi sampah.


"Am, ayo pulang?" ajak Furqon dengan membereskan sisa makanan itu.


"baiklah. Tapi sebelum itu ... bolehkah aku meminta waktu sebentar? aku harus pamit dengan kelompok yang aku huni selama ini." kata Am.


"iya tentu." jawab Furqon.


"baiklah, tunggu lah aku sebentar lagi." kata Am.


Am berjalan ke arah barat. Saat dia berjalan, Am merubah wujudnya menjadi seekor merpati. Kemudian dia mengepakkan kedua sayapnya untuk terbang.


Melihat Am dengan mudah nya berubah wujud, Furqon semakin takjub dengan kaum malaikat.


"astaga... dia dapat berubah wujud apapun. Itu sangat mengagumkan." batin Furqon.


...****************...


🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️


Am kembali ke kelompok merpati, lebih tepatnya yaitu wilayah Pandakona.


Setelah Am datang ke wilayah itu. Am memberi pengumuman kepada merpati lain. Bahwa Am datang untuk pamit. Am akan kembali ke pemukiman manusia.


Setelah Am selesai mengumumkannya, beberapa ekor merpati menghampiri Am.


"ratu, berhati-hatilah," kata salah satu merpati disana.


"jangan sungkan kesini lagi ratu." kata merpati lainnya.


"iya tentu teman-teman. Terimakasih untuk semuanya. Jika ada waktu saya pasti akan mampir lain kali." kata Am.


"saya permisi dulu ya teman-teman... " kata Am.


Terlihat semua merpati berjejeran sedang melihat kepergian Am.


...****************...


Am kembali ke tempat Furqon. Setelah Am menuju kebawah dan mendekati pasir. Dia langsung berubah menjadi manusia kembali.


Melihat perubahan Am, Furqon takjub dengan apa yang dilihatnya. Antara kenyataan atau tidak kenyataan.


Am duduk di sebelah Furqon. Tiba-tiba Furqon meletakkan kepalanya di pundak Am. Seperti halnya anak kecil.


"aku baru tahu jika malaikat dapat melakukan hal ini." kata Furqon.


"benarkah?" kata Am.


"iya, selama ini aku hanya melihat di media yang diciptakan manusia. Seperti Tv, dvd, dll. Tak kusangka sekarang aku melihatnya di depan mataku sendiri." kata Furqon.


"iya kaum kami dapat berubah wujud apapun sesuai keinginan kami. Selama kami memiliki kekuatan." kata Am.


"benar-benar menakjubkan." kata Furqon.


"Am, mari kita pulang. Ibu pasti menunggu kedatangan kita." kata Furqon.


"jika berjalan kaki, kita butuh berapa jam perjalanan?" tanya Am.


"sekitar 24 jam." kata Furqon.


"apa?" kata Am kaget membayangkan dia harus berjalan sejauh itu.

__ADS_1


"kenapa?" tanya Furqon.


"jujur saja, aku merasa lelah. Karena pertama, aku sudah menempuh jarak 1000 km untuk pulang ke rumahmu. Kemudian aku kembali kesini. Lalu aku pergi ke barat. akh.... Jadi sepertinya energi telah terkuras habis." kata Am.


"kita tidak akan langsung pulang. Pasti akan istirahat nanti. Kamu tahu sendiri tubuhku sekarang juga melemah. Jadi sepertinya aku juga tidak dapat berjalan jauh sekaligus." kata Furqon.


"Furqon, maaf." kata Am merasa bersalah karenanya tubuh Furqon melemah.


"ini bukan salahmu kenapa harus meminta maaf?" kata Furqon.


Karena membicarakan tentang pulang, Furqon menjadi teringat kepada ibunya. Selama ini dia belum memberi kabar kepadanya.


📱📱📱📱📱


Furqon memgambil sebuah kotak persegi panjang kecil dari tasnya.


"tit, tit, tit,"


Bunyi dia mengetuk layar di kotak persegi panjang kecil itu.


"sejak kapan kamu memiliki ponsel?" tanya Am penasaran.


"sejak,,, kamu pergi. Ngomong-ngomong darimana kamu tahu jika ini adalah ponsel?" tanya Furqon.


"waktu saya ke Perpustakaan dulu, saat akan meminjam buku. Petugasnya menyuruhku untuk mengisi no. Ponsel terlebih dahulu. Tapi karena saya tidak punya jadi No. ponselnya Pheron yang dipakai." kata Am.


"Oh," jawab Furqon cetus.


"aku harus menelvon ibu ku dulu ya Am. Takut jika nanti dia khawatir padaku." kata Furqon.


"baiklah." kata Am.


Pheron menelepon ibunya.


...****************...


Ponsel yang berada di atas meja itu berbunyi. Perempuan Paruh baya yang memiliki rambut putih sebagian itu menghampiri Ponsel itu. Lalu dia mengangkatnya.


Terdengar pada ponsel itu seseorang yang sangat dirindukan olehnya. Yaitu anaknya Furqon.


"halo ibu, apa kabar? maaf Furqon baru dapat menghubungi ibu. Tapi ibu tenang saja, Furqon disini baik-baik saja." kata Furqon.


"halo nak, astaga... kenapa lama sekali nak. Syukurlah kamu baik-baik saja nak. Ibuk khawatir. Kapan kamu akan pulang?" kata ibu Furqon.


"insya allah lima hari lagi ibu. Furqon mulai perjalanan pulang. Dan...."


Mata Furqon melirik kearah Am yang sedang duduk di sampingnya.


"Furqon telah menemukan Am ibu." kata Furqon.


"alhamdulillah .. kabar bagus itu nak. Cepet pulang nak, ibu sudah tidak sabar." kata ibu Furqon.


"iya ibu,,, Furqon akan pulang segera. Jangan lupa makan yang banyak ya?" kata Furqon.


"iya nak." jawab ibu Furqon.


"dimana ibu? boleh aku berbicara padanya?" kata Am.


"iya tentu." kata Furqon.


Am mengambil ponselnya dan menyapa ibu Furqon.


"halo ibu, bagaimana kabar ibu? Am sangat rindu pada ibu." kata Am


"halo nak, ibu disini baik-baik saja. Ibu juga rindu, kemana saja kamu nak?" kata ibu Furqon.

__ADS_1


"Am ada urusan ibu. Maafkan Am jika tidak sempat pamit ibu dulu." kata Am.


"iya tidak apa-apa. Cepat pulang ya nak. Ibu tidak sabar melihat kedatangan kalian." kata Ibu Furqon.


"baiklah ibu, kita akan segera pulang." kata Am.


Am mengembalikan ponsel itu kepada Furqon.


"sudah dulu ibu ya? Assallamu'alaikum." kata Furqon.


"wa'allaikumussalam." kata ibu Furqon.


Furqon menutup telvon ponselnya. Kemudian dia mengembalikan ponselnya ke dalam tas.


"Furqon, bagaimana jika kamu naik ke punggungku?" tanya Am.


"apa maksutmu?" tanya Furqon.


"sekarang aku dapat berubah menjadi apapun. Untuk mempercepat perjalanan. Bagaimana jika kamu naik ke punggungku?" kata Am.


"tidak." kata Furqon menolak.


"kenapa?" tanya Am.


"sekuat-kuatnya kamu Am, kamu orang yang seharusnya aku lindungi. Bukan orang yang aku tunggangi." kata Furqon.


"iya itu beda. Aku ngk apa-apa kok." kata Am.


"sudah kubilang tidak." kata Furqon.


Dengan kindisinya sekarang yang lemah, aku tidak dapat membiarkannya berjalan sejauh itu. batin Am.


Sepertinya harus dengan pemaksaan. batin Am.


"wooooosh"


🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️


Tiba-tiba Am berubah menjadi angin ****** beliung. Am memakan Furqon dan semua peralatannya. Bertujuan agar Furqon dapat ditariknya dan segera sampai rumah.


Terlihat Furqon berada di tengah-tengah angin itu. Memang sengaja Am memposisikan Furqon agar tidak mengikuti perputaran angin yang dahsyat itu.


"Am, apa yang sedang kamu lakukan?" kata Furqon.


"Tentu saja membawamu pulang." jawab Am.


Saat Am melewati pemukiman dekat rumah Furqon.


Semua orang terlihat berhamburan. Seperti takut jika angin itu melahap mereka semua.


"Am, lihatlah. Memang kamu melewati jalan tanpa merusak. Tapi lihatlah! mereka semua ketakuan." kata Furqon.


"iya kamu benar Furqon." kata Am.


"cukup disini saja Am. Turunkan aku!" kata Furqon.


Am turun ke bumi. Dengan hati-hati angin itu memudar. Saat Am berubah wujud manusia, Am berubah sedang memeluk Furqon.


"*wwoooooosh"


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.

__ADS_1


Terimakasih... 🤗🤗🤗*


__ADS_2