Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 85: Hukuman Lais


__ADS_3


Di kelas itu, semua mata tertuju atas kedatangan Lais.


Begitu juga guru mata pelajaran terakhir yang duduk di sana.


"Maaf saya terlambat!" kata Lais.


"Kemari Lais, kamu dari mana?" tanya guru kelas itu.


"Saya tadi ada kepentingan yang harus saya selesaikan" kata Lais.


"Kepentingan apa Lais?" tanya guru kelas itu.


"Itu,,,," jawab Lais menggantung.


Karena lama menjawab akhirnya guru itu gemas dengan jawaban Lais.


"Kepentingan membawa wanita dari luar sekolah? Lalu Kamu bawa dia pergi dari sekolah?" kata guru kelas itu.


"gleeek" Lais menelan salivanya.


Dengan terpaksa dia harus menganggukkan kepala. Karena memang itu yang telah terjadi.


Helena mendengar berita itu sekarang menjadi cuek kepada Lais. Karena cintanya yang telah tertolak. Dan Dia tidak bisa ramah lagi padanya.


Lais melihat Helena menyadari hal itu.


Akhirnya karena Lais telah melanggar peraturan sekolah, saat itu dia dihukum untuk membersihkan semua toilet sekolah.


Lais melakukan apa yang jadi hukumannya. Pada saat siswa lain pulang, Lais masih di sana dan menyelesaikannya.


Saat Helena hendak berjalan pulang, Helena melihat Lais sedang mengepel toilet luar. Sempat Helena memandang Lais, lalu Lais membalas pandangan itu dengan diam. Melihat itu Helena langsung membuang pandangannya dan terus berjalan.


Lais hanya melihatnya dan tak merespon apa-apa dia hanya melanjutkan hukumannya agar cepat selesai.


Am berubah menjadi manusia, dia masuk ke sekolah saat murid telah pulang semua. Saat itu Helena juga murid yang terakhir pulang. Saat Helena berjalan di lapangan sekolah dia sempat berpapasan dengan Am, mereka bersalipan dan saling melihat. Tanpa ada pembicaraan, hati Helena terlihat tidak menyukai keberadaan Am.


Am dapat mersakan aura yang dipancarkan Helena.


"Kenapa dia juga sedang marah?" gumam Am.


Am berjalan dan menuju ke tempat Lais yang sedang mengepel kamar mandi itu.


"Hei, kenapa kamu tak pulang?" tanya Am.


"Aku harus menyelesaikan pekerjaanku" jawab Lais.


"Pekerjaan ini? Biarkan aku yang menyelesaikannya" kata Am.


"Tak perlu!" jawab Lais.


"Lais, percayalah ini akan sangat mudah dan cepat" kata Am.


Am menjentikkan jarinya, dia menggerakkan semua pel di sana. Semua pel itu bergerak dengan sendirinya membersihkan toilet itu.


Melihat hal ini Lais jadi tambah marah kepada Am. Karena Am tak mau mendengar perkataannya.


"Am, sudah kubilang kamu tidak perlu melakukannya kan?" kata Lais tegas.


"Lais, aku hanya ingin membantumu. Kenapa kamu begitu marah? Sebenarnya kenapa denganmu? Apa aku punya salah padamu?" kata Am.


"Katakan? Dimana salahku?" tanya Am.


Lais terdiam dan hanya berdiri tegak melihat Am dengan pertanyaannya itu. Benar, tak ada yang salah dari Am. Yang salah adalah pikiran-pikiran Lais yang sedang berkelana di otaknya. Dan ketakutan Lais sendiri terhadap perasaannya.


"Am, maaf! Sepertinya kita harus menjaga jarak. Aku hanya takut akan lebih dalam lagi" kata Lais.


"Lais yang kamu dengar masih belum seluruhnya Lais" kata Am.


"Apa yang perlu aku dengar lagi darimu? Sesuatu yang tak masuk akal lagi?" kata Lais.


"Ctaaaakkk"

__ADS_1


Am menjentikkan jarinya untuk menghentikan pel yang bergerak membersihkan toilet itu.


"Semua kamar mandi telah bersih. Kamu bisa pulang Lais" kata Am.


Am langsung beranjak pergi dari Lais.


Seketika langkah Am terhenti. Dan berbicara lantang pada Lais.


"Jika ini yang kamu inginkan, baiklah! Mulai sekarang, kita jaga jarak saja" kata Am.


...****************...


Lais terdiam dan terpaku. Lalu dia pulang dengan diamnya.


"Ceklek!"


Pintu rumahnya dibukanya dengan wajah yang lesu.


Sedangkan Andira melihat kakaknya pulang. Andira tak sabar ingin menceritakan tentang suksesnya viewer di channel youtubenya.


"Itu kakak pulang!" teriak Andira kepada ibunya.


Andira langsung menghampiri kakaknya.


"Kak, kakak sudah dengar tentang channel ku kan?" kata Andira.


Tapi Lais tak merespon adiknya sama sekali.


Dia langsung menuju ke kamar dan menutup pintunya.


"Hah, dasar! Kakak memang cocok menjadi kandidat kakak yang paling menyebalkan" kata Andira.


"Apa aku langsung menemui kak Am ya?" batin Andira.


"Tok, tok, tok!" pintu itu diketuknya.


Lais membuka pintu kamarnya.


"Ada apa?" tanya Lais.


"Kamu kesana sendiri. Kakak lagi capek" jawab Lais.


"Jeglek!"


Pintu itu tiba-tiba ditutup oleh Lais.


"Astaga, kenapa dia jadi berubah? Kemarin dia sangat semangat mengantarku. Tapi sekarang? Dasar kakak menyebalkan." kata Andira dengan gemasnya.


Dia menyepak pintu kamar kakaknya.


"Doook!"


Lais mendengarnya. Lalu dia membuka pintunya lagi.


"Apa?" tanya Lais.


Andira cengar-cengir sendiri melihat kakaknya membuka pintu. Expresinya yang tadinya sebal dia sembunyikan. Karena Andira tidak berani apa-apa kepada kakaknya.


"Tidak apa-apa kak, kakakku sangat terlihat tampan" kata Andira dengan segera meninggalkan kamar itu.


"Jeglek" pintu itu Lais tutup kembali.


...****************...


Andira pergi ke rumah Am seperti yang dia janjikan. Bahwa setelah ujian sekolah sudah selesai. Waktunya dia bermain-main lagi. Karena 2 minggu ini otaknya terasa sangat pusing memikirkan pelajaran.


Tujuan Andira pergi menemui Am adalah ingin menyampaikan pesan tentang suksesnya channel yang dibuatnya bersama Am.


Bersama sepeda gayuhnya dia pergi ke sana.


...****************...


Beberapa menit kemudian Andira telah sampai di rumah Am. Terlihat Am sedang berdiri di pinggir pesisir laut itu. Di tempat sunyi itu, Am terlihat seperti berlian yang tak pernah terlihat di luar dunia.

__ADS_1


"Kak Am," panggil Andira.


Am menoleh karena panggilan itu.


"Andira, kemarilah! " kata Am.


"Kak, kakak tahu berita apa yang aku bawa hari ini?" kata Andira.


"Apa?" tanya Am.


"Channel kita sukses kak, kak Am sangat terkenal sekarang. Coba lihat! Ada 300k viewers. Setelah ini aku akan mendapat uang dari sini. Nanti kita bagi hasil ya kak" kata Andira.


"Baiklah" jawab Am pasrah.


"Kak, ayo kita lakukan video lagi" kata Andira.


"Baik ayo!" kata Am.


Mereka melakukan perekaman lagi. Am menyanyikan lagu Ajarkan aku Tuk melupakanmu milik Arvian pangestu.


Semua yang ku mau, hanya sedikit waktumu, untukku


Hanya satu pesan singkat, sedang apa dirimu?


Awal pertemuan kau sangat peka padaku, dan itu dulu


Rasa yang terlanjur dalam, kau buatku semakin bodoh


Oh mengapa harus kulihat kau dengan dirinya


Terluka tapi tak berdarah


Ajarkan aku cara tuk melupakanmu


Bila membencimu tak pernah cukup 'tuk hilangkan kamu


Ajarkan aku, sebelum merusak kedalam-dalamnya


Sebelum aku trauma mencintai sosok yang baru lagi


Awal pertemuan kau sangat peka padaku, dan itu dulu


Rasa yang terlanjur dalam, kau buatku semakin bodoh


Oh mengapa harus kulihat kau dengan dirinya


Terluka tapi tak berdarah


Ajarkan aku cara tuk melupakanmu


Bila membencimu tak pernah cukup 'tuk hilangkan kamu


Ajarkan aku, sebelum merusak kedalam-dalamnya


Sebelum aku trauma mencintai sosok yang baru lagi


Tak tahu bagaimanakah caranya


Agar diriku bisa lupakanmu


Ajarkan aku cara tuk melupakanmu


Bila membencimu tak pernah cukup 'tuk hilangkan kamu


Ajarkan aku, sebelum merusak kedalam-dalamnya


Sebelum aku trauma


Mencintai (Mencintai)


Mencintai


Mencintai sosok yang baru lagi.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2