Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 41: Ke Perpustakaan


__ADS_3


Setelah mereka makan bersama. Kemudian mereka beristirahat.


Seperti biasa, Am tidur di kamar Furqon. Dan Furqon tidur di sofa.


...****************...


Matahari mulai menampakkan wajahnya. Embun yang basah itu mulai mengering di pepohonan


Saat Am bangun, terlihat Furqon sedang duduk di teras bersama secangkir teh berlagukan sebuah kicauan burung liar di pepohonan.


Am menghampiri Furqon yang sedang duduk itu.


"Furqon." panggil Am.


"iya Am." jawab Furqon.


"nanti adalah bulan purnama. Izinkan aku untuk menemui Tuan-ku." kata Am.


"baiklah." kata Furqon.


"tapi bagaimana jika ibu bertanya?" kata Am.


"bilang saja kamu ada urusan. Nanti aku akan mengantarmu. Agar ibu tidak khawatir." kata Furqon.


"baiklah. Sudah lama sekali aku tidak pergi ke Nabastala. Baru kali ini aku dapat kembali." kata Am dengan tersenyum.


"iya, seharusnya memang seperti itu. Aku menyadari bahwa kekuatanmu bukanlah hak ku. Aku berterima kasih atas kesempatan ini berkat dirimu Am." kata Furqon.


"mungkin kita bisa bersatu Furqon. Itu pasti. Tunggu aku kembali." kata Am.


"iya, aku akan menunggumu." kata Furqon.


Setelah beberapa perbincangan. Mata Am tertuju pada satu benda berwarna merah.


"Furqon, itu mobil siapa?" tanya Am.


"tentu mobil siapa lagi?" tanya Furqon.


"maksudmu kamu punya mobil?" tanya Am.


"iya. Bagaimana kabarnya ya? Sudah 3 tahun aku meninggalkannya." kata Furqon.


Lalu Furqon menghampiri mobilnya. Dia mengecek keadaan mobilnya.


"sepertinya bapak memperhatikannya." gumam Furqon dengan tersenyum.


Furqon kembali ke tempat duduk yang tadi dia duduki. Tepat di samping Am berada.


"apa kamu mau jalan-jalan dengan mobilku?" tanya Furqon.


"iya tentu." kata Am dengan memasang wajah yang menggemaskan.


"mau.. jalan-jalan kemana?" tanya Furqon.


"bagaimana jika ke perpustakaan? aku lama tak kesana. Mungkin saja ada Pheron juga. Aku lama tak bertemu dengannya." kata Am.


"baiklah." kata Furqon dengan tersenyum.


"kamu tidak cemburu?" tanya Am.


"tidak, bukankah kamu pernah bilang dia temanmu?" kata Furqon.


"memang iya. Tapi kamu pernah bilang jika cemburu padanya." kata Am.


"untuk apa aku cemburu? cinta itu membahagiakan yang di cinta. Bukan malah mengikat yang di cinta." kata Furqon.


"benarkah?" tanya Am.

__ADS_1


"iya, aku juga baru-baru ini menyadarinya. Menurutku itulah cinta yang murni." kata Furqon.


"terimakasih Furqon, kamu sudah mencintaiku dengan tulus." kata Am.


"iya. Bersiaplah! kita akan berangkat ke perpustakaan." kata Furqon.


Am bergegas membersihkan dirinya dan bersiap-siap.


Sedangkan Furqon mencoba mobilnya terlebih dahulu. Karena sudah lama tidak terpakai. Hanya saja selama Furqon pergi ini bapaknya selalu membersihkan mobilnya.


"brmmm.. brmmm.. brmmm"


Terlihat Furqon sedang menyetir mobilnya. Dia berputar dengan satu kali putaran.


Dulu jalan rumahnya memang sempit dan hanya dapat dijangkau jalan kaki. Namun sekarang jalan menuju rumah Furqon telah menjadi lebar. Sehingga mobilnya dapat masuk di depan teras rumah nya.


Setelah selesai melakukan pengecekkan mobilnya dan Am telah siap. Mereka berangkat naik mobil tersebut.


Sudah dapat 20 menit perjalanan. Akhirnya mereka sampai di perpustakaan.


Seperti biasa, sebelum masuk ke perpustakaan. Am dan Furqon melakukan absen terlebih dahulu.


Setelah itu, mereka masuk dan melihat buku-buku yang ada di sana.


"kamu ingin membaca buku apa?" tanya Furqon.


"aku... ingin membaca buku tentang malaikat." kata Am.


"sebentar saya tanyakan dulu pada pustakawan." kata Furqon.


Furqon berlari menuju pustakawan yang sedang menata buku di sebelah rak buku tengah.


"permisi,,, saya ingin membaca buku tentang malaikat. Ada di mana buku itu terletak?" tanya Furqon.


"sebelah sini. Mari ikuti saya." kata pustakawan tersebut.


"Am sini!" kata Furqon dengan melambaikan tangannya kepada Am yang berada 10 langkah kaki darinya.


"di sini kak." kata pustakawan itu dengan menunjuk salah satu rak buku itu.


"terimakasih." ucap Furqon.


Setelah itu Furqon mengambil buku yang ada di rak. Lalu dia memilih beberapa buku dan ditunjukkan kepada Am.


"kamu mau yang mana?" tanya Furqon.


"coba yang ini. My Angel." kata Am.


"baiklah. Kalau begitu aku yang ini." kata Furqon dengan mengambil salah satu buku.


Setelah memilih beberapa buku. Mereka mencari tempat duduk untuk membaca. Am merekomendasikan tempat duduk yang dulu dia pernah duduk i.


"bagaimana jika kita membaca disana?" kata Am.


"boleh juga." kata Furqon.


Mereka duduk di bangku itu dengan berdampingan. Am terlihat rajin membaca bukunya. Sedangkan Furqon antara membaca dan memandang Am.


Tiba-tiba kepala Furqon tergeletak di pundak Am.


"hei, bukankah ini tempat membaca buku?" kata Am.


"apa tidak boleh sebentar saja?" tanya Furqon.


"hei lihat, itu ada pustakawan yang melihat kita." kata Am.


"apa?" spontan Furqon.


Kemudian dia langsung menegakkan kepalanya dan bergaya membaca bukunya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian...


Datang seorang laki-laki bersama seorang wanita di sampingnya.


"Furqon, Am?" kata laki-laki itu.


Mendengar ada yang memanggil, Am langsung menoleh kepada orang tersebut dengan mata yang terbelalak. Furqon juga menoleh kepada laki-laki tersebut.


"Pheron." panggil Am.


"ah iya, lama sekali kita tidak bertemu. Kamu kemana saja selama ini?" kata Pheron.


Perempuan yang ada di samping Pheron merasa terabaikan dan cemburu. Melihat kecantikan Am yang tiada tandingnya.


Am melihat hati perempuan tersebut. Sedang berkecambuk.


"Pheron, siapa wanita itu?" tanya Am.


"dia pacarku Am. Kenalkan namanya Diana." kata Pheron.


Am sengaja ramah padanya agar tidak terjadi salah paham.


"halo diana, perkenalkan nama saya Amfitrite kamu bisa memanggilku Am. Dan ini Furqon kekasihku." kata Am.


"iy,, iya halo Am." kata Diana meredakan dirinya.


"kenapa masih berdiri? duduklah kalian." kata Furqon.


"iya kami akan duduk, sebelum itu kami mencari buku terlebih dahulu." kata Pheron.


"baiklah." kata Furqon.


Pheron meninggalkan bangku duduk Furqon dan Am. Dia mencari buku di rak buku perpustakaan itu.


"dia cantik sekali. Bagaimana kamu mengenal dia?" kata Diana.


"dia pernah berkunjung di sini dulu. Jadi kita berteman." kata Pheron.


Mereka mencari buku yang mereka butuhkan. Kemudian mereka duduk di bangku depan Am.


Mereka berkumpul dan terlihat akrab saat itu.


Setelah waktu memasuki sore. Pheron dan Am pamit untuk pulang.


"Pheron, Diana, kami pulang dulu ya?" kata Am.


"baiklah hati-hati." kata Diana dengan tersenyum.


Setelah sampai rumah. Am dan Pheron membersihkan diri mereka masing-masing.


Hari tampak gelap. Terdengar nyanyian jangkrik dan katak di sana. Am bersiap-siap untuk keluar rumah.


"Furqon, ayo kita berangkat." kata Am.


"ayo." kata Furqon.


Sebelum itu mereka pamit kepada ibu terlebih dahulu. Setelah pamit, mereka pergi menuju ke pesisir dengan berjalan kaki.


Terlihat mereka saling berpegangan tangan saat itu.


Saat berjalan, Am melihat ke atas langit.


"sungguh indah bulan Purnama. Bagaimana reaksi kaum ku jika aku pergi ke Nabastala malam ini ya?" kata Am.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.

__ADS_1


Terimakasih... 🤗🤗🤗


__ADS_2