
"Furqon, apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan?" tanya Am memastikan.
"iya." jawab Furqon.
"apakah kamu masih ingat aku ini siapa?" tanya Am.
"ingat." jawab Furqon.
"lalu kenapa kamu mengatakan hal itu Furqon?" tanya Am.
"apakah tidak bisa? tidak ada cara lain kah untuk kita menikah? apakah kamu tidak bisa menjadi manusia Am? atau.. aku yang berubah menjadi malaikat?" kata Furqon.
Mendengar perkataan Furqon Am hanya melirik kepadanya, diam dan berfikir.
"karena kekuatanku kembali, aku sekarang dapat berubah wujud sesuai keinginanku. Mungkin... saat gerbang Nabastala terbuka. Aku akan mencoba menanyakan kepada pemimpin." kata Am.
"gerbang Nabastala? apa itu?" tanya Furqon.
"itu adalah pintu untuk menuju ke padang mahsyar." kata Am.
"*gbyu*rrrrrr.... gbyubrrrr"
Bunyi ombak terdengar berdesir disana. Laut yang terlihat tak pernah terjamah oleh manusia itu. Terasa indah. Tak ada sampah dan masih sangat asri.
"sudah lama aku tidak bertugas. Rasanya aku rindu." kata Am.
"Furqon, karena aku sekarang dapat berubah wujud, bolehkah aku mengelilingi lautan sebentar?" kata Am.
"iya tentu." kata Furqon.
Kemudian Am memasukkan dirinya ke dalam laut. Saat dia menyelam, saat itu juga dia berubah menjadi air laut pula.
Kemudian dia menyatu kedalamnya.
Melihat demikian, Furqon terbelalak takjub. Hal yang dipikirkan saat ini adalah tak menyangka jika ternyata malaikat dapat melakukan demikian. Selama ini Furqon berteman dengan mereka memang bermacam-macam wujud. Namun Furqon tak pernah melihat langsung saat mereka berubah wujud.
βastaga...tak kusangka malaikat dapat melakukan demikian. Inikah cara mereka sembunyi dari mata telanjang manusia?β batin Furqon.
.
.
π¬π¦π³ππ π¦π‘ππ¦
Am mengelilingi lautan hingga ke dasar yang paling curam. Disana Am bertemu dengan semua penghuni Laut. Seperti ikan, cumi-cumi, gurita, kuda laut, paus dan banyak lagi lainnya.
.
Tak disangka Am bertemu dengan sekelompok Putri duyung di dasar yang paling curam dan gelap.
Namun Am tak dapat berbicara dengan mereka. Karena Am ingat atas identitasnya. Am hanya melihat mereka dari jauh.
Mereka saling bergerombol dan bercakap-cakap.
.
βSungguh... pemandangan yang indah melihat makhluk yang rukun.β Gumam Am.
__ADS_1
.
Kemudian Am melanjutkan perjalanannya unuk mengelilingi laut.
.
Saat Am mengelilingi lautan, Energi tubuh Furqon secara mendadak kembali. Seperti ada sebuah kekuatan alam. Tentu... semangat datang karena ada seseorang yang dia cintai. Kemudian Furqon bergegas mencari kayu untuk membuat tombak.
Furqon pergi ke hutan. Dia mencari kayu yang kokoh dan bisa dijadikan tombak. Karena Furqon adalah pemburu, Dia andal dalam bidang ini.
Ada satu kayu ranting yang rumayan cocok disana. Kemudian Furqon mengambilnya.
Setelah itu, Furqon menggunakannya untuk mencari ikan di laut.
Karena laut disana masih asri. Ikan-ikan yang berada di sana juga masih banyak. Karena sangking banyaknya, ikan itu tak jarang terlihat dari atas air.
Furqon mengayunkan tombaknya dan mencoba menusuk ikan yang ada.
"maafkan aku ikan." gumam Furqon. Antara tega namun butuh.
Karena Furqon telah mahir berburu, hal seperti ini tidak sulit baginya. Apalagi populasi ikan di sana rumayan banyak.
Beberapa menit kemudian...
πππππ
Furqon mendapatkan ikan yang dia tusuk sebanyak 5 ikan. Furqon kumpulkan ikan itu. Kemudian dia mengumpulkan ranting-ranting yang ada di sekitar sana.
"*kreek, kreeek"
π₯π₯π₯π₯π₯*
Korek itu dinyalakan oleh Furqon untuk membakar ranting-ranting yang telah dikumpulkan oleh Furqon.
Aroma itu tercium di sekitar Furqon.
"hem... wanginya,,, aroma ikan bakar." kata Furqon dengan tersenyum tipis.
"kenapa dia belum kembali?" gumam Furqon dengan melihat arah laut.
.
.
Am telah mengecek lautan. Tak sengaja Am bertemu malaikat penjaga lautan lainnya. Bisa dibilang dia adalah kakak malaikat yang terlahir sebelum Am dan saudaranya diciptakan.
π¬π¬π¬π¬π¬
Tetua Malaikat itu, sedang berwujud lomba-lomba saat itu.
"siapa kamu? aku baru melihatmu hari ini." kata tetua malaikat.
"saya malaikat Am, boleh tahu nama kakak siapa?" kata Am
"saya malaikat klaktil. Nama mu Am? seperti pernah mendengar nama itu. Apa yang kamu lakukan disini? apakah Tuan memperintahkannya?" kata tetua malaikat.
"tidak, saya disini hanya berkeliling saja. Mungkin kakak pernah mendengar nama ku saat aku mendapatkan hukuman dari Tuan." kata Am.
"malaikat yang dihukum menjadi merpati dulu?" kata tetua malaikat.
__ADS_1
"benar." kata tetua malaikat.
"lalu,,, kenapa wujudmu sekarang menjadi air laut?" tanya tetua malaikat.
"karena, kekuatanku mulai kembali. Jadi aku dapat berubah apapun." kata Am.
"itu kabar yang baik, berarti sebentar lagi hukuman mu akan berakhir. Selamat Am." kata tetua malaikat klaktil.
Melihat malaikat klaktil yang berucap kepada Am. Am bimbang dengan hatinya. Antara dia senang karena kembalinya kekuatannya atau sedih karena nyawa Furqon yang dicintainya sedang di ujung tanduk.
"terimakasih kakak, kalau begitu,,, saya izin permisi dulu." kata Am
"baiklah. Hati-hati." kata tetua malaikat.
...****************...
Amfitrite kembali dari kelilingnya. Saat dia akan ke permukaan, Am merubah dirinya menjadi perempuan lagi.
"sriiiing"
Berubahlah Am menjadi wanita cantik lagi. Saat itu,,, terlihat baju Am saat itu basah karena air laut. Itu membuat dia kedinginan sebagai wujud manusia.
Dari kejauhan Am melihat Furqon sedang membakar sesuatu, tepat di sebelah api unggun.
Melihat hal demikian, Am langsung tertuju padanya dan menghampirinya.
"apa yang sedang kamu lakukan Furqon?" tanya Am.
"lihatlah, aku sedang membakar ikan laut. Mari kita makan bersama." kata Furqon.
"wah... sepertinya itu sangat lezat. Sudah lama sekali aku tidak memakan masakan manusia." kata Am dengan sangat riang.
"iya sini duduklah." kata Furqon dengan menepuk-nepuk pasir di sebelahnya. Mempersilahkan Am duduk.
"bagaimana kamu mendapatkan mereka? maksudku... ikan ini?" tanya Am.
"kamu lupa jika aku ahli dalam berburu?" jawab Furqon.
"ya, ya, ya, baiklah aku percaya kamu memang ahli dalam hal ini." kata Am.
Akhirnya mereka berdua memakan ikan yang telah dibakar oleh Furqon itu.
"Masya Allah lezatnya..." kata Furqon.
"ini memang lezat sekali. Apalagi aku sudah lama tak memakan demikian." kata Am.
"ditambah lagi memang tidak ada makanan lagi. Jadi ini rasanya sungguh nikmat." kata Furqon.
"emang apa hubungannya dengan tak ada atau ada makanan lain?" tanya Am dengan memakan ikan bakar yang ditaruh di atas daun itu.
"ada, coba kamu rasakan saat rejekimu bermacam-macam dan banyak. Pasti kamu akan mencicipi ini dan itu. Dan nikmatnya akan tidak terasa tajam. Beda jika perutmu sedang kelaparan, tak ada pilihan makanan, dan hanya itu yang kamu makan. Pasti kamu akan lebih dapat menikmati makanan yang satu itu. Dibandingkan makanan yang bermacam-macam itu." kata Furqon.
"benarkah?" tanya Am tak percaya.
"coba saja jika tak percaya." kata Furqon dengan menikmati ikan bakar yang masih hangat itu.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
__ADS_1
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih... π€π€π€