
Furqon teguh dengan pendiriannya akhirnya dia menggendong Am dengan paksa.
“hei, apa yang kamu lakukan?” kata Am kaget.
“tentu saja menggendongmu.” Jawab Furqon.
Am meronta-ronta saat digendong oleh Furqon saat itu. Tangan Furqon mengepal dan mengeras berusaha untuk tetap menyetabilkan beban yang di pikulnya.
“kamu memang tidak bisa diam ya?” kata Furqon.
“aku akan diam jika kamu turunkan. Cepat turunkan aku!” Kata Am.
Furqon menggendong Am dengan langkah cepat agar segera sampai ke mobil. Setelah sampai dekat Mobil, Furqon menyuruh Am untuk membuka pintu samping kiri mobil dengan kekuatannya. Namun Am tidak mau.
“jika kamu mau aku turunkan kamu harus membukanya untukku.” Kata Furqon.
“aduh,aduh, tanganku sakit sekali. Sepertinya tangan ini lemas sekali.” Kata Furqon berakting.
Melihat Furqon kesakitan dan keras kepala, Am tidak tega melihatnya sehingga dengan terpaksa dia membukakan pintu mobil itu.
“dasar keras kepala. Baiklah aku buka kan.” Kata Am.
“wush…!!!!”
Terbukalah pintu mobil itu.
Melihat hal tersebut Furqon langssung tersenyum lebar.
“nah…. Seperti ini maksudku.” Kata Furqon dengan menurunkan Am bangku mobil itu.
*****
Saat Furqon menurunkan Am, wajah mereka sangat dekat saat itu. Rasanya saat itu sangat canggung. Akhirnya Am melontarkan pertanyaan untuk memecah kecanggungan itu.
“ba… bagaimana dengan tanganmu?” tanya Am.
“apa? Oh iya ini tidak masalah.” Jawab Furqon.
“kamu bohong ya?” tanya Am melihat Furqon yang tidak kesakitan secara mendadak.
“hem.. ternyata malaikat juga dapat tertipu ya? Hahahha” ledek Furqon dengan memasang muka yang imut.
“dasar kamu ya? Aku serius malah banyak bercanda ini orang.” Kata Am dengan memukul ringan Furqon karena gemas.
“hahahha. Aduh aduh sakit tahu!” kata Furqon mengomentari pukulan ringan Am.
Mendengar kata sakitnya Furqon membuat Am berhenti memukulnya. Namun ternyata lagi-lagi Furqon sengaja bercanda. Sehingga membuat Am semakin kesal. Mereka saling mengejar seperti halnya anak kecil.
“cukup, cukup, aduh perutku perutku rasanya…” kata Am dengan memegangi perutnya yang sedang terkoyak karena banyak berlari dan tertawa.
Setelah lelah saling mengejar dan tertawa, mereka duduk di pinggir jalan itu. Dengan nafas yang terengah-engah.
Dalam beberapa waktu Am dapat melupakan masalahnya. Namun lagi-lagi masalah itu menyerang pikiran Am kembali.
*****
Dengan nafas yang terengah-engah Am menatap Furqon yang terlihat sedang menengadahkan wajahnya di langit saat itu.
(bagaimana caranya aku dapat menyampaikan padanya jika waktuku tinggal satu hari lagi saat menjadi manusia. Aku pasti tidak sanggup melihat kesedihannya nanti.) batin Am.
Furqon menengok kesana kemari.
“Am” panggilan itu memecahkan lamunan Amfitrite.
“iya?” Jawab Am.
__ADS_1
“teriaklah!” perintah Furqon.
“apa?” tanya Am, masih bingung dengan apa yang dikatakan Furqon.
“seperti ini,”
🔊🔊🔊🔊🔊
“Amfitrite …….!!!!!” teriak Furqon.
“cobalah!” kata Furqon.
“ayo cobalah! teriaklah” perintah Furqon.
🔊🔊🔊🔊🔊
“Amfitrite….!!!! Aku….!!! Mencintaimu…!!!!!!” teriak Furqon.
🔊🔊🔊🔊🔊
“Furqon….!!!! Aku…!!! Juga….!!!!” Teriak Am.
“lega kan?” tanya Furqon.
“sepertinya lumayan.” Kata Am.
Setelah mereka saling berteriak disuasana sepi itu.
Mereka duduk bersampingan.
“yang kamu bilang tadi… benarkah?”
Tiba-tiba Furqon melontarkan pertanyaaan dan mendekatkan wajahnya kepada Am.
Am yang sedang duduk di samping Furqon itu mengarahkan kepalanya kebelakang pelan-pelan. Karena Furqon terus mendekatkan wajahnya kepada Am seperti orang hendak mencium.
“iya, iya kamu puas sekarang?” jawab Am.
Dengan mengarahkan tubuhnya duduk kembali keposisinya semula.
“lelaki siapa?” Am berfikir sebentar.
“apakah…. Pheron?” tanya Am.
“siapa lagi?” jawab Furqon cetus.
“aku hanya meminta bantuannya untuk mencarikan novel. Itu saja!” kata Am.
“sejak kapan kamu tertarik dengan Novel?” tanya Furqon.
“sejak…. aku mencari jawaban tentang hubungan kita.” Jawab Am.
“jadi… kamu tidak menyukainya?” tanya Furqon.
“tentu saja tidak, bagaimana mungkin aku melupakan orang yang telah berada di sisiku sejak lama, yang selalu ada untukku, yang ada saat aku sakit. Kemudian datang seseorang yang sempurna lalu aku berpaling?” kata Am.
“tentu tidak. Memang saat aku melihat covernya dia tampak sempurna. Tapi, aku tidak tahu kejutan apa yang dia sembunyikan atas dirinya. Karena hakikatnya semua tidak ada yang sempurna.
“yang kamu katakan benar sekali Am. Tapi bagiku ada satu yang sempurna.” Kata Furqon.
“apa?” tanya Am polos.
Furqon mendekatkan bibirnya ke telinga Am.
“kamu.” Bisik Furqon.
“sepertinya kamu sedang gila.” Kata Am dengan tersenyum malu.
__ADS_1
Wajah Furqon juga tampak memerah. Mereka saling tersipu satu sama lain saat itu.
♥️♥️♥️♥️♥️
Tiba-tiba cahaya kuku Am bercahaya satu lagi.
“uhuuk… uhukkk… uhhuk…”
Terdengar batuk Furqon yang dalam.
Furqon memegangi jantungnya. Dalam sekejab, kedua tangan Furqon itu basah.
“Furqon,” panggil Am dengan menghampiri Furqon.
“ini pasti karena kekuatanku telah kembali.”
“cukup Furqon, berhentilah! Jangan mencintaiku lagi. Kumohon…. !!!” kata Am dengan memeluk Furqon yang sedang melemas itu.
“Am, maaf! Sepertinya aku tidak kuat untuk menyetir lagi.” Kata Furqon lirih dengan tersenyum.
“tidak apa-apa Furqon. Kamu tenang saja, biarkan aku yang menyetirnya.” Kata Am.
“sekarang… ayo kita naik mobil dulu.” Kata Am.
Am menuntun Furqon menuju mobil. Saat menuntun Furqon, saat itu keadaan Furqon benar-benar lemas dan tak bertenaga. Sehingga kekuatan Am sebagai manusia tak kuat untuk mengangkatnya. Sehingga Am terpaksa menggunakan kekuatannya.
(aduh, ternyata manusia itu sangat berat ya? Aku harus menggunakan kekuatan peringan sekarang) batin Am.
Am menuntun Furqon dengan menggunakan kekuatannya untuk meringankan berat badan Furqon. Lalu menuntunnya menuju mobil hitam itu
Seperti sebelumnya, Furqon meletakkan kedua tangannya di stir mobil. Sedangkan Am duduk di sebelah kiri Furqon dia menyetir mobil tersebut dengan kekuatannya.
*****
🚗🚗🚗🚗🚗
‘brrrrm… brmmm… brmmm….’
Suara mobil tersebut terdengar di sekitar rumah Furqon. Menandakan bahwa mereka telah sampai di rumah Furqon.
Karena jalan menuju rumah sempit. Am menuntun Furqon lagi dengan kekuatannya.
Terlihat ibu sedang menyapu halaman rumah. Melihat Furqon yang sedang di tuntun Am itu. Ibu Furqon langsung meletakkan sapu yang dipegangnya. Kemudian membantu menuntun Furqon disebelah samping kanannya. Melihat ibu yang membantunya, dengan cekatan Am menghilangkan kekuatan yang digunakannya.
"Apa yang telah terjadi nak?" tanya ibu Furqon.
(bagaimana ini? tidak mungkin aku berkata bahwa ini karena Furqon mencintaiku pada ibu. Karena hal itu diluar nalar manusia) batin Am
"Am, apa yang telah terjadi nak?" tanya ibu Furqon lagi.
"ah, entahlah bu,,,, tadi, saat kami turun dari mobil. Tiba-tiba Furqon lemas dan tak berdaya." jawab Am.
Akhirnya mereka membawa Furqon dan merebahkannya di kamarnya.
"ibu panggilkan dokter dulu" kata ibu.
"ibu, tidak perlu... Furqon baik-baik saja." kata Furqon dengan tersenyum.
"kamu baru kali ini nak, seperti ini,,, ibu harus memanggil dokter. Ibu khawatir nak." kata ibu.
Am mengedipkan matanya kepada Furqon sebagai isyarat untuk membiarkan ibunya memanggilnya.
"baiklah bu..." kata Furqon.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
__ADS_1
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih...