
"wwoooooosh"
Melihat posisi mereka yang terlalu dekat membuat jantung Furqon berdegup sangat kencang.
"hei, bisakah kamu tidak membuat orang jantungan?" kata Furqon.
"jantungan? apa itu?" kata Am polos.
"ah sudahlah. Ayo cepat jalan, sebelum ada warga lain yang curiga." kata Furqon.
"jantungku benar-benar hampir copot rasanya." gumam Furqon.
...****************...
Mereka berjalan menyusuri hutan. Memang Am sengaja turun di wilayah yang jarang terjamah oleh kaki manusia. Hal ini bertujuan untuk menjaga identitas Am sebagai malaikat.
Jarak mereka lebih dekat dari yang sebelumnya. Setidaknya sudah sepertiga perjalanan rute lebih cepat.
Saat meraka berjalan bersama, pemandangan disana begitu asri dan indah. Tanpa ada sampah, atau bangunan. Yang ada banyak pohon berjejeran dan bunga yang mulai bermekaran.
Pada saatnya mereka melewati padang rumput yang luas. Serasa disana berwarna hijau. Am yang melihat demikian merasa sangat senang dan menikmati pemandangan itu.
"wshhhhhh,, wshhhhh"
Bersama angin sepoi-sepoi yang berhembus. Tiba-tiba Am duduk di antara rerumputan hijau itu.
"wah, indah sekali. Furqon, bolehkah kita beristirahat di sini sebentar?" kata Am yang telah duduk itu.
Furqon yang sedang berjalan menggandeng tangan Am itu tertahan. Karena Am duduk.
Furqon menoleh kepada Am dan tersenyum.
"baiklah." kata Furqon.
Akhirnya Furqon duduk di sebelah Am. Furqon membuka tasnya. Dia mengambil benda kecil dan memanjang. Kemudian dia memasangkan benda itu di pergelangan tangan Am.
"apa ini?" tanya Am polos.
"ini jam tangan. Pakailah, jika aku bertanya padamu nanti akan lebih mudah. Karena aku membutuhkannya untuk melihat waktu sholat." kata Furqon.
Kemudian dia merebahkan tubuhnya di padang rumput itu.
Melihat Furqon melakukan demikian, Am juga merebahkan tubuhnya di padang rumput juga.
Am melihat ke atas langit dan takjub dengan apa yang dilihatnya saat itu.
"benar-benar surga dunia." kata Am.
"kamu menyukainya?" kata Furqon.
"sangat. Sangat menyukainya." kata Am.
"tunggu di sini ya?" kata Furqon.
Furqon beranjak dari rumput. Kemudian dia menghilang jauh dari pandangan Am.
Setelah beberapa waktu. Furqon kembali dengan membawa serangkai bunga lavender.
"taraa....." kata Furqon dengan menyodorkan bunga itu kepada Am.
"astaga... indah sekali. Terimakasih Furqon." kata Am.
Bunga itu diraih oleh Am. Dengan seketika, Am memeluk Furqon.
Jantung Furqon berdegup sangat cepat waktu itu.
__ADS_1
"gleeek."
Furqon menelan salivanya.
"Am, bukankah aku pernah bilang. Bisakah kamu membuat orang tidak jantungan?" kata Furqon.
"ah maaf Fur." kata Am dengan melepaskan pelukannya.
"iya." kata Furqon.
"jadi,,, aku tahu sekarang." kata Am.
"tahu apa?" tanya Furqon.
"yang dimaksud jantungan itu, jadi kamu tidak boleh pelukan? kalo pelukan nanti akan jantungan?" kata Am polos.
"bukan tidak boleh. Tapi... ah sudahlah anggap saja seperti itu." kata Furqon.
"tapi apa? kenapa tidak dilanjutkan? kamu sakit?" tanya Am.
"Fur, Furqon." desak Am penasaran.
Mendengar banyak omelan Am. Furqon dengan gercep mendorong Am ke lapang rumput itu. Sehingga Furqon berada di atasnya Am.
"tapi bagaimana jika aku menerkammu?" kata Am.
"emang kamu senang menerkamku?" kata Am.
"tentu saja aku senang. Apalagi tidak ada penghalangnya." jawab Furqon.
"apa selapar itu perutmu hingga mau menerkamku?" tanya Am.
"apa? bukan itu maksudku.. ah sudah lah." kata Furqon dengan melepas cengkramannya kepada Am.
"malaikat ini memang polos sekali." batin Furqon.
"aku tak paham, kenapa manusia mau menerkam segalanya jika sedang lapar?" batin Am.
Am bergegas beranjak lalu dia berlari kecil. Menyusul Furqon yang berjalan terlebih dahulu.
...****************...
Setelah berjalan menyusuri hutan, ladang rumput, dan laut.
Akhirnya mereka sampai di desa Furqon.
Terlihat desa Furqon sekarang berubah pesat. Yang dulu masih banyak pohon. Sekarang ada beberapa tambahan rumah disana.
"wah,,,, sudah lama aku tidak datang kemari." kata Am dengan melihat lingkungan sekitarnya.
"bukankah saat mencariku kamu sudah tiba di sini?" kata Furqon.
"iya, tapi karena terburu-buru aku tidak melihat sekitarku. Aku sangat khawatir padamu melihat kuku ku bercahaya." kata Am.
Mendengar perkataan Am yang terlontar, membuat Furqon menoleh padanya.
"terimakasih." ucap Furqon dengan mengelus rambut Am.
"untuk apa?" tanya Am.
"karena telah mengkhawatirkan ku." ucap Furqon.
"Furqon, rasa lapar itu seperti apa sih?" tanya Am.
"apa maksudmu? jangan-jangan selama ini kamu tidak merasa lapar sama sekali." kata Furqon.
"memang iya." jawab Am.
__ADS_1
"lalu kenapa selama ini kamu memakan makanan sebegitu banyaknya jika tidak lapar?" tanya Furqon.
"karena rasanya enak. Jadi aku tidak ingin berhenti memakannya." kata Am.
"apa? tahu seperti itu aku tidak menawarkan makanan padamu." kata Furqon kaget.
"kenapa kamu seperti menyesal. Emang seperti apa rasa lapar itu?" tanya Am lagi.
"rasa lapar itu... seperti perut mu itu kosong. Sehingga dengan alamiah dia meminta untuk di isi sesuatu." kata Furqon.
"apa perut itu bisa bicara?" kata Am.
"tentu. Saat kamu lapar perutmu akan berbunyi. Krucuk, krucuk. Seperti itu. Apalagi perut ini dipakai untuk berpuasa. Dia akan sering berbunyi." kata Furqon.
"wah... hebat. Aku ingin memiliki rasa lapar." kata Am.
"hahahaha, sebegitu ingin kah?" kata Furqon.
"iya, karena hanya makhluk bumi lah yang memiliki hal demikian. Tidak untuk para makhluk langit." kata Am.
Sepanjang perjalanan mereka saling berbincang dan bercanda.
...****************...
Sudah sejak dua hari mereka berjalan menuju rumah. Akhirnya hari ini mereka dapat tiba di rumah Furqon. Tepat jam 15.00 WIB.
"tok, tok, tok, tok, tok,"
Bunyi ketukan pintu.
"Assallamu'alaikum wr. wb." ucap Furqon.
Mendengar ada yang menyampaikan salam. Perempuan paruh baya itu berjalan menuju arah pintu. Kemudian dia membuka nya.
Dia ternganga dengan apa yang dilihat di depannya.
"Furqon... astaga nak, kamu datang ibu sangat merindukanmu." kata ibu Furqon dengan memeluk anaknya erat-erat.
"iya ibu Furqon datang. Furqon juga merindukan ibu." kata Furqon.
Kemudian mata ibu Furqon melihat seseorang yang berada tepat di sebelah Furqon.
"Amfitrite?" kata ibu Furqon.
"iya ibu." jawab Am.
"astaga nak... akhirnya kamu kembali. Darimana saja kamu nak. Jangan menghilang lagi ya nak. Nanti Furqon akan sangat kebingungan." kata ibu dengan meraih tubuh Am dan memeluknya juga.
"kamu menjadi lebih cantik sekarang nak." kata ibu Furqon.
"apa kita akan di sini terus ibu?" tanya Furqon yang berada di tengah pintu depan itu.
"ah iya, iya, mari masuk. Ayo nak masuk. Duduklah dulu. Kalian pasti lelah." kata Ibu Furqon.
ibu Furqon segera menuju ke dapur. Dia menyiapkan hidangan nasi. Lalu membawanya ke ruang tamu.
"kalian pasti lapar. Sudah lama sekali kalian menempuh perjalanan. Ayo makan nak. Cepat dimakan." kata ibu Furqon dengan menata piring di meja.
"terimakasih ibu, ibu tak perlu repot-repot." kata Am.
"tidak, tidak repot. Cepat makan nak." kata ibu Furqon.
Am dan Furqon makan makanan yang disiapkan oleh ibu Furqon.
...----------------...
Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.
__ADS_1
Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.
Terimakasih... 🤗🤗🤗