Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 98: Mencari Gaun Pengantin


__ADS_3


Setelah acara Jumpa Fans selesai. Lais dan Am menghempaskan tubuh mereka di ranjang rumah Am bersamaan. Sehingga tubuh mereka sama-sama menghadap langit-langit rumah.


"Haaaaaah,,,, ternyata persiapan ini lebih melelahkan dari pada bekerja" kata Lais.


"Sepertinya seperti itu" kata Am.


"Alangkah menyenangkan jika dapat menggunakan kekuatan ini dengan bebas. Pasti semua akan lebih cepat selesai" kata Lais dengan membolak-balikkan tangannya ke depan dan belakang.


"Jangan terlalu bertumpu pada kekuatanmu" kata Am.


"Iya, iya, tapi ini kan hanya berandai-andai" kata Lais.


Am tersenyum.


Lais menoleh ke arah Am. Dengan suasana yang hanya ada mereka berdua di kamar itu. Membuat naluri Lais sebagai pria mulai meronta.


Tiba-tiba Lais memegang tangan Am dan memindahkan tubuhnya di atas tubuh Am. Sehingga posisi mereka saat ini sangat dekat dengan kaki yang saling menempel.


Am terpaku dan membeku. Dia hanya menatap Lais. Dengusan nafas Lais yang memburu itu terdengar lagi. Membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang.


Lais langsung saja mencium bibir Am. Dengan lembut dia mulai ********** pelan-pelan. Sedangkan Am hanya pasrah mengikuti gerakan Lais. Karena sejatinya mereka telah menikah di Nabastala. Ini tak masalah dilakukan. Rasa bahagia itu telah menyelimuti perasaan mereka bagaikan di surga.


Saat Lais hendak mencium dan merayapi kaki Am. Am menghentikan yang dilakukan Lais.


"Ada apa Am?" tanya Lais.


"Kita masih belum menyelesaikan persiapan Lais. Jadi kita fokus pada ini saja dulu" kata Am.


Karena ini keputusan Am. Akhirnya Lais dan Am kembali melanjutkan yang sempat tertunda. Yaitu persiapan pernikahan.


Mereka mencari tempat resepsi, gaun, penghulu dan menyebar undangan. Sesuai yang dikatakan oleh Ibu Lais.


Tempat Resepsi telah selesai, menyebar undangan sudah, ke penghulu sudah. Sekarang tinggal mencari gaun.


Pencarian gaun ini yang sedikit agak susah bagi mereka berdua. Karena Am dan Lais tak memiliki pengalaman mencari gaun. Selama ini dengan jentikkan tangan Am saja. Am dapat membuat gaun untuk dirinya sesuai yang dia pikirkan tanpa harus susah mencari dan membeli gaun.


Tapi untuk kali ini, karena ini berhubungan dengan banyak orang termasuk keluarga Lais. Dan melihat banyaknya wartawan yang siap untuk menggali informasi mereka dalam-dalam. Dengan terpaksa mereka harus menyewa agar terlihat natural dan tak ada yang curiga.


...****************...


Gedung yang tinggi itu terlihat elegan. Di dalamnya tersedia dengan berbagai macam gaun khusus pengantin.


Lais dan Am mulai melihat dan memilih satu persatu gaun yang berada di sana.

__ADS_1


Petugas yang berseragam putih dan hitam itu mempersilahkan mereka duduk. Lalu dia menyodorkan 1 buku yang lebar. Yang merupakan katalog dari design gaun di sana.


Am membolak balik katalog itu hingga pada bagian yang akhir. Am sangat kebingungan karena semua terlihat sangat indah.


"Bagaimana?" tanya Lais.


"Saya masih belum menemukannya" jawab Am.


"Kenapa? Apa karena semua terlihat jelek? Kalo memang begitu, kita pindah ke toko lain saja" kata Lais.


"Tidak, tidak, bukan seperti itu" kata Am.


"Lalu kenapa?" tanya Lais.


"Gaunnya indah semua. Hingga aku bingung harus memilih yang mana" kata Am.


"Astaga, seharusnya kamu lebih mahir dalam memilih" canda Lais.


Dengan tangan yang meraih katalog itu, Lais menggantikan Am dan memilih gaun untuknya.


Lais membolak balik katalog itu dengan pandangan yang serius. Beberapa kali dia melirik Am dan melihat gaun katalog itu. Dia seperti sengaja mencocokkan gaun dengan wajah Am.


Beberapa menit, akhirnya Lais menemukannya.


"Ini dia!" kata Lais.


Gaun itu berwarna putih dengan tampak seperti cinderella. Bersama couple pria berjas yang dihiasi dengan beberapa kancing.


Lais memilih gaun ini. Kemudian mereka mencoba dan mengenakan pilihan dari Lais tersebut.


Lais berganti pakaian sendiri.


Sedangkan Am, karena gaun untuk seorang perempuan lebih kompleks. Akhirnya Am dibantu oleh seorang karyawati di sana.


Beberapa menit, Lais telah selesai, dan duduk di kursi. Dia sedang menunggu Am keluar.


Am yang telah di dandani oleh karyawati itu terlihat sangat cantik. Dengan rambut yang dihiasi oleh sebuah mahkota. Menjadikan Am menjadi seorang seperti cinderella.


Tirai yang menutupi Am dibuka pelan-pelan. Tepat di hadapan Lais, Am terlihat sangat anggun dengan gaun yang indah bersama dengan mahkotanya. Lais melihat dan tak berkedip. Melihat betapa cantiknya Am.


Setiap hari saja Am sudah cantik. Apalagi dia yang memakai gaun itu, terlihat lebih cantik lagi.


Karena cantiknya Am, membuat sang pemilik toko itu meminta mereka untuk bersedia menjadi foto model pemotretan. Dan mereka tidak cuma-cuma meminta bantuan itu melihat kepopuleran artis Am.


Lais dan Am sama-sama menyetujuinya. Mereka berfoto dan berpose di studio foto yang telah disiapkan di sana.

__ADS_1


Dengan gaun yang serba putih itu. Membuat hasil foto dari pemotretan menjadi sangat sempurna. Terlihat bersih dan bercahaya. Tak ada yang menyangkal bahwa Mereka terlihat sangat serasi saat itu.


Dan gaun pengantin sudah dipersiapkan. Semua telah selesai. Tinggal menunggu 6 hari lagi. Selaku hari H acara itu terlaksana.


...****************...


Dengan para tamu undangan yang penuh di ruangan. Dengan satu orang pria sebagai hos pembawa acara di sana. Mengenakan jas hitam berdasi pita kupu-kupu. Di atas panggung dekorasi.


Segera dia mempersilahkan kedua mempelai masuk untuk duduk di panggung dekorasi yang telah disediakan.


"Inilah pasangan kita yang paling serasi di dunia. Lais dan Amfitrite" kata hos itu.


Seketika tepuk tangan itu terdengar bersama. Di kerumunan itu juga ada Helena. Dia melihat keserasian Am dan Lais membuat dia sadar. Bahwa memang kedua insan ini ditakdirkan untuk bersama. Dan Helena mulai menerima kenyataan ini. Helena mulai mencoba mencari kisah cintanya yang baru.


Beberapa jam kemudian, pernikahan telah selesai. Helena sengaja pulang terlambat dari yang lainnya.


Melihat Lais dan Am akan turun dari panggung, Helena mendekat kepada mereka.


Dan menyapa mereka dengan ramah.


"Selamat untuk kalian, kalian memang sebuah takdir" kata Helena.


"Terimakasih, terimakasih juga karena telah datang Helena." kata Am.


"Iya, tak kusangka kalian menjadi orang yang sukses sekarang. Aku sangat iri tapi juga senang" kata Helena.


"Kamu bisa bergabung jika kamu ingin Helena" tawaran Am.


Lais menarik tangan Am sedikit. Kode jika yang dikatakan Am sebaiknya difikirkan terlebih dahulu.


"Oh terimakasih atas tawarannya. Tapi sekarang saya sudah punya pekerjaan" jawab Helena.


"Itu bagus Helena. Semoga semua berjalan dengan lancar" kata Am.


"Iya terimakasih. Kalau begitu saya pamit pulang" kata Helena.


Sebelum Helena melangkah pergi. Am memegang tangan Helena dan memeluknya.


"Setelah ini kita masih bisa bertemu kan?" tanya Am.


Mendadak hati Helena tersentuh, karena selama ini dia membenci Am tapi Am tak pernah membalas kebenciannya sedikit pun. Justru Am sangat ramah.


"Sekarang aku tahu, kenapa Lais dapat jatuh cinta padamu Am. Tentu kita akan bertemu setelah ini" jawab Helena.


"Itu berita bagus" kata Am dengan tersenyum.

__ADS_1


Dan Helena melangkah pergi keluar.


...----------------...


__ADS_2