
Lais menghempaskan tubuhnya ke ranjang tidurnya.
Dia memikirkan perkataan bahwa Am adalah malaikat.
Ini sangat tak masuk akal dan tidak mungkin baginya.
"Benarkah ada sebuah malaikat yang gagal?" gumam Lais.
Karena penasaran, Lais mencoba mencari google search tentang malaikat.
Dia mencoba mengetik search di keyboard Laptopnya.
"Malaikat"
Di sana banyak muncul foto manusia bersayap. Ada juga film yang mengisahkan malaikat. Bahkan juga anime.
Lalu Lais mengetik search lagi.
"Malaikat gagal"
Yang muncul di sana banyak video penampakan, ada juga manusia yang disebut malaikat karena kebaikannya.
Lalu Lais mencari lagi
"Kekuatan Malaikat"
Di google sana tergambar tentang kekuatan malaikat yang dahsyat.
Banyak ilustrasi yang menampakkan kekuatan malaikat. Khususnya malaikat Malik. Mereka sangat sadis karena memang itu adalah tugas mereka. Sebagai penjaga Neraka. Yang bahan bakarnya dari batu dan api.
Lais sedikit takut melihat ilustrasi ini. Dia mengingat tentang kesalahannya di masa lampau dan dosanya yang pernah dia kerjakan.
Akhirnya Lais semakin penasaran dengan Am. Lalu Am Malaikat apa? Bagaimana mungkin ada sosok malaikat yang berwujud di sekitar kehidupan manusia? Ini benar-benar hal yang sulit dipahami.
"Apa aku menanyainya saja ya?" gumam Lais.
"Tapi aku masih tidak bisa bertemu dengannya. Karena semua ini sangat mendadak bagiku" gumam Lais.
"Haaaaaahhh!"
Salah satu tangan itu mengoyak rambutnya sendiri.
Tiba-tiba ada suara yang terdengar lantang dari luar.
"Tok, tok, tok!"
"Lais,,, ayo makan nak!" kata ibunya.
Lais segera menutup Laptopnya dan segera keluar dari kamar. Dia memenuhi panggilan ibunya.
Terlihat makanan telah siap semua. Lais menyantap hidangan masakan ibunya.
"Lais, bagaimana? Rasanya enak?" tanya ibu Lais.
"Iya ibu,, , rasanya enak sekali" kata Lais dengan tersenyum manis.
"Kamu selalu menjawab seperti itu Lais, membuat ibu terlena saja" kata Ibu Lais.
"Memang ini kenyataannya, bagaimana lagi bu?" tanya Lais.
Ibu Lais tersenyum melihat anaknya yang semakin dewasa dan akan lulus sekolah itu.
Setelah makan malam selesai, Lais langsung masuk ke dalam kamar. Dan memegang laptopnya kembali.
...****************...
Hingga pukul 09.00 wib, akhirnya Lais beranjak tidur.
__ADS_1
Waktu inilah Dasim mulai melakukan aksinya. Saat tengah malam, santet itu telah siap dia kirim kepada tubuh Lais.
Tepat jam 12 malam, Dasim memasukkan kekuatan jahat itu dalam tubuh Lais.
"Zzzrrrrrruuuuuuth!!!" kekuatan itu telah masuk.
Seketika Lais merasakan sesuatu yang tidak enak dalam tubuhnya. Di dalam perutnya tiba-tiba panas, lalu menjalar ke seluruh tubuhnya. Karena panasnya, hingga wajah itu memerah sangat pekat.
"Akhhhhh!"
"Akhhhh!"
"Perutku kenapa rasanya sakit sekali?" ringik Lais dengan menahan rasa sakit yang sangat dalam.
Seluruh tubuh Lais bergemetar, dia hanya bisa berguling-guling di ranjangnya. Dan merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"Ib, ibu.."
"ib, ibu tolong ibu"
"Sakit"
"ini sakit sekali" ringik Lais.
Karena ini tengah malam, ringikan Lais tentu tak terdengar oleh siapa pun.
Wajah Lais berkeringat. Merah dan panas. Ini sangat menyiksa baginya.
Beberapa menit kemudian. Jeritan rasa sakit di batin Lais itu terdengar pada pendengaran Am.
Am tak tahu sebelumnya jika ringikan itu adalah Lais. Namun Am tahu saat Am mengikuti signal batin yang tersakiti itu. Bahwa dia adalah Lais.
Am dalam wujud Dewinya masuk ke dalam kamarnya.
Lais dapat melihat wujud Am saat itu.
"Am"
Am menghampirinya. Am dapat melihat kekuatan jahat itu.
"Astaga, siapa yang berani melakukan hal sekejam ini?" kata Am.
"To,,, long Am, tolong aku!" kata Lais.
"Baik aku akan menolongmu. Tapi ini butuh waktu sangat panjang. Jadi, aku harus memanggil Je dan Jo agar menjaga pintu itu" kata Am.
"Baik, cepatlah. Aku tidak tahan Am" kata Lais.
...****************...
Am segera pergi kembali untuk memanggil kedua tuyul itu dan meminta pertolongan pada mereka.
"Hei, Je, Jo, bolehkah aku meminta tolong pada kalian?" tanya Am.
"Iya kak silahkan" jawab kakak Tuyul itu.
"Sekarang cepat kalian ikut denganku!" perintah Am.
Kedua Tuyul itu segera mengikuti Am.
Beberapa detik mereka telah sampai di sana. Karena mereka memakai kecepatan penuh.
"Hoz, hoz, hoz" nafas kedua tuyul itu terengah-engah karena mereka harus menyeimbangi kecepatan malaikat.
"Kak Am, kamu cepat sekali" kata adik tuyul itu.
Seketika, kedua Tuyul itu terpaku dengan keadaan Lais yang sedang kesakitan. Namun mereka tak dapat melihat kekuatan jahat itu.
"Kalian berjagalah di pintu itu untukku. Aku akan menyembuhkannya tapi ini butuh waktu yang lama. Tolong jangan biarkan siapapun masuk" kata Am.
__ADS_1
"Baik kak" jawab kedua Tuyul itu.
"Akh"
"Akh" Ringikan Lais kesakitan.
"Lais, dengarkan aku!"
"aku akan mengusir kekuatan jahat itu darimu"
"Tapi ini akan sangat sakit Lais. Dan membutuhkan waktu yang lama. Karena aku harus memeranginya di dalam tubuhmu. Jadi... Pasti kamu akan kesakitan" kata Am.
"Apakah kamu bersedia menahannya?" kata Am.
"Iya Am, cepatlah!" kata Lais.
...****************...
Am mulai memasukkan kekuatannya ke dalam tubuh Lais untuk mengusir kekuatan itu.
"Zzrrrrrrraaaaassssshhhh"
Kekuatan itu mulai mengalir ke tubuh Lais. Dan bertemu dengan kekuatan jahat itu. Saat kekuatan itu bertemu, tentu mereka bertarung. Karena niat mereka sangat bertolak belakang.
"Zrrroooooosh"
"Zrrraakkk"
"Akghhgggghkhhhhhh....." Teriak Lais sangat keras.
Rasanya perut itu terkoyak dengan hebatnya. Membuat Lais merasakan rasa sakit yang luar biasa.
Am yang melihatnya saja merasa tak tega.
...****************...
Tak ada yang menyangka teriakan itu membuat ibu Lais terbangun.
" Tok, tok, tok!" ketukan pintu.
"Hah, hah, hah" nafas Lais terengah-engah.
Tak ada suara jawaban. Ibu Lais mencoba membuka pintunya. Takut jika ada hal yang terjadi apa-apa kepada anaknya.
Saatnya Kedua Tuyul itu melakukan tugasnya, yaitu membuat ibu Lais tertidur dengan kekuatannya.
Akhirnya ibu Lais tertidur lelap di depan pintu kamar Lais.
Am tetap fokus melanjutkan apa yang dia lakukan saat itu.
Kekuatan itu bertarung di dalam dengan ganasnya. Lais semakin meronta-ronta dan berteriak. Dia hanya bisa teriak dan berguling-guling di ranjang merasakan rasa sakit yang luar biasa. Kedua Tuyul itu telah mengedapkan suara kamar Lais. Takut jika ayah dan Andira ikut bangun.
Setelah beberapa menit, akhirnya kekuatan jahat itu kalah. Dan kekuatan itu mau keluar dari tubuh Lais.
Saat itu badan Lais terasa sangat lemah dan tak berdaya. Tubuh Lais langsung jatuh kepada pelukan Am.
Saat Lais memejamkan matanya. Memori tentang Furqon dan Am itu tergambar pada otaknya.
Memori itu saat Furqon pernah berlayar bersama seekor merpati. Menjual ikan, bercakap dengan Am di kamar. Dia juga ingat pernah menggendong Am dan memboncengnya naik sepeda gayuh yang kuno. Terlihat Am sangat bahagia di sana. Lais juga lihat saat bagaimana Furqon itu meninggal di atas pasir dekat lautan.
Melihat memori itu Lais merasa jika itu adalah dirinya. Lama kelamaan, pada mata Lais memori itu redup dan gelap. Memori itu menghilang dan Lais tak sadarkan diri.
"Lais?"
"Lais?" beberapa kali Am memanggil tak ada jawaban dari Lais.
Kedua Tuyul itu saling memandang dan melihat Am.
Am mengecek pernafasannya dia tidak meninggal, melainkan hanya pingsan.
__ADS_1
Lalu Am membaringkan Lais pada tempat tidurnya. Melihat tugas mereka telah selesai, mereka akhirnya kembali.
...----------------...