Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 42: ke Nabastala


__ADS_3


Saat berjalan, Am melihat ke atas langit.


"sungguh indah bulan Purnama. Bagaimana reaksi kaum ku jika aku pergi ke Nabastala malam ini ya?" kata Am.


"jangan terlalu difikirkan,,, jalani saja Am." kata Furqon.


"baiklah." kata Am.


Mereka telah sampai di pesisir.


Tepat di pinggir laut. Am merubah dirinya menjadi seekor merpati.


"wusssh...."


"aku pergi dulu Furqon." pamit Am.


"iya hati-hati." kata Furqon.


Am terbang ke Nabastala dengan sayap nya.


Sedangkan Furqon dengan menunggu Am pulang. Dia Mencari kayu bakar dan membuat api unggun. Seperti kebiasaannya selama ini.


...****************...


🌕🌕🌕🌕🌕


Pada Nabastala...


Terlihat seluruh malaikat saat itu berkumpul. Karena banyaknya, terlihat dari kejauhan seperti seekor semut yang bergerombol.


Am datang, namun dia tak berkata apapun. Hal yang dia lakukan adalah melihat situasi. Saat itu bukan situasi yang tepat untuk berbicara. Karena malaikat masih mengantri mengumpulkan laporan mereka masing-masing.


Setelah beberapa jam kemudian, malaikat lain terlihat pergi satu demi satu. Menandakan mereka selesai mengumpulkan laporan dan kembali ke tugas mereka.


Sekarang semua terlihat telah pergi. Hanya ada Ajudan seorang di Nabastala. Kemudian Am menghampiri nya.


"Ajudan, salam. Saya Am, bolehkah saya bertemu dengan Tuan?" kata Am.


"Amfitrite, kamu kembali? sebentar. Akan saya sampaikan terlebih dahulu." kata Ajudan.


Rei masuk ke ruangan Pemimpin. Mengabarkan tentang kedatangan Am ke Nabastala untuk kesekian lamanya.


Mendengar hal itu, Pemimpin memperbolehkan Am masuk ke ruangan nya.


"masuklah Am. Tuan tak masalah bertemu dengan mu." kata Ajudan.


"terimakasih Ajudan." kata Am.


Am pergi ke ruangan Tuan. Kemudian masuk ke dalamnya.


"permisi Tuan, saya Am. saya ingin menanyakan sesuatu kepada Tuan." kata Am.


"silahkan. Apa yang akan engkau tanyakan Amfitrite?" kata Pemimpin.


"Tu.. Tuan, apakah ada cara agar saya...


saya dapat bersatu dengan manusia?" tanya Am dengan gemetar melontarkan pertanyaan nya.


"jawabannya adalah tidak." jawab pemimpin.


"jika memang tidak ada, apakah ada cara untuk menghentikan kekuatanku untuk kembali padaku? agar Furqon tetap hidup?" tanya Am.


"ada." jawab Pemimpin.

__ADS_1


"apa itu Tuan? Bagaimana caranya?" tanya Am.


"caranya adalah rumah dari kekuatan itu harus lenyap. Dengan itu kekuatan itu tak akan keluar dari tubuh manusia itu. Karena dia tak memiliki rumah lagi." kata Pemimpin.


"maksud Tuan, untuk rumah itu... apakah saya?" tanya Am.


"benar." kata Pemimpin.


"kamu telah berhasil membuatnya cinta kepadamu. Tapi kenapa kamu juga mencintainya Am?" kata Pemimpin.


"itu... karena... " kata Am.


"seharusnya jangan sampai itu terjadi. Karena akan menjadi derita untukmu di belakang nanti." kata Pemimpin.


"maaf Tuan." kata Am.


"Am, jika kamu membiarkan dia hidup. Apa yang dia perbuat tak ditulis oleh malaikat. Entah dia berbuat jahat atau baik. Karena manusia itu telah ditakdirkan mati saat dia berusia 10 tahun yang lalu. Coba lihat, tak ada malaikat atau syetan satu pun yang dapat mempengaruhinya. Apakah kamu mengerti kesalahan apa yang telah kamu perbuat Am?" kata Pemimpin.


"iya Tuan, saya paham. Tapi... bukankah perasaan cinta berasal dari Tuhan? apakah saya salah Tuan?" kata Am.


"jika kamu ingin manusia itu tetap hidup. Kamu harus lenyap Am. Harus ada salah satu yang harus di korbankan." kata Pemimpin.


"Tuan, apakah tidak ada cara lain?" tanya Am.


"tidak." jawab Pemimpin.


"baiklah Tuan. Terimakasih. Saya permisi Tuan." kata Am.


Am hanya dapat terdiam dan menundukkan pandangannya. Kemudian dia kembali ke bumi dengan kedua sayapnya.


"Rei." panggil Pemimpin.


"iya Tuan." kata Ajudan.


"baik Tuan." kata Ajudan.


Rei berubah menjadi elang untuk mencari malaikat Amaltheia.


Tepat di dekat kota. Terlihat Amaltheia perjalanan menuju kota.


Karena sayap Rei lebih cepat dari sayap Amaltheia, mengakibatkan Rei dapat menyusul kecepatan malaikat Amaltheia.


Rei menghadang perjalanan Amaltheia tepat di depannya.


"Malaikat Amaltheia, Tuan memanggilmu." kata Ajudan.


"baik Ajudan." kata Amaltheia


"kenapa Tuan memanggilku ya? apakah ada yang salah atas laporanku?" batin Amaltheia.


Mereka terbang menuju Nabastala kembali.


"Tuan, memanggil saya?" kata malaikat Amaltheia.


"iya, aku ingin memberi titah khusus padamu malaikat Amaltheia." kata Pemimpin.


"iya Tuan. Silahkan." kata Amaltheia.


"awasi Amfitrite, jika dia ada rencana akan melenyapkan dirinya demi manusia itu, beritahu manusia itu tentang apa yang akan direncanakan Amfitrite. Karena hanya manusia itu sendiri yang dapat menghentikan Amfitrite." kata Pemimpin.


"baik, Tuan." kata Amaltheia.


"kembalilah. Sementara tugasmu akan digantikan oleh Rei sementara." kata Pemimpin.


"baik Tuan. Saya kembali." kata Amaltheia.

__ADS_1


Amaltheia kembali dengan sayapnya.


"semoga saja tak ada bencana yang akan terjadi bagi makhluk bumi." gumam Pemimpin.


...****************...


Amfitrite kembali dari Nabastala. Dia turun ke bumi langsung terjun ke keberadaan Furqon disana.


Saat telah dekat dengan pasir, Am merubah dirinya menjadi manusia kembali.


"wzzzh..."


Berubahlah Am sebagai manusia.


Furqon yang telah tertidur menunggu kedatangan Am. Terbangun seketika.


"Am, bagaimana? adakah cara?" tanya Furqon.


"Furqon, tidak ada cara untuk ku berubah menjadi manusia atau dirimu berubah menjadi malaikat. Tapi ada cara bagaimana kekuatanku terhenti kembali padaku. Agar kamu tidak meninggal." kata Am.


"benarkah? bagaimana Am?" tanya Furqon penasaran.


"jika aku berkata bahwa aku harus lenyap untuk itu, Furqon pasti melarangnya." batin Am.


"hanya aku yang bisa Furqon. Dan biarkan aku yang melakukannya sendiri." jawab Am.


"iya tapi apa itu Am?" tanya Furqon.


Dengan berjalan Am menatap wajah Furqon dengan tatapan sayu. Mereka bercakap-cakap di perjalanan pulang.


"ini rahasia malaikat Furqon. Jadi, tolong jangan bertanya lagi ya?" kata Am.


"baiklah. Kalau begitu. Setidaknya kita dapat hidup bersama Am." kata Furqon.


Dengan langkahnya Am tersenyum tipis mendengar perkataan Furqon. Dan Am terus menundukkan pandangannya.


Lalu Furqon menggandeng tangan Am.


Terlihat wajah Am sangat sayu saat itu. Melihat demikian Furqon semakin penasaran apa yang menyebabkan dia demikian.


"Am." panggil Furqon.


"jika memang ada cara kenapa wajahmu terlihat seperti itu? apakah cara itu sangat berat bagimu?" kata Furqon.


"cukup berat, tapi juga tidak Furqon. Nanti kamu akan mengetahuinya." kata Am.


"jika itu memberatkan mu jangan kamu lakukan tidak apa-apa Am." kata Furqon.


"tapi aku ingin melakukannya. Kamu jangan khawatir Furqon." kata Am.


"baiklah. Apapun keputusanmu aku akan mendukungmu Am." kata Furqon dengan mengoyak rambut atas dahi Am dan tersenyum.


Sedangkan malaikat Amaltheia yang diam-diam dia mengikuti Am itu sedang penasaran. Apa yang akan dilakukan Am berikutnya.


"apa yang akan kamu lakukan Am. Benarkah kamu akan melenyapkan dirimu?" batin Amal.


Setelah sampai di rumah. Am tidak bisa tidur kali ini. Dia benar-benar memikirkan dan mempertimbangkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2