Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 19: AM MENUNGGU JAWABAN KEBENARAN


__ADS_3


Dengan memeluk Am Amal merasa tidak rela kehilangan sahabatnya secepat itu.


Dipelukan, Amal bicara pada Am


“hati-hati Am. Akan aku tanyakan semua yang perlu ditanyakan kepada Tuan. Sabar ya?.” Kata Amal.


Am kembali kepada Furqon. Terlihat Furqon sedang duduk ditepi laut dekat Kota. Dia menunggu Am disana.


*****


“dorr” canda Am.


“Ah kamu mengagetkanku saja!” kata Furqon.


Am duduk disebelah Furqon.


“indah.” Kata Am.


“bagaimana? Apa jawabannya?” Tanya Furqon.


“masih belum. Aku harus menunggu bulan purnama untuk mendapatkan jawabannya. Sebelum itu, aku berharap masih tetap berada disini.” Kata Am.


Mendengar kata-kata Am. Furqon langsung menggenggam tangan Am.


“pasti.” Kata Furqon.


“mari pulang, ayo! akan aku ajarkan kamu naik sepeda.” Kata Furqon.


“baiklah.” Kata Am.


Furqon mengajari Am menaiki sepeda. Am yang menyetir sedangkan Furqon menuntunnya dibawah. Namun melihat gerak-gerik Am yang susah untuk bisa menaikinya. Dan sudah terjatuh beberapa kali. Membuat Furqon tak tega melihatnya. Akhirnya Furqon berada dibelakangnya Am untuk melatihnya.


Mereka berlatih hingga sampai di rumah.


Sudah sejak kemarin Am dan Furqon melakukan kesehariannya seperti biasa. Namun kali ini mereka lebih melakukan semua bersama dan Furqon memperlakukan Am lebih baik dari biasanya. Seolah dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu bersama Am saat ini.


Malam ini bulan Purnama pun datang. Am bersiap-siap akan pergi ke pesisir pantai. Melihat Am yang sedang bersiap-siap akan keluar. Furqon diam-diam mengikutinya.


Am berdiri ditepi pantai dengan melihat bulan yang tengah bersinar bulat waktu itu.


Am menunggu para malaikat menuju Nabastala. Furqon yang mengikuti Am diam-diam, dia muncul dengan membawa beberapa kayu dari hutan. Dia menyalakan api unggun dengan kayu tersebut.


“hei, apa yang kamu lakukan disini?” kata Am.


“tidak ada. Aku hanya… ingin melihat bulan purnama disini.” Kata Furqon.


“lalu kenapa harus disini? Kamu mengikutiku kan?” kata Am.


“tidak, kenapa? Kan ini hakku untuk memilih tempat yang aku sukai.” Kata Furqon.


“baiklah! terserah kau saja!” kata Am.


Bersama Api unggun yang dinyalakan oleh Furqon. Mereka duduk di pinggir pesisir. Dan melihat kelangit. Hal yang dia tunggu saat itu adalah jawaban kebenaran.


🌕🌕🌕🌕🌕

__ADS_1


Waktu telah menunjukkan pukul 02.00 WIB, Waktu penerbangan para Malaikatpun dimulai. Terlihat banyak sesuatu yang terbang dilangit.


Melihat pemandangan itu Furqon tidak kaget. Karena dia juga beberapa kali melihatnya saat berlayar. Namun Furqon tidak menyangka jika itu ternyata para malaikat.


“beberapa kali aku sudah pernah melihatnya. Indah sekali.” Kata Furqon.


“iya mereka adalah para malaikat yang kembali ke Nabastala.” Kata Am.


“siapa katamu? Malaikat? Astaga aku tidak tahu jika mereka malaikat. Lalu kamu? Tidak terbang kesana juga?” Kata Furqon.


“tentu saja tidak. Aku tidak memiliki sayap bagaimana aku akan pulang?” kata Am.


“oh iya, maaf aku lupa jika kamu sedang dihukum.” Kata Furqon.


“tidak masalah ini sudah resiko atas keputusanku.” Kata Am.


“aku mengucapkan sangat berterimakasih padamu karena dirimu aku sekarang masih hidup. Aku juga meminta maaf yang banyak padamu karena diriku, kamu jadi dihukum.” Kata Furqon.


“jangan berterimakasih atau meminta maaf. Ini semua adalah keputusanku. Jadi itu adalah resikoku.” Kata Am.


“kamu sangat bertanggung jawab ya?.” Kata Furqon.


“maksudnya?” kata Am.


“kamu tidak pernah menyalahkan orang lain atas keadaanmu. Aku salut.” Kata Furqon.


Mereka saling menatap satu sama lain.


“tentu, karena itu adalah pilihanku sendiri.” Kata Am.


Kemudian mereka tersenyum bersama-sama bersama api unggun, ombak yang pasang surut, bintang dan rembulan yang bulat.


“kamu terlihat cantik sekali saat tersenyum.”


Kata Furqon setelah mengecup bibir Am secara tiba-tiba.


‘bluzh’


Wajah Am sangat memerah waktu itu. Begitu juga pada wajah Furqon. Detak jantung mereka seperti akan meledak. Mereka salah tingkah dan saling tersipu malu saat itu.


*****


Setelah beberapa jam mereka duduk dengan segala keromantisan mereka. Akhirnya para malaikat terlihat dilangit sudah berterbangan menyebar. Tanda dari selesai perkumpulan mereka di Nabastala.


Melihat itu Am memberi sinyal batin pada sahabatnya Amaltheia. Merasakan panggilan dari sahabatnya. Amal langsung turun menuju dimana sahabatnya berada.


Amal saat menghampiri Am dia tidak bicara apapun dan terdiam.


“bagaimana? Amal?” Tanya Am.


Amal tetap terdiam kepada sahabatnya dengan wajah yang serius.


“Amal?” Tanya Am lagi.


“kemari ikutlah denganku!.” Kata Amal.


Mereka berdua menjauhi Furqon. Agar Furqon tidak mengetahui rahasia para malaikat semakin jauh dari yang dia tahu saat itu.

__ADS_1


“bagaimana Amal kenapa kamu diam?” Tanya Am.


“Am.” Kata Amal.


“iya, ada apa?” Tanya Am.


“selamat, kamu hampir berhasil.” Kata Amal


Dengan wajah yang berubah drastis dari serius menjadi sangat senang 180 derajat.


“maksudmu apa?” Tanya Am.


“Am, kamu hampir berhasil. Kamu tahu tentang kukumu yang bercahaya itu pertanda apa?” kata Amal.


“itu adalah tanda bahwa kamu sedikit demi sedikit telah mendapatkan hati Furqon.” Kata Amal.


“maksudmu aku tidak akan dilenyapkan?” kata Am.


“tidak, Tuan sangat senang melihat usahamu selama ini. Dan hati Furqon mulai mencintaimu dengan tulus. Kamu hampir berhasil Am.” Kata Amal.


“benarkah? Hahaha aku benar-benar senang.” Kata Am.


“setelah Furqon mencintaimu dengan segenap hatinya. Kekuatanmu akan kembali satu persatu padamu. Bersama tanda di kukumu. Jika cahayamu sudah genap sepuluh jari. Berarti kamu telah berhasil. Dan semua akan kembali dengan semestinya. itu kata Tuan.” Kata Amal.


“baiklah, setahuku ini sudah tiga kali dia bercahaya. Berarti kurang tujuh kuku lagi.” Kata Am.


“iya. Semangat ya Am. Jangan menyerah. Aku akan mendo’akanmu agar kamu berhasil.” Kata Amal.


“baiklah. Terimakasih banyak Amal. Kamu memang sahabat terbaikku.” Kata Am.


“ya sudah, aku harus pergi karena tugasku. Aku pamit dulu ya?” kata Amal.


“baiklah hati-hati Amal. Bagaimanapun kamu juga masih dapat terluka.” Kata Am.


“iya aku akan hati-hati. Jadi jangan khawatir.” Kata Amal.


Am kembali ke Furqon dengan wajah ceria. Melihat wajah Am yang begitu senang. Furqon sangat penasaran kabar apa yang telah diterimanya.


“ada apa? Kenapa kamu senang? Bagaimana?” Tanya Furqon.


“aku tidak jadi dilenyapkan karena dirimu. Terimakasih.” Kata Am.


“aku? Memang apa yang telah aku lakukan? Hingga dapat menyelamatkanmu?” Tanya Furqon.


Dengan berjalan menuju kerumah mereka saling berbincang.


“aku tidak dilenyapkan karena kamu mulai mencintaiku Furqon. Teruslah mencintaiku, itu akan sangat membantuku melewati hukuman ini.” Kata Am.


“seperti itu, iya itu pasti Am.” Kata Furqon.


“aku akan selalu ada untukmu.” Kata Furqon.


Furqon menggandeng tangan Am dengan berjalan bersama.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.

__ADS_1


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗


__ADS_2