
Beberapa menit kemudian, Andira memperlihatkan video dari youtube kepada Am. Orang-orang yang sedang menyanyi.
Bukan hanya memperlihatkan, Andira juga mencontohkan ke Am bagaimana cara dia bernyanyi.
Walau suara Andira terdengar sangat nyaring dan dapat merusak telinga, Am tetap melihatnya dan memahaminya.
"Stop! Kau yang mencuri hatiku hatiku...
Stop! Kau mencuri hatiku... 🌬🌬"
"Bagaimana kak? Bukankah aku orang yang mahir hehe" kata Andira.
"Iya kamu sepertinya mahir sekali untuk membuat telinga manusia pecah" jawab Am.
"Apa?" tegas Andira.
"Ha, ha, ha, ha astaga An aku hanya mengatakan kejujuran" kata Am.
"Ih kak Am, jahat sekali" kata Andira.
"Hey, coba kak Am yang menyanyi?" kata Andira.
"Sebentar, aku tidak pernah. Jadi,,," kata Am.
"Coba saja biar pernah kak, duh ini" jawab Andira.
"Aku carikan lagu ya kak" kata Andira.
"Ini kak, lagu yang lagi viral. Ajarkan aku. Coba dengarkan dulu kak, nanti menyanyilah" kata Andira dengan memutarkan video klip dari you tube itu yaitu video ajarkan aku.
Am mendengarkan dan mengamatinya. Karena ini pertama kalinya bagi Am, awalnya Am sedikit ragu-ragu. Lama kelamaan Am mendengarnya. Am mulai memahami dan bisa melakukannya.
Akhirnya Am mulai menyanyikan lagu yang telah diputarkan oleh Andira.
Ajarkan... Aku... 🌬
*Cara tuk melupa... kanmu...
Bila membencimu...
Tak pernah cukup, tuk hilangkan kamu... 🌬*
Andira yang mendengar suara Am sedang menyanyi, sangat kagum dan tak menyangka.
Suara Am sangatlah merdu, seperti halnya artis yang terlahir dari sebuah ajang akademi.
"Benar-benar sangat merdu" ungkap Andira.
Melihat suara Am yang sangat merdu dan tak bisa terpublikasi, akhirnya Andira mempunyai ide untuk membuat sebuah channel youtube.
Andira mempersiapkan ponselnya yang di genggamnya itu di taruh ke meja dan dihadapkan ke arah Am.
"Kak Am, menyanyilah!" perintah Andira.
Am yang sangat lugu itu, melakukan apa yang diperintahkan oleh Andira.
__ADS_1
Am menyanyi lagu yang tadi dia nyanyikan dengan sangat merdu.
Setelah beberapa lirik Am menyanyi menuju reff dan penyelesaian, Andira menghentikan rekaman videonya.
Kemudian dia meraih ponsel itu dan membawanya kepada Am untuk memutarnya bersama.
Terlihat mereka duduk di kursi itu. Memainkan video yang terekam di ponsel itu.
"Astaga, ini benar-benar merdu sekali kak Am" kata Andira takjub dengan suara yang terlontar dari mulut Am.
Tentu saja merdu, suara malaikat memang mendapat 1/4 dari keindahanya suara Tuhan.
"Benarkah?" kata Am pura-pura tak percaya.
"Iya kak, artis yang terlahur dari sebuah akademi saja kalah dengan suara kak Am" kata Andira.
"Kalau begitu kabar baik" kata Am.
"Aku akan upload di channelku ya kak! barangkali nanti aku bisa dapet viewer banyak dan dapat penghasilan he, he, he," kata Andira.
"Viewer apa itu?" tanya Am.
"Viewer itu orang pengguna youtube lain yang melihat video yang saya upload kak" kata Andira.
"Oh begitu" kata Am.
Andira mengupload video nyanyian Amal tadi.
"Kak Am, kakak tahu enggak kalau di blok rumah sebelah perempatan kota sekarang sudah tidak lagi kehilangan barang" kata Andira.
"Tapi kak, akhir-akhir ini yang sering kehilangan barang itu berada di sekitar rumahku. Semua orang dewasa jadi heboh" kata Andira.
"Wilayah rumahmu?" tanya Am.
"Iya kak, banyak ibu-ibu yang meletakkan uangnya di almari tiba-tiba besoknya hilang" kata Andira.
"Jadi mereka belum berhenti, tapi memang harusnya aku tuntaskan dari manusia yang bernama mbah Rogo itu" Batin Am.
"Kak Am, sepertinya hari semakin sore. Sepertinya Aku harus pamit dulu kak!" kata Andira.
"Mari aku antar!" kata Am.
Akhirnya mereka berdua berjalan menuju rumah Andira.
Seperti biasanya, hutan yang mengelilingi rumah Am terlihat menyeramkan. Namun Andira tak lagi takut dengan hutan itu, semakin Andira sering melewatinya, Andira semakin ingin tinggal karena di sana dipenuhi oleh hewan buas yang patuh.
Suasana ini tak akan dia dapati di tempat lain.
Setelah beberapa langkah mereka berjalan, tak terasa mereka telah sampai di pinggir jalan.
"Kak Am, nice to meet you" ungkap Andira.
Andira berfikir jika Am hanya mengantarnya sampai pinggir jalan seperti biasanya.
Am tersenyum melihat Andira.
Andira berjalan menyusuri jalan untuk pulang ke rumah. Ada yang aneh saat ini.
__ADS_1
Ada langkah kaki yang berjalan sama seperti Andira di belakangnya.
Andira berjalan semakin cepat karena takut. Namun langkah kaki itu juga mengikuti langkah Andira. Semakin cepat, langkah itu juga mengikutinya.
Tak berani menoleh ke belakang, Andira berlari cepat. Langkah kaki itu juga mengikutinya.
Andira merasa semakin takut, akhirnya dia berlari lalu mencari tempat persembunyian. Dia sembunyi di sebuah pohon pinghir jalan.
Kemudian dia melirik ke jalan penasaran siapa yang mengikutinya.
Namun saat melirik, di sana tak ada siapapun yang ditemuinya. Andira keheranan, jelas-jelas tadi ada suara langkah kaki yang mengikutinya. Namun sekarang tak ada wujudnya.
Tiba-tiba ada suara yang membisik di sebelah telinga kanannya.
"An, ada apa?" bisik suara itu.
Mendengar ada suara di sebelahnya Andira langsung terkejut dan langsung jatuh ke bawah.
"Astaga, astaga, ternyata kamu kak Am. Aku benar-benar seperti mau kehilangan jantung rasanya." kata Andira yang terlihat duduk di bawah dengan memegng jantungnya.
"Seperti apa rasanya kehilangan jantung?" tanya Am polos.
"Rasanya di sini benar-benar mau copot kak Am karena kak Am mengagetkanku" kata Andira.
"Kenapa kamu kaget?" tanya Am.
"Iya karena kak Am tiba-tiba muncul tanpa sepengetahuanku" kata Andira.
"Aku dari tadi mengikutimu, lalu aku lihat kamu berlari, aku pikir ada apa kamu berlari jadi aku mengikutimu" kata Am.
"Aku kira tadi ada orang yang mengikutiku dan ingin menculikku, jadi aku takut setengah mati" kata Andira.
"Kamu kira aku penculik?" tanya Am.
"Lah kak Am kan biasanya mengantarku hingga sampai pinggir jalan saja, jadi aku tidak tahu jika itu ternyata kakak Am" kata andira.
"Ha, ha, ha, ha, Astaga Andira, aku pikir kamu sudah mengerti jika aku akan mengantarmu hingga rumah" kata Am.
"Kak Am tidak bilang,,,, tentu saja aku tidak tahu, aku kan bukan paranormal" jawab Andira.
"Ah, iya baiklah aku minta maaf!" kata Am.
Akhirnya mereka berjalan bersama menuju arah rumah Andira.
"Kenapa kak Am mendadak mau mengantarku?" tanya Andira.
"Apa tidak boleh aku berkunjung?" tanya Am balik.
"Tentu saja boleh kak, justru aku senang" kata Andira.
"Tapi kok tiba-tiba gitu" kata Andira.
"Aku hanya ingin ke rumahmu, kamu kan sudah berkali-kali ke rumahku,, jadi sekarang gantian aku yang ke rumahmu" jawab Am.
"Ah... Baiklah" kata Andira.
Mereka berjalan bersama dengan santai.
__ADS_1