Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 92: Menyadari Kekuatan Lais


__ADS_3


Langkah keempat kaki itu terdengar dengan alunan yang serasi.


Menuju parkir mobil di belakang acara wisuda. Lais membukakan pintu tempat Am duduk. Lalu Am masuk ke dalam mobil Lais.


"Haaaaah, sepertinya ini masih awal" gumam Am.


"Apakah kamu yakin dengan keputusanmu?" tanya Lais.


Am menoleh kepada Lais dengan tatapan pasrah.


"Pikirkan baik-baik" kata Lais dengan menatap Am penuh ketulusan.


...****************...


Satu langkah berjalan, Am merasa mantap dengan keputusannya. Bahwa dia akan bekerja selayaknya manusia. Dan dia ingin berjuang untuk mendapatkan sesuatu dari hasil keringatnya.


Salah satu tangan Am mengepal dengan kuat menatap langit. Dengan kepalan itu membuat Am memiliki semangat untuk siap melakukan hal yang tidak mungkin dilakukan malaikat.


Melihat semangat Am yang sedang membara itu. Mencipratkan semangat juga kepada Lais.


"Kalo begitu, aku akan kuliah jurusan Broadcasting agar dapat menunjang karirmu" kata Lais.


Am tersenyum mendengar supprot dari orang yang dicintainya itu. Kemudian mereka pulang bersama menuju rumah Am.


Tetapi Am tak faham dengan jurusan yang dimaksud Lais. Di pinggir pesisir samping rumah Am mereka duduk di bawah langit yang cerah bernuansa biru seperti lautan luas yang indah. Kemudian Lais menjelaskan semua hal tentang dunia pendidikan kepada Am. Am seperti seorang murid yang sedang mendengarkan gurunya.


Hari mulai sore,,,


Saatnya Lais pamit untuk pulang.


...****************...


Seperti rencananya, Lais memutuskan untuk meneruskan pendidikannya di salah satu UNIV yang memiliki jurusan Broadcasting.


Dia mendaftarkan dirinya di Universitas Negeri Parang. Merupakan UNIV yang terletak di dekat rumahnya. Hal ini bertujuan agar dia tidak jauh dari Ibunya dan tentunya juga dari Am. Kekasih hatinya.


Lais mulai menata tujuannya. Dia membeli channel adiknya dengan harga 1 juta. Tentu adiknya menyetujuinya.


Hal ini dilakukan Lais bertujuan agar adiknya lebih sibuk belajar. Tidak sibuk dengan channelnya lagi.


"An, boleh kakak meminta izin untuk mengelola channelmu? Tanya Lais.


"Tapi ini kan hasil kerja keras Andira dan kak Am" jawab Andira.


"Biar ku beli dengan harga 1 juta. Bagaimana?" kata Lais kepada adiknya.


"Wah, kalau seperti itu tentu boleh lah kak" kata Andira semangat.


"BTW, untuk apa kak?" tanya Andira.


"Kebetulan kakak ada tugas tentang channel youtube. Akan lebih mudah jika channel itu sudah pernah viral" kata Lais.

__ADS_1


"Baiklah, akan aku kirimkan sandi dan akunnya pada pesan WA" kata Andira.


...****************...


4 tahun kemudian,


"Tok, tok, tok, tok" suara ketukan sandal hak wanita.


Langkah kaki itu masuk ke dalam ruangan yang telah dihuni oleh banyak orang. Hampir setiap orang sedang memegang camera di sana. Kilatan cahaya itu tertuju kepada satu orang. Yaitu kepada Wanita yang bergaun merah bagaikan putri dan anggun itu. Dia adalah Am.


Sudah sejak 4 tahun Lais berkuliah dengan berusaha mengangkat kepopularitasan Am. Dengan segala kelebihan Am miliki. Dan keseriusan Lais dalam membuat publik tertarik. Membuat Am menjadi terkenal hingga keluar negeri.


Dengan statusnya sekarang seorang artis. Tentu Am tak ingin melupakan sosok yang menyuportnya. Yaitu Andira dan Lais. Sekarang Lais sebagai Manager Am. Dan Andira sebagai penasehat. Memberikan ide dan gambaran adalah tugas dari Andira.


Tentu undangan untuk mengisi acara di acara panggung. Menjadi rutinitas Am setiap hari.


Semakin lama Am semakin bersinar. Membuat hasil dari pekerjaannya ini dapat membangun rumah untuk Am dan Andira.


Am sudah tidak lagi menggunakan kekuatannya. Kecuali saat ada batin manusia yang sedang kesakitan saja. Saat itu Am tetap mengunjungi mereka dalam wujud Dewi.


Rumah telah berdiri tegak. Uang telah terkumpul. Lais dan Am memutuskan untuk menuju jenjang pernikahan.


Di pesisir itu mereka berjalan bersama.


"Am, aku ingin menanyakan sesuatu padamu" kata Lais.


"Iya" jawab Am.


"Selama ini,,,, kita telah tahu atas perasaan kita masing-masing. Apakah ada cara untuk kita bersama?" tanya Lais.


"Apa? Jangan kamu bilang kamu harus lenyap seperti dulu Am" kata Lais.


"Tidak Lais, kali ini kita dapat menikah selayaknya manusia yang lain" kata Am.


"Benarkah? Kamu tak berbohongkan?" tegas Lais.


Am menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.


"Benarkah Am?" tanya Lais lagi.


"Iya" jawab Am.


Seketika wajah Lais sangat bahagia saat itu. Senyum itu melingkar tergambar di wajah Lais. Karena sangat bahagianya Lais, dia menarik tubuh Am. Membuat tubuh Am jatuh kepada pelukan Lais.


Saat mereka sedang berpelukan, tiba-tiba ombak dari laut itu mendadak besar. Ombak itu tertabrak dengan batu di sana. Karena jarak mereka sangat dekat. Membuat ombak itu pecah dan naik lebih ke atas seperti akan menerkam Am.


Lais yang memeluk Am melihat ombak. Tanpa sengaja dia mengayunkan tangannya untuk melindungi Am.


Tapi ada yang aneh saat itu, air ombak itu tidak menerkam Am. Tapi mereka justru mengikuti ayunan tangan Lais. Lais tak percaya dengan yang dilakukannya tadi.


Seketika Am menoleh dan melihat kejadian ini.


"Lais, kamu dapat mengatur air laut?" tanya Am.

__ADS_1


"Aku tidak tahu. Mungkin saja angin" kata Lais.


"Jika air terkena angin tidak akan mengayun seindah itu Lais" kata Am.


"Benarkah itu karenaku? Bukan karena kekuatanmu Am?" kata Lais.


"Aku tak mengeluarkan kekuatan apapun Lais" jawab Am.


"Aneh, apa ada jin yang usil ya?" tanya Lais.


"Ini masih siang Lais, mereka masih tidur" kata Am.


"Coba lakukan sekali lagi" kata Am.


Awalnya Lais juga kebingungan tentang hal ini. Melakukannya tapi bagaimana caranya. Lalu dia mencoba melakukannya hingga 3X, untuk ayunan pertama dan kedua ayunan itu tak berhasil. Tapi pada ayunan ke 3, yang terjadi air itu lagi-lagi menuruti ayunan dari tangannya. Lais mengayunkan tangannya ke kanan dan ke kiri. Segumpal air itu mengikuti arah sesuai gerakan tangan Lais.


Lais tak percaya dengan yang dia lakukan sendiri. Am pun juga tak percaya. Tapi mereka berdua sekarang yakin jika Lais juga memiliki kekuatan.


"Kamu memiliki kekuatan" kata Am.


Lais mengayunkan tangannya berkali-kali. Dan dia mulai menikmati gerakan air itu.


...****************...


"Tunggulah bulan purnama, aku akan bertanya kepada Tuanku tentang kekuatanmu ini! Sementara ini, jangan sampai ada yang tahu dulu" kata Am.


"Baiklah" jawab Lais.


Mereka merasa penasaran dengan perkembangan atas Lais lakukan.


...****************...


Bulan purnama telah datang. Banyak sekali sesuatu yang terbang menuju langit. Malam itu, Am mengosongkan jadwalnya lalu dia berubah menjadi merpati dan terbang ke Nabastala.


Am menemui Tuannya. Tuan telah tahu tujuan Am datang kesana apa.


"Tuan, permisi! Saya ingin bertanya sesuatu Tuan! " kata Am.


"Aku tahu apa yang akan kamu tanyakan Am" jawab Tuan.


"Si manusia itu telah dijadikan Dewa saat kamu mengalirkan kekuatanmu ke dalam tubuhnya" kata Tuan.


Am kebingungan dengan jawaban Tuan.


"Tapi kapan aku memberinya kekuatan Tuan" jawab Am.


"Saat kamu menolongnya dari kekuatan jahat" kata Tuan.


"Sepertinya kamu telah menikmati hidupmu sebagai manusia Am" kata Tuan lagi.


"Maaf Tuan aku tak bermaksud" kata Am tak enak dengan Tuan yang telah menciptakannya.


"Sudah kuputuskan, generasimu akan aku jadikan mereka Dewa" kata Tuan.

__ADS_1


"Apa?" kata Am mendadak kaget dengan keputusan pemimpinnya.


...----------------...


__ADS_2