Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 88: Merasakan Aura


__ADS_3


Melihat keadaan ibu Lais dan adiknya bahagia. Saat itu Am pamit untuk pulang. Sebelum Am pergi, Lais mengatakan sesuatu padanya.


"Saat aku sehat nanti, aku akan berkunjung!"


"Terimakasih" kata Lais.


"Baiklah" jawab Am.


Am dan Lais saling memandang satu sama lain. Ibu Lais mengerti bahwa antara Lais dan Am memiliki hubungan yang tak biasa. Melihat sikap anaknya yang cuek pada siapapun tapi sikapnya berbeda saat dengan Am ini. Bagaimana pun ibu Lais juga pernah remaja.


...****************...


Saat Am berjalan keluar dari rumah Lais, dia hanya dapat berjalan seperti manusia lainnya.


"Tubuhku terasa sangat lemah" batin Am.


Am tak dapat berubah wujud karena kekuatannya telah habis. Setelah bertarung dengan kekuatan jahat tadi malam.


Tangan Am saat itu mengepal. Dia merasa marah. Seharusnya dia berhadapan langsung dengan Am tapi kenapa harus Lais yang dapat akibatnya.


Untuk saat ini Am masih berjaga-jaga. Takut jika ada hal yang lebih mengerikan terjadi di sekitar Am.


...****************...


Esok hari, keadaan Lais sudah membaik dan kembali seperti sedia kala.


"Haaaah istirahat di ranjang seharian membuat badanku kaku sekali!" kata Lais.


Lais mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi. Dia mulai beraktifitas seperti biasanya.


Handuk itu digantungkan di gantungan baju. Lalu Lais membuka bajunya untuk mandi. Di sana terlihat tubuh Lais sangat sispect dan sempurna.


Kemudian dia menyalakan kran airnya. Untuk mengisi bak mandi di sana.


Setelah air itu penuh setengah baknya. Lais mematikan kran airnya.


Saat tangan Lais selesai mematikan kran. Tak sengaja air di bak itu tiba-tiba naik sesuai dengan ayunan tangan Lais.


"weeeeerrrrr"


"Zrrrrrruuuutthhh"


Lalu air itu jatuh seketika ke lantai.


"Pyaaaarrrr!"


Lais tak percaya dengan apa yang terjadi barusan. Lais berfikir jika ada jin jail yang memang sengaja mengganggunya saat itu.

__ADS_1


Lais tengok kesana kemari namun tak nampak 1 sosok pun jin di sana.


"Mungkin dia telah pergi" gumam Lais.


Selesai mandi, kemudia Lais memakai seragam dan sarapan. Setelah itu Lais berjalan menuju ke sekolah.


Lais sekolah seperti hari biasanya.


...****************...


Waktu pukul 04.00 WIB pelajaran sekolah Lais telah selesai.


Namun ada yang berbeda saat ini, semenjak dia bangun dari pingsannya, Insting Lais tentang merasakan aura menjadi sangat terasa bagi Lais. Ada yang berubah pada diri Lais smenjak itu. Itulah yang dia rasakan saat ini.


Dia juga dapat merasakan aura Am di sana. Persis aura yang saat dia rasakan saat bangun pertama kali. Lalu Lais mencoba untuk mengikuti aura itu. Di sana dia melihat merpati yang sedang bertengger di salah satu pohon dekat sekolah. Lais ingat, di ingatan Furqon Am pernah berwujud persis seperti yang dia lihat saat ini.


Iya benar, dia adalah Am. Am melihat Lais yang menuju ke arahnya. Am tak bergerak atau berkata apapun. Dia masih penasaran, apakah benar Lais memang sudah mengingat semuanya.


"Am?" panggil Lais.


Setelah mendengar panggilan itu, barulah Am percaya memang Lais telah mengingat semuanya.


Di hadapan Lais, Am berubah wujudnya menjadi manusia.


Lais terbelalak. Untuk pertama kalinya Lais melihat perubahan Am secara langsung dengan mata telanjangnya. Benar-benar mengagumkan, dia seperti baru saja melihat kekuatan sihir secara nyata.


"Bukankah dulu kamu pernah melihatnya Lais?" tanya Am.


"Ehm, iya tapi,,, yang kulihat adalah sebuah ingatan tidak senyata ini" jawab Lais.


...****************...


Mereka berjalan bersama. Lais terlihat sedang memakai seragam sekolah. Sedangkan Am memakai gaun yang anggun dengan kulit putihnya, rambut yang lurus dan terlihat sangat cantik.


Tiba-tiba tangan Lais meraih tangan Am untuk menggandengnya. Setelah itu mereka saling menatap.


Am merasa, bahwa Furqon yang dahulu sangat mencintai Am kini telah kembali.


"Aku sangat merindukanmu Am" kata Lais.


"Iya, aku juga" jawab Am dengan tersenyum.


"Tetapi, bagaimana kamu tahu jika aku berada di pohon tadi? Cobaku tebak, pasti kamu hanya melihat-lihat kan? " tanya Am masih penasaran dengan sikap Lais.


Lais sendiri juga heran kepada dirinya. Kenapa sekarang dia bisa merasakan aura seseorang dan itu sangat tajam. Tapi meski seperti ini. Lais tidak ingin memberitahukan kepada Am. Sebelum dia tahu atas jawabannya sendiri.


"Iya aku hanya menebak" jawab Lais menyembunyikan yang perubahan atas dirinya.


Mereka berjalan ke rumah Am untuk mengantar Am ke rumahnya.

__ADS_1


Setelah itu Lais langsung pamit untuk pulang. Melihat gerak gerik Lais, Am merasakan ada sesuatu yang ditutupi oleh Lais. Namun Am tak ingin memaksa untuk mengetahuinya.


...****************...


Di kerajaan raja Setan, Dasim melaporkan tentang santet yang telah dikirim ke tubuh Lais itu berhasil. Namun expresi raja setan tak terlihat puas. Karena dia juga mengetahui jika Am juga berhasil menolongnya. Tentu hal ini membuat Raja setan semakin dendam kepada Am. Semua rencananya gagal semenjak adanya keberadaan Am.


"Lagi-lagi makhluk itu!" kata Raja setan.


"Lihat saja, suatu saat kita pasti akan menang dan mengalahkannya!" kata Raja setan dengan mengepalkan tangannya keras-keras.


Karena semua rencana raja setan telah gagal, mereka merubah target kepada manusia. Karena manusialah makhluk yang paling mudah di doktrin. Mereka berjanji akan membuat manusia-manusia yang ada di bumi. Menyakiti satu sama lain. Dan membuat kerusakan di bumi.


...****************...


Wajah itu terlihat sangat sumringah dan memerah. Dengan memegang ponsel di tangannya. Dan layar itu tepat di hadapan matanya. Lais berbaring di ranjang dengan bertukar pesan dengan Am bersama ponselnya.


Sebelum ibu mengetuk pintunya Lais merasakan aura ibunya mendekat kearah kamarnya. Membuat dia bersiap-siap untuk bangkit dari rebahannya.


"Tok, tok, tok!"


Tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar pintu kamar.


"Jegreek"


Pintu itu langsung dibuka oleh ibu Lais.


"Ibu?" panggil Lais.


"Lais, ibu dengar dari adikmu besok adalah ujian kelulusan. Kamu sudah belajar?" kata ibu Lais.


Benar, karena terlenanya dengan Am dan terlalu sibuk memikirkan tentang insting barunya. Hal ini hingga membuat Lais lupa atas hidupnya yang sekarang. Bahwa dia adalah seorang pelajar.


"Iya ini Lais mau belajar ibu" jawab Lais dengan segera dia mengambil buku di rak bukunya.


"Baiklah! Semoga ujian mu berhasil nak!" kata ibu Lais dengan mengoyak rambut putranya.


Melihat perhatian ibunya, tentu Lais ingin tidak mengecewakan ibunya


Dia mengirim pesan lagi kepada Am.


"Aku berlajar dulu, besok ada ujian akhir" pesan Lais.


"Triiiiing!"


"Semangat, semoga berhasil!" Balasan Am.


"Setelah Lulus, kita pasti bisa bersama Am. Setelah semua rintangan ini kita lewati" gumam Lais.


Lais melanjutkan belajarnya sesuai dengan jadwal ujian yang akan dilakukan besok.

__ADS_1


__ADS_2