Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 43: Rencana


__ADS_3


Matahari telah nampak di ufuk barat. Burung-burung hutan sedang bernyanyi bersahutan.


Tanpa tidur semalam, Am memulai aktifitas seperti biasa.


Dia membantu ibu di dapur. Kemudian dia membersihkan rumah. Sedangkan Furqon untuk hari itu dia pergi berburu.


Furqon pergi membawa peralatan panahnya. Kali ini dia benar-benar antusias untuk mendapat kan buruan besar. Tujuannya untuk hidangan nanti sore sebagai perayaan kembalinya Amfitrite.


Setelah mendapatkan ayam hutan dan rusa, Furqon kembali ke rumah nya.


Terlihat Furqon membawa dua hewan buruan itu di salah satu tangannya dengan berjalan.


Am berada di teras. Am melihat kedatangan Furqon bersama hewan buruan itu.


Am yang merupakan malaikat, dia tidak tega melihat hewan yang terbunuh itu.


"gleek"


Am menelan saliva nya.


"lihat Am, aku mendapatkan hewan buruan yang besar kali ini." kata Furqon.


Am hanya terdiam dan menolehkan wajahnya. Dia tak mau melihat Furqon.


Melihat hal itu Furqon menghampiri Am.


"Am, apakah kamu mendengarku?" tanya Furqon.


"jangan memperlihatkan hewan mati itu di depan ku Furqon. Itu membuat ku ingin meneteskan air mata." kata Am.


"ah, maaf Am. Aku akan segera meletakkan nya di belakang." kata Furqon.


Setelah meletakkan hewan buruan itu, Furqon kembali kepada Am yang sedang berada di teras.


Terlihat Am sedang menangis saat itu.


"Am, ada apa?" kata Furqon.


Furqon menatap wajah Am, lalu memoles pipi Am yang sedang basah itu dengan tangannya.


"Furqon aku kasihan sekali dengan hewan yang kamu buru itu." kata Am.


"pasti mereka memiliki keluarga, seperti ibu dan anak. Kenapa kamu membunuhnya?" kata Am.


"maaf Am, aku hanya ingin menjadikan mereka hidangan karena kamu telah kembali. Tidak tahu nya kamu seperti ini Am. Maaf." kata Furqon.


"sudah, sudah, jangan menangis. Kalau begitu aku tidak akan berburu lagi." kata Furqon.


"sudahlah, itu telah terjadi. Yang terpenting tidak mengulanginya 2 kali." kata Am.


"baiklah. Tapi saat kita makan ikan di laut kamu tidak sampai seperti ini Am." kata Furqon.


"karena ikan beda, saat mereka memiliki anak. Mereka tak sesayang itu dengan anak mereka seperti halnya rusa tadi. Bahkan hubungan mereka kadang tak ada rasa ibu dan anak. Tapi untuk rusa tadi,,, aku merasakan ada makna terdalam di hatinya. Sehingga membuatku menangis." kata Am.


"berarti aku telah melakukan kesalahan besar tadi. Tak seharusnya aku berburu rusa itu." kata Furqon.


"tapi yang sudah terjadi biarlah terjadi. Jangan disesali Furqon." kata Am.


"iya." kata Furqon dengan tersenyum dengan meletakkan kepala Am ke pundaknya.


"sungguh lembut sekali hati mu Am." batin Furqon.


Mereka duduk di teras bersama angin sepoi-sepoi. Bernyanyikan kicauan burung dari hutan. Hati Furqon terasa sangat tenang dan nyaman saat itu.

__ADS_1


"ini adalah hari terakhirku di sampingmu Furqon. Andaikan aku bisa lebih lama denganmu." batin Am.


"Am, kalau kamu tidak tega dengan rusa itu. Kalau begitu akan aku carikan ikan di laut ya? untuk makan sore nanti." kata Furqon.


"tidak Furqon. Aku meminta kepadamu jangan pergi kemana pun." kata Am.


"Lalu apa lauk yang kita pakai nanti?" kata Furqon.


"kenapa tidak membeli sayuran di toko kelontong?" kata Am.


"Ah, iya aku lupa jika itu juga bisa." kata Furqon.


"baiklah, mari kita belanja dulu." ajak Am.


Mereka pergi berjalan kaki untuk berbelanja di toko.


Setelah membeli beberapa sayuran, Furqon memasak di dapur. Dan Furqon menyuruh Am untuk duduk. Ini Furqon lakukan khusus untuk Am karena telah sekian lama dia telah datang.


Beberapa menit kemudian....


Aroma wangi itu tercium ke seluruh ruangan rumah. Selain berburu, Furqon juga ahli dalam bidang memasak.


Am menolongnya untuk menata masakan itu di meja makan.


"wah... aromanya harum sekali. Sepertinya ini benar-benar lezat." kata Am.


"tentu lah, siapa dulu chef nya." kata Furqon membanggakan diri.


Kemudian mereka makan bersama. Seperti halnya suami dan istri.


...****************...


🌌🌌🌌🌌🌌


"Furqon, selamat tinggal. Semoga hidupmu baik-baik saja dan bahagia." batin Am.


Kemudian Am keluar rumah.


Telah terfikirkan pada Am. Jika Am melenyapkan dirinya, dia harus mencari yang tidak ada manusianya.


Wilayah yang tak ada penghuni manusia adalah dasar laut.


Memang di laut banyak penghuni makhluk laut. Tapi pada bumi ini, ciptaan Tuhan yang paling di perhatikan adalah manusia. Tentang pertanggung jawabannya kelak. Jadi tak masalah Am harus meledakkan laut. Karena prioritas utama Am adalah untuk menjauh dari manusia.


Am menuju ke laut dimana Am bertemu Furqon dari pencarian kemarin. Dia beranjak pergi ke wilayah barat.


Amaltheia yang sedang mengawasi gerak-gerik Am. Amaltheia melakukan apa yang ditugaskan padanya. Yaitu memberitahukan kepada Furqon tentang rencana Am.


💦💦💦💦💦


Amalthaia yang saat ini sedang berbentuk air. Dia membangunkan Furqon.


"wahai manusia, bangunlah!" kata Amaltheia.


Satu kali panggilan, Furqon belum bangun dari tidurnya.


"Furqon, bangun lah dari tidurmu!" kata Amaltheia.


Furqon mendengar panggilan itu, lalu dia terbangun.


"siapa? siapa itu?" tanya Furqon.


"saya malaikat, saya ingin menyampaikan sesuatu padamu." kata Amaltheia.


"menyampaikan sesuatu? apa?" kata Furqon.

__ADS_1


"ini tentang Amfitrite. Dia sekarang sedang menuju ke barat dan akan melenyapkan dirinya." kata Amaltheia.


"apa? tidak mungkin. Jelas-jelas dia ada di kamar." kata Furqon.


"lagi pula untuk apa dia melenyapkan dirinya?" kata Furqon.


"tentu saja agar kamu tetap hidup." jawab Amaltheia.


"tidak mung..." kata Furqon.


Lalu Furqon teringat bahwa Am pernah bilang ada cara agar sisa kekuatannya itu terhenti dan tidak kembali pada Am.


"ini... tidak, tidak, jangan, jika seperti itu." kata Furqon.


Furqon langsung beranjak dan mengecek kamarnya. Disana tak terlihat sosok Am sama sekali.


"tidak, ini tidak mungkin. Pergi kemana dia malaikat?" tanya Furqon.


"dia pasti pergi ke tempat yang tak ada manusianya. Tadi dia pergi ke arah barat." kata Amaltheia.


Mendengar hal itu Furqon langsung keluar dan berlari mencari keberadaan Am.


"bukan ini cara nya Am. Untuk apa aku hidup jika kamu lenyap." kata Furqon.


Furqon terus berlari tanpa istirahat sama sekali ke arah barat.


Di tengah perjalanan, Furqon terhenti dan melihat kesana kemari. Masih belum terlihat Am disana.


"Am dimana kamu Am." kata Furqon dengan kebingungan.


Lalu Furqon mencoba ke arah laut. Dia sampai ke Laut Barat itu dengan nafas yang terengah-engah.


hozh... hozh... hozh... hozh...


🔊🔊🔊🔊🔊


"Am....." teriak Furqon.


"Am jangan pergi. Kamu jangan lenyap Am." kata Furqon.


Tiba-tiba jantung Furqon terasa sakit dengan rasa yang sungguh luar biasa.


"aaaakh.... jantungku" pekik Furqon.


"sakit... sekali.." pekik Furqon.


"aaaaakhh... Am, Am, Am" kata Furqon melemah.


Am yang sedang di dasar laut itu. Mendapatkan cahaya di kukunya


"cliiing..."


Melihat yang terjadi. Am langsung berhenti dari perjalanannya ke tengah dasar laut.


"Furqon" kata Am.


"tidak, Furqon..." kata Am.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih...🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2