Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 64: Pertarungan


__ADS_3


Pertarungan mereka terus berlanjut.


Kekuatan jin itu dan Am hampir setara seperti 1 banding 2.


Melihat kekuatan Am masih bertahan dan terlihat lebih unggul, mbh. Rogo memanggil jin lainnya. Untuk membantu jin Ifrit yang sedang bertarung.


"Astaga, satu saja belum tumbang sekarang ditambah lagi. Baiklah akan aku musnahkan makhluk-makhluk jahat seperti mereka. Demi keseimbangan dan ketenaran di muka bumi" batin Am.


"Hiyaaaattt"


Am mengeluarkan kekuatan petirnya.


"Ctarrr, ctaarrr, ctaaarrr" suara petir.


"Kekuatan apa ini? Bagaimana dia bisa melakukannya? Siapa dia sebenarnya?" batin salah satu jin itu keheranan melihat kekuatan Am.


Pertarungan mereka berlanjut.


"Daaaar, ctaaaar, zrrrraaaaat"


"Hyaaak"


Akhirnya Am dapat melenyapkan kedua jin susulan itu karena tingkat kekuatan mereka tak sekuat jin Ifrit.


"Hozh, hozh, hozh" terlihat nafas mereka semua terengah-engah.


"Meski kekuatanku besar, tapi aku tak pernah masuk dalam pertarungan. Ini sangat membahayakan. Karena dia adalah jin Ifrit. Jin yang merupakan jin paling kuat diantara jin." batin Am.


"Hei jin Ifrit, dimana kekuatanmu? Apakah dengan gadis kecil seperti itu saja kamu tak mampu melawannya?" kata mbh. Rogo.


Mendengar perkataan mbh. Rogo, jin ifrit merasa direndahkan.


"Diam kau manusia, kekuatanku sekarang semakin menipis, sepertinya aku butuh tumbal" kata jin itu.


Jin itu melihat tubuh mbh. Rogo seperti melihat makanan lezat.


Mbh. Rogo mengerti betul apa yang dipikirkan oleh jin itu.


"Tunggu, aku adalah Tuanmu. Tak mungkin kamu akan melahapku" kata mbh. Rogo.


"Ha, ha, ha, dasar manusia bodoh! Siapa juga yang mau menjadikan Tuan manusia bodoh sepertimu. Selama ini aku hanya ingin tumbal yang merupakan makanan enak bagiku darimu" kata jain itu.


"Tunggu, kita sudah memiliki perjanjian" kata mbh. Rogo.


Karena ambisi jin itu untuk menang sangat besar, Jin itu mendekap mbh. Rogo dan akan melahapnya.


"Tunggu, kamu ingin tumbalkan? Makanlah istri-istriku di rumah. Aku rela" kata mbh. Rogo.


"Aku akan memakan mereka setelah aku telah memakanmu" kata jin itu.


"Tunggu,,, aaaaaaaaaaa" teriak mbh. Rogo.


"Krauk, krauk, krauk, krauk"

__ADS_1


Dengan seketika kekuatan jin itu meningkat dan tubuhnya berubah menjadi besar setelah memakan mbh. Rogo.


"Tidakkah kamu malu mendapatkan kekuatan dari nyawa seseorang?" kata Am.


"Bagiku mereka adalah makanan, seperti halnya manusia menyembelih binatang demi untuk dijadikan makanan mereka. Apa bedanya aku dengan mereka?" kata jin itu.


"Cih, kamu menyangkut pautkan apa yang memang diciptakan untuk mereka, dengan kerakusanmu. Mereka melakukannya karena takdir mereka memiliki rasa lapar. Tapi kamu? Kamu tak lapar, tapi hanya ingin makan enak diatas nyawa manusia" kata Am.


Jin itu mulai menunjukkan kekuatannya. Kekuatannya yang paling besar adalah api.


Api itu melahap sekeliling tempat mereka bertarung. Hingga hampir kena di tempat persembunyian kedua tuyul bersaudara itu.


Dan melahap rumah mbh. Rogo yang tak jauh dari pertarungan itu.


Am tahu betul, di rumah itu masih ada beberapa istri mbh. Rogo dan anak-anaknya.


"Kakak, aku takut" kata adik tuyul itu gemetar.


"Tenang dik, pasti kita bisa lolos" kata kakak tuyul itu.


Melihat hal itu, Am melindungi mereka dengan kekuatan Am.


"Zraaaaaaat"


Pelindung itu terbentuk melindungi kedua tuyul itu dan sekeliling rumah mbh. Rogo. Karena pelindung Am sangat ampuh, hingga membuat yang di dalamnya menjadi sejuk. Membuat keluarga mbh. Rogo tak tahu jika ada pertempuran di luar.


Disisi lain, Am menjentikkan jarinya untuk menurunkan hujan. Dengan tujuan memperlemah kekuatan ijin itu.


Namun, apa yang terjadi? Hujan itu mulai menghilang dan api itu mulai brutal.


"Hoz, hoz, hoz" nafas Am mulai terengah-engah.


"Ha, ha, ha, ha, percuma kamu melindungi mereka, mereka hanya makhluk yang mengotori bumi. Meski kamu lindungi mereka, mereka tak akan membalas budi padamu" kata jin Ifrit.


Mendengar celotehan jin Ifrit membuat Am tersenyum tipis.


"Itulah perbedaan kaummu dengan kaumku. Kaummu ingin dipuji, dibalas, dan dianggap ada. Tapi kaumku, melakukan semua tanpa ingin balasan" kata Am.


"Cih, dasar bodoh. Buat apa melakukan tanpa ada balasan. Mahkluk yang bodoh" kata jin ifrit.


"Kaum sepertimu belum mengerti apa itu keikhlasan" jawab Am.


"Rasanya telingaku semakin geli mendengar suaramu, kubunuh kau!" kata jin Ifrit itu menyerang Am.


Am menepis serangan jin itu dengan keadaan kekuatannya terus berkurang karena pelindung itu.


Am berada dalam keadaan bertahan untuk kali ini.


"Zrrrrooooooooooshhh"


"Ssssaaaakhhh"


"Hoz, hoz, hoz" nafas Am semakin terengah-engah.


Am semakin terpojok. Sehingga memaksanya untuk mengeluarkan kekuatannya yang terakhir.

__ADS_1


"Sepertinya memang ini jalan satu-satunya" batin Am.


Am mengarahkan salah satu telapak tangannya kepada jin itu.


"Crrrrrrringgg"


Seketika jin itu berubah menjadi semakin kecil dan dia kembali menjadi bayi. Ya,,, Am melakukan pemutaran waktu pada jin itu saja. Pemutaran waktu dia menjadi kecil kembali baru lahir.


Jin yang mungil itu, Am bunuh dengan salah satu tangannya dengan mencekik lehernya.


"Maaf, aku harus melakukannya. Demi kedamaian kehidupan manusia" kata Am.


"wrrrrrrrrrrhhhhhhh"


"Eik, eik, eik, eik" tangisan bayi Jin Ifrit itu.


"Maafkan aku" kata Am.


"Maafkan aku" kata Am.


Datanglah malaikat Izrail menghampiri Jin Ifrit itu. Dia mengerti betul apa yang dirasakan oleh Am saat itu.


"Takdir kematiannya memang berada ditanganmu wahai Dewi Amfitrite, jadi jangan merasa bersalah atas ini" kata Izrail kepada Am.


Matilah jin Ifrit itu ditangan Am.


"Hoz, hoz, hoz" nafas Am.


"Kenapa kamu memilih jalan yang buruk? Andai kamu memilih jalan kebaikan, kamu pasti akan dijunjung tinggi oleh Tuhan" gumam Am dengan memejamkan matanya duduk tak tega dengan apa yang dilakukannya tadi.


"Hoz, hoz, hoz, hoz" nafas Am.


Api itu masih membakar sekitarnya. Am menjentikkan jarinya lagi dan turunlah hujan di sekitar sana. Setelah itu, tubuh Am tiba-tiba terbaring di sana. Dan Am tak sadar lagi setelahnya.


.


.


...****************...


Setelah melihat pertempuran tadi hingga selesai, kedua Tuyul itu keluar menghampiri Am yang terlihat lemah dan sedang kehujanan itu. Mereka merubah dirinya menjadi seperti manusia, dan membawanya ke rumah istri mbh. Rogo.


"Tok, tok, tok, tok" kedua tuyul itu mengetuk pintu.


"cekreeek" pintu itu dibuka oleh istri pertama mbh. Rogo.


"Siapa?" tanya istri itu.


"Maaf kami mengganggu anda, tapi teman kami sedang butuh bantuan, melihat tak ada lagi rumah di sekitar sini jadi kami kemari" kata kakak tuyul itu dengan membawa Am.


"Iya baiklah silahkan masuk" kata istri itu.


"Ada apa dengannya?" tanya si istri itu.


"Dia kelelahan karena berlarian dan kehujanan tadi" jawab kakak tuyul itu.

__ADS_1


Istri itu masuk ke dalam.


"Apa yang akan kamu lakukan ndoro?" tanya istri ketiga.


__ADS_2