Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 11: SALAH PAHAM


__ADS_3


“dia memang benar-benar gadis yang misterius. Ha.. kenapa jantungku berdegup kencang lagi sekarang? Hanya disentuh jarinya saja aku sudah seperti ini. Apalagi…. Ah apa sih yang aku pikirkan.” Gumam Furqon.


Dorit melihat mereka saat dia pulang dari Nabastala. Diam-diam Dorit melihat keakraban mereka dari hutan. Melihat mereka yang semakin akrab Dorit merasa iri kepada Am. Karena Am dapat bercanda dengan manusia. Akhirnya Dorit mencari cara bagaimana agar Am tidak dapat bertemu Furqon lagi.


“seharusnya Am dikurung tapi kenapa dia masih bisa sebebas itu sih?.” Gumam Dorit.


Karena saat ini Furqon tidak dapat dipengaruhi oleh malaikat dan syaitan, akhirnya Dorit mempengaruhi ibunya Furqon agar anaknya benar-benar mengurung Am kali ini.


Saat Furqon melangkah pulang dia bertemu Am ditengah jalan.


“hai Furqon, maaf tadi aku ada urusan jadi harus segera pergi.” Kata Am.


“Am, lagi-lagi kamu melakukannya lagi. Tadinya aku sangat jengkel. Tapi aku bertemu dengan nona misterius itu lagi. Jadi aku enggak jadi jengkel padamu. Hah… Padahal aku ingin mengenalkanmu padanya. Tapi kamu selalu hilang saat nona Fi ada.” Kata Furqon.


“nona Fi? Apakah dia cantik?.” Tanya Am.


Berlagak Am tidak mengenalnya.


“sangat cantik, secantik pantulan bulan purnama. Dia bersinar dan baik. Jantungku berdegup kencang saat dekat dengannya.” Kata Furqon.


“Kenapa jantungmu berdegup kencang? Apa kamu punya penyakit?.” Tanya Am.


“tidak, bukan penyakit. Tapi… sepertinya aku mulai menyukainya Am.” Kata Furqon.


“apa?.” Kata Am.


“kenapa? Apa tidak boleh aku menyukai wanita. Kamu cemburu?.” Ledek Furqon.


“tidak, kenapa aku harus cemburu. Kamu lupa ya aku ini siapa?.” Kata Am.


“iya, iya aku Cuma bercanda kok haha,” kata Furqon.


Mereka bercakap disepanjang jalan. Dan saling mengejek satu sama lain.


"ha… kenapa sifatnya berbeda sekali saat dia bertemu dengan nona Fi, dasar manusia" batin Am.


Saat Furqon telah tiba di rumah. Ibu Furqon yang telah dipengaruhi Dorit. Dia langsung menghampiri Furqon dan menanyainya tentang merpatinya.


“Furqon, apakah merpatimu kembali?.” Tanya ibu


.


“iya ibu, walau dia tadi sempat menghilang satu malam tapi dia kembali lagi. Ibu ada apa?.” Kata Furqon.


“kan sudah ibu bilang seharusnya kamu mengurungnya disangkar. Tapi kenapa membiarkannya keluar lagi?.” Kata ibu.


“ibu, Furqon dan Am telah membuat kesepakatan. Jadi Am boleh keluar asal dengan Furqon lalu pulang langsung masuk sangkar.” Kata Furqon.


“kesepakatan? Memang kamu dapat berbincang dengan merpatimu? Jangan aneh-aneh kamu nak.” Kata ibu.


“maksud Furqon kita keluar selalu bersama ibu.” Kata Furqon.


“lalu? Katamu tadi dia sempat menghilang saat pergi denganmu kan? Apa kamu bisa memastikan kalau merpatimu akan selalu kembali padamu?” Tanya ibu.


“tidak ibu.” Jawab Furqon.


"kenapa ibu bersikeras ingin mengurung Am? Tidak seperti ibu biasanya yang selalu sabar dan lembut". Batin Furqon.


“ya sudah sini ibu yang mengurungnya ya?.” Kata ibu.


Ibu langsung mengambil Am yang saat itu sedang berada di pundaknya Furqon. Lalu ibu mengurung Am. Ibu menggantung sangkar di langit-langit rumah. Seperti halnya burung biasa.


“Furqon, bagaimana ini kamu tidak hendak menolongku?.” Tanya Am.


“maaf Am. Ini memang yang terbaik. Kamu memang sudah berkali-kali menghilang. Ini demi keselamatanmu sendiri Am.” Kata Furqon.


“Furqon, tapi…” suara Am.


Furqon langsung pergi ke kamar mandi dan membersihkan dirinya seperti biasa. Setelah itu dia sejenak beristirahat lalu berangkat ke pasar seperti biasanya. Namun kali ini Furqon tidak bersama Am.


Sedangkan Am, tetap di dalam sangkarnya selama berhari-hari.


“aneh, sudah 1 bulan merpati ini tidak mengeluarkan kotoran sama sekali.” Kata ibu.

__ADS_1


“mungkin pencernaanya sakit buk. Ayo kita berangkat!.” Kata Bapak.


“iya pak. Nanti ibu bilang ke Furqon biar dia periksa.” Kata ibu.


“bagaimana ini? Nanti malam bulan purnama. Bagaimana aku akan berubah. Sedangkan aku masih berada dalam sangkar? Furqon juga tidak tampak dari tadi.” Kata Am.


Beberapa menit Furqon pulang dari hutan setelah berburu. Melihat Furqon telah kembali Am langsung memanggilnya.


“Furqon..”


“iya Am. Tidak ada orangkan disekitar sini?” kata Furqon.


“tidak ada, ibu sama bapak tadi berangkat akan menginap di rumah saudaranya. Jadi kita bebas untuk berbincang. Furqon, boleh kali ini aku pamit untuk keluar?.” Tanya Am.


“tidak bisa,” jawab Furqon.


“kan sudah tidak ada ibu Furqon. Ayolah untuk malam ini saja.” Kata Am.


“jika kamu menghilang tidak ada jaminan kamu akan kembali.” Kata Furqon.


“tentu aku jamin akan kembali. Kekuatanku kan masih ada padamu?.” Kata Am.


“kalau jaminan keselamatan? Bagaimana?.” Tanya Furqon.


“itu… pasti aku berhati-hati.” Jawab Am.


“tidak.” Jawab Furqon.


Furqon masuk kedalam rumah dan tidak melepaskan Am lagi. Namun Furqon memindahkan sangkar Am kedalam kamarnya


*****


🐬🐬🐬🐬🐬


Langit sedang berwarna kemerah-merahan. Furqon berangkat berlayar dengan teman-temannya malam ini. Setelah pukul jam 03.00 WIB mereka telah selesai menjala ikan. Teman-teman Furqon pulang duluan seperti biasanya. Sedangkan Furqon. Terlihat dia sedang menunggu seseorang. Pandangannya mengalir di semua arah. Namun dia tidak menemukan siapapun.


Saat bulan purnama telah menampakkan cahayanya. Am yang masih di dalam sangkar itu terkena sinar rembulan dan berubahlah dia menjadi manusia. Karena perubahan tubuhnya yang membesar. Sangkar yang dinaungi Am mengalami kerusakan. Dan jatuhlah Am dilantai kamar Furqon.


“aduh…, pantatku… aduh!"


"hah.. untung tidak ada orang dirumah. Sekarang aku harus dimana ya? berbaring saja dulu ah…. Rasanya punggungku benar-benar lelah harus di sangkar setiap hari. Dan sayapku pegal karena tidak aku kepak kan.” Kata Am.


*****


Furqon yang mencari gadis misterius sepanjang jalan tidak menemukannya hingga pukul 04.00 WIB. Akhirnya Furqon memutuskan untuk pulang.


Setelah pulang. Furqon langsung ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah itu dia masuk ke kamarnya. Melihat ada seorang wanita yang tidur di ranjangnya Furqon sangat kaget.


“astaga, siapa kamu?.” Tanya Furqon.


Am yang tadinya tidur dia langsung membuka mata dan berdiri.


“a,a,a,ku.” Kata Am patah-patah.


“nona Fi? Kenapa nona bisa masuk kesini?.” Tanya Furqon.


“tadi.. aku saat melihat bulan purnama. Ada seekor merpati yang mengajakku kemari. Iya merpati.” Kata Am.


“merpati?.”


Mata Furqon langsung tertuju ke sangkar yang telah rusak di lantai.


"Am, seharusnya kamu tidak melakukan ini." pikir Furqon.


“dimana dia?.” Tanya Furqon.


“setelah dia menyeretku kesini. Tadi dia pergi keluar. Dan pintunya terkunci dari luar. Merpati mu sangat imut. Aku menyukainya.” Kata Am.


“aku benar-benar minta maaf atas kelancangannya nona. Sekarang lebih baik nona saya antar pulang.” Kata Furqon.


“tidak perlu. Saya langsung pulang sendiri saja. Terimakasih sudah membukakan pintu untukku.” Kata Am.


“nona, hati-hati di jalan. Sekali lagi saya minta maaf atas kelancangan merpati saya.” Kata Furqon.


“iya tidak apa-apa.” Kata Am.

__ADS_1


Melihat kelakuan Am yang sangat lancang kepada nona Fi. Tentu membuat Furqon marah. Dan dia berambisi untuk segera menemukan Am. Kemudian Furqon membuat sangkar yang berbahan besi untuk mengurung Am agar tidak dapat berbuat sesuatu.


“hah.. lagi-lagi aku berbohong, sepertinya aku harus bertemu Amal agar mendapatkan solusi tentang ini.” Dengan berjalan Am berbicara sendiri.


Am masuk ke hutan dan berubah menjadi merpati. Dia langsung terbang kearah kota Permadani untuk bertemu dengan malaikat Amaltheia.


Am bertemu Amaltheia di pinggir kota. Am menceritakan kejadian yang telah terjadi padanya tentang Furqon. Akhirnya mereka bercakap-cakap satu sama lain.


“Amal bagaimana ini?.” Tanya Am.


“rumit juga ya yang kamu alami Am. Tapi Am, bukankah tadi kamu bilang Furqon pernah berkata jika dia menyukai nona Fi yang adalah sebenarnya kamu. Menurutku ini adalah kesempatan untuk mengambil hatinya.” Kata Amal.


“maksudmu aku harus menggodanya agar dia lebih mencintaiku begitu?.” Kata Am.


“menurutku iya. Pikir ya Am. Dari jenis manusia ada laki-laki dan perempuan. Tetapi kenapa Tuan merubahmu menjadi perempuan bukan laki-laki saat bulan purnama. Pasti ada alasan dibalik itu.” Kata Amal.


“Amal, jika memang seperti itu. Tapi apa bisa aku merebut hatinya jika hanya satu bulan sekali aku berubah?.” Kata Am.


“jika itu, aku akan mencoba mananyakan pada Tuan. Mungkin Tuan dapat membantu. Tapi.. Am, mendengar jika ibu Furqon ingin sekali mengurungmu. Sepertinya lebih baik kamu pergi saja dari rumah Furqon” kata Amal.


“kamu benar Amal. Tapi entah kenapa aku masih berat untuk meninggalkannya. Untuk perubahanku, tolong sampaikan kepada Tuan ya Amal?. ” Kata Am.


“iya Am, aku pasti meminta bantuan kepada Tuan. Tunggu gerbang Nabastala terbuka.” Kata Amal.


Am teringat bahwa sangkarnya telah rusak. Akhirnya dia berfikir pasti Furqon sedang mencarinya sekarang.


“terimakasih Amal, aku harus pulang. Ada sesuatu yang belum aku jelaskan kepada Furqon.” Kata Am.


“baiklah hati-hati Am.” Kata Amal.


Menjelang sore Am terbang kearah rumah Furqon. Dia masuk lewat jendela kamar Furqon yang sedang akan ditutup oleh Furqon.


“tunggu, tunggu… akhirnya saya berhasil haha.” Kata Am.


Am kegirangan berhasil melewati jendela yang akan Furqon tutup. Melihat kedatangan Am, Furqon langsung mendekap erat Am dan menanyainya.


“kamu dari mana saja?.” Tanya Furqon.


“aduh, tanganmu terlalu erat. Aku sesak bernafas tahu.” Kata Am.


“aku bertanya kamu darimana?.” Tanya Furqon tegas.


“ada apa denganmu? Aku tadi ada urusan sebentar jadi harus pergi.” Jawab Am.


“sebegitu pentingkah urusanmu? Hingga kamu menyeret anak orang dan memasukannya ke dalam kamarku Am?.”kata Furqon.


“apa? Oh itu, bukankah kamu pernah berkata kepadaku jika kamu menyukainya? Jadi aku ingin membantumu saja.” Kata Am.


“aku memang menyukainya. Tapi perbuatanmu ini benar-benar lancang Am. Kamu memasukkannya ke dalam kamarku dan menguncinya dari luar rumah. Apa yang telah kamu perbuat? Bukan begini caranya.” Kata Furqon.


"andai saja aku bisa mengatakn kepada Furqon bahwa gadis itu adalah aku" batin Am.


“selama ini aku sudah bersabar padamu Am. Tapi yang kamu lakukan kali ini membuatku malu sekali. Jadi kamu harus aku kurung di dalam sangkar. Jika sangkar kayu dapat kamu rusak, maka aku berikan kamu sangkar besi.” Kata Furqon.


“tidak, aku tidak mau. Kamu benar-benar keterlaluan manusia. Kamu telah melewati batas. Kamu telah lupa bahwa aku malaikat. Kamu tidak mengerti betapa rumitnya hidupku sekarang. Ada beberapa urusan malaikat yang tidak harus diketahui manusia. Seharusnya kamu mengerti?.” Kata Am.


Dengan kuat Am melepaskan diri dari genggaman tangan Furqon yang mulai merenggang saat mendengar perkataan Am yang dia lontarkan. Setelah Am terlepas, Am langsung pergi keluar melewati pintu kamar Furqon yang terbuka sedikit. Melihat Am yang akan pergi. Furqon mengejarnya dan memanggilnya.


“Am… tunggu.. Am, kamu mau kemana? Am, maaf!.” Kata Furqon.


Melihat anaknya yang berbicara dengan berlari. Ibu Furqon mengikuti Furqon.


“ada apa nak? Kamu bicara dengan siapa?.” Tanya ibu.


“ibu, Am pergi ibu, Am pergi.” Kata Furqon.


“maksudmu merpatimu? Bagaimana dia lepas?.” Tanya ibu.


“ceritanya panjang aku harus mencarinya.” Kata Furqon.


“iya cepat. Jangan lupa lampu dibawa!.” Kata ibu Furqon.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.

__ADS_1


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗


__ADS_2