Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 56: Bertemu Amaltheia


__ADS_3


Am mengangguk-angguk kepalanya.


"Astaga Am, Furqon telah lama meninggal tapi kamu bilang masih melekat? Bahkan itu sudah 100 tahun lebih yang lalu" kata Amaltheia tak menyangka.


"Amal, kamu tak tahu betapa murninya cinta ku padanya. Walau dia tak ada di sini tapi aku tetap mencintainya. Sama halnya seorang sufi dengan penciptanya. Tak nampak tapi di hati mereka berhimbun hanya nama penciptanya. Bukankah aku romantis? " kata Am dengan tersenyum.


" Aku tak faham dengan perasaan yang kamu rasakan. Tapi aku penasaran, Jika Furqon hidup kembali, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Amal penasaran.


" Tentu saja aku akan menikah dan memiliki anak seperti halnya manusia hehehe" kata Am.


"Hah, kau ini Am, baru kali ini ada golongan kita yang terobsesi menjadi manusia" kata Amal.


"Baiklah, Am, aku mendengar kamu telah diberi anugrah sama Tuhan. Apakah itu benar?" kata Amal.


"Iya benar, aku juga bingung kenapa aku yang diberi anugrah. Padahal kamu tahu sendiri aku bukanlah malaikat yang baik. Bahkan sekarang aku tidak ingin menjadi malaikat" kata Am.


"Tuhan melakukan sesuatu pasti memiliki alasan Am. Dia tahu yang akan terjadi besok. Pasti kamu dipilih karena kamu mampu. Dan pasti yang terjadi sekarang itulah yang terbaik." kata Amal.


"Iya kamu benar Amal, tapi alasannya apa? Bahkan aku adalah produk gagal yang diciptakan Tuan." kata Am.


"Mungkin Tuhan tahu jika ini akan terjadi" kata Amal.


"Apa maksudmu dengan ini?" kata Am.


"Sekarang ini malaikat sedang bingung karena ada beberapa manusia yang memiliki kekuatan. Bahkan mereka dapat membuka hijab batin mereka. Sehingga dia dapat berbincang dengan bangsa jin. Bahkan mereka beberapa sudah bekerja sama. Kami masih menyelidiki kenapa hal ini bisa terjadi. Bisa jadi,,, ini ada hubungannya dengan kekuatanmu Am" kata Amal.


"Hal ini membuat makhluk bumi tak seimbang" kata Amal.


"Iya kemarin aku juga bertemu dengan tuyul, katanya Tuan mereka adalah manusia yang memiliki kekuatan namanya mbh. Rogo. Dan,,, aku bertemu dengan seseorang yang auranya sama seperti Furqon dia manusia tapi juga dapat melihatku dalam wujud Dewi. Bukankah ini aneh?" kata Am.


" Auranya seperti Furqon dan dapat melihatmu saat memakai kekuatan? "tanya Amal.


" Iya, aku belum menemukan jawabannya hingga sekarang" kata Am.


"Tak mungkin manusia memiliki aura seperti Furqon. Kecuali dia memang memiliki hati yang suci" kata Amal.


"Apa karena dia baik pada ibunya?" kata Am.


"Apa bisa seperti itu?" tanya Amal.


"Entahlah, aku hanya mengira demikian" kata Am.


"Siapa dia?" tanya Amal.


"Aku belum terlalu mengenalnya Amal, tapi rumahnya di sekitar perumahan dekat kota" kata Am.


"Jika kamu bertemu lagi dengannya, beritahu aku ya Am" ungkap Amal.


"Baiklah, apa sih yang nggak buat kamu" canda Am.


"Hah, apa ini? Kau benar2 menjadi manusia sekarang" kata Amal.


"Ha, ha, ha, ha mungkin memang seperti itu" jawab Am.

__ADS_1


"Tapi,,, apa dengan maksudmu jika semua ini berhubungan dengan kekuatanku?" tanya Am.


"Tuhan mengetahui hal ini akan terjadi dan menugaskanmu untuk sebagai penyeimbang, mungkin" kata Amal.


"Mungkin saja benar, mungkin saja bukan" kata Am.


"Sepertinya aku telah lama membeku di sini, boleh aku pamit pergi?" pamit Amal.


"Baiklah, karena kamu malaikat aku izinkan untuk pergi" jawab Am.


Mereka saling menatap satu sama lain dan tersenyum.


Amal terlihat pergi untuk melanjutkan tugasnya.


Terlintas Am memikirkan ucapan sahabatnya tadi, tentang bahwa dia memang ditugaskan untuk meluruskan ini.


"Ah, mana mungkin? Bukankah dia memberi kekuatan padaku agar aku tak lepas dari para malaikat?" gumam Am.


Am kemudian melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke rumah.


.


.


Air itu menyiram rambut Am dan mengalir ke sekujur tubuhnya.


Am memejamkan matanya. Kemudian dia membersihkan rambutnya yang sedang basah dengan busa sabun yanh dibelinya tadi sore.


Setelah selesai mandi, dia berkaca di ruang kamarnya.


Hidungnya mencium rambutnya yang sedang harum karena samphoo.


Ini pertama kalinya Am mandi dengan sampo dan sabun. Dia membelinya dari sebagian uang hasil jualannya tadi.


"Tapi,,, bukankah aku egois meminta nyawa ikan demi kepentingan ku?" gumam Am.


Seperti itulah pikiran dan hati malaikat, beda dengan manusia. Malaikat selalu memikirkan makhluk lain, tidak tega dan penyayang. Sedangkan manusia yang dipikirannya adalah profit, profit dan profit.


" Bukankah manusia adalah makhluk yang egois? "


Am merasa bersalah dengan ikan-ikan itu. Memang sebagian sudah dia berikan kepada seseorang agar ikan itu senang karena dapat bermanfaat. Tetapi dia tidak ingin melakukannya lagi. Karena dilubuk hatinya tetaplah dia seorang malaikat yang sangat lembut dan tak arogan.


"Tapi... Bagaimana caraku mendapat uang?" kata Am.


...----------------...


Keesokan harinya, seperti biasa Am pergi dan berdiri di pesisir laut.


"Furqon, ternyata aku masih belum bisa menjadi manusia sepenuhnya" gumam Am dengan tersenyum bersama haluan angin yang menerpa rambutnya.


"Takdir tetaplah takdir. Yang membuatku susah dan menderita adalah keinginanku sendiri" gumam Am.


"Astaga,,, aku masih sangat merindukanmu Furqon" gumam Am.


Am melihat batu yang pernah ditulis oleh puisi Furqon. Sengaja dia lindungi oleh kekuatnnya agar tulisan itu tidak dapat pudar.

__ADS_1


Batu hitam itu tertulis:


Rindu yang menggerogoti jiwaku. Rasanya bagaikan di Neraka.


Kepadamu sang indurasmi.


Bagaimana caraku untuk berhenti?


Sedangkan hatiku menginginkan pertemuan. Namun otakku mengatakan tidak?.


Puisi yang ditulis Furqon di sebuah batu hitam disana.


Am menamatinya, dan tersenyum.


"Apakah kamu tahu? sekarang aku lebih lama merasakan hal ini dibandingkan kamu" kata Am dengan tersenyum.


...----------------...


"Hoz... Hoz... Hoz..."


"Kak Am! " panggil Andira dari kejauhan.


Am menoleh ke suara panggilan itu berasal.


"Tadi aku mengetuk pintu rumah kakak tidak ada jawaban, ternyata kak Am ada di sini" kata Andira.


"Ah iya, maaf aku tidak dengar karena focus ke sesuatu" kata Am.


"Kak lihat-lihat tadi saat hendak perjalanan ke sini aku sempat berfoto di jalan, hasilnya bagus sekali" kata Andira dengan menodongkan hp nya ke arah Am.


Am melihat gambar yang telah di jepret oleh Andira.


Andira menggeser-geser fotonya di hp. Am melihat yang ditunjukkan oleh Andira.


Kemudian Am terpaku dengan salah satu foto Andira.


"Tunggu, tunggu sebentar, coba saya lihat fotomu yang tadi" kata Am.


"Apa yang dilakukan orang ini?" tanya Am.


"Ah itu dia terlihat sedang menyanyi di pinggir jalan" jawab Andira.


"Bagaimana cara menyanyi?" tanya Am.


"Caranya gampang kak, tinggal nyanyi seperti ini" kata Andira.


*Indahnya cinta....


Kita berdua..... 🌬🌬*


"Sini aku carikan di Youtube" kata Andira.


"Sepertinya di sini silau karena kena sinar matahari" kata Andira.


"Ah iya mari kita masuk rumah!" kata Am.

__ADS_1


Mereka masuk rumah Am lalu melihat cara untuk bernyanyi.


...****************...


__ADS_2