Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 53: TUYUL


__ADS_3


"Coba saya lihat!" kata Am dengan meraih kertas itu.


"Ctakkk"


Jentikkan Am saat itu seketika membuat waktu di bumi terhenti. Dan semua orang yang berada di sana membeku seperti patung.


"Astaga... Kenapa aku tua sekali di sini!" ungkap Am.


Am langsung menjentikkan jarinya lagi.


"ctakk"


Jentikkan kedua ini untuk merubah tahun tak masuk akal yang tertera di kertas itu.


Lalu dia menjentikkan jarinya kembali.


"ctaaak"


Jentikkan yang ketiga ini untuk menghilangkan memori Andira dan Rita 1 menit yang lalu.


Kemudian Am menjentikkan jarinya lagi.


"ctakkk"


Dalam sekejab semua kehidupan di bumi itu beraktifitas seperti biasanya.


"Kalian tahu kenapa kadang waktu dapat berubah-ubah?"


"Itu karena aku yang menghentikkannya" batin Am dengan tersenyum.


Andira meminta surat-surat penting untuk persyaratan pembuatan KTP dan KK.


Am memberikan yang diinginkan Andira sama persis seperti 1 menit yang lalu.


"Perfect" ungkap Andira.


"Sekarang kita tinggal menunggu antrian kita" tambah Andira.


Beberapa jam kemudian...


Akhirnya KTP dan KK Am telah jadi. Am terlihat sangat bahagia. Dia tak menyangka jika dia benar-benar memiliki kartu identitas seperti manusia.


Setelah mereka selesai dengan urusan mereka. Akhirnya mereka berpisah di perempatan jalan menuju rumah Am.


Am melihat Andira dan Rita segera pamit.


"Terimakasih teman-teman, berkunjunglah ke rumahku lagi lain waktu!" ungkap Am dengan melambaikan tangannya.


Melihat hal itu tentu, Andira dan Rita membalas lambaian tangan Am.


"Iya kak, kami pulang dulu, sampai jumpa lain waktu kak Am" kata Andira.


Setelah kedua teman Am sudah tak terlihat wujudnya, Am berjalan menuju rumahnya.


Di tengah hutan yang sepi itu, Am menciumi kartu KTP dan kertas KK yang baru jadi itu.

__ADS_1


Terlihat dia sangat senang, hingga dia memamerkan kepada binatang-binatang buas yang adalah teman baiknya.


...****************...


Hari semakin gelap. Am menyimpan kartu identitasnya dengan baik-baik dan aman.


Seperti biasanya, rumah yang diciptakan Am dari kekuatannya itu mulai menghilang.


Saat berjalan-jalan di tepi pantai, Am teringat bahwa Andira dan Rita pernah bercerita tentang rumah kompleks yang banyak kehilangan uangnya.


Am penasaran dengan apa yang telah terjadi di sana.


Akhirnya Am memutuskan untuk pergi ke sana dalam wujud seorang dewi.


"Sringg"


"Wuuusssh"


Kalung bulan sabit itu bersinar dan merubah Am menjadi seorang dewi.


Setelah teleportasi ke perumahan komplek itu, Am melihat kesana kemari dan berjalan. Hingga waktu pun bertambah larut. Namun saat itu tak ada kejanggalan sama sekali di sana.


"Tak ada apapun. Kenapa pencuri itu tak muncul juga hingga saat ini?" gumam Am.


Setelah beberapa saat, Am melihat ada 2 anak kecil, tak punya rambut, tak berpakaian, dan mereka memakai celana putih pendek yang hanya menutupi hingga selakangan mereka.


Melihat hal itu Am merasa aneh.


" Kenapa anak kecil berjalan-jalan saat malam?" gumam Am.


Mereka masuk ke salah satu rumah orang yang tinggal di komplek itu. Dengan cara menembus dinding.


Melihat hal itu, Am menyadari mereka bukanlah anak kecil. Melainkan makhluk ghaib salah satu bangsa jin yaitu tuyul.


"Astaga, apa yang akan mereka lakukan dengan memasuki rumah itu?" gumam Am.


Am mengikuti mereka. Penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh bangsa jin kecil ini. Am tak menyangka mereka mengambil beberapa uang yang tersimpan di Almari pemilik rumah itu.


Tak heran selama ini pencuri di komplek ini belum ketemu dan tak memberi tanda apapun. Karena yang mencuri adalah makhluk ghaib yang memiliki kekuatan.


Am menggunakan kekuatannya untuk melindungi uang yang akan mereka ambil.


"Hei, kenapa lama sekali cepat ambil!" kata Tuyul lainnya.


"Aku tak tahu kenapa uang ini tak bisa aku pegang" jawab Tuyul lainnya.


"Apa katamu? Ha, ha, ha, ha, aku tak akan termakan dengan jebakan mu!" kata Tuyul lainnya.


"Coba saja jika kamu tak percaya" kata Tuyul yang tak bisa menggapai uang itu berkali-kali.


Kemudian Tuyul yang lain mencoba meraihnya pula. Namun juga tak bisa. Berkali-kali dia coba namun gagal.


"Nah kan percaya kamu, dasar ngeyel!" ketus Tuyul lainnya.


"Kita coba ambil uang yang lain saja" kata Tuyul lainnya.


Akhirnya mereka mencoba mengambil uang yang ada di brankas. Namun juga tak kunjung berhasil.

__ADS_1


"Ini aneh, bagaimana jika kita tak diberi makan jika tak membawa uang sepeser pun?" kata Tuyul lainnya.


"Kita coba pindah rumah saja" kata Tuyul lainnya.


Karena berkali-kali gagal mencuri di rumah itu. Kedua Tuyul itu keluar dan mencari rumah lainnya.


Am sengaja membuat rumah dengan kekuatannya yang hanya dapat dilihat oleh kedua Tuyul itu.


"Hei, rumah itu sepertinya baru, dan lihat! Rumah itu terlihat bagus sekali pasti yang punya banyak uangnya" kata salah satu Tuyulnya.


"Ayo coba kita kesana!" seru Tuyul satunya.


Mereka masuk ke rumah buatan Am lalu mencari uang di dalamnya. Namun mereka tak menemukan sepeser pun uang.


"Hah, rumah bagus tapi tak ada uang. Sama saja tak bisa diandalkan" seru Tuyul satunya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah. Namun saat mereka hendak keluar, mereka tak bisa menembus dinding rumah itu.


Mereka berusaha sangat keras untuk keluar namun tak kunjung bisa.


"Apa kekuatan kita telah habis? Kenapa kita tak bisa melewatinya?" kata Tuyul lainnya dengan memandang dinding itu.


...****************...


Saat itu, Lais sedang melewati komplek itu. Dia pulang dari membelikan obat untuk ibunya yang sekarang sedang sakit.


Lais terbelalak, dia melihat rumah yang besar itu. Tak dipungkiri Lais memiliki indra keenam dari dia sejak lahir. Jadi dia tahu sebagian tentang dunia ghaib.


Lais juga melihat Tuyul itu dari jendela. Dan Lais juga melihat Am yang berdiri di hadapan mereka.


"Tunggu,,, sejak kapan ada rumah sebesar itu di sini? Dan perempuan itu... Seperti aku pernah melihatnya" gumam Lais.


Lais berfikir sejenak mengingat tentang perempuan yang ada di rumah itu.


"Em, iya istri dari suami yang kecelakaan minggu lalu, dia ada di sana saat itu" gumam Lais.


Lais sebenarnya penasaran, namun dia harus segera pulang untuk memberikan obatnya kepada ibunya.


...****************...


Am menampakkan wujudnya di hadapan Tuyul itu. Dan bertanya beberapa pertanyaan kepada mereka.


"Kenapa kalian mengambil sesuatu yang bukan hak dari kalian?" tegas Am.


"Ha, ha, ha, siapa manusia perempuan ini? Dia berani juga ingin bercakap dengan kita" jawab salah satu Tuyul itu.


"Asal kamu tahu, itu bukan urusanmu manusia ha, ha, ha, " jawab Tuyul lainnya.


"Jika kalian tak bisa bercakap dengan damai, terpaksa akan aku beri sedikit kekerasan. Yang mana pilihan kalian?" tegas Am.


...----------------...


Tinggalkan jejak kalian dengan like, coment, gift atau vote.


Setiap sentuhan tangan kalian sangat berarti.


Terimakasih... 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2