Sang Dewi Merpati

Sang Dewi Merpati
BAB 82: Malaikat Baru


__ADS_3


Amaltheia dan Dorit melihat Am masuk ke dalam ruangan Tuan. Akhirnya mereka saling memandang. Kode setelah melaporkan laporan selesai, mereka akan menyusul Am ke ruangan Tuan.


Am menemui Tuan.


"Tolong jangan hukum mereka, Tuan cukup menghukumku saja!" ungkap Am kepada Tuan.


"Apa yang kamu lakukan Am? Duduklah dulu!" kata Tuan.


"Tidak, aku di sini memohon padamu Tuan! Cukup aku yang menerima hukuman semua malaikat yang melanggar peraturan" kata Am.


"Kamu memang selalu memberontak Am. Padahal aku telah berpesan padamu jangan melakukan apapun. Apakah surat itu tak jelas bagimu?" kata Tuan.


"Maaf Tuan. Bagiku surat itu berisi agar Tuan bertapa tanpa ada pengganggu, bukan hanya karena aku harus diam" kata Am.


"Aku akan tetap menghukum mereka" kata Tuan.


"Tapi Tuan, meski mereka meninggalkan tugasnya tapi tetap mereka dapat menyelesaikan laporannya. Dimana masalahnya?" kata Am.


"Masalahnya ada pada kepatuhan Am. Malaikat yang memberontak, dia bukanlah malaikat. Malaikat diciptakan harus patuh dengan sesuai tugasnya. Karena mereka adalah tangan Tuhan" kata Tuan.


Saat Tuan berkata demikian kepada Am, Amaltheia dan Dorit mendengarnya. Mereka posisi akan masuk ke dalam ruangan Tuan.


"Maaf Tuan, saya pikir ini adalah untuk kebaikan generasi kami selanjutnya" kata Amaltheia.


"Kalian bertiga, benar! Kesalahan apa yang telah aku lakukan hingga menciptakan malaikat yang memiliki nafsu seperti kalian" kata Tuan.


"Amaltheia, Dorit" kata Tuan.


"Iya Tuan!" jawab keduanya.


"Kalian masih akan patuh padaku?" tanya Tuan.


"Iya Tuan!" jawab keduanya.


"Ikut aku sekarang! Waktunya aku memberikan hukuman kepada kalian dan saudara kalian lainnya" titah Tuan.


Am memandang Tuan dengan pandangan yang tak habis pikir. Jelas-jelas mereka lakukan ini demi kebaikan generasi malaikat. Tapi Tuan tetap teguh dengan peraturan UU Nabastala. Membuat Am sempat ingin marah saat itu. Namun dia tahan.


Sedangkan Amaltheia dan Dorit saling memandang, mau tak mau mereka harus melakukan sesuai perintah dari Tuan.


Mereka bertiga kembali ke aula padang mahsyar. Tempat dimana pengumpulan laporan.


Am mengikuti mereka dari kejauhan. Ingin tahu hukuman macam apa yang akan dijatuhkan oleh Tuan.


Melihat kedatangan Tuannya, Ajudan mempersilahkan Tuan untuk berbicara.


"Sebelum saya mengucapkan sesuatu. Saya akan memeriksa laporan bulan ini terlebih dahulu. Saat saya sibuk melihat laporannya, silahkan kalian menyapa adik-adik kalian yang baru tercipta terlebih dahulu" kata Tuan.


"Hazzz, dia selalu mempertimbangkan semuanya secara matang" gumam Am.

__ADS_1


"Termasuk kamu Amfitrite. Temuilah adik-adikmu!" titah Tuan kembali.


Seketika pandangan semua malaikat tertuju kepada Am seorang. Setelah mendengar titah dari Tuan. Padahal, jelas-jelas dia bukan lagi seorang malaikat. Dia bahkan tak memiliki tugas untuk melaporkan sesuatu. Namun titah Tuan menggambarkan bahwa Amfitrite masih merupakan bagian dari mereka.


...****************...


Tuan sedang memeriksa laporan yang tertumpuk itu dengan cepat. Dia ingin memastikan laporan ini lengkap dan benar. Setelah itu dia dapat menemukan keputusan, hukuman apa yang adil untuk mereka yang melanggar.


Di sisi lain, para malaikat sedang terbang menuju tempat penciptaan adik mereka. Saat Amaltheia akan pergi kesana, dia melihat Amfitrite sedang duduk dan terdiam. Akhirnya Amaltheia menghampirinya.


"Am, kamu tak ingin menyapa adik-adikmu?" tanya Amaltheia.


"Sepertinya malaikatlah yang lebih pantas menyapanya" jawab Am.


"Am, Tuan masih menyayangimu Am. Jika dia benar-benar mengusirmu, dia tak akan bertitah seperti demikian" kata Amaltheia.


"Jangan bicara yang dapat membuatku salah tingkah Amal" kata Am.


Amaltheia hanya tersenyum.


Melihat ajakan sahabatnya tentu Am tak bisa menolak.


"Baiklah mari kita lihat adik-adikku!" kata Am dengan beranjak berdiri dan terbang dengan sayapnya.


Mereka menyapa malaikat baru itu.


Terlihat ada tujuh malaikat yang sangat menggemaskan di sana. Mereka sangat polos karena belum mengetahui apapun.


Malaikat menyapa dengan memberikan 1% dari kekuatannya kepada setiap malaikat baru. Ini adalah bentuk cinta dan kasih sayang malaikat sebagai saudara. Dan juga pengisi kekuatan adik-adiknya yang baru tercipta.


Jadi semakin banyak kakak yang menyapa, otomatis tubuh malaikat baru itu juga semakin membesar, demikian pula dengan kekuatannya.


Semua malaikat generasi sebelumnya telah selesai menyapa adik-adiknya. Kini tersisa Amfitrite yang belum melakukannya.


"Am, kamu tidak akan menyapa mereka?" tanya Amaltheia.


Am dipandangi dengan malaikat baru itu dengan penuh harap menerima sapa'an dari Amfitrite.


Begitu juga malaikat lain juga memandang Amfitrite. Penasaran apa yang akan dilakukannya.


Melihat pandangan malaikat baru itu yang sangat polos dan bersih. Membuat Am ingin menghampiri mereka.


Akhirnya Am melangkah maju untuk menyapa mereka.


Am mengarahkan telapak tangannya kepada salah satu malaikat baru. Dia mulai memberi 1% kekuatannya.


"Zzzzzrrrrruuuutthhhh!!!"


Semua malaikat di sana tercengang. Malaikat yang pertama diberi sapa'an Am itu menjadi besar 2X lipat dari lainnya. Hal ini menggambarkan bahwa kekuatan Am paling besar diantara malaikat di sana.


Amaltheia yang sedang berdiri di samping Am mengatakan sesuatu kepada Am.

__ADS_1


"Am, cukup 1% kamu menyapanya" kata Amaltheia.


"Amal, ini memang kekuatanku sebanyak 1%" jawab Am.


"Astaga sepertinya memang dia memiliki kekuatan 1/3 dari Tuhan" kata salah satu malaikat di sana setelah melihat kejadian itu.


Melihat demikian, malaikat yang tadinya meremehkan Am menjadi terdiam saat itu juga. Mereka menerima jika Am memiliki hati yang besar. Dia memiliki kekuatan yang besar namun Am tak pernah menunjukkannya atau menyombongkannya.


Am melanjutkan sapa'annya kepada malaikat baru lainnya. Dan mereka menjadi sama besar seperti malaikat pertama yang disapa oleh Am.


...****************...


Proses menyapa adik-adik mereka telah selesai. Akhirnya malaikat kembali lagi ke padang mahsyar. Mereka siap atas hukuman yang akan diterimanya.


Ajudan mempersilahkan Tuan untuk berbicara.


"Saya telah memeriksa laporan kalian semua" kata Tuan.


"Dari laporan ini, saya dapat melihat bagaimana prioritas kalian terhadap tugas kalian" kata Tuan.


"Laporan kalian semua lengkap dan sempurna. Itu membuat saya bangga" kata Tuan.


Semua malaikat bersorak ria mendengar perkataan Tuan. Tiba-tiba Tuan melanjutkan perkataannya.


"Tapi,,, tetap kalian telah melanggar kepatuhan yang seharusnya sifat wajib dimiliki oleh malaikat" kata Tuan.


"Untuk itu,,, aku memberi hukuman pada kalian" kata Tuan.


Mendengar hal ini Am mengepalkan tangannya tanda tak terima.


"Hukuman kalian adalah,,, memberikan kekuatan kalian sebesar 10% kepada malaikat yang telah melakukan tugas ganda" kata Tuan.


Rasa ketidak terima'an Am langsung memadam, setelah mendengar keputusan Tuan.


Para malaikat lainnya pun juga tersenyum. Karena hukuman itu sangat mudah. Bisa jadi dianggap bukan hukuman, karena para malaikat justru paling senang dapat memberikan kekuatannya kepada saudara malaikat lain.


Saat Tuan turun dari mimbar dan melewati Am yang sedang berdiri di samping jalan menuju ruang Tuan. Tuan memandang Am dengan tersenyum. Am pun juga ikut tersenyum.


"Apa ini? Dia benar-benar tidak dapat ditebak!" batin Am.


Dan malaikat lainnya patuh dengan apa yang diperintahkan Tuan. Mereka melakukan hukuman itu.


...----------------...


Setelah para malaikat menyelesaikan hukumannya, akhirnya mereka kembali ke tugas mereka masing-masing.


Kecuali Am, Am pergi ke ruangan Tuan. Ada sesuatu yang harus dia pertanyakan.


"Permisi Tuan, bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Am.


"Tanyakan saja Amfitrite" jawab Tuan.

__ADS_1


"Saya di sini ingin bertanya kepada Tuan, Kenapa Furqon dihidupkan kembali?" tanya Am.


__ADS_2