
Terlihat semua manusia itu tergeletak dimana-mana, ada yang di jalan, di lantai mall dll. Seperti halnya ikan yang dijajar rapi untuk dijemur.
Setelah jentikan Am yang kedua mereka terbangun dari tidurnya.
Saat mereka bangun tentu hal ini sangatlah aneh dan tak wajar. Apa yang menyebabkan mereka merasa kantuk berat secara bersamaan? Ini benar-benar fenomena aneh.
Seketika semua ramai membicarakannya tentang apa yang mereka alami ini.
Ramai di dunia nyata maupun maya. Banyak yang update status di ponsel mereka masing-masing.
...****************...
Lais terbangun dari lantai sekolah tingkat dasar, begitu juga Helena yang berada di sebelahnya.
"Kamu juga tertidur Lais?" tanya Helena.
"Iya" jawab Lais.
"Tring, tring, tring!" bunyi ponsel Helena sangat ramai.
Helena mengeceknya. Saat dia buka ternyata berita tentang tidur massal ini. Tentu semua orang merasa aneh.
"Wah, sepertinya bukan kita saja yang tiba-tiba merasa kantuk Lais. Di jalan juga iya. Astaga ada juga yang mengalami kecelakaan karena tak mematikan mesin mobil. Ini ada 2 kecelakaan terjadi di ibukota" kata Helena.
"Benarkah?" tanya Lais tak percaya.
"Jika hal seperti ini terjadi,,, apa mungkin ada hubungannya dengan Am? Kenapa aku jadi memikirkannya" batin Lais.
"Helena sepertinya aku harus pulang dulu" kata Lais dengan berlari meninggalkan Helena.
"Tunggu,,, tapi Lais" kata Helena.
Lais tak menghiraukan panggilan Helena. Sekarang yang dia pikirkan adalah Amfitrite. Sebenarnya apa yang telah terjadi?
...****************...
Dalam beberapa menit Lais tiba di rumah Am. Lais memanggil-manggil Am namun tak ada jawaban. Kemudian dia bertemu dengan kedua tuyul itu.
"Dimana Am?" tanya Lais.
"Tadi dia pergi lewat jendela" jawab adik tuyul itu.
Lais bingung dengan jawaban adik tuyul itu.
"Huzt, maksudnya jendela pintu Lais" kata kakak tuyul membenarkan.
Tentu merahasiakan identitas Am adalah prioritas utama mereka bertiga.
"Pergi kemana? " kata Lais.
"Kami tak tahu" jawab kedua tuyul itu.
"Baiklah" jawab Lais.
Lais langsung pergi mencari Am.
"Hei kak, kenapa pria itu terlihat sangat bingung?" tanya adik tuyul itu.
__ADS_1
"Tadi kita tiba-tiba tertidur bersama, pasti ini ada hubungannya dengan,,,," kata kakak tuyul itu.
"Kak Am" jawab adik tuyul itu.
"Iya, ayo kita juga harus menemukannya. Kita tidak tahu bahaya apa yang dihadapi oleh kak Am hingga membuat kita semua tertidur" kata kakak tuyul itu.
Akhirnya mereka berlari dan menyusul Lais pergi.
"Kenapa kalian mengikutiku?" tanya Lais.
"Kami juga punya tujuan yang sama denganmu" kata kakak tuyul itu.
"Carilah ditempat lain jangan mengikutiku" perintah Lais.
"Bukankah lebih baik dilakukan bersama-sama" jawab kakak tuyul itu.
"Iya kakak benar" kata adik tuyul itu.
"Astaga, terserah kalian sudah" kata Lais pasrah.
...****************...
Di tengah-tengah kota orang-orang terlihat sibuk menolong mereka yang mengalami kecelakaan lalu lintas karena kantuk. Situasinya ada beberapa yang luka-luka dan tidak sampai ada yang meninggal. Namun ini sangat membuat seluruh kota geger dan ramai tentang apa yang terjadi.
Di tengah kesibukan tim penyelamat itu, salah satu dari mereka melihat Am yang sedang tergeletak di pinggir jalan menuju kota.
"Hei, lihat di sana ada wanita yang pingsan" kata salah satu tim penyelamat itu.
Tim penyelamat pun membawa tandu dan menggotong Am, mereka memasukkan mobil ambulance untuk di bawa ke rumah sakit terdekat.
"Astaga, sebenarnya apa yang telah terjadi? Bagaimana hal yang aneh seperti ini dapat terjadi? Apa akan terjadi hari kiamat?" gumam salah satu warga di sana.
"Apakah bapak melihat gadis yang cantik, rambut lurus, kulit putih dan memakai baju yang anggun di sini?" tanya Lais.
"Saya tidak tahu yang anda maksud siapa, tapi tadi saya melihat petugas ambulance menemukan 1 gadis yang tergeletak di pinggir jalan sana. Dia berwajah sangat cantik, bisa jadi dia yang kamu cari nak" jawab salah satu warga di sana.
"Dimana dia sekarang?" tanya Lais.
"Semua orang yang luka dibawa ke rumah sakit terdekat. Mungkin dia juga dibawa ke sana" jawab salah satu warga itu.
"Baik Pak terimakasih atas informasinya" kata Lais.
...****************...
Lais merasa tubuhnya lelah, jadi dia memutuskan untuk mengambil mobil dan menuju rumah sakit.
Kedua tuyul itu terus mengikuti Lais.
Lais melihat mereka.
"Kalian masih ikut denganku?" tanya Lais.
"Iya, kami juga merasa khawatir seperti dirimu" jawab kakak tuyul itu.
"Hah, baiklah naiklah!" kata Lais yg sebenarnya keberatan menerima tumpangan mereka.
Mereka naik mobil bersama untuk menuju rumah sakit.
...****************...
__ADS_1
Saat tiba di rumah sakit, Lais menanyakan nama Amfitrite kepada penjaga administrasi.
"Maaf! Saya mau tanya apakah ada pasien yang bernama Amfitrite?" tanya Lais.
"Sebentar ya mas!" jawab penjaga administrasi.
Penjaga Administrasi itu melihat daftar nama pasien.
Setelah dicari dia tak menemukan nama Amfitrite.
"Maaf sepertinya nama itu tidak terdaftar" jawab penjaga Administrasi.
"Baiklah terimakasih" kata Lais.
Namun adik tuyul itu merasakan aura dari Am ada di sana.
"Tunggu! aku merasakan aura kak Am di sini!" ucap adik tuyul itu.
"Aura?" kata Lais tak percaya.
"Iya, adikku dianugrahi dapat merasakan aura seseorang" tambah kakak tuyul itu untuk menutupi kecurigaan Lais yang sedang tergambar di wajahnya sekarang.
"Dimana dia?" tanya Lais.
"Sebelah sana!" jawab adik tuyul itu dengan menunjukkan jari telunjuknya di salah satu ruangan.
Kali ini Lais mendengarkannya, dia berjalan menuju arah telunjuk itu menunjuk.
Saat dia melihatnya dari kaca, ternyata benar. Terlihat Am masih berbaring di salah satu tempat tidur rumah sakit.
Di sana ada dokter dan satu pelayan yang sedang memeriksanya.
Lais menunggu dokter itu selesai memeriksanya.
Saat dokter keluar, Lais menanyakan keadaan Am.
"Bagaimana kondisinya dok?" tanya Lais.
"Apakah dia saudaramu?" tanya dokter.
"Dia, pacarku!" kata Lais.
"Ah iya, pacarmu saat ini sedang pingsan, tak ada luka serius padanya. Hanya saja dia terlihat kelelahan" kata dokter itu.
"Baik terimakasih dok" kata Lais.
"Boleh tahu siapa namanya kak, kami masih belum mendaftarkannya kepada administrasi karena tak tahu namanya siapa" kata perawat itu dengan membawa kertas, satu bolpoin dan papan.
"Amfitrite" jawab Lais.
"Baik terimakasih kakak, oh ya untuk orang yang jaga pasien sesuai peraturan cukup 1 orang ya? Tidak boleh lebih" kata perawat itu.
"Baik" jawab Lais.
"Kapan kalian jadi pacar?" tanya adik tuyul itu.
"Bukan urusanmu" jawab Lais.
Jelas-jelas Lais masih tak berani mengungkapkan perasaannya kepada Am. Sebelum dia tahu tentang maksud masa lalu yang pernah dibicarakan Am.
__ADS_1
Mereka bertiga masuk, dan Lais menunjuk dirinya untuk menjaga Am malam ini.