
"Hoz, hoz, hoz, hoz"
Nafas mereka semua terlihat sedang terengah-engah.
Pertarungan berlangsung hingga 2 hari 2 malam tanpa henti. Prajurit setan telah tersingkir setengah dari jumlahnya.
Sedangkan malaikat hanya beberapa yang mengalami kehilangan kekuatannya.
Akhirnya Am mencari cara bagaimana menggunakan kekuatannya namun tak menimbulkan suara yang menggelegar. Am ingin perang ini segera selesai.
...****************...
Terbesit dikepala Am, tentang cara menyelesaikan perang ini.
"Jika setan diciptakan dari api, hal yang membuat api padam adalah air" batin Am.
Akhirnya Am terbang dan mengambil air yang masih di awan. Dia mencari awan yang mendung.
Melihat demikian, Dorit mengerti apa yang dimaksud oleh Am. Akhirnya Dorit membantunya. Kebetulan dia ditunjuk sebagai malaikat penjaga lautan selatan sebagai pengganti Amfitrite. Jadi air adalah bidangnya.
Dorit menyusul Am. Kemudian mereka mengambil air itu, mengunci dengan tameng kekuatan dan mengarahkannya ke area pertempuran. Am dan Dorit mengontrol pergerakan air tersebut bagaikan seorang avatar.
Melihat apa yang dilakukan Dorit, Am sangat senang. Yang dulu memiliki rasa iri kepadanya, sekarang dia berubah menjadi baik padanya.
"Ini sudah yang kedua kalinya bukan?" kata Am.
"Kenapa? Apakah masalah?" tanya Dorit.
"Tidak, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih" kata Am dengan tersenyum.
"Tak perlu. Ini sudah tugasku melindungi pertapaan Tuan" jawab Dorit.
"Baiklah!" kata Am.
Mereka berdua melawan para setan dengan air itu. Mengakibatkan setiap setan saat menyemburkan apinya selalu padam, dan ini membuat mereka susah menyerang.
...****************...
Ayunan tangan Dorit saat mengontrol air itu sangatlah indah. Dia sangat lihai dengan apa yang di pegangnya.
Am sangat kagum melihatnya.
"Aku belum pernah bertemu malaikat yang mahir sepertimu" pujian Am.
"Diamlah dan mari kalahkan mereka!" jawab Dorit.
Am tersenyum lalu melakukan apa yang dikatakan Dorit.
Mereka berdua mengarahkan air itu sesuai keinginan mereka. Setiap setan menyemburkan api air itu dilewatkannya tepat pada api itu menyala.
Melihat keadaan ini, tentu membuat setan semakin melemah. Membuat mereka tak percaya diri lagi dan bingung.
__ADS_1
"Bagaimana ini? Jika seperti ini terus kita tak akan bisa menyerang" ungkap salah satu prajurit yang masih berdiri di medan peperangan.
"Kalian lanjutkan perang kalian, aku akan menemui raja!" perintah setan Dasim.
Prajurit itu ditinggalkan oleh pemimpinnya. Membuat mereka tak lagi memiliki arah berperang. Barisan mereka bubar. Dan ini adalah kesempatan malaikat untuk menyerang.
Saat Dasim menemui raja setan dan mengabarkan keadaan, ini membuat raja semakin marah.
"Bagaimana mungkin kalian kalah sedangkan populasi kalian 3 kali lebih banyak dari mereka hah?" kata Raja setan.
"Maaf Tuan, meski mereka sedikit. Tapi makhluk yang memiliki sepertiga kekuatan dari Tuhan itu ikut berperang" kata setan Dasim.
"Amfitrite?" kata Raja setan.
"Benar Tuan!" jawab Setan Dasim.
"Bulan purnama akan datang 1 hari lagi. Tuntaskan perang ini hingga maut kalian. Aku tak peduli kalian harus bertahan hingga waktu itu" kata raja setan.
"Baik Tuan" jawab setan Dasim.
"Tunggu Dasim!" kata Raja Setan.
"Iya Tuan!" jawab Setan Dasim.
"Duduklah! Aku akan memberikan beberapa bagian kekuatanku padamu" kata raja setan.
Setan Dasim melakukan sesuai apa yang telah diperintahkan oleh raja setan. Akhirnya raja setan memberikan beberapa kekuatannya kepada Dasim agar dia menjadi lebih kuat.
...****************...
Saat Dasim kembali, semua prajurit setan terlihat berhamburan dan banyak yang tumbang. Namun saat itu dia juga membawa petir yang menggelegar ditangannya.
"Ctarrrrr"
"Crrrrrraaaaaazzzhhhh"
"Crrrruuuuzhhhh"
Melihat hal itu, Am terbelalak. Am tak tahu dia dapat menggunakan kekuatan itu dari mana. Tapi Am langsung memikirkan bagaimana agar suara petir yang menggelegar itu tak dapat menembus Nabastala tempat pertapaan Tuan.
"Dorit, aku akan melindungi Nabastala dengan kekuatanku! Tolong untuk semua malaikat kalian mengulur waktu saat aku membuat tameng anti suara ini" kata Am.
"Baik" jawab para malaikat penjaga dan malaikat lainnya.
...****************...
Am mengumpulkan kekuatannya. Tentu saja bagi Am melakukan hal ini sangat berat. Melihat Nabastala yang seluas langit dan keadaan setelah dia menggunakan kekuatannya untuk melindungi beberapa malaikat dan menyerang para setan.
...****************...
Berperang dengan setan ini saja sudah membuat dia lelah. Apalagi melindungi Nabastala yang begitu luasnya? Namun Am tak ingin menyerah. Dia tetap bersikeras untuk mengumpulkan kekuatannya. Demi melindungi generasi malaikat selanjutnya. Dengan sedikit memaksakan dirinya, kekuatan itu akhirnya terkumpul. Lalu dia mengarahkan tangannya ke depan dan memancarkan kekuatannya.
"zrrrruuuuuuusssssshhh"
__ADS_1
Kekuatan itu mengalir dan membentuk sebuah tameng pelindung.
Sedangkan lainnya sedang menahan setan Dasim yang akan menerobos masuk ingin menggagalkan apa yang dilakukan oleh Am.
"Hoz, hoz, hoz" nafas Am telah terengah-engah.
"Sedikit lagi!" gumam Am.
Melihat tameng itu hampir 100% terbentuk, Am menguatkan dirinya. Dengan kegigihannya, akhirnya tameng itu terbentuk dan melindungi seluruh Nabastala.
"Hoz, hoz, hoz," nafas itu semakin terengah-engah.
Am merasa tubuhnya sangat lemas saat itu. Amaltheia melihatnya. Langsung dia menghampiri Am dan menangkap tubuhnya yang sedang lunglai berwujud Dewi itu.
"Am, kau tak apa?" tanya Amaltheia.
"Aku tak apa, hanya sedikit,,, lemas" jawab Am.
"Aku akan menyumbangkan sebagian kekuatanku padamu" kata Amaltheia.
"Tidak Amal, lihatlah dirimu juga telah lemah, dan bagaimana jika kamu dihukum?" tanya Am.
"Am, bukankah kamu tahu dari dulu aku tak peduli dengan hukuman?" kata Amaltheia.
"Tapi Amal, lihatlah dirimu sekarang" kata Am.
"Jangan melihatku! Tapi lihatlah mereka yang sedang bertarung di sana Am. Mereka lebih membutuhkan kekuatanmu. Aku hanya akan mengembalikan kekuatan tubuhmu. Dan bertarunglah untukku" kata Amaltheia.
"Apa ini tidak cuma-cuma?" tanya Am.
"Tentu saja tidak, kau harus bertarung di sana setelah aku memberikan kekuatanku padamu. Dan menanglah!" kata Amaltheia.
Mendengar perkataan sahabatnya itu Am tersenyum. Bentuk dari jawaban dia pasrah dengan apa yang dilakukan Amaltheia padanya.
Amaltheia meletakkan salah satu sayapnya ke pundak Am. Dia mulai mentransfer kekuatannya yang saat ini tersisa di tubuhnya kepada Am.
Setelah pemberian kekuatan itu selesai. Tubuh Amaltheia menjadi lemah dan tak berdaya. Dia langsung terjatuh di sana.
Tentu Am langsung menangkap Amaltheia yang hendak jatuh itu dengan kekuatannya. Karena Am sekarang merasa lebih kuat dari sebelumnya.
"Amal kamu tak apa?" tanya Am khawatir.
"Aku tak apa Am, sepertinya aku hanya perlu istirahat. jangan khawatirkan aku" jawab Amal.
"Aku akan menyelesaikannya dan segera kembali Amal" kata Am.
"Iya tentu, karena kekuatanku tidaklah gratis" kata Amaltheia dengan tersenyum.
"Baiklah, aku akan mengalahkan mereka semua untuk membayar kekuatanmu" kata Am tersenyum.
"Bagus" jawab Amaltheia.
Am kembali ke medan perang. Kali ini Am menjadi lebih kuat, karena semangat dari sahabatnya dan kekuatan dari sahabatnya. Bahkan dia lebih kuat dari sebelumnya. Dia juga tak memiliki alasan lagi untuk menahan kekuatannya lagi. Karena Nabastala telah dilindungi, jadi suara kekuatan apapun tak akan terdengar ke dalamnya.
__ADS_1